
Kebebasan tanpa batas sebenar nya apakah benar - benar ada di muka bumi ini yang di kata kan bebas, Sebab sebebas apa pun itu tetap saja ada batasan yang terkadang batasan itu yang menciptakan adalah diri kita sendiri karena mempertimbangkan berbagai aspek yang terkait dan berbagai macam konsekuensi yang harus di terima bila keputusan itu yang di ambil.
Begitu juga dengan yang terjadi kepada Robert meski sebenar nya Robert saat ini masih sendiri tanpa ada ikatan antara diri nya dan Ina namun mereka memiliki ikatan batin yang sangat kuat atara satu dan yang lain begitu juga dengan Ronald dan Vico tidak akan semudah itu melepas Robert sebagai sahabat karibnya.
Tanpa terasa waktu terus berjalan dan kini kesehatan Ina sudah semakin membaik begitu juga dengan baby Scudetto yang sudah pulih kesehatan nya dan kini Robert, Ina, baby Scudetto, Ronald dan Vico tinggal di camp milik militer wilayah timur, Sebab saat Ina masuk rumah sakit berjumpa dengan beberapa anggota militer yang sedang bertugas di sana.
Maka berita itu segera di terima oleh kantor pusat yang saat ini di pegang oleh Jendral Jacob dan pasti nya Jendral Jacob sudah kewalahan menghadapi para monster yang terus bertambah jumlah nya di pusat kota maka dari itu Jendral Jacob akan mengadakan pertemuan dengan Ina, Ronald, Vico dan Robert untuk membicarakan ketahanan militer mengenai serangan para monster.
" Hallo Kak bagaimana kondisi mu pagi ini sudah lebih baik kah?"
Tanya Ronald sambil merebus beberapa sayuran.
" Puji syukur lebih baik hanya Scudetto yang sedikit rewel semalam hingga aku harus mengayun hingga pagi."
Jawab Ina sambil memasukkan botol susu kedalam panci.
" Biasa lah anak kecil seperti itu Kak, Apakah Kakak mau?"
Tanya Ronald sambil menunjukkan sayuran di dalam panci.
" Boleh bagi sedikit seperti nya manis itu, Oh ya kemana Vico dan Robert apakah belum bangun mereka Nald?"
Jawab Ina sambil memberikan sebuah piring kepada Ronald.
" Mereka sudah pergi ke kantor tadi sebab mendapat telepon dari Jendral Jacob kata nya Kak."
Ucap Ronald sambil menikmati stake di hadapan nya.
" Bukan nya jam sepuluh nanti kita ada meeting nya?"
Tanya Ina sambil menuangkan air panas ke botol pemanas air.
" Mungkin ada urusan lain Kak,"
Jawab Ronald sambil pandangan nya fokus ke koran pagi itu.
" Ok lah kalau begitu aku siap - siap, Nanti kita pergi bersama kan Ronald?"
Tanya Ina sambil berjalan meninggal kan Ronald di meja makan.
Sedangkan saat ini di kantor Robert dan Vico sedang berbincang dengan beberapa pembesar negara yang merasa kalangkabut mengatasi wilayah utara dan pusat kota sampai - sampai pemerintahan dan badan pertahanan negara harus di pindah ke wilayah selatan dan wilayah timur untuk pertahanan militer sebab pusat kota sudah mulai di duduki oleh para monster.
" Letkol Robert anda pasti nya tau bagaimana situasi negara saat ini bukan?"
Tanya Jendral Jacob sambil menuangkan kopi.
" Benar Letkol Robert kita semua sudah berusaha memukul mundur para monster dengan senjata namun seperti nya mereka kebal dengan tembakan."
Imbuh Mayor Zain dengan nada khawatir.
" Jendral Jacob dan Mayor Zain saya sangat paham bagaimana dengan kondisi negara saat ini dan bahkan saya sudah berhadapan langsung dengan para monster itu dan bagi saya sampai detik ini belum di temukan suatu zat yang mampu untuk melumpuhkan."
