I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 66 . JANGAN DRAMA



Dalam hidup ini begitu banyak orang memainkan drama masing - masing namun sayang nya mereka tidak fokus kepada peran yang memang di perintah kan oleh sang sutradara kehidupan bukan lain adalah Tuhan, Sesampai nya mereka sampai di panggung kehidupan mereka mulai melakukan peran masing - masing mengikuti keinginan nya alhasil mereka tidak mendapat piagam penghargaan dari sang sutradara kehidupan.


Sama hal nya dengan Robin, Hendrik dan Felix yang sudah di berikan modal kepandaian dan kekuasaan oleh Tuhan namun modal itu di salah gunakan dan menjalan kan sebuah peran nya yang sangat buruk bertolak belakang dari perintah arahan sang sutradara kehidupan.


Akibat yang mereka terima adalah tersesat dan tersiksa di panggung kehidupan dan tidak merasakan kedamaian, Menjalani hidup selalu merasa ketakutan, di siksa dengan rasa iri dan dengki, bahkan untuk menikmati udara yang sejuk pun mereka tidak bisa sedangkan semua itu adalah fasilitas yang cuma - cuma dari Tuhan.


Sedangkan mereka yang mengikuti arahan dari sang sutradara kehidupan serta menjalan kan peran nya dengan baik sesuai arahan, Hidup nya jadi lebih tenang dan jauh dari kata ketakutan sebab setiap langkah nya mereka sesuai arahan dan di jamin keselamatan nya oleh Tuhan, Lalu bagaimana nasib Hendrik dan Felix saat ini?


" Hendrik nanti Robin pasti senang melihat kita membawa banyak para monster ini,"


Ucap Felix sambil senyum - senyum.


" Semoga saja dan kita berdua tidak kena marah lagi,"


Jawab Hendrik sambil melangkahkan kaki nya menuju ruangan Robin.


Saat itu Robin sedang berada di balkon memandang para monster yang baru saja datang dan bergabung dengan mereka yang jumlah nya tidak begitu banyak hanya berjumlah puluhan sedangkan harapan Robin jumlah pasukan nya bisa menyaingi jumlah para kawanan srigala, Tidak lama kemudian mereka berdua Hendrik dan Felix memasuki ruangan di mana Robin berada.


" Robin ... di mana kamu berada aku datang,"


Ucap Felix sambil senyum - senyum melihat ke arah belakang pintu dan sesekali melihat ke bawah kolong meja.


" Hai, Sedang apa kamu Felix mencari siapa?"


Tanya Hendrik dengan tatapan bingung.


" Mencari Robin siapa tahu dia mengajak kita main petak umpet,"


Jawab Felix dengan posisi menunduk kan tubuh nya di depan meja kerja Robin.


" Stop bersikap konyol, Itu Robin sudah di balkon ok!"


Ucap Hendrik dengan bernada geram dan memukul pantatnya Felix dengan keras.


" AOO sakit tahu!"


Jawab Felix sambil mengelus pantatnya yang kena pukulan keras.


Kemudian mereka berdua berjalan menghampiri Robin yang berdiri membelakangi mereka dengan menahan emosi sebab kenyataan tidak sesuai ekspektasi dan itu hanya mengundang amarah Robin saja, Saat itu Hendrik mencoba menyapa Robin dan Felix mulai lah akting drama di hadapan Robin agar mendapat pujian namun bukan lah pujian yang di dapat melainkan amarah yang di dapat kan dari Robin.


" Robin kami sudah melaksanakan perintah mu dengan baik kan?"


Tanya Hendrik dari arah belakang Robin.


" Benar Robin, Kita berdua berusaha sebaik mungkin bahkan kita berdua harus bertarung dengan para manusia demi mendapatkan monster baru seperti yang kamu perintah kan, Harus nya kita berdua mendapat kan sambutan dan minimal ada pesta meski pun tidak mewah pesta nya kecil - kecilan saja juga sudah kita berdua, Iya tidak Hendrik?"


Ucap Felix yang panjang kali lebar hingga menjadi volume itu hanya di lirik oleh Hendrik.


" BRAK! SUDAH SELESAI BICARA MU FELIX LAKNAT!"


Teriak Robin sambil melempar kan pot bunga yang berisi tanah dan bunga tepat ke wajah Felix.


Karena sejak awal Felix berbicara mata Hendrik sudah melihat bahwa tangan Robin sudah memegang pot bunga maka saat itu Hendrik sudah bersiap - siap untuk menghindar bila pot itu dilemparkan Robin ke arah mereka berdua namun Felix begitu serius nya bermain drama maka tidak sempat menghindar.


