
Sebenar nya yang mampu merubah seseorang bukan lah orang lain melainkan diri nya sendiri saat memutuskan suatu pilihan dalam hidup nya maka dengan seperti itu berubah lah semua nya mulai dari sudut pandang dan pola pikir dalam menjalani hidup.
Begitu juga yang saat ini di lakukan oleh Robert, Ronald, Ina dan Vico yang sepakat memutuskan untuk mengembangkan wilayah timur dan memperbaiki semua sektor agar mampu bangkit dari keterpurukan setelah di hancur kan oleh para monster, Begitu juga dengan Robin, Hendrik dan Felix yang memutuskan untuk merubah wilayah utara dan pusat kota menjadi aset terbesar mereka dengan para monster lain yang wujud nya manusia namun pola pikir nya masih monster.
Pasti nya kehidupan di wilayah utara dan pusat kota tidak ada lagi kedamaian terpancar yang terjadi adalah perdagangan yang banyak melanggar aturan pemerintah sebab mereka berfikir pemerintahan sudah tidak mampu menjangkau atau mengalahkan mereka.
" Robert besok pagi kamu akan pergi kemana?"
Tanya Vico sambil memasak sup jagung.
" Aku akan ke kantor untuk membicarakan masalah perbatasan wilayah timur, Apakah kamu mau ikut?"
Jawab Robert yang berbalik bertanya.
" Aku yang ikut sebab ada urusan dengan profesor Billy."
Ucap Ronald sambil menarik bangku di sisi Robert.
" Ok lah kalau begitu dan jangan lupa tanyakan apakah persediaan obat - obatan di gudang farmasi masih cukup sampai akhir tahun."
Ucap Vico sambil membawa mangkok berisi sup jagung menuju meja makan.
Saat itu terjadi percakapan ringan antara mereka bertiga sedangkan Ina sedang menikmati waktu nya bersama Scudetto yang kini semakin bertumbuh besar dan semakin bertambah kepintaran nya dan sesekali Ina berkhayal andai saja Robert menjadi suami nya mungkin akan semakin lengkap kebahagiaan dalam hidup Ina.
Apakah Robert juga merasakan hal yang sama dengan ku namun dia tidak berani menyatakan perasaan nya kepada ku atau aku nya yang terlalu tegas selama ini kepada Robert hingga dia segan mengungkapkan perasaan nya, Sudah lah biar saja semua berjalan apa ada nya.
Bergumam lah dalam hati Ina sambil bercanda dengan baby Scudetto yang semakin pintar dan mulai bisa memanggil Ina dengan sebutan Ibu dan hal itu membuat Ina merasa bahagia dan tertawa lepas mendengar nya saat itu Robert mendengar tawa Ina saat melewati kamar nya dan saat itu Robert menghentikan langkah nya untuk mengetahui apa yang tejadi di dalam kamar Ina.
" Ina apa yang membuat mu bahagia seperti itu?"
Tanya Robert sambil berjalan menghampiri Ina.
" Hai, Ini Scudetto sudah bisa memanggil ku Ibu dan bagi ku suara nya sangat lucu."
Jawab Ina sambil masih tersenyum melihat Scudetto yang sedang bermain.
" Benar kah lalu apakah dia bisa memanggil ku Ayah?"
Tanya Robert yang duduk di samping Ina dengan senyuman menghiasi wajah nya.
" Coba saja kamu tanya kepada dia?"
Jawab Ina yang masih tersenyum melihat ekspresi Robert.
Kemudian Robert pun mengambil baby Scudetto lalu memangku nya dan mulai lah di ajukan pertanyaan yang membuat baby Scudetto merasa bingung dengan semua pertanyaan yang di lontarkan Robert hingga Ina mulai berfikir sungguh aneh lelaki yang sedang duduk di samping nya yang melontarkan pertanyaan kepada seorang bayi yang belum paham dengan bahasa Robert.
" Kamu akan pergi kemana Robert, Apakah kamu akan pergi ke swalayan?"
Tanya Ina sambil mengelus kepala baby Scudetto.
" Tidak, Aku hanya akan ke teras memang ada yang kamu perlukan kah hingga menanyakan hal itu?"
Jawab Robert yang kembali bertanya.
" Iya aku harus membeli beberapa kebutuhan Scudetto yang mulai habis dan juga membeli kebutuhan ku sendiri."
Ucap Ina dengan tatapan bahagia.
" Baik lah ayo aku antar dan kebetulan aku juga akan membeli sesuatu."
Ucap Robert sambil bangkit berdiri membawa Scudetto.
Kemudian tidak lama kemudian mereka berdua pun pergi menuju swalayan yang letak nya tidak begitu jauh dari camp tempat mereka tinggal di sisi lain ada Robin, Hendrik dan Felix berserta pasukan monster yang berwujud manusia menuju wilayah pusat kota yang sudah berwujud kota terbengkalai dan mereka berniat membangun pusat kota menjadi kota perdagangan terbesar di bawah kepemimpinan Robin, Hendrik dan Felix yang super kejam pasti nya.
