
Hari bahagia pasti nya di nantikan oleh setiap manusia namun bila di tengah hari bahagia itu tiba - tiba hadir orang yang di masa lalu kita yang pernah membuat kita terluka dan menimbulkan sebuah traumatik tersendiri apakah hari itu tetap di sebut bahagia atau kah akan berubah menjadi hari yang penuh bencana bagi kita.
Begitu juga dengan hari ini yang pasti nya moment yang sangat di nanti kan oleh Robert dan Ine sejak beberapa tahun yang lalu bukan lain hari pernikahan mereka di mana mereka berdua mengucap janji setia di hadapan semua orang dan mereka berdua kini bukan lah dua lagi melainkan sudah menjadi satu dalam Tuhan.
Acara di pagi itu sangat sempurna yang di hadiri oleh semua rekan - rekan Robert di kantor mau pun di luar kantor dan tidak tertinggal Rebecca dan Ronald pun hadir menjadi saksi pernikahan mereka begitu pun Mikael yang menggunakan tubuh Scudetto yang berusia 6 tahun dengan air mata bahagia menyaksikan pernikahan kedua orang tua nya saat itu.
Setelah mengucap janji setia mereka berdua pun melangkah keluar gedung untuk menuju tempat resepsi namun di hari bahagia itu ada sesuatu yang menimbulkan tanda tanya besar dalam hati Ine yang sebenar nya masih menyimpan dendam kepada Robin yang saat itu terlihat oleh nya berada di luar gedung berdiri menyambut mereka berdua.
" Sayang liat lah yang berdiri di dekat pintu keluar itu,"
Ucap Ine sambil menggandeng lengan Robert.
" Memang siapa yang kamu maksud sayang, Di dekat pintu banyak orang?"
Tanya Robert sambil melangkah melewati para undangan.
" Adik mu Robin, Dia berdiri di sana dan untuk apa dia kemari?"
Jawab Ine sambil melangkah mengikuti Robert.
" Semoga tidak membuat ulah dia di sini,"
Ucap Robert sambil mencoba tenang melihat kehadiran Robin saat itu.
Kemudian mereka berdua menyalami semua para undangan yang telah hadir saat itu dan seperti nya Mikael dan Felix mengetahui juga kehadiran Robin saat itu lalu segera lah Felix mengajak Mikael untuk menarik Robin menjauh dari gedung tersebut sebelum Robert dan Ine sampai di pintu keluar sebab mereka berdua sangat yakin saat itu Robin mulai melakukan aksi nya untuk mengelabuhi Robert dan Ine.
" Mikael, Seperti nya perusuh datang juga di hari bahagia kedua orang tua mu,"
Ucap Felix sambil berbisik kepada Mikael.
" Benar dia pasti akan melakukan rencana tipu muslihat nya kepada Ayah dan Ibu, Tidak bisa di biarkan!"
Jawab Mikael dengan nada geram.
" Ayo kita lekas bertindak sebelum Ayah dan Ibu mu sampai di pintu keluar."
Ucap Felix sambil menarik lengan Mikael.
Kemudian mereka berdua pun berlari menuju pintu belakang gedung agar bisa keluar dan menarik Robin dari tempat nya berdiri, Sedangkan Ronald dan Rebecca bingung melihat ulah mereka berdua yang tiba - tiba berlari menuju pintu belakang gedung namun saat hal itu tidak di ketahui oleh Robert dan Ine.
Sebentar lagi aku akan bisa tinggal bersama mu Robert dan tunggu saja penyiksaan ku kepada mu jadi silahkan hari ini kamu tersenyum bahagia bersama istri mu sebab sebentar lagi kamu akan menangis memohon di telapak kaki ku agar aku menghentikan penyiksaan ku kepada mu dan istri mu itu, Ingat Robert dendam ku tidak akan usai dengan mu sebelum kamu dan keluarga mu ku lenyap kan dari muka bumi ini.
Bergumam lah dalam hati Robin dengan tatapan dan senyum sinis kepada Robert dan Ine yang sedang tersenyum bahagia menyapa para tamu undangan, Di sisi lain Ronald dan Rebecca mencoba mengejar Felix dan Mikael sebab di takut kan mereka berdua hilang di kerumunan banyak nya tamu undangan.
" Ronald kemana mereka berdua tadi pergi nya?"
Tanya Rebecca sambil membuka pintu belakang gedung.
" Tadi aku melihat mereka berdua berlari ke arah sini tapi mengapa sudah hilang mereka, Apakah mereka menuju kamar mandi?"
Jawab Ronald yang kembali bertanya kepada Rebecca yang berdiri di belakang nya.