Jawab Robert sambil menyandarkan tubuh nya ke kursi.
" Bagaimana menurut anda Prof Vico apakah anda sudah menemukan sesuatu zat untuk membasmi para monster itu?"
Tanya Jendral Jacob sambil sesekali memijat kening nya.
" Sudah Tuan, Tapi yang menemukan zat ini tidak hanya saya tetapi juga ada prof Ina dan prof Ronald jadi bila ingin menggunakan zat ini alangkah baik nya meminta pendapat mereka juga Tuan?"
Jawab Vico dengan tatapan ragu.
" Baik kalau begitu kita nanti berjumpa di ruang meeting jam sepuluh sertakan juga project dari zat itu sekarang silahkan kembali ke ruangan kalian."
Ucap Jendral Jacob yang sangat cemas dengan keadaan negara saat ini.
Kemudian mereka semua keluar dari ruangan Jendral Jacob dan saat itu Vico mengajak Ronald ke kantin kantor untuk break fresh dan Ronald pun menyetujui sambil membawa map di tangan nya Robert dan Vico menuju kantin dan saat di ruang resepsionis berjumpa lah mereka berdua dengan Ina dan Ronald yang baru saja tiba di kantor.
" Hallo sayang jagoan Ayah yang tampan emuach,"
Ucap Robert sambil menciumi pipi baby Scudetto yang sedang di gendong Ina.
" Kalian akan pergi kemana?"
Tanya Ina sambil melihat ke arah Vico.
" La aku pikir bilang sayang dan mencium Ibu nya tau nya anak nya ya, Kita mau ke kantin sarapan lapar Kak,"
Jawab Vico sambil tersenyum kepada Ina.
" Sembarangan cium Ibu nya memang nya aku mau kena gampar lagi apa?"
Ucap Robert sambil mengambil baby Scudetto dari gendongan Ina.
" Aku ikut dengan kalian ada yang mau aku bicarakan mengenai temuan kita beberapa hari yang lalu."
Ucap Ina sambil melangkah mengikuti Robert menuju kantin.
" Wah seperti nya Kak Ina sedang masa pertumbuhan masih mau sarapan lagi."
Ucap Ronald sambil menatap ke arah Ina yang sudah berjalan.
" Sudah maklumi saja efek Ibu menyusui jadi harus banyak makan biar baby nya sehat atau kamu ingin mencicipi kena tamparan dia?"
Tanya Vico sambil senyum merangkul Ronald berjalan menuju kantin.
Di sisi lain ada Jendral Jacob yang sedang menahan emosi di ruangan nya sebab terus mendapat tekanan dari Felix yang menawarkan zat penawar yang kurang bisa di percaya sebab Felix tidak memiliki izin untuk membuat sebuah obat di tambah lagi obat penawar Felix sangat keras dosis nya tidak bisa di gunakan kepada manusia namun pemerintahan juga sulit untuk menangkap nya sebab Felix bukan lah orang biasa di mata negara.
" Mayor Zein apa solusi yang kamu miliki untuk saat ini?"
Tanya Jendral Jacob sambil membanting kertas email di meja kerja nya.
" Kalau menurut saya kenapa tidak kita minta zat obat yang di miliki Tuan Felix dan kita uji coba terlebih dahulu Tuan untuk memastikan kandungan zat tersebut."
Jawab Mayor Zein dengan tatapan serius.
" Aku sudah berulang kali meminta nya namun dia malah mengancam keselamatan pemerintah, Aku benar - benar tidak habis pikir apa mau nya Felix sebenar nya."
Ucap Mayor Jacob sambil menunduk sebab sudah tidak mampu lagi untuk berpikir.
" Tuan tenang lah nanti di ruang meeting semoga para profesor memiliki solusi dalam hal ini."