" Robin pusat kota pasti sudah hancur lalu apa rencana mu?"
Tanya Hendrik yang duduk di samping Robin.
" Akan kita bangun ulang dan jadikan pusat kota menjadi tempat perdagangan bebas terbesar di seluruh dunia dengan begitu akan banyak investor asing berdatangan."
Jawab Robin dengan senyum licik dan sorot mata yang kejam.
" Aku setuju dengan pendapat mu Robin dan dari situ kita akan mendapatkan banyak keuntungan."
Timpal Felix yang duduk di hadapan Robin.
" Hai siapa kamu berani menyebut nama ku dengan gampang nya dasar budak bodoh, PLAKK!"
Ucap Robin sambil memukul kepala Felix dengan keras.
Hendrik hanya mampu tersenyum puas melihat pemandangan itu tidak lama kemudian sampai lah mereka semua di pusat kota dan mulai lah Robin membagi tugas dengan para anggota monster yang lain dan Robin menyerahkan wilayah utara di bawah pengawasan Hendrik dan di ikuti beberapa anggota monster yang lain.
Saat itu Felix hanya mampu terdiam menerima kenyataan bahwa saat ini diri nya hanyalah seorang budak bagi Robin dan Hendrik namun Felix berfikir ini bukan lah waktu yang tepat untuk protes jadi yang bisa di lakukan Felix hanyalah menunggu waktu yang tepat agar posisi nya bisa kembali seperti sedia kala.
Sedangkan di kantor pusat militer mendapat kan informasi bahwa di pusat kota lampu dan beberapa fasilitas menyala sedangkan semua tahu kalau pusat kota sudah tidak berpenghuni dan di situ timbullah konflik baru di kantor pusat perbatasan wilayah timur.
" Jendral kami temukan pergerakan sinyal di pusat kota sedangkan pusat kota sudah tidak berpenghuni."
Ucap salah seorang dari anggota militer yang bertugas mengawasi pergerakan di beberapa wilayah.
" Siapa yang mengaktifkan semua itu apakah masih ada manusia yang tertinggal di sana hingga mengaktifkan semua jaringan?"
Tanya Jendral Jacob dengan nada heran.
" Sepengetahuan kami tidak ada Jendral."
Jawab operator sambil mengawasi pergerakan yang begitu cepat.
" JENDRAL PEMBATAS PUSAT KOTA ADA YANG MEMBUKA!"
Teriak Mayor Ricard sambil berlari menghampiri Jendral Jacob.
" Siapa yang pergi kesana sedangkan wilayah pusat kota dan wilayah utara di steril kan mengapa ada yang melanggar nya!"
Ucap Jendral Jacob dengan geram.
" Mungkinkah Robert dan para profesor yang pergi kesana Jendral?"
" Iya benar, Apakah mereka yang pergi kesana tapi untuk apa mereka kesana di sana hanyalah kota terbengkalai."
Jawab Jendral Jacob dengan tatapan bingung.
" Lebih baik kita cek kebenaran nya mereka sedang berada di mana saat ini Jendral?"
Ucap Mayor Ricard dengan tatapan panik.
" Baik, Mayor mari kita ke camp tempat mereka untuk memastikan mereka berada di mana dan bila benar mereka ke pusat kota terbengkalai itu segera jemput mereka dan jangan mengambil resiko."
Ucap Jendral Jacob sambil melangkah keluar ruangan pantau di ikuti oleh Mayor Ricard.
Sedangkan Robin, Hendrik dan Felix tidak menyadari di saat mereka menyalakan arus listrik maka cctv di penjuru kota akan ikut menyala dan pasti nya pergerakan mereka akan terpantau oleh pusat pertahanan negara, Namun Robin dan para monster yang lain mengaktifkan semua peralatan di sana sehingga orang yang tidak mengetahui kejadian sesungguhnya akan berpikir di kota itu tidak pernah terjadi masalah apa pun.
Setelah Robert dan Ina berbelanja maka mereka segera pulang sebab seperti nya cuaca sedang tidak bersahabat sedangkan Vico dan Ronald sedang bermain game sambil menunggu jam makan siang namun ketenangan di camp itu berubah menjadi tegang dengan datang nya informasi yang di bawa oleh Jendral Jacob dan Mayor Ricard.
" Siapa yang datang itu, Lekas buka pintu nya Ronald."
Perintah Vico kepada Ronald yang sedang serius bermain game.
" Ganggu saja lagi seru - seru nya lagi, Awas jangan curang kamu Bang."
Ucap Ronald sambil meletakkan stik game di meja.
Kemudian Ronald pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu dan saat membuka pintu Ronald lumayan terkejut melihat Jendral Jacob dan Mayor Ricard sudah berdiri di hadapan nya dengan wajah panik.
