
Segala sesuatu pasti ada balasan nya sama hal nya dengan siapa yang menabur maka akan menuai begitu juga dengan apa yang di lakukan oleh Felix kepada orang tua Ine dan Ina hingga mereka berdua terpisah sejak bayi belum lagi ulah Felix yang menciptakan para monster hingga terjadi kekacauan di seluruh wilayah hanya demi tercapai nya impian nya menjadi penguasa.
Namun kini Ine telah kembali dengan menggunakan tubuh Ina saudara kembar nya namun bagaimana pun juga Ine dan Ina berbeda meski sebenar nya mereka anak kembar ada beberapa watak yang membedakan nya, Ine memiliki watak yang penyabar dan suka mengalah meski sesungguhnya mereka sama - sama memiliki watak keras hati bila sudah memiliki suatu keinginan.
Mampu kah Robert mengenali roh istri nya yang sedang ber semayam di dalam tubuh Ina dan mampukah Ina mengendalikan roh Ine dalam tubuh nya yang penuh dengan amarah dan dendam kepada Felix dan Robin, Apakah yang akan di lakukan Ine di dalam tubuh Ina saat ini mampukah Ronald, Vico dan Rebecca paham dengan semua yang terjadi, Mari kita ikuti kisah mereka.
Pagi ini mereka berempat menanti cemas kedatangan Ina dan baby Scudetto yang sudah semalaman tidak kembali pulang dan mereka berempat akan berencana mencari bila hingga petang Ina dan baby Scudetto tidak kembali namun Robert memiliki keyakinan yang sangat besar Ina dan baby Scudetto pasti kembali bersama mereka.
" Hingga jam segini mereka berdua belum datang juga, Kemana pergi nya mereka?"
Ucap Rebecca sambil memandang ke arah pelataran rumah Robert.
" Benar aku pun mencemaskan mereka berdua, Apakah kita cari mereka sekarang saja?"
Tanya Ronald sambil bergantian memandang ke arah Vico dan Robert.
" Bersabar lah aku yakin mereka berdua pasti kembali,"
Ucap Robert sambil mencoba berdiri dari duduk nya.
" Baik lah kita tunggu hingga petang hari bila tidak datang juga mau tidak mau kita harus datangi sarang para monster itu,"
Ucap Vico dengan nada serius.
Kemudian Robert dan Ronald keluar dari rumah untuk menuju gudang mengambil bahan makanan yang masih tersisa di sana dan saat itu Ronald melihat ke ujung jalan dan di lihat nya Ina sedang berjalan menuju rumah Robert sambil menggendong baby Scudetto.
" Robert lihat lah siapa yang berjalan itu,"
Ucap Ronald dengan senyum bahagia melihat Ina telah kembali.
" Ina kah itu?"
Tanya Robert sambil mengecil kan mata nya di karena kan silau.
" Benar itu Kak Ina dan baby Scudetto."
Jawab Ronald kemudian berlari menghampiri Ina dan Scudetto dengan senyum bahagia.
Saat itu Robert merasa lega sebab Ina kembali juga dan tanpa ada luka di tubuh nya namun saat itu mereka berempat tidak mengetahui bahwa yang berada dalam tubuh Ina adalah roh Ine yang penuh dendam.
" Kakak dari mana saja semalaman kami menunggu Kakak kembali?"
Ucap Ronald dengan penuh semangat.
" Aku baik - baik saja bukti nya aku masih bisa berjalan pulang kan?"
Jawab Ina dengan sorot mata sadis meski senyum menghiasi wajah nya.
" Iya juga si, Tapi kan kami khawatir kalau terjadi sesuatu dengan Kakak,"
Imbuh Ronald sambil berjalan mengikuti Ina.
" Sayang mandi kan putra mu, Aku akan memasak bubur untuk nya,"
Ucap Ina sambil menyerahkan baby Scudetto kepada Robert.
Saat itu Ronald dan Robert saling pandang tertegun mendengar Ina memanggil Robert dengan sebutan sayang sebab selama ini mereka berdua saling menyebut nama tanpa ada kata sayang menghiasi percakapan mereka berdua, Setelah menerima baby Scudetto mereka berdua hanya mampu diam dan mengikuti langkah Ina masuk ke dalam rumah.
Saat itu Ina seperti sudah paham di mana letak barang - barang milik Ibu nya Robert sedangkan selama ini Ina seperti nya canggung dan sering bertanya kepada Robert di mana letak alat - alat dapur pasti nya sangat berbeda dengan saat ini yang terlihat sudah biasa dengan semua barang - barang di rumah itu.
" Hei siapa nama mu dan dari mana asal mu sebab aku baru melihat mu,"
Ucap Ina sambil mengikat rambut nya seperti Ine yang biasa di lakukan.
" Aku maksud mu Na?"
Jawab Rebecca sambil mendekat ke Ina yang sedang menyiapkan panci untuk bubur.
" Iya memang di ruangan ini ada siapa lagi selain kamu dan aku, Tolong mati kan kran nya,"
Ucap Ina sambil meletakkan panci di atas kompor.