Maka saat pot bunga itu mengenai wajah Felix seketika Felix terpental ke sebuah tembok dan jatuh pingsan sedangkan Hendrik hanya mampu melihat kondisi Felix yang jatuh pingsan dan wajah nya tertutupi tanah dan ada bunga di atas nya sebab pot itu pecah menjadi dua.


" AKU MAU MENGALAHKAN PARA SRIGALA LAKNAT YANG BERJUMLAH RIBUAN TAPI KALIAN BERDUA HANYA MEMBAWA MONSTER HANYA BERJUMLAH PULUHAN, APA MAU AKU BUNUH KALIAN, BRAAK!"


Teriak Robin sambil melemparkan bangku besi ke arah Hendrik.


" Baik Robin tenang lah dulu kami akan pergi mencari lagi agar berjumlah ribuan pasukan kita,"


Jawab Hendrik sambil menunduk menghindar dari lemparan Robin.


" Kamu pergi dan jangan pernah kembali bila belum mendapatkan ribuan monster, Paham kamu!"


Ucap Robin dengan tatapan mata sadis sambil menarik lengan Hendrik.


" Iya aku paham Robin,"


" Hendrik! Bawa dia Felix bodoh itu."


Ucap Robin sambil menunjuk ke arah Felix yang sedang pingsan.


Kemudian Hendrik pun memegang lengan Felix dan menarik tubuh nya yang sedang pingsan dengan langkah lesu Hendrik menarik lengan Felix dengan satu tangan keluar dari ruangan nya Robin menuju ke lantai bawah dan hendak pergi lagi dan ternyata berita mengenai wilayah perbatasan barat yang di serang oleh para monster sampai juga ke pemerintahan.


Pasti nya hal itu di manfaat kan oleh ajudan presiden untuk memainkan drama agar bisa menjadi seorang pahlawan dan mencari simpati dari masyarakat dan hal itu semua demi tujuan yang terselubung dan rencana antara ajudan presiden serta wakil presiden mulailah di main kan sebab baru saja mendapat kan panggung.


Ini saat nya aku memainkan peran ku di hadapan masyarakat sebab citra instansi militer telah jatuh di mata masyarakat bahkan presiden pun memberi gelar sebagai pahlawan apa - apa an ini, Sedangkan fakta nya mereka hanyalah monster sampah biadab yang ingin menggulingkan bahkan menghilangkan populasi manusia!


Bergumam lah George dengan tatapan sinis dan sesekali melemparkan anak panah ke arah tembok dengan penuh dendam kepada kawanan srigala kawan - kawan Robert, Tidak lama kemudian terdengar lah ketukan di daun pintu ruangan kerja George dan ternyata yang datang adalah Kolonel Edy Foxer kepala instansi militer angkatan udara di wilayah kota.


" Masuk,"


Ucap George sambil memutar kursi di sisi nya lalu duduk di kursi itu dengan tenang.


" Selamat siang Tuan George,"


Ucap Kolonel Edy Foxer dengan senyum mengembang di wajah nya.


" Silahkan duduk Kolonel Edy, Apakah ada yang bisa saya bantu?"


Tanya George sambil berdiri dan menjabat tangan Kolonel Edy dengan senyuman ramah.


Kemudian mereka mulailah membahas mengenai perbatasan wilayah barat yang baru saja di serang oleh para monster dan saat itu Kolonel Edy menawarkan kerja sama untuk memberantas para monster juga menjaga perbatasan wilayah barat namun tawaran itu di tolak mentah - mentah sebab George ingin mengambil keuntungan sendiri dalam menangani kasus ini.


Setelah Kolonel Edy keluar dari ruang kerja George maka segeralah George pergi menuju kantor pusat militer yang saat ini belum ada pemimpin nya sebab sepeninggal Jendral Jacob dan Mayor Ricard posisi sebagai pemimpin belum ada yang menduduki nya sehingga dengan mudah George memainkan hal tersebut.


Sesaat kemudian George sampailah di kantor pusat militer dan diri nya mengatakan untuk sementara posisi Jendral Jacob diri nya yang memegang dan mengendalikan semua para anggota nya dan pasti nya mereka semua merasa ada yang janggal namun tidak ada satu orang pun yang berani mempertanyakan hal tersebut sebab saat ini yang sedang berbicara adalah ajudan presiden.


George pun memerintahkan 2000 pasukan untuk bersiap menuju ke perbatasan wilayah barat untuk memasang kawat berduri di sana dengan tujuan para monster itu tidak masuk ke wilayah barat dan membuat kekacauan di wilayah barat namun yang di sayangkan George tidak mengetahui bahwa di area pasar ada sekitar 10 monster yang sedang bersembunyi di sana.


" Seluruh pasukan saat ini saya yang akan memimpin langsung pemasangan pagar pembatas di wilayah perbatasan dan juga membuat pos penjagaan di perbatasan."