Sedangkan di kantin ada Ina, Robert, Vico dan Ronald yang sedang serius membahas zat temuan mereka dan mereka berfikir bahwa zat yang mereka temukan ada dua kemungkinan yang pertama bila manusia dengan stamina yang fit di suntikan zat tersebut maka akan menambah kekuatan dalam tubuh nya namun bila manusia itu dalam kondisi drop maka akan menjadi monster yang lebih ganas dari monster yang ada saat ini.
" Aku belum yakin betul dengan zat ini sebab sebenar nya setiap hasil riset pasti memiliki kelemahan,"
Ucap Ina sambil menikmati kentang goreng.
" Lalu sebenar nya kelemahan nya apa?"
Tanya Robert sambil memegang botol susu.
" Kelemahan nya ini bagi ku adalah sebuah keunggulan bagi manusia sebab akan menjadi orang yang super kuat dan tidak tertandingi siapa pun."
Jawab Ronald sambil membuka laptop di hadapan nya.
" Iya benar dalam waktu awal itu yang terjadi namun beberapa menit kemudian manusia itu akan menjadi monster yang sangat ganas itu pun bila tidak meledak jantung nya."
Imbuh Vico sambil bergantian memandang ke arah Ina dan Robert.
" Mengapa kalian tidak mencoba nya kepada ku sebab aku bukan lah utuh manusia seperti kalian?"
Tanya Robert yang siap menjadi bahan uji coba.
" Jangan bertindak konyol ok, Ingat putra mu masih butuh susu dan sebagainya kalau kamu jadi monster siapa yang mencukupi kebutuhan putra mu?"
Jawab Ina dengan tatapan sinis.
" Kan ada kamu Ibu nya apakah kamu tidak mau membelikan susu untuk putra mu sendiri?"
Tanya Robert dengan tatapan serius.
" Susah sekali berbicara dengan anda Letkol Robert Sean!"
Jawab Ina sambil bangkit dari duduk nya dan meninggal kan mereka bertiga.
" Hei tunggu aku Ina, Ini juga putra mu jangan main tinggal saja ...."
Ucap Robert yang bangkit berdiri mengejar Ina sambil menggendong baby Scudetto.
" Sebenar nya bayi itu putra siapa atau kah mereka membuat masing - masing lalu bayi itu muncul di dalam sebuah tabung kaca?"
Tanya Ronald sambil menikmati kentang goreng di hadapan nya.
" Bisa jadi baby Scudetto adalah bayi ajaib yang bisa menyatukan dua mahkluk Tuhan yang keras kepala bisa saling menyayangi."
Jawab Vico sambil meletakkan uang di meja untuk membayar pesanan Ina dan Robert namun yang menghabiskan Ronald dan Vico.
Kemudian Robert dan Ina menitipkan baby Scudetto di penitipan bayi di kantor tersebut dan setelah itu mereka berkumpul di ruang meeting yang pasti dengan suasana yang tidak nyaman sebab perbedaan prinsip dan sudut pandang dan saat itu Jendral Jacob menyarankan agar zat temuan baru itu segera di uji coba untuk mengetahui hasil nya agar segera mampu menangani pusat kota.
Saat itu Ina yang sedang persentase menjelaskan hasil riset nya dan juga menjelaskan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada manusia namun kemungkinan terburuk itu di pandang sangat kecil persentase nya bagi Jendral Jacob dan Mayor Zein pasti nya dengan beberapa pembesar lain nya.
Namun tidak bagi para profesor yang berfikir nya kemungkinan terburuk sekecil apa pun itu akan mengakibatkan hal yang sangat fatal tidak hanya bagi manusia namun bagi alam juga akan terpengaruh maka dari itu terjadilah adu argumentasi di ruang meeting.
" Tuan bila anda berfikir hanya untuk mengalahkan monster mengapa anda tidak meluncurkan rudal saja beres kan?"
Tanya Ina dengan nada kesal.
