
Penyesalan terbesar dalam hidup ini berawal dari sebuah keraguan, Ragu untuk melangkah, Ragu untuk bertindak dan Ragu untuk mengambil keputusan, Di saat usia sudah terbuang sia - sia baru menyadari bahwa tidak ada yang di perbuat, Segera bangkit dan kalahkan semua keraguan capai semua mimpi - mimpi mu sebab keberhasilan akan di terima dari sebuah kegagalan.
Begitu pun dengan Robert, Ronald, Rebecca, Ina dan Vico yang saat ini di landa keraguan dengan kapasitas kemampuan mereka untuk menyerang pusat kota di mana Robin berada, Begitu banyak pertimbangan yang harus mereka pikirkan saat ini pasti nya mereka takut dengan kata gagal dan akan kehilangan orang yang mereka sayangi seperti yang sudah - sudah.
Sedang kan Felix hanya mampu meratapi nasib nya yang kini terikat di sebuah kayu di tanah lapang dengan bermandi kan bensin di bawah terik matahari yang semakin membakar kulit nya dan Robin mendengar berita tentang Felix yang sedang di siksa oleh Robert diri nya hanya tersenyum sinis tanpa niatan untuk menolong sedikit pun namun Hendrik mengingatkan Robin mengenai beberapa aset milik Felix.
Saat itu Hendrik yang sedang menguasai wilayah utara menemukan beberapa surat perjanjian yang tertera nama Felix di surat itu dan Hendrik pun menyerahkan beberapa lembar surat itu kepada Robin agar Robin bisa mengambil keputusan apa yang harus di perbuat kepada Felix yang saat ini sedang menjadi tawanan nya Robert.
" Robin apa keputusan mu setelah melihat surat perjanjian itu?"
Tanya Hendrik dengan sorot mata bengis dengan wujud monster srigala berbulu tajam.
" Bagus sebentar lagi juga dia akan mati di tangan Robert jadi tidak perlu aku capek - capek menghabisi nya,"
Jawab Robin sambil duduk di kursi kebesaran nya.
" Apakah kamu tidak dendam kepada nya yang sudah menjadikan monster seperti ini Robin?"
Tanya Hendrik dengan nada tidak setuju.
" Apa yang membuat ku dendam sedangkan dengan aku seperti ini aku lebih di hormati dan apa pun bisa aku miliki di banding aku masih seperti dulu,"
Jawab Robin dengan nada santai.
" Bila kamu tidak dendam tetapi aku tidak terima dengan perlakuan dia kepada kita selama ini,"
Ucap Hendrik dengan penuh ambisi.
" Apa yang akan kamu perbuat kepada nya?"
Tanya Robin dengan tatapan sinis.
" Akan aku seret dia kemari dan dia harus menyerahkan semua milik nya kepada kita bukan kah itu sangat menguntungkan kita berdua?"
Jawab Hendrik sambil berbalik bertanya.
" Benar juga di mana dia menyimpan surat - surat berharga itu, Kalau begitu kita segera seret Felix agar mau menunjukkan di mana surat - surat itu di simpan sebelum didahului kedua putra nya,"
Ucap Robin sambil sesekali melirik ke foto Felix yang terpajang di tembok.
" Kalau begitu kita siapkan untuk menyerang rumah Robert."
Ucap Hendrik sambil berlalu pergi dari hadapan Robin.
Sedang kan di rumah Robert mereka sedang berkumpul di ruang tamu sedang kan wujud baby Scudetto belum berubah sejak semalam itu menandakan bahwa akan terjadi suatu penyerangan besar dan saat itu wujud srigala besar dari baby Scudetto masih mengelilingi Felix dan tubuh Felix sudah beberapa kali terkena cakar baby Scudetto yang berwujud srigala.
" Lihat lah Scudetto seperti nya dia masih senang bermain dengan Felix,"
Ucap Vico sambil melihat dari balik jendela.
" Kan dia ingin di anggap Kakek dengan putra ku ya biar saja bermain,"
Timpal Ina sambil mengeringkan piring yang di cuci Rebecca diiringi gelak tawa.
" Yap aku setuju dengan mu Ina, Sebagai Kakek harus mengajak cucu nya bermain hingga cucu nya puas,"
Imbuh Rebecca sambil tersenyum melirik ke arah Ina.
" Sebenar nya semua keinginan dia sudah terwujud semua saat ini, Jadi andaikan mati pun tidak akan membawa penyesalan bukan?"
Ucap Ronald sambil menuangkan kopi kedalam gelas.
" Tetap dia membawa penyesalan sebab waktu yang di berikan Tuhan kepada nya tidak di manfaat kan dengan baik dan semua berakhir sia - sia tanpa membuahkan hasil manfaat untuk orang lain,"
Jawab Robert sambil menikmati buah apel di hadapan nya.
" Mungkin hal itu yang dia perbuat adalah hal paling bermanfaat bagi diri nya sendiri tapi tidak untuk orang lain pasti nya,"
Timpal Vico sambil membuka pintu dapur sebab srigala besar itu akan masuk.