" Mari kita lihat di kamar mandi benarkah mereka berdua di sana,"
Ucap Rebecca sambil menarik lengan Ronald.
Namun ternyata mereka berdua menyelinap di tengah para tamu undangan yang sedang berdiri berjajar untuk mengucapkan selamat kepada Robert dan Ina, Pasti nya tujuan mereka berdua untuk mendekati Robin dan menggagalkan rencana Robin kali ini namun karena banyak nya tamu undangan yang berdiri hingga langkah mereka berdua menjadi susah untuk menjangkau Robin yang saat itu berdiri tepat di samping pintu keluar.
" Felix kerumunan ini terlalu banyak, Aku tidak bisa melihat di mana Robin,"
Ucap Mikael sambil mencoba melangkah maju.
" Sama aku juga Mikael, Apa lagi sekarang tubuh ku jadi pendek begini jadi susah melihat nya,"
Jawab Felix yang terjepit tubuh wanita gemuk.
" Felix kamu di mana, Aku tidak melihat mu,"
Ucap Mikael sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
" Aku di depan perut ibu gendut ini Mikael di samping kanan mu,"
Ucap Felix sambil mencoba melambaikan tangan nya kepada Mikael.
" Untuk apa kamu disitu segera kemari Felix lalu panggul aku di pundak mu,"
Ucap Mikael yang sedikit heran dengan ulah Felix yang terlihat konyol.
Kemudian dengan bersusah payah akhir nya Felix bisa juga lepas dari himpitan perut ibu gendut itu dan segeralah Mikael duduk di pundak Felix dan mereka berdua pun berjalan menembus kerumunan tamu undangan dan saat itu Ronald melihat Mikael yang sedang duduk di pundak Felix berjalan melewati para tamu undangan lalu bergegas lah Ronald menarik lengan Rebecca untuk menghampiri Mikael dan Felix.
" Sedang apa mereka berdua itu, Ada saja ulah nya membuat khawatir orang tua, Mereka di sana Rebecca,"
" Untuk apa mereka di sana, Bukan nya seharusnya mereka di dalam mendampingi Ina dan Robert?"
Ucap Rebecca dengan tatapan bingung melihat ulah Felix dan Mikael.
Saat Itu Ronald tidak membalas perkataan Rebecca yang Ronald lakukan berjalan dengan cepat agar segera mendapati Felix dan Mikael untuk menanyakan apa yang sedang mereka perbuat saat itu, Sedangkan saat ini jarak antara Robert dan Robin sudah sangat dekat dan saat itu Felix melihat Robin tangan nya di sembunyikan di balik jaket dan Felix berfikir Robin sedang menyembunyikan sesuatu untuk melukai Robert.
Tanpa aba - aba Felix membawa Mikael yang berada di pundak nya untuk melompat ke arah Robin dari arah belakang dan otomatis Robin terkejut dan hilang keseimbangan hingga diri nya jatuh tepat di kaki Robert dan Ina, Otomatis kejadian itu mengundang perhatian semua tamu undangan dan utama nya Robert dan Ine sebagai mempelai, Belum sempat Robert membantu Robin bangkit berdiri muncullah Ronald dan Rebecca dari balik kerumunan tamu undangan dengan wajah gugup.
Saat itu Robert dan Ine hanya mampu melihat Robin, Felix, Mikael, Rebecca dan Ronald secara bergantian sambil berfikir apa yang sebenar nya terjadi hingga hal ini terjadi, Apakah mereka sedang memainkan sebuah lelucon di luar gedung atau kah ada hal lain hingga hal itu terjadi, Pikir Robert dan Ina yang terpaku melihat kejadian tersebut di hari bahagia mereka.
Kemudian Robert membantu Robin berdiri sedangkan Ine membantu Felix dan Mikael berdiri sedangkan para tamu undangan mulai berdesas - desus membicarakan kejadian tersebut bagi yang tidak tahu menganggap Robin hanyalah seorang gembel yang ingin meminta sedekah kepada mempelai tapi bila ada yang tahu siapa Robin sebenarnya maka rasa khawatir itu pasti muncul.
" Robin akhir nya kamu menemui ku,"
Ucap Robert sambil memegang pundak Robin diiringi dengan senyum tenang.
" Benar Robert, Aku ingin meminta maaf kepada mu dan kepada istri mu atas semua yang sudah ku lakukan kepada mu,"
Jawab Robin sambil senyum licik kepada Robert.
" Sejak dulu aku sudah memaafkan mu Robin, Hanya kamu yang selalu menghindar dari ku,"
Ucap Robert sambil senyum kepada Robin.
" Itu bagi mu sayang tapi tidak bagi ku, Anak - anak segera masuk mobil,"
Ucap Ine memerintah Mikael dan Felix masuk kedalam mobil dengan wajah gusar.
