
Pasti setiap hubungan apa pun itu di balik nya ada kepentingan nya belum pernah ada hubungan yang terjalin tanpa ada kepentingan tertentu sekali pun ada namun sangat jarang yang membangun sebuah hubungan tanpa ada kepentingan tertentu di balik nya.
Seperti yang terjadi dengan hubungan Felix dan Williams mereka bersama karena memiliki kepentingan masing - masing, Felix ingin menjadi orang yang berkuasa di seluruh wilayah sedangkan Williams menginginkan menjadi pemimpin yang memiliki otoritas di sebuah wilayah dan pasti nya semua itu demi kepentingan diri sendiri bukan lah kepentingan bersama.
Dalam kasus ini apakah kepentingan Robert dan Ina hingga mempertaruhkan nyawa nya untuk menyelamatkan semua masyarakat dari serangan para monster lalu apakah yang akan di dapatkan oleh mereka berdua seandainya pun mereka mampu menaklukkan para monster yang kini semakin bertambah banyak jumlahnya.
Waktu terus berjalan saat ini Robert dan Ina menyusuri lorong pembuangan sampah sambil merangkak Robert membawa tas ransel di punggung nya sedangkan Ina sambil menggendong bayi di punggung nya mengikuti Robert dari belakang dengan harapan mereka segera terlepas dari incaran monster yang semakin mengganas.
Sedangkan mereka berdua tidak mengetahui kondisi di luar gedung yang lebih mencekam kini kondisi kota di setiap ujung jalan terpampang kendaraan militer dari baja yang tertata rapi juga terpasang pagar yang terbuat dari kawat berduri dan juga ribuan pasukan gabungan bersiaga bersenjata lengkap untuk bersiaga.
Matahari semakin menghangatkan bumi dengan kondisi wilayah yang mencekam sedangkan masyarakat tidak ada yang berani keluar rumah sebab semakin meluas nya monster di pusat kota dan saat itu Samuel dan Mateow baru tiba di pusat kota dengan menunggang kuda dan di tangan mereka membawa kapak untuk di jadikan alat untuk melindungi diri.
" Paman ada apa ini mengapa kota begitu sepi tidak ada satu manusia pun di jalan?"
Tanya Samuel sambil melihat sekeliling yang lumayan sepi.
" Benar kata mu apa yang sebenar nya terjadi di sini kemana semua warga?"
Jawab Mateow yang juga merasa aneh melihat situasi pusat kota yang sepi.
" Paman lihat di ujung jalan itu seperti nya banyak pasukan militer bersenjata lengkap bukan kah sebaik nya kita bertanya kepada mereka Paman?"
Tanya Samuel sambil menunjuk ke ujung jalan.
Kemudian mereka berdua sambil menunggang kuda segera menuju ke arah para pasukan yang berjaga di sekitar komplek perumahan dan di saat mereka berdua semakin mendekat para pasukan yang melihat segera memberi aba - aba untuk bersiaga dan memberi perintah kepada Samuel dan Mateow untuk turun dari kuda dan meletakkan senjata mereka.
" BERHENTI KALIAN, IKUTI ATURAN, SEGERA TURUN DARI KUDA KEMUDIAN LETAKKAN SENJATA KALIAN JANGAN MELAWAN!"
Teriak salah satu pasukan dengan menggunakan pengeras suara.
" Apa - apaan ini apakah mereka tidak mengenali kita atau kah wujud kita bukan manusia hingga mereka tidak mengenali kita Paman?"
Tanya Samuel dengan nada gusar sebab merasa tidak di anggap.
" Memang nya siapa kamu berharap semua orang mengenal mu Muel, Sudah turuti saja mereka."
Jawab Mateow sambil senyum turun dari kuda.
Kemudian Samuel pun turun dari kuda dan melemparkan kapan ke aspal dengan tatapan gusar, Mereka berdua mengangkat kedua tangan nya menandakan bahwa mereka mengikuti perkataan petugas dan bukan lah pemberontak negara.