" Hai baby apakah kamu sudah lelah bermain, Mari Ibu buat kan susu dan makanan kesukaan mu,"
Ucap Ina sambil mengelus kepala srigala besar wujud dari baby Scudetto.
Sebenar nya apa yang akan terjadi sehingga Scudetto belum merubah wujud nya biasa nya tidak selama ini dia di wujud srigala nya, Aku sangat yakin ada hal yang sangat berbahaya tapi apa hal berbahaya itu, Sayang nya dia belum bisa berbicara jadi tidak bisa menyampaikan apa yang sebenar nya akan terjadi, Lalu kemana pergi nya roh Ina bila yang di dalam tubuh nya adalah Ine?
Bergumam lah dalam hati Robert sambil mengelus kepala Scudetto yang berwujud srigala saat itu mereka mendengar suara Felix yang sedang kehausan dan kesakitan dengan baju yang koyak serta wajah yang sudah susah untuk di kenali karena banyak nya luka.
Kemudian Robert pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil ember dan gayung dengan tujuan untuk memberi minum Felix namun hal itu di cegah oleh Vico dan Ronald yang seperti nya dendam kepada Felix sebagai Ayah tiri nya.
" Untuk apa ember dan gayung itu Robert?"
Tanya Ronald dengan tatapan sinis.
" Untuk memberi minum Felix kasihan dia kehausan,"
Jawab Robert sambil mengisi ember dengan air.
" Enak sekali dia bisa mendapat kan air minum, Sedangkan dulu saat aku kehausan yang dia berikan pada ku adalah bensin!"
Ucap Vico dengan nada geram.
" Ronald, Vico jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan bila kalian seperti itu lalu apa beda nya kalian berdua dengan nya?"
" Aku pikir kamu betul - betul baik ternyata lebih kejam dari pada kami Robert?"
Ucap Ronald sambil tersenyum lega.
" Lo aku baik kan orang kehausan minta minum aku beri minum lalu salah ku di mana?"
Tanya Robert sambil mengangkat ember berisi air.
Saat itu seisi ruangan hanya mampu tertawa melihat kelakuan Robert yang benar - benar srigala berbulu domba sekilas berprilaku baik namun sesungguhnya begitu sadis dan kejam bagaimana tidak saat ini posisi Felix sedang terluka begitu banyak bekas cakar dari Scudetto di tambah lagi dengan tubuh nya di lumuri bensin dijemur di bawah terik matahari saat haus di berikan air kran yang di campur dengan garam.
Sungguh tragis nasib Felix yang hidup namun serasa sudah mati saat ini dengan penyiksaan yang di terima nya dan semua itu adalah buah dari perilaku nya sendiri, Sebentar lagi gerombolan monster yang di pimpin oleh Robin akan datang dan akan mengambil Felix dari cengkeraman Robert apakah akan semudah itu Robert melepaskan Felix kepada Robin.
" Apakah masih jauh kampung halaman mu Robin?"
Tanya Hendrik dengan wujud manusia dan mata yang merah dan bertaring.
" Masih kurang 3 jam lagi tiba di kampung ku maka bersabarlah."
Jawab Robin dengan pandangan lurus kedepan.
" Apakah semua manusia di kampung mu itu adalah srigala atau hanya Robert saja yang srigala?"
Tanya Hendrik lagi yang seperti nya sudah jenuh di dalam mobil.
" APAKAH KAMU TIDAK BISA DIAM HENDRIK, BRAKK!"
Jawab Robin sambil membenturkan kepala Hendrik ke kaca mobil di sisi nya.
Seketika dalam mobil itu hening dan Hendrik hanya mampu mengelus kepala nya setelah dibenturkan ke kaca dengan keras oleh Robin sedangkan Robert, Ronald dan Vico sedang memberi minum Felix kehausan dan Ina juga Rebecca sedang duduk di sofa menemani Scudetto yang sedang minum susu dan makan dengan lahap nya di situ Ina dan Rebecca saling bercerita tentang kehidupan masing - masing hingga mereka bertemu.
Tanpa terasa waktu terus berjalan dan gerombolan para monster itu pun tiba di ujung jalan menuju masuk kedalam kampung dan mobil yang di tumpangi oleh Robin dan Hendrik berhenti sejenak untuk membagi tugas kepada anak buah nya untuk melakukan penyerangan di rumah Robert dengan tujuan mengambil Felix yang sedang terikat di kayu.
" Kalian semua dengar kan, Kalian di bagi menjadi tiga kelompok bagian depan aku yang memimpin, sisi belakang Hendrik yang memimpin dan yang melepaskan Felix lalu membawa nya ke mobil kelompok yang lain, Paham kalian?"
Tanya Robin dengan wujud nya monster gorila yang cukup besar.
Kemudian mereka pun merubah diri masing - masing menjadi monster yang lumayan besar dan mulai lah mereka menjalankan aksi nya menyerang rumah Robert, Yang awal nya Scudetto sedang tertidur setelah makan dan minum susu tiba - tiba terbangun lalu membangunkan Ina dan Rebecca yang tertidur di sofa.