" Aku yang sudan di tolong oleh bayi mu saat itu apakah kamu sudah melupakan nya?"
Tanya Rebecca dengan tatapan bingung.
" Benarkah putra ku bisa menolong mu, Siapa nama mu tolong kupas berapa kentang kita masak untuk makan siang ok bisa kan kamu membantu ku?"
Jawab Ina sambil bertanya kembali dengan senyum menghiasi wajah nya.
" Rebecca nama ku, Ok aku bantu kebetulan aku juga suka memasak,"
Ucap Rebecca sambil senyum dan memulai pekerjaan nya.
Di sisi lain ada Robert, Ronald dan Vico yang masih terheran - heran melihat perubahan Ina yang sangat drastis sebab semua juga tahu bagaimana sikap Ina selama ini kepada Robert dan kepada yang lain bahkan Ina tidak pernah semudah itu bisa akrab dengan orang yang baru di kenal nya.
Namun saat ini terlihat di dapur Ina dan Rebecca begitu akrab bagaikan sudah saling mengenal lama belum lagi selama ini Ina hanya memberi susu dan biskuit balita kepada baby Scudetto tidak pernah di buat kan bubur sama sekali sedangkan saat ini Ina memasak bubur untuk baby Scudetto dan memasak makan siang untuk semua nya ini suatu perubahan yang sangat mengejutkan.
" Apa yang terjadi dengan nya dan sejak kapan Kak Ina mau memasak?"
Tanya Vico sambil sembunyi di balik sofa.
" Bahkan selama ini aku juga sangat jarang Kak Ina mengikat rambut nya tinggi seperti itu?"
Timpal Ronald dengan tatapan heran.
" Sejak kapan Ina memanggil ku sayang dan selama ini juga dia tidak pernah menyuruh ku memandikan baby Scudetto sesibuk apa pun dia,"
Ucap Robert sambil memandang ke baby Scudetto yang sedang di pangkuan nya.
" Pasti terjadi sesuatu di saat dia tidak pulang tapi apa ya?"
Tanya Vico dengan nada penasaran.
" Oh aku tau, Coba kita buat Kak Ina terkejut siapa yang terkena tamparan,"
Jawab Ronald dengan nada berbisik.
" Untuk apa? Jangan - jangan kamu ingin merasakan tamparan dia sebab hanya kamu yang belum merasakan tamparan dia,"
" Bukan begitu tapi aku hanya ingin membuktikan saja itu benar Kak Ina atau hanya orang yang menyerupai Kak Ina,"
Ucap Ronald dengan serius.
" Makin aneh pola pikir mu, Ine mendiang istri ku yang sangat mirip dengan Ina itu pun sudah meninggal bahkan aku yang menguburkan nya jadi tidak mungkin itu Ine,"
Ucap Robert dengan wajah sedih.
" Konspirasi apa yang sedang kamu gunakan Ronald sungguh di luar nalar manusia,"
Ucap Vico sambil tersenyum melihat ke arah Ronald.
" Ya kan siapa tahu saja mereka bertukar roh di tubuh yang sama kan bisa saja?"
Jawab Ronald sambil mencoba menjelaskan maksud nya.
" Please Ronald transplantasi hanya di gunakan untuk organ tubuh bukan untuk roh ok."
Ucap Vico dengan serius dan meninggikan suara nya.
Saat itu Robert hanya terdiam sesaat lalu berdiri meninggalkan mereka berdua yang sedang sibuk membahas transplantasi yang bagi Robert hal itu tetap tidak masuk akal, Kemudian Robert membawa baby Scudetto ke kamar Ina untuk di mandi kan dan di ganti kan baju saat itu.
Tidak lama kemudian Ina pun masuk ke dalam kamar dengan tujuan akan mandi sebab diri nya merasa gerah setelah memasak di saat itu Robert semakin curiga ada apa dengan Ina sebab tingkah laku nya sangat berbeda dan bahkan Ina tanpa ada rasa sungkan atau pun canggung membuka baju nya di depan Robert sedangkan selama ini Ina tidak pernah melakukan hal itu.
" Sayang apakah anak nya sudah selesai kamu mandi kan, Panas sekali hari ini,"
Ucap Ina sambil menutup pintu kamar nya.
" Sudah, Kamu mau apa?"
Tanya Robert dengan mata terbelalak.
" Mau mandi memang ada yang salah bila aku mandi setelah masak bukan kah dari sejak dulu aku seperti itu sayang, Ada apa dengan mu?"
Jawab Ina dengan tatapan tajam kepada Robert.
" Siapa kamu, Mengapa memanggil ku dengan sebutan sayang asal kamu tahu yang boleh memanggil ku sayang hanya istri ku,"
Ucap Robert sambil mendorong tubuh Ina ke sisi tembok.
" OH MY GOOD, Please buka mata mu lebar - lebar ini aku istri mu Ine orang yang kamu nikahi di depan kedua orang tua mu dan ketua suku, Apakah kamu sudah lupa ingatan sayang?"
Tanya Ina dengan serius sambil menatap mata Robert dalam - dalam.
