
Terkadang manusia begitu mudah mengucap janji setia namun di saat ada goncangan maka lenyap lah semua janji setia itu, Namun berbeda dengan yang di alami oleh Robert dan Ine yang saat ini menggunakan raga nya Ina mengucap janji setia secara kenegaraan yang di saksikan oleh banyak orang dan utama nya di hadapan Tuhan dan mereka sudah membuktikan kesetiaan nya.
Meski alam membedakan tidak lah menjadi alasan untuk mereka tidak setia bahkan mereka berdua sudah melalui berbagai macam cobaan dan ujian dalam kehidupan ini namun mereka tetap setia meski saat itu antara Robert dan Ine hanya terikat pernikahan adat namun mereka saling menjaga dan percaya bahwa suatu saat mereka pasti bersatu dan seperti nya saat ini lah waktu nya mereka berdua bersatu meski menggunakan raga yang berbeda.
Tanpa terasa waktu terus berjalan dan kini Ine, Mikael, Ronald dan Rebecca telah pulang ke rumah camp milik Robert, Mereka melalui hari dengan penuh kebahagiaan yang terlihat jelas sikap Robert yang berubah drastis yang dulu setiap pagi Ina harus berteriak agar Robert segera keluar dari kamar nya namun kini Robert tanpa perlu Ine berteriak Robert sudah berada di dapur dan membantu Ine menyiapkan sarapan pagi untuk seisi rumah.
Dan memang sedari dulu semasa diri nya hidup dengan Ine hal itu lah yang di lakukan Robert selalu membantu pekerjaan Ine sebelum melakukan aktivitas nya pergi ke kantor namun hal itu menjadi pemandangan yang berbeda bagi Ronald dan Rebecca yang selama bersama mereka pola hidup Robert sangat cuek dengan pekerjaan rumah bahkan tidak pernah sekali pun membantu Ina untuk mengerjakan nya.
" Seperti nya pagi ini ada yang berbeda dari biasa nya?"
Tanya Ronald sambil membuka pintu kulkas.
" Apa yang berbeda bukan kah aku setiap pagi selalu membuatkan sarapan pesanan mu meski terkadang terlalu asin bagi mu Ronald,"
Jawab Rebecca sambil memasak cumi asam manis.
" Bukan diri mu tapi Robert maksud ku,"
Ucap Ronald sambil meletakkan jagung manis kaleng di samping Rebecca.
" Lalu apa saja yang dia lakukan selama ini dengan Ina, Ronald?"
Tanya Ine sambil tersenyum simpul melirik ke arah Ronald.
" Dia akan keluar dari kamar nya setelah Ina berteriak menggunakan pengeras kepolisian dan setelah itu pergi ke kantor nya meski rumah masih berantakan,"
Jawab Ronald dengan berwajah sedih.
" Benarkah yang di katakan Ronald tentang diri mu sayang?"
Tanya Ine kepada Robert yang berdiri di samping nya sambil mengaduk sayur sup buatan Ine.
" Terlalu melebih - lebihkan dia,"
Jawab Robert dengan ekspresi wajah flat.
" Hai, Itu lah diri mu yang tidak pernah membantu pekerjaan rumah sudah seperti bos besar saja lagak mu,"
Timpal Ronald dengan tatapan serius kepada Robert.
" Ok tapi memang aku bos kan di rumah ini,"
Jawab Robert sambil menuangkan sup di mangkok besar.
" Sudah lah mau sampai kapan kalian adu argumen sedangkan waktu terus berjalan, MIKAEL SEGERA LAH TURUN SAYANG,"
Ucap Ine sambil memanggil Mikael yang menggunakan raga Scudetto.
" Baik lah perubahan yang drastis,"
Jawab Ronald sambil menarik kursi di depan meja makan.
Kemudian mereka pun menikmati sarapan pagi sedang kan biasa nya Robert bisa terhitung jari mau menikmati sarapan pagi, Setelah itu mereka menjalankan aktifitas masing - masing namun yang merasa bingung Ronald dan Rebecca saat ini sebab mereka sudah terbiasa hidup bersama Ina dan Scudetto sedang kan saat ini memang wujud mereka tetap sama namun di dalam raga mereka adalah Ine dan Mikael yang pasti nya memiliki perbedaan sikap dan watak.
Saat itu Ine bersama Robert pergi mengantar ke sekolah Scudetto yang sesungguhnya Mikael sedangkan hal itu tidak pernah sama sekali di lakukan Robert bersama Ina waktu dulu, Sedangkan Rebecca pergi membuka toko nya bersama Ronald yang juga akan membuka cafe nya yang letak nya tidak begitu jauh.
" Ronald, Aku merasa bingung untuk memanggil Ina dan Scudetto saat ini,"
Ucap Rebecca sambil duduk di samping Ronald di dalam mobil.
" Bukan bingung lebih tepat nya kita belum terbiasa saja hidup bersama Kak Ine dan Mikael,"
Jawab Ronald sambil pandangan nya fokus ke depan.