" Apakah anda tidak berpikir apa akibat nya bila kita luncurkan rudal di pusat kota efek nya akan ke wilayah lain nya juga!"
Jawab Jendral Jacob yang terbawa emosi.
" Begitu juga dengan zat ini Tuan sama saja bila sampai orang terkontaminasi maka akan menjadi monster yang lebih ganas dan bila tidak mampu menahan panas nya maka jantung nya akan meledak dan saat itu ...."
Ucap Ronald yang juga terbawa emosi dan sebelum menyelesaikan ucapan nya Jendral Jacob sudah memutuskan pilihan nya.
" SUDAH CUKUP, ROBERT SAAT INI SEMUA TUGAS AKU SERAHKAN PADA MU DAN KAMI SEMUA YAKIN KAMU MAMPU MENGAHADAPI SEMUA INI SEBAB KAMI TAHU SIAPA KAMU!"
Ucap Jendral Jacob dengan nada tinggi.
" Siap laksanakan Jendral."
Ucap Robert dengan tatapan bingung.
" Sudah tidak waras semua otak kalian, BRAAK!"
Ucap Ina sambil membanting map di atas meja lalu melangkah keluar dari ruang meeting dengan bersungut - sungut.
" Prof Ina tunggu, Bodoh sekali kalian!"
Ucap Vico sambil bangkit dari duduk nya mengejar Ina.
" Aku tidak setuju dengan keputusan kalian maaf!"
Ucap Ronald sambil bangkit dari duduk nya dan pergi dari ruang meeting.
Saat itu seisi ruangan menjadi hening dan para pembesar negara pergi dari ruangan meeting hanya tertinggal Robert duduk sambil memandang ke arah langit tanpa terasa tumpah lah air mata nya sebab hati nya yang merasa bingung dengan keputusan yang baru saja di terima nya sebab secara tidak langsung pemerintah meminta diri nya juga menjadi monster untuk melawan para monster di pusat kota.
Ya Tuhan inikah akhir dari hidup ku yang harus menjadi monster juga sedangkan aku berniat untuk menyelamatkan manusia agar tidak menjadi monster apakah dengan mengorbankan diri ku maka akan selesai masalah ini ataukah setelah ku korban kan diri tidak membawa dampak apa pun, Tuhan beri petunjuk kepada ku sebab aku yakin rencana Mu yang terbaik bagi ku.
Bergumam lah dalam hati Robert sambil ingatan nya kembali ke semua kejadian yang sudah terjadi dan hal itu semakin membuat perih hati nya dan saat itu Ina datang menghampiri Robert di ruang meeting dengan harapan mencoba membuka pola pikir Robert agar menolak perintah dari atasan nya.
" Robert aku tau siapa lah diri ku ini bagi mu tapi minimal dengarkan aku sekali ini saja, Apakah kamu tidak ingin melihat Scudetto besar?"
Tanya Ina sambil menahan air mata nya.
" Aku sangat menyayangi kalian jadi tolong biar kan aku sendiri."
Jawab Robert sambil menyeka air mata nya.
" Baik lah yang pasti kami semua tidak ingin kehilangan mu dengan alasan apa pun."
Ucap Ina sambil menepuk pundak Robert kemudian berlalu pergi dari ruangan meeting.
Seperti nya saat ini Robert benar - benar dilema mana yang harus di jalani bila mengikuti perintah atasan nya maka diri nya akan kehilangan Ina, baby Scudetto, Vico dan Ronald namun bila tidak mengikuti perintah atasan nya maka diri nya akan kehilangan pekerjaan nya sebagai abdi negara, Lalu keputusan apakah yang akan di ambil oleh Robert dalam waktu sesingkat - singkat nya ini?
Jangan pernah beranjak dari I'M A WOLF MAN dan selalu ikuti kisah mereka semua untuk menemukan jawaban di setiap bab nya dan jangan pernah bosan selalu dukung author agar semakin semangat nulis nya.