Ucap George dengan lantang di hadapan 2000 pasukan militer yang sudah siap menjalan kan tugas.


Dengan serentak mereka menjawab siap laksanakan kemudian mereka semua menaiki truk militer yang sudah di sediakan dan George naik mobil tugas dari pemerintahan dan berjalan di depan menuju wilayah perbatasan dengan penuh rasa percaya diri bahwa diri nya mampu menghadang para monster tersebut bila saja mereka melakukan penyerangan kembali di wilayah tersebut.


Namun sesungguhnya George tidak mengetahui seberapa ganas nya para monster tersebut dan bagaimana cara melumpuhkan mereka dalam pikiran George para monster itu akan bisa di kalahkan dengan mudah menggunakan persenjataan yang ada namun fakta nya para monster itu tidak semudah itu di lumpuh kan dengan timah panas bila tidak tepat di kepala nya maka mereka tetap hidup bahkan semakin ganas.


Tidak perlu waktu lama para pasukan militer yang di pimpin oleh George tiba di wilayah perbatasan dan mereka semua pun mulai melaksanakan tugas masing - masing dan George pun terus mengawasi mereka para pasukan militer yang sedang menjalan kan tugas nya namun ternyata yang mengawasi para pasukan militer yang bekerja itu tidak hanya George saja.


Di balik bangunan pasar yang sudah kosong dan terbengkalai itu ternyata ada mata - mata para monster yang mengawasi para pasukan militer yang sibuk memasang pagar pembatas menggunakan kawat berduri dan ada yang sedang membuat pos penjagaan menggunakan kayu papan yang di sediakan.


Naas nya mereka semua tidak menyadari keberadaan para monster yang sedang mengintai mereka semua dan saat matahari sudah tenggelam namun pemasangan pagar pembatas belum lah usai George memerintahkan 2000 pasukan militer untuk beristirahat sebab di pandang George yang belum terpasang hanya lah tinggal beberapa meter saja dan tidak mungkin para monster itu melewati daerah tersebut pikir George.


Saat itu mereka membuat tenda di hamparan tanah lapang di perbatasan untuk beristirahat namun di saat malam mulai larut, angin berhembus dengan kencang ada salah satu pasukan militer yang hendak buang air kecil di sisi bangunan pasar yang terbengkalai itu tanpa perlu waktu lama para monster itu menyergap anggota militer yang sedang buang air kecil.


Pasti nya teriakan sang pasukan militer terdengar oleh salah satu kawan nya dengan sigap kawan nya pun mencari asal suara tersebut namun alhasil anggota militer itu pun terkena gigitan oleh monster tersebut dan pasti nya sudah terkontaminasi lah diri nya, Dengan berjalan terseok - seok anggota militer itu menuju tenda nya kembali tanpa memberi tahu kan kepada yang lain bahwa diri nya sudah terkontaminasi virus.


Dalam waktu singkat diri nya sudah menjadi monster dan menghabisi rekan - rekan nya yang berada di sekitar nya saat itu George sempat bingung mendengar kegaduhan dari luar tenda nya dan berniat untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi mengapa di tengah malam begitu gaduh di camp para anggota militer.


" Sedang apa mereka mengapa malam - malam berteriak sekuat itu, Kebiasaan bercanda tidak lihat waktu!"


Ucap George dengan nada sebal menuruni bad nya dan berjalan menuju pintu tenda.


Saat George membuka pintu tenda sudah di suguhkan pemandangan yang sungguh di luar nalar manusia para pasukan militer sudah menjadi monster yang ganas mengejar, menerjang, menggigit dan memangsa apa pun yang ada di hadapan mereka, Saat itu juga George hanya mampu terbelalak menyaksikan hal tersebut.


Salah satu dari mereka melihat George yang berdiri mematung di depan tenda dengan cepat monster itu menerjang tumbuh George dan melahap dengan semangat dan George tidak mampu melawan sedikit pun dengan waktu singkat semalam seluruh pasukan militer yang berjumlah 2000 orang menjadi monster semua.


Pagi nya berita tersebut tersebar di berita televisi dan yang pertama kali mengetahui berita tersebut adalah Ina yang sedang membuat sarapan untuk baby Scudetto kemudian Ina memberi tahu kepada yang lain bahwa seperti itu kejadian di perbatasan wilayah barat yang awal nya damai dan tenang kini berubah menjadi kota terbengkalai yang menduduki adalah kawanan monster.


Lalu apakah yang di lakukan Robert dan kawan - kawan nya yang awal mula nya akan membuat penyerangan ke wilayah utara di mana Robin bersembunyi namun kenyataan nya monster menyerang di wilayah barat dan menghabisi 2000 pasukan militer yang sedang bertugas saat itu di bawah pimpinan ajudan George.


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan selalu ikuti perjalanan mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.