I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 85 . JANGAN MENGHAKIMI



Seringkali manusia menghakimi orang lain tanpa tahu alasan pasti nya mengapa orang tersebut melakukan hal itu namun ada juga karena kesalahan yang di perbuat seseorang hingga ia mendapatkan penghakiman jadi begitu banyak faktor yang membuat seseorang dihakimi dalam hidup nya.


Begitu juga yang di alami oleh Robin yang selama ini sudah membuat banyak sekali kesalahan yang sangat fatal jadi hal yang sangat wajar bila sampai detik ini Ine belum bisa memaafkan Robin namun berbeda dengan Robert yang sudah dewasa secara iman, Ia lebih memilih memaafkan Robin dan mengajak kembali kejalan kebaikan namun bagaimana respon Ine dengan sikap Robert yang sangat pemaaf dan penuh kasih sayang kepada siapa pun.


Siang itu acara resepsi pernikahan Ine dan Robert di laksanakan di sebuah hotel bintang lima yang sangat megah di kota itu dan semua tamu undangan pun telah hadir di sana begitu pun dengan Felix dan Mikael yang sejak tiba di gedung pandangan nya sudah menyebar ke setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan Robin yang juga di undang oleh Robert.


" Felix apakah kamu melihat nya?"


Tanya Mikael yang berdiri di samping Felix.


" Aku tidak melihat nya, Hanya kue yang terlihat dengan ku,"


Jawab Felix sambil kepala nya keluar dari kolong meja.


" Bagaimana kamu bisa melihat Robin bila kamu di situ Felix, Lekas keluar dari situ dan bantu aku!"


Perintah Mikael sambil terbelalak mata nya kepada Felix.


" Iya juga ya kenapa aku terpesona dengan aroma kue ini, MIKAEL TUNGGU AKU!"


Celoteh Felix sambil berteriak memanggil Mikael yang berjalan meninggal kan Felix.


Saat itu Robert dan Ine sedang menyambut para tamu yang lumayan banyak sedangkan Rebecca dan Ronald sedang menikmati hidangan di pojok ruangan sambil bercanda dengan beberapa rekan kerja nya yang turut hadir saat itu begitu pun dengan Ronald sedangkan di sisi lain berdiri lah Robin, Clark dan Hendrik yang sedang merencanakan tentang kalung wasiat.


" Robin kapan kamu akan bertindak, Apa menunggu semua nya akan lepas dari hadapan kita,"


Ucap Clark dengan nada sedikit berbisik.


" Benar Robin ini waktu yang tepat mangsa sudah ada di depan mata kita,"


Imbuh Hendrik sambil melihat ke sekitar nya.


" Diam kalian semua aku sudah punya rencana sendiri, Nikmati saja makanan kalian!"


Jawab Robin dengan geram kepada Clark dan Hendrik.


Saat itu Felix dan Mikael berjalan merangkak di kolong meja untuk mencapai keberadaan mereka bertiga sebab bagi Felix bila tidak melewati kolong meja maka diri nya akan bernasib seperti tadi saat di depan gereja maka diri nya mengajak Mikael merangkak di kolong meja di mana semua sajian tersedia di sana.


Namun seperti nya memang mereka berdua bernasib sial saat itu sebab Felix dan Mikael melihat seekor kecoa yang sedang berjalan di lantai dan Mikael segera berhenti hal itu membuat Felix bingung mengapa Mikael berhenti dan sebenar nya Felix juga jijik dengan kecoa, Maka bisa di pastikan apa yang akan terjadi.


" Mikael mengapa kamu berhenti?"


Tanya Felix dengan posisi merangkak di belakang Mikael.


" Itu musuh kita ada di depan situ Felix,"


Jawab Mikael sambil menoleh kepada Felix.


" Mengapa mereka sama seperti kita di bawah meja?"


Tanya Felix dengan pandangan bingung.


" Memang tempat mereka di situ Felix, Ayo kita putar arah saja,"


Jawab Mikael sambil membalikkan badan nya.


Saat itu Felix hanya terdiam dan fikir kenapa harus kembali bukan nya tadi memang rencana nya mencari mereka mengapa saat bertemu malah Mikael berubah pikiran, Sebab saat itu Felix berpikir yang di maksud Mikael adalah Robin, Clark dan Hendrik namun sebenar nya yang di maksud oleh Mikael adalah seekor kecoa bukan lah Robin dan kedua kawan nya.