Lalu Scudetto menarik baju Ina membawa nya keluar rumah saat itu Ina dan Rebecca lumayan bingung apa yang sebenar nya terjadi saat itu Ina dan Rebecca tidak melihat Robert, Ronald dan Vico yang mereka lihat hanyalah Felix yang sedang kesakitan.
" Kemana pergi nya mereka, Lalu mengapa Scudetto mengajak kita keluar?"
Tanya Rebecca dengan tatapan bingung.
" Pasti ada yang tidak beres, Ayo kita ke kandang mengambil busur panah."
Jawab Ina sambil menarik lengan Rebecca berlari menuju bekas kandang domba.
Dan ternyata Robert, Ronald dan Vico sedang berada di sana mencoba menyalakan mobil yang sudah di modifikasi sedemikian rupa dan mereka bertiga pun lumayan terkejut saat melihat Ina, Rebecca dan Scudetto membuka pintu kandang dan menutup nya dengan terburu - buru dan pasti nya menimbulkan tanda tanya.
" Kenapa kalian terburu - buru, Apakah ada masalah?"
Tanya Vico sambil membawa kunci inggris di tangan nya.
" Apakah para monster itu datang dan menyerang kalian?"
Tanya Ronald sambil berjalan mendekat ke arah Ina berdiri.
" Tadi sebenar nya kita bertiga sedang tertidur tapi tiba - tiba Scudetto membangunkan kami lalu menarik baju ku hingga keluar rumah,"
Jawab Ina dengan tatapan panik.
" Pasti ada sesuatu ...."
Ucap Robert yang belum sampai selesai kata - kata nya sudah di kaget kan dengan suara yang lumayan keras.
" Ayo semua masuk mobil dan masuk kan semua busur panah dan senjata kita!"
Teriak Ina sambil merunduk berlari menuju mobil.
Dengan sigap semua nya pun masuk ke dalam mobil sabil memegang persenjataan di saat panik seperti itu Vico baru menyadari bahwa Scudetto masih di luar mobil belum masuk hingga Vico memutuskan untuk keluar mobil lagi mencari Scudetto yang hilang entah kemana lari nya saat itu dan naas nya saat Vico baru keluar dari mobil dan berlari menuju pintu tubuh Vico di sergap para kawanan monster.
Ternyata kawanan monster itu sudah berkerumun di balik pintu kandang yang siap menerkam siapa pun yang keluar dari pintu itu saat melihat hal itu Ronald tanpa berpikir panjang melepaskan anak panah ke arah para monster yang sedang berpesta mencabik - cabik tubuh Vico, Saat itu dengan air mata mengalir seisi mobil hanya mampu tertegun menyaksikan buas nya para monster.
" ROBERT JALAN KAN MOBIL NYA, BERJALAN MUNDUR!"
Teriak Rebecca mencoba menyadarkan Robert.
Saat itu para monster itu dihujani busur panah oleh Ronald dan Ina namun hal itu tidak mampu menolong Vico yang sudah menjadi santapan para monster, Sedangkan Scudetto dengan wujud srigala buas yang berukuran sangat besar sedang berhadapan dengan Robin dan Hendrik yang berwujud monster gorila dan monster srigala berbulu tajam.
Sambil menjalan kan mobil nya Robert lumayan panik sebab saat itu rumah nya sudah di kepung oleh para monster dan Robert pun kesusahan untuk menembus lepas dari kepungan para monster yang jumlah nya ribuan dan hanya dengan berbekal keyakinan dan busur panah Ronald, Ina dan Rebecca menghabisi para monster sedangkan Robert berusaha mencari jalan keluar.
Saat itu Scudetto di serang oleh Robin dan Hendrik dengan bertubi - tubi namun Scudetto yang berwujud srigala mampu menghindar dan menghajar mereka berdua dengan membabi buta hingga kedua monster itu pun terhempas keluar dari pelataran rumah Robert namun yang di sayang kan Felix mampu di ambil oleh kawanan monster yang lain dan di bawa pergi menuju mobil.
Saat melihat hal itu Robin dan Hendrik memberi aba - aba kepada pasukan nya untuk mundur dan kembali ke mobil sebab Felix sudah berhasil di ambil, Pasti nya saat itu Scudetto terluka kena serangan kedua monster tersebut dan tubuh Scudetto kembali ke wujud manusia tergeletak di halaman rumah Robert dengan tidak sadarkan diri.
Penyerangan itu memakan korban dan yang menjadi korban saat ini adalah Vico demi mencari Scudetto diri nya rela mengorbankan diri menjadi santapan para monster itu, Lalu apakah yang akan di lakukan Ina, Rebecca, Ronald dan Robert selanjutnya setelah mengetahui Felix yang terluka parah di ambil oleh gerombolan para monster itu?
Jangan pernah beranjak dan ikuti terus kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.