" Iya memang cuma aku yang terbiasa memanggil Ina dan Detto sekarang harus terbiasa memanggil dengan sebutan Ine dan Mikael sedangkan tubuh yang aku lihat adalah Ina dan Detto,"
Ucap Rebecca sambil memijat kening nya.
" Sudah lah nanti juga kamu terbiasa dengan semua ini dan sebenar nya aku pun demikian tapi ya sudah lah aku menghargai keputusan Kak Ina meski pasti nya hal itu tidak mudah bagi Kak Ina,"
Jawab Ronald sambil sesekali melirik dan senyum simpul kepada Rebecca.
" Benar sangat sulit mengikhlas kan orang yang kita cinta bahagia bersama wanita lain sungguh menyakitkan."
Ucap Rebecca dengan tatapan sedih mengenang Ina.
Tidak lama kemudian mereka berdua sampailah di depan toko kue milik Rebecca lalu mereka berdua pun turun dari mobil dan menuju tempat mereka masing - masing, Sedangkan Robert dan Ine setelah mengantar Mikael ke sekolah dan menjelaskan ke pihak sekolah bahwa nama Scudetto saat ini di ganti menjadi Mikael dengan menyertakan beberapa arsip sebagai bukti.
Setelah urusan mengenai Mikael selesai kemudian Robert membawa Ine menuju kantor catatan sipil untuk mendaftar pernikahan mereka sebab selama ini Robert dan Ine belum menikah secara negara mereka baru menikah adat di kampung tepat kelahiran Robert dan hal itu hanya di ketahui oleh keluarga Robert saja.
" Sayang akhir nya bisa juga kita menikah secara negara,"
Ucap Robert sambil memegang telapak tangan Ine.
" Iya sayang hari ini aku bahagia sekali namun ada rasa sedih juga di hati ku,"
Jawab Ine sambil memandang wajah Robert.
" Apa yang membuat mu bersedih sayang?"
Tanya Robert dengan tatapan serius.
" Aku merasa sedih sebab harus kehilangan Ina saudara ku dan begitu baik nya dia merelakan tubuh nya agar kita bersatu begitu juga dengan Scudetto, Sedangkan aku pribadi belum mampu seperti Ina saudara ku yang begitu tulus,"
Jawab Ine dengan tatapan mata yang berkaca - kaca mengenang pengorbanan Ina.
" Benar kata mu sayang, Ina adalah malaikat yang di perintahkan Tuhan untuk menjalan kan misi nya mendamaikan semua nya, Ajaib Tuhan dengan semua karya nya,"
Ucap Robert sambil menyeka air mata Ine yang membasahi pipi nya.
Ucap Ine dengan serius kepada Robert.
" Sayang bagaimana aku bisa menemui mereka sedang kan mereka tidak berada di mana Ayah dan leluhur ku berada, Berbeda saat kamu waktu itu,"
Ucap Robert mencoba menjelaskan kepada Ine.
" Lalu di mana mereka saat ini?"
Tanya Ine dengan tatapan bingung.
" Mereka berdua kekal di sisi Tuhan saat ini dan kita hanya bisa mendoakan mereka, Bila mereka masih berada di alam Ayah ku maka kamu tidak akan bisa menguasai tubuh Ina secara utuh sayang."
Jawab Robert yang juga sedih mengenang Ine dan Scudetto anak yang sangat di sayangi nya.
Setelah itu mereka berdua melanjutkan pengurusan surat - surat untuk menikah secara sipil dan semua rekan kerja Robert mengucapkan selamat kepada mereka berdua sebab akhir nya mereka berdua pun menikah mengucap janji setia, Sedangkan Felix membantu Ronald di cafe nya dan bersikap baik maka sejak Felix bersama mereka tidak pernah menerima pukulan atau pun hinaan seperti dahulu.
Aku sangat bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup ku, Dulu aku yang sangat hina dan sudah banyak menimbulkan masalah namun saat ini di beri kehidupan ke dua oleh Tuhan dan di beri kesempatan untuk menebus dosa - dosa ku selama ini kepada mereka semua, Meski saat ini aku berwujud anak kecil lagi itu tidak masalah yang terpenting aku bisa menebus kesalahan ku kepada Ronald.
Bergumam lah dalam hati Felix sambil membersihkan meja cafe milik Ronald dengan semangat dan sesekali diri nya melihat ke arah langit dan tersenyum, Sebenar nya hal itu di perhatikan oleh Ronald namun Felix tidak mengetahui nya dan Felix masih sibuk dengan aktivitas nya membersihkan tiap meja cafe dan menata nya ulang, Berbeda dengan Robin, Hendrik dan Clark.
Mereka bertiga masih saja sibuk dengan ambisi nya untuk mendapatkan kalung wasiat itu dengan berbagai cara mereka tempuh bahkan sampai merendahkan harga diri nya sendiri di hadapan Robert dan Ine dengan berpura - pura bertaubat agar bisa di terima kembali oleh Robert dan Ine saat ini.