Di saat Mikael sudah keluar dari kolong meja namun Felix masih saja melanjutkan merangkak nya di kolong meja dan akhir nya Felix berjumpa juga dengan seekor kecoa yang menghadang nya sedangkan saat itu posisi Robin sedang berjalan mendekati Robert sambil membawa pisau buah yang di ambil nya dari atas meja.


Tepat posisi Robin yang berjalan di samping meja tiba - tiba Felix berdiri dan membuat hidangan di atas meja terbalik sebab meja nya pun terbalik sebab Felix ketakutan melihat seekor kecoa yang menempel di kening nya, Sambil berteriak histeris Felix berlari tunggang langgang menginjak apa pun sambil membawa kain penutup meja bersama nya berlari mengelilingi ruangan yang di penuhi para tamu.


" Apa yang sedang terjadi, Siapa itu yang sedang berlari sambil berselimut kain penutup meja?"


Tanya Robert sambil melihat Felix berlari tunggang langgang tidak tentu arah sebab wajah nya tertutup oleh kain.


" Dari suara nya itu seperti nya Felix, Kenapa dia membuat ulah seperti itu, Memalukan saja!"


Jawab Ine dengan nada geram.


Kemudian Felix pun bisa di tangkap oleh Ronald dan Rebecca yang berusaha menangkap Felix yang berlari tunggang langgang sedang kan saat itu Robin sangat gusar sebab niat nya untuk menusuk Robert dari belakang di gagal kan oleh Felix yang ketakutan kening nya dihinggapi seekor kecoa dan saat itu tubuh Robin sudah di penuhi oleh berbagai macam masakan yang tumpah di tubuh nya bahkan baskom berisi capcay pun berada tepat di kepala Robin saat ini.


Dengan terduduk di lantai Robin sangat geram kepada Felix dan saat itu Robin bersumpah akan menghabisi Felix sebab sudah berani mempermalukan diri nya di depan para tamu undangan dan pasti nya menjadi bahan tertawaan banyak orang bahkan saat itu Mikael pun ikut menertawakan Robin dan hal itu membuat Robert dan Ine penasaran apa yang sebenar nya sedang mereka tertawa kan lalu mereka berdua pun mendekati Mikael yang sedang tertawa terbahak - bahak melihat Robin.


" Mikael apa yang sedang kamu tertawa kan Nak?"


Tanya Ine sambil mendekati Mikael dengan tatapan bingung.


" Lihat lah si bodoh itu Ibu, Ia akan menyelakai Ayah tapi ia sendiri yang celaka,"


Jawab Mikael sambil menunjuk ke arah Robin yang masih terduduk di lantai.


Ucap Robert sambil mendekati Robin lalu memberikan jas nya kepada Robin.


" Kita harus berbicara, Mikael tunggu disini dan jangan pergi kemana - mana ok."


Ucap Ine kepada Robert sambil memegang lengan nya lalu berpesan kepada Mikael.


Saat itu Ine segera menarik Robert ke sebuah ruangan untuk mempertanyakan apa maksud Robert berkata demikian kepada Mikael sebab bagi Ine Mikael tidak sama sekali mempermalukan Robert saat itu dan terjadilah perseteruan antara Ine dan Robert saat itu, Sedangkan Ronald dan Rebecca membantu Felix yang sedang histeris ketakutan dengan kecoa.


" Sayang kata kan apa maksud mu berkata demikian kepada Mikael, Sedangkan Mikael aku lihat ia tidak melakukan apa pun kepada Robin adik kesayangan mu itu!"


Ucap Ine dengan nada marah kepada Robert.


" Sayang aku sedang mendidik putra ku, Apakah aku Ayah nya salah mendidik putra ku sendiri?"


Tanya Robert dengan tatapan serius.


" Didikan apa maksud mu, Dia tidak bersalah dan dia juga tidak mempermalukan mu lalu yang jadi masalah di mana nya!"


Jawab Ine yang makin tersulut emosi nya.