Kemudian datang lah beberapa pasukan militer mendekati mereka berdua dan memeriksa mereka berdua dengan senapan yang tertuju kepada mereka berdua untuk siaga dan saat pasukan militer memeriksa mereka berdua menemukan kartu tanda keanggotaan mereka berdua dan di situ lah para pasukan militer yang sedang bertugas mengetahui siapa sebenar nya Samuel dan Mateow.
" Jadi anda Jenderal Mateow dan Letnan Samuel yang sedang bertugas di wilayah utara yang sedang genting itu ya?"
Tanya salah satu pasukan militer sambil melihat kartu tanda pengenal keanggotaan.
" Sudah tau kan kalian sekarang siapa kami sebenar nya, Maka nya jangan asal tuduh!"
Jawab Samuel dengan nada kesal sambil mengambil kartu tanda pengenal nya.
" Maaf kan kami Tuan sebab kami hanya menjalankan perintah dari Jenderal Jacobs."
Ucap salah satu pasukan militer yang bertugas.
" Baik lah tidak masalah tapi ini sebenar nya apa yang terjadi di kota mengapa sepi dan warga kemana semua nya?"
Tanya Mateow sambil mengambil kapak nya.
" Kondisi kota saat ini sedang genting Tuan banyak monster yang berkeliaran yang berasal dari laboratorium rumah sakit militer."
Jawab salah satu pasukan dengan tegas.
" APA! Lalu kemana putri ku apakah kalian sudah menemukan putri ku dan kalian bawa kemana putri ku?"
Tanya Mateow dengan nada panik.
" Maaf Tuan Mateow hingga detik ini kami tidak menemukan prof Ina."
Jawab mereka sambil menundukkan kepala.
" Tidak berguna kalian semua, Samuel ayo kita ke rumah sakit!"
Ucap Mateow dengan geram meninggalkan mereka para petugas.
" Tuan tolong jangan kesana di sana sangat berbahaya semua sudah menjadi monster bahkan mungkin saat ini prof Ina juga sudah menjadi monster!"
Cegah salah satu petugas sambil memegang lengan Mateow.
" Jaga bicara mu sebelum ku robek mulut mu dengan kapak ini anak muda!"
Ucap Mateow dengan nada emosi.
" Lepaskan tangan Paman Mateow kalian tidak tahu apa - apa aku yakin Ina baik - baik saja, Mari Paman jangan buang waktu kita."
Ucap Samuel sambil melepaskan pegangan pasukan militer dari lengan Mateow.
Kemudian mereka berdua pun segera menunggangi kuda nya menuju area rumah sakit yang saat ini sudah menjadi sarang monster sedangkan Robert dan Ina sudah sampai di ujung lorong tempat pembuangan sampah saat itu mereka sedang berfikir bagaimana cara nya agar bisa menuruni tembok yang lumayan tinggi dan memang di bawah sana ada bak sampah yang lumayan besar.
Namun yang di pikirkan tentang keselamatan bayi bukan lah tentang nyawa mereka berdua akhir nya Robert memutuskan untuk yang terlebih dahulu turun adalah Ina dengan menggunakan tali tambang yang di ikat kan di tubuh Robert sebagai penahan nya.
" Ina kamu turun dulu dan ingat sesampai nya di bawah tunggu aku jangan pergi kemana pun."
Ucap Robert sambil mengikatkan tali tambang ke tubuh Ina.
" Robert kamu yakin mampu menahan berat badan ku sebab akhir minggu lalu berat badan ku naik drastis efek stress."
Jawab Ina sambil melihat Robert yang mengikatkan tali tambang ke tubuh nya.
Ucap Robert dengan nada serius.