" Di mana Robert?"
Tanya Jendral Jacob dengan tegas.
" Ke swalayan memang apa yang terjadi?"
Jawab Ronald dengan tatapan bingung.
" Bisa kah kita masuk dan berbicara di dalam?"
Tanya Mayor Ricard dengan tatapan serius.
" Bisa silahkan masuk."
Jawab Ronald sambil memberi jalan mereka berdua masuk kedalam.
" Apakah ada masalah Tuan hingga anda mencari Robert?"
Tanya Ronald sambil mempersilahkan mereka duduk.
" Benar kita harus memastikan di mana Robert berada sebab baru saja kantor pusat menerima signal dari pusat kota bahkan pagar pembatas wilayah pusat kota di buka semua."
Jawab Jendral Jacob dengan nada panik.
" Siapa yang menyalakan gardu listrik nya lalu bagaimana bila di sana masih ada monster bila pagar pembatas nya di buka semua, Ceroboh sekali yang melakukan hal itu?"
Tanya Vico dengan nada geram.
" Kami pikir Robert dan kalian yang pergi ke sana maka dari itu kami memastikan kebenaran nya."
Jawab Jendral Jacob dengan tatapan panik.
" Tidak, Kami tidak pergi kemana - mana hanya Robert dan Ina yang pergi ke swalayan untuk membeli kebutuhan mereka."
Ucap Ronald sambil mencoba menghubungi Robert melalui ponsel nya.
Ternyata saat itu Robert sudah berada di depan pintu camp bersama Ina setelah belanja dan saat mereka berdua masuk ke dalam rumah camp Robert dan Ina merasa terkejut dengan kehadiran Jendral Jacob dan Mayor Ricard dengan suasana yang tegang.
" Ada apa ini mengapa kumpul di sini apakah ada hal penting?"
Tanya Robert sambil menggendong baby Scudetto.
" Benar Robert, Baru saja Jendral Jacob memberi tahu bahwa kantor pusat mendapati signal yang menyala di wilayah pusat kota dan pagar pembatas terbuka semua."
Jawab Vico dengan tatapan serius.
" Bagaimana mungkin wilayah pusat kota sudah di steril kan dan tidak ada manusia yang hidup di sana sedangkan setahu ku monster tidak tahu cara menyalakan sakelar listrik di gardu?"
Ucap Robert dengan tatapan bingung.
" Awal nya kami berpikir kalian lah yang pergi kesana maka dari itu kami memastikan datang kemari."
Ucap Mayor Ricard sambil memandang bergantian kearah mereka berempat.
" Menurut pengembangan penelitian ku dari hasil riset yang terakhir di temukan oleh Ronald para monster itu bisa memiliki kemampuan bermutasi seperti manusia dengan menggunakan beberapa zat dan bagi ku saat ini mungkin saja Felix memberikan zat itu kepada para monster itu?"
Ucap Ina sambil mencoba menjelaskan sudut pandang nya.
" Bila benar seperti itu maka kita harus lebih waspada sebab bila itu terjadi kemungkinan manusia untuk terkontaminasi akan lebih cepat."
Timpal Vico dengan nada serius.
" Lalu apakah lebih fatal akibat nya di banding dengan virus yang pertama?"
Tanya Robert dengan tatapan serius.
" Reaksi virus ini bisa di bilang fatal dan pencemaran nya melalui udara dan sampai sekarang kami bertiga belum bisa memastikan dalam jangka waktu berapa jam orang lain akan terkontaminasi virus itu."
Jawab Ina dengan wajah bingung.
Kemudian mereka semua terdiam sejenak untuk berfikir apa yang harus di lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi sedangkan di kantor pusat pertahanan semua orang merasa ketakutan melihat para monster yang berwujud manusia namun bermata coklat pekat dan taring yang runcing sedang memenuhi pusat kota.
Seperti nya ketenangan mereka sangat singkat bagi Ronald, Robert, Ina dan Vico bahkan mereka baru saja berencana membangun dan menata wilayah timur namun sudah mendapat informasi yang mengejutkan dari wilayah utara dan pusat kota lalu apakah yang akan di lakukan oleh mereka berempat bersama anggota militer demi menjaga keamanan di wilayah timur yang belum terkontaminasi oleh virus yang berbahaya itu.
Mampukah mereka menemukan solusi untuk menjaga keamanan di wilayah timur dan apakah gerombolan Robin dan para monster akan mendatangi wilayah timur dan menghancurkan nya juga sehingga impian mereka terwujud untuk menguasai seluruh wilayah dan menjadikan semua wilayah di bawah pimpinan nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan hanya di I'M A WOLF MAN ikuti perjuangan mereka semua dan jangan pernah bosan untuk selalu memberi dukungan kepada author agar semakin semangat nulis nya.