" Datang lah ke pesta pernikahan kami Robin, Masalah dengan istri ku biar nanti aku yang berbicara,"
Ucap Robert sambil menepuk pundak Robin dan melangkah menuju mobil.
Sontak suasana berubah menjadi tidak nyaman saat itu dan semua mata memandang ke arah Robin dengan tatapan berbagai macam asumsi pasti nya sedangkan Ronald dan Rebecca memilih meninggalkan Robin sendiri di dekat pintu keluar gedung dan mereka berdua pun berjalan menuju mobil masing - masing untuk menuju tempat pesta pernikahan.
Sedangkan di sepanjang perjalanan Robert dan Ine terlibat adu argumen mengenai hadir nya Robin saat itu dan Ine sangat tidak setuju bila Robert mengundang Robin hadir di acara pesta pernikahan mereka meski Robin adalah adik kandung Robert, Saat itu Robert mencoba memberi pengertian kepada Ine agar tidak bersikap demikian di saat hari bahagia mereka.
" Sayang tolong jangan seperti itu sikap mu, Bagaimana pun juga Robin adik ku,"
Ucap Robert sambil memegang tangan Ine yang duduk di samping nya.
" Aku tahu dia adik mu tanpa kamu memberi tahu pun aku sudah tahu bahwa Robin itu adik mu tapi apakah semuda itu kamu bisa melupakan semua nya yang sudah dia perbuat kepada mu?"
Tanya Ine dengan nada emosi.
" Sayang ampuni dia sebab apakah dengan kita marah dan dendam kepada nya lalu semua akan kembali ke semula, Apakah dengan aku membunuh nya lalu Ayah, Ibu, Kamu akan hidup kembali tentu nya tidak kan?"
Jawab Robert dengan tatapan serius.
" Iya memang semua tidak akan kembali tapi semua masalah dia lah penyebab nya, Apa kamu paham hal itu?"
Tanya Ine yang masih terbawa emosi.
" Di muka bumi ini menggunakan rumus sebab akibat sayang, Lalu apakah kamu sadar apa penyebab nya hingga hari ini kita bisa melangsungkan pernikahan?"
Jawab Robert yang berbalik bertanya kepada Ine.
" Pengorbanan Ina dan Scudetto sayang,"
Jawab Ine sambil menunduk mengenang mereka berdua.
" Lalu apakah aku harus marah kepada mereka berdua juga sebab mengorbankan diri nya demi kebahagiaan kita, Jawab ku tidak akan marah dengan keputusan mereka berdua begitu pun dengan keputusan Robin yang lebih memilih hidup nya tersiksa dengan ambisi nya sendiri,"
Ucap Robert sambil pandangan nya lurus kedepan.
Saat itu lah Ine terdiam sejenak memahami apa yang di katakan Robert suami nya, Sejak dahulu Robert tidak pernah menaruh dendam kepada siapa pun meski orang tersebut sudah sangat melukai diri nya yang ia lakukan adalah mendoakan orang yang telah melukai nya agar kembali kejalan yang benar dan lebih mendekat kan diri kepada Tuhan.
Meski amarah terkadang menguasai hati dan pikiran Robert namun Robert selalu maafkan siapa pun dan hal itu lah yang terkadang menjadi diri Robert di manfaatkan oleh musuh nya namun Robert hanya tersenyum saat mengetahui diri nya di manfaatkan oleh orang sekitar nya dan di saat seperti itu pasti Ine yang akan marah protes kepada Robert.
Sebenar nya Ine marah kepada Robert bukan karena membenci sifat nya namun karena Ine sangat menyayangi Robert dan tidak ingin orang yang di sayangi terus di tindas dan terluka karena sikap keegoisan seseorang namun bagaimana pun juga pola pikir Robert dan Ine bertolak belakang selama ini.
Dan perbedaan itulah yang membuat mereka bersatu sebab dari perbedaan itu menimbulkan saling melengkapi satu dengan yang lain namun terkadang orang lain memandang perbedaan adalah jurang pemisah antara satu dengan yang lain nya maka hal itulah yang terjadi perpisahan yang membawa luka.
Lalu bagaimanakah sikap Ine kepada Robin bila benar diri nya hadir di pesta pernikahan nya dan apakah Ine benar - benar bisa mengampuni Robin seperti yang di ajarkan Robert kepada nya, Lalu tindakan apa yang di lakukan oleh Felix dan Mikael untuk membongkar kedok Robin yang berpura - pura taubat di hadapan Robert, Mampukah Felix dan Mikael mengungkap semua niatan jahat Robin?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan ikuti kisah nya hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.