Kemudian Ina pun perlahan mulai menuruni tembok yang lumayan tinggi sekitar 7 meter dengan menggunakan tali tambang sedangkan Robert berusaha menahan tali tambang yang di gunakan Ina turun sambil jari nya di sangkut kan ke lubang angin yang berada di sisi lorong pembuang tersebut.
Dengan perlahan namun pasti akhir nya Ina dan bayi mungil itu sampai lah di bawah lebih tepat nya di dalam bak sampah dengan memberi tanda kepada Robert bahwa diri nya telah sampai bawah dan tidak lama kemudian Robert pun segera menarik tambang nya untuk melepas dari tubuh nya dan menggulung nya sebab tambang itu sangat di butuhkan dalam kondisi seperti ini.
Saat itu Samuel dan Mateow telah sampai di depan rumah sakit kemudian mereka berdua melihat sekitar sambil turun dari kuda nya dengan penuh waspada mereka berdua melewati pembatas dan mulai memasuki gerbang rumah sakit dan di karena kan situasi dan kondisi nya yang sepi serta hening maka bunyi sekecil apa pun akan terdengar.
Tanpa Ina sengaja kaki nya menendang bak sampah yang terbuat dari plat besi sehingga menimbulkan suara yang begitu keras sebab saat itu Ina terkejut kaki nya di lewati oleh seekor tikus yang lumayan besar dan ternyata suara tendangan kaki Ina mampu mengalihkan perhatian Mateow dan Samuel.
" Muel apakah kamu mendengar suara itu tadi?"
Tanya Mateow sambil melangkah menuju asal suara.
" Benar Paman kita harus pastikan itu suara asal nya dari mana."
Jawab Samuel sambil terus melangkah dengan penuh waspada.
Saat itu Ina karena kaget dan kaki nya menendang bak sampah hingga menimbulkan suara maka refleks diri nya menutup mulut nya dengan telapak tangan nya sambil jongkok bersembunyi di tumpukan sampah, Sedangkan Robert sudah selesai menggulung tambang nya kemudian diselempangkan ke tubuh nya dan bersiap - siap untuk melompat dengan wujud srigala.
Saat yang bersamaan Mateow dan Samuel menemukan tempat persembunyian Ina yang sedang jongkok sambil menutup mulut nya dan memeluk erat seorang bayi di tangan nya.
" Ina sedang apa diri mu Nak?"
Tanya Mateow dengan tatapan bahagia melihat putri nya selamat.
" Ayah, benar kah ini Ayah ku, aaooo ... ternyata benar aku tidak sedang bermimpi."
Jawab Ina yang baru saja menggigit jari nya sendiri untuk memastikan.
" Ini benar Ayah sayang ayo lekas kamu keluar dari situ, Hei apakah itu cucu Ayah yang berada dalam gendongan mu lalu dengan siapa kamu menikah dan apakah hanya dalam waktu 4 bulan kamu sudah melahirkan bayi mungil dan cantik ini?"
Tanya Mateow sambil membantu Ina keluar dari bak sampah yang lumayan besar itu.
Namun sebelum Ina sempat menjawab pertanyaan Ayah nya tiba - tiba Samuel terpental dan jatuh di atas hamparan rumput dengan posisi Robert yang berwujud srigala di atas tubuh Samuel dan saat itu Robert berfikir Samuel adalah salah satu monster yang akan mencelakakan Ina dan bayi yang bersama nya.
" STOP ROBERT ITU SAMUEL JANGAN KAMU HAJAR!"
Teriak Mateow menahan Robert yang siap untuk menghajar Samuel.
" Samuel, Paman, kalian sudah kembali?"
Ucap Robert sambil menurunkan kepalan tangan nya.
" Apes banget aku hari ini tadi baru datang di pikir pemberontak ini tadi sudah ditimpa masih juga akan di pukul, kamu makan apa si berat banget?"
Tanya Samuel sambil mendorong tubuh Robert hingga jatuh terduduk di tanah.
" Bukan aku bertambah gemuk tapi tas ransel ini yang berat."