Dan pasti nya hal itu tidak semudah membalik kan telapak tangan bagi Robin sebab saat ini yang berada di dalam raga Ina adalah Ine pasti nya Ine akan membuat perhitungan dengan Robin meski hal itu tidak di ijin kan oleh Robert suami nya dan juga pasti nya Mikael tidak akan tinggal diam melihat Robin dan tindakan Mikael pasti juga berbeda dengan Scudetto saat bertemu dengan Felix yang berwujud anak kecil.
" Robin apa kamu sudah siap melakukan drama ini?"
Tanya Clark sambil duduk di atas bak sampah.
" Siap tidak siap aku harus siap, Mau kapan lagi kita bisa memiliki kalung wasiat itu bila aku tidak segera bertindak,"
Jawab Robin sambil sesekali melihat ke arah Clark.
" Benar sekali apakah kita mau selama nya seperti ini menjadi gelandangan?"
Tanya Hendrik sambil memandang ke arah Robin dan Clark bergantian.
" Iya Hendrik kita harus merubah nasib kita sendiri, Mau siapa lagi yang akan merubah bila bukan kita sendiri,"
Jawab Robin sambil melemparkan kaleng minuman ke dalam bak sampah.
" Apa rencana pertama mu Robin untuk menemui mereka?"
Tanya Hendrik sambil duduk di samping Robin.
" Aku akan mendatangi rumah Robert dan berbicara kepada nya juga memohon maaf kepada nya dengan berwajah sedih dan bersalah, Aku yakin Robert akan senang melihat ku kalah dari nya,"
Jawab Robin dengan tatapan sinis.
" Namun sesungguhnya kamu sedang berpura - pura,"
Imbuh Clark diiringi dengan tawa lepas.
Dan hal itu membuat mereka bertiga tertawa lepas membayangkan semua akting yang akan di lakukan Robin kepada Robert dan juga mereka sesekali mempraktekkan ucapan Robert yang sudah termakan oleh tipu muslihat Robin, Sedangkan Clark dan Hendrik terus mengawasi Robin selama berakting agar Robin tidak merubah keputusan nya seperti Felix yang mereka sebut sebagai pengkhianat selama ini.
Di sisi lain ada Robert dan Ine setelah mengurus surat - surat yang mereka butuhkan kemudian Ine pun memutuskan kembali ke toko kue untuk membantu Rebecca yang saat itu sedang sibuk melayani pembeli dan juga menerima pesanan kue untuk beberapa hari kedepan dan hal itu membuat Rebecca bingung apakah Ine bisa membantu nya sebab diri nya tidak mengetahui apakah Ine juga pandai membuat kue seperti Ina waktu itu.
" Seperti nya bulan ini begitu banyak orang yang menikah dan pesanan kue tar untuk pernikahan meningkat, Apakah aku sanggup menangani nya?"
Celoteh Rebecca sambil duduk di sebuah bangku sambil melihat nota pemesanan.
" Hallo aku datang Rebecca,"
Ucap Ine sambil membuka pintu toko.
" Hai Ine kemari lah dan lihat lah pesanan kue untuk pernikahan meningkat drastis di bulan ini,"
Jawab Rebecca sambil sekilas melihat ke arah Ine yang berjalan menuju meja di mana Rebecca duduk.
" Bagus bila begitu lalu masalah nya di mana?"
Tanya Ine sambil duduk di hadapan Rebecca.
" Masalah nya aku mampu tidak menyelesaikan tepat waktu dan bisa kah kamu membantu ku Ine?"
Tanya Rebecca dengan tatapan serius kepada Ine.
" Akan aku coba dan aku pasti kan kamu tidak akan kecewa setelah melihat hasil kerja ku,"
Jawab Ine dengan diiringi senyum simpul.
" Ok bila begitu kita bagi tugas, Kamu kerjakan pesanan untuk minggu depan dan aku kerjakan pesanan untuk hari ini,"
Jawab Rebecca dengan diiringi senyum simpul.
" Ok, Mari saat nya kita berkarya ...."
Ucap Ine sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju meja yang lebar untuk memulai aktivitas nya.
Saat itu Rebecca hanya mampu tersenyum melihat Ine yang ternyata orang nya ramah dan tegas berbeda dengan Ina yang moody saat bekerja, Di saat mood Ina tidak baik maka Ina akan memilih diam bahkan terkadang Ina lebih memilih keluar dari toko dan menghabiskan waktu bermain dengan Scudetto, Namun bila Ine dia sangat profesional dalam bekerja dan penuh semangat hal itu lah yang membuat Rebecca tersenyum melihat perbedaan mereka berdua yang sangat mencolok.
Lalu apakah yang akan terjadi di hari pernikahan Robert dan Ine, Apakah di hari bahagia mereka berdua akan di kacau kan lagi dengan hadir nya Robin seperti dulu saat mereka menikah adat di kampung halaman nya Robert atau kah hari pernikahan mereka akan berjalan lancar tanpa ada rintangan, Lalu kapan Robin akan menemui Robert untuk menjalan kan akting nya dan apakah Robin akan di terima untuk tinggal bersama Robert dan Ine kali ini seperti Felix?
Untuk mengetahui jawaban nya jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.