" Tidak, Kamu bohong istri ku sudah meninggal dunia kamu pasti bohong Ina kamu pasti akan menjebak ku, Kamu bohong!"
Ucap Robert sambil berjalan mundur tidak percaya dengan apa yang di dengar dan di lihat nya.
Saat itu Ine yang berada di dalam tubuh Ina mencoba menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa diri nya menggunakan tubuh Ina saat ini sebab bagi Ine semua harus menerima balasan nya semua harus menuai apa yang sudah di tabur dan selama ini Ine hanya mampu diam dan mengikuti apa kata Robert.
Namun kali ini Ine tidak akan pernah diam dan semua akan di perhitungkan oleh Ine menggunakan tubuh Ina yang sejak bayi tidak mengenal siapa orang tua kandung nya dan Ine berjanji tidak akan segan untuk menghabisi siapa pun yang berkomplot dengan Felix bahkan Robin pun sudah masuk daftar pengejaran nya.
" Bagaimana sudah paham sayang apa masih tidak percaya bila ini aku?"
Tanya Ine yang berada di dalam tubuh Ina.
" Iya aku paham dengan sakit hati dan dendam mu, Tapi hal itu tidak akan menyelesaikan masalah bila semua harus di selesaikan dengan emosi,"
Jawab Robert sambil duduk di sisi ranjang.
" Lalu menurut mu dengan hanya diam maka masalah akan selesai begitu, Lihat bukti dari kata - kata mu sekarang hampir seluruh wilayah diduduki para monster laknat itu!"
Ucap Ina dengan nada emosi dan penuh dendam.
" Iya aku tahu tapi kita semua sedang berusaha mencari penawar nya sayang tolong mengerti lah,"
Ucap Robert yang mencoba mengerti bahwa sesungguhnya di dalam tubuh Ina adalah Ine mendiang istri nya.
" Aku mengerti bahkan sangat paham, Tapi tidak untuk saat ini biarkan aku selesaikan dengan cara ku untuk menghabisi mereka emuach."
Ucap Ina sambil mencium lembut bibir Robert.
Saat itu Robert hanya mampu terdiam dan ingat betul kebiasaan Ine istri nya setiap mereka selesai adu argumentasi pasti mencium bibir Robert dengan lembut dan hal itu di lakukan kembali dengan menggunakan tubuh Ina dan setelah itu Robert melihat ke arah baby Scudetto yang berada di ranjang dan ternyata baby Scudetto tersenyum bahagia ke arah Robert.
Sedangkan Ronald, Rebecca dan Vico masih saja sibuk berfikir siapa sebenar nya yang saat ini ada bersama nya sebab yang pasti Vico dan Ronald yang lebih paham dengan Ina dan kebiasaan Ina sehari - hari nya dan bagi mereka semua saat ini bukan lah Ina yang berada di tengah - tengah mereka.
Berbeda lagi dengan posisi di pusat kota saat ini Robin sedang memutar otak bagaimana cara nya menghabisi Robert dan kawan - kawan nya, Hal itu di manfaatkan lah oleh Felix untuk menyingkirkan Hendrik yang di beri kepercayaan Robin untuk mengelola wilayah utara sebab Felix merasa semua tanah, tambang emas dan beberapa aset adalah milik nya hasil rampasan dari orang tua nya Ine semasa hidup nya dan pasti nya Felix tidak semudah itu melepaskan nya untuk orang lain.
Mulai lah Felix membuat negosiasi dengan Robin yang saat ini sedang diliputi oleh amarah kepada Robert dan berfikir bahwa Ine masih hidup dan berpikir bahwa baby Scudetto adalah putra mereka berdua, Begitu banyak tawaran yang menggiurkan di suguhkan kepada Robin namun Robin tidak menghiraukan apa ucapan Felix.
" Aku tidak butuh semua aset mu yang aku butuhkan siapa yang bisa menghabisi Robert dan istri nya!"
Ucap Robin dengan tatapan bengis.
" Aku bisa apakah kamu mau memberikan tugas ini kepada ku Tuan?"
Tanya Felix dengan penuh harap mendapat perhatian dari Robin.
" Kamu manusia bebal apa yang kamu bisa selain makan dan membual, BRAKK!"
Jawab Robin sambil melemparkan gelas ke kepala Felix.
" Beri kesempatan aku sekali saja dan bila aku gagal maka aku siap untuk dimusnahkan selama nya dari hadapan mu."
Pinta Felix sambil memegang kaki Robin.
" Pergi lah dan jangan pernah kembali bila kamu gagal, PLAKK!"
Ucap Robin sambil menampar wajah Felix dengan keras.
Seperti nya Roh Ine yang berada di tubuh Ina tidak perlu repot - repot mengejar Felix sebab Felix yang akan mendatangi mereka lalu apakah yang akan di lakukan Ine bila bertatap muka dengan Felix akan kah tanpa ada pertanyaan klarifikasi lagi dan Felix akan di cincang oleh Ine atau kah Ine masih mendengarkan kata - kata Robert yang selalu menebarkan kasih kepada siapa pun?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka dan temukan jawaban nya hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk dukung author agar semangat nulis nya.