Jawab Robert sambil berusaha bangkit berdiri di bantu oleh Ina.
" Tolong ceritakan apa yang sebenar nya terjadi di sini selama kami berada di wilayah utara,"
Ucap Mateow dengan tegas dan sesekali memperhatikan sekitar.
" Paman tempat ini tidak aman lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini sebelum para monster itu mengetahui keberadaan kita."
Ucap Robert sambil memandang ke arah Mateow.
" Baiklah bila begitu mari ke luar kuda kami ada di luar pembatas itu."
Ucap Samuel sambil menunjuk ke arah kuda nya.
" Kamu yakin kita akan naik kuda sedangkan aku membawa bayi?"
Tanya Ina sambil berbisik ke Robert yang berdiri di samping nya.
" Aku tidak yakin biar Samuel saja yang naik kuda kita naik mobil itu saja."
Jawab Robert sambil melempar senyum kearah Samuel.
" Hei jangan tinggal kan aku,"
Ucap Samuel sambil melangkahkan kaki nya mengikuti Robert, Ina dan Mateow.
Kemudian mereka berempat pun masuk kedalam mobil dan dengan cepat memacu mobil nya untuk menuju rumah Ina namun seperti nya nasib Williams tidak sebaik mereka berempat kondisi Williams saat ini bagaikan buah simalah kamah bertahan di dalam cerobong asap pasti mati karena kekurangan oksigen andai keluar dari cerobong asap pun tetap mati di cincang oleh Robin dan Hendrik yang telah menjadi monster saat ini.
Sedangkan saat ini rumah mewah milik Felix sudah di kuasai oleh Robin dan Hendrik yang sudah menjadi monster dan mereka berdua sedang duduk di depan tungku api di mana Williams bersembunyi selama semalaman sedangkan di area lain sudah di penuhi para monster yang kekuatan nya lebih rendah di banding Robin dan Hendrik.
Malang benar nasib ku yang terjebak di tungku pengapian ini dan untung nya monster bodoh itu takut dengan api jadi aku tidak mati hangus di dalam sini tapi bagaimana cara ku lepas dari mereka sedangkan mereka berdua sedang duduk di sana apakah aku harus menunggu hingga satu minggu lagi Ya Tuhan buat mereka pergi dari ruangan ini.
Bergumam lah dalam hati Williams sambil sesekali pandangan nya tertuju kepada kedua monster di hadapan nya yang seperti nya sedang berbincang dengan menggunakan bahasa monster dan pasti nya Williams tidak mengetahui nya karena suhu udara yang lumayan dingin di ruangan itu sehingga Williams tidak mampu menahan gejolak angin dalam perut nya dan akhir nya angin itu pun mampu keluar dengan aman.
Legalah rasa perut Williams namun sayang nya dua monster itu memiliki pendengaran yang sangat peka maka berdirilah kedua monster itu mendekati asal suara angin yang keluar dari perut Williams, sambil mendekat kan wajah monster itu mencium aroma yang tidak sedap dan saat melihat hal tersebut bodoh nya Williams tidak mampu menahan rasa geli di perut nya.
Hingga Williams tertawa begitu keras dan pasti nya kedua monster itu tanpa berpikir panjang merusak cerobong asap tempat persembunyian Williams dengan mudah nya dan saat melihat tubuh Williams yang terjatuh di antara tumpukan reruntuhan cerobong asap segera Robin yang berwujud monster menarik tubuh Williams dan melemparkan nya ke kawanan monster yang lain maka dengan singkat tubuh Williams menjadi santapan mereka.
Bagaimana dengan Robert, Samuel, Ina dan Mateow apakah mereka bisa sampai rumah dengan selamat ataukah mereka menemui kesulitan lagi sebelum mencapai rumah Mateow dan kemanakah pergi nya Felix akar pembuat masalah semua ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan selalu ikuti kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.