" Aku tidak mau putra ku bersikap seperti itu kepada siapa pun, Aku tau kamu dan Mikael sangat membenci Robin tapi bukan dengan cara mempermalukan Robin seperti itu dan bila putra ku melakukan hal itu maka sama saja dia mempermalukan ku sebab bagaimana pun juga Robin adik ku dan dia adalah Paman nya Mikael,"


Ucap Robert mencoba menjelaskan kepada Ine.


" Bela terus adik kesayangan mu itu dan lupakan aku dan putra mu!"


Jawab Ine dengan geram dan membalikkan tubuh nya dan berlalu pergi dari hadapan Robert.


Sayang kamu sudah salah sangka dengan sikap ku, Suatu saat kamu akan tahu apa tujuan ku sebenar nya hanya aku ingin kalian jangan menghakimi siapa pun sebab hal itu yang akan di pakai Tuhan untuk menghakimi mu.


Bergumam lah dalam hati Robert sambil memperhatikan Ine pergi meninggalkan diri nya di sebuah ruangan yang mampu Robert lakukan hanyalah menghela nafas panjang untuk menenangkan hati nya kembali, Sedangkan Ine mencoba memberi pengertian kepada Mikael bahwa Robert hanya ingin Mikael tidak menaruh dendam kepada siapa pun.


" Mikael apakah Ibu bisa berbicara dengan mu saat ini?"


Tanya Ine sambil mendekati Mikael yang sedang berdiri di sebuah taman.


"Bisa Ibu, Pasti Ibu juga akan memarahi ku kan?"


Jawab Mikael sambil tertunduk.


" Tidak, Untuk apa Ibu memarahi mu, Ibu hanya menjelaskan apa maksud sesungguhnya Ayah nya itu tadi,"


Ucap Ine sambil senyum simpul kepada putra nya.


" Pasti Ayah membenci ku kan Bu?"


Tanya Mikael dengan tatapan sedih.


" Tidak sayang, Kamu itu anak kesayangan dan kebanggaan Ayah mu jadi tidak mungkin Ayah mu membenci mu, Yang Ayah mu benci cara mu memperlakukan Paman Robin,"


Jawab Ine sambil duduk di samping Mikael.


" Dia bukan Paman ku, Dia orang jahat Ibu!"


Ucap Mikael dengan geram.


" Bagaimana pun juga dia tetap adik dari Ayah mu dan berarti dia adalah Paman mu jadi bila kamu menertawakan Paman mu sama saja kamu sedang menertawakan Ayah mu juga kan sayang?"


Tanya Ine sambil merangkul putra nya.


" Iya Bu maaf kan aku,"


Jawab Mikael sambil tertunduk sedih.


" Sekarang datangi Ayah mu dan minta maaf lah lalu berjanji tidak akan mengulangi nya lagi ya sayang, Emuach."


Ucap Ine sambil mencium kening putra nya.


Kemudian saat itu segeralah Mikael bangkit dari duduk nya dan berjalan meninggalkan Ine menuju ke tempat Robert yang sedang berdiri berbincang dengan Ronald dan Rebecca serta Felix yang sedang di tenangkan oleh mereka sebab Felix sedang menangis ketakutan dengan kecoa, Saat itu para tamu hanya terdiam dan merasa sedih melihat Felix yang menangis ketakutan.


Berbeda dengan Robin, Clark dan Hendrik yang saat itu keluar dari ruangan untuk menuju toilet dengan wajah geram kepada Felix yang di anggap nya sengaja melakukan hal itu agar rencana Robin gagal untuk menikam Robert, Sedangkan Rebecca melihat kejadian yang sebenar nya saat itu bahwa sesungguhnya Robin berniat jahat ingin menikam Robin dari belakang.


Namun semua itu mampu di gagal kan oleh ulah Felix dan yang di katakan Mikael itu benar ada nya, Saat mendengar pernyataan dari Rebecca di situlah Robert berfikir sebenar nya putra nya dan Felix sudah menyelamatkan diri nya hanya saja cara mereka saja yang tidak tepat.


Sedangkan di sisi lain Ine mencoba memahami pola pikir Robert yang sejak dahulu tidak pernah berubah selalu memaafkan Robin, Ternyata saat itu Clark memiliki ide untuk menculik Ine di pesta pernikahan nya lalu berhasil kah niat mereka kali ini?


Ikuti kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah lupa untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.