I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 75 . PENYAMARAN



Tanpa butuh waktu lama mereka berempat bukan lain Robin, Hendrik, Clark dan Felix sudah sampai di tengah pusat kota mulailah mereka menjalankan penyamaran nya dan mencari di mana tempat tinggal Robert saat ini, Mereka tiba di pusat kota saat matahari sudah tenggelam namun bagaimana pun juga mereka sejati nya adalah monster yang takut dengan api jadi saat mereka sudah berwujud manusia pun tetap saja mereka takut dengan api atau cahaya yang terang.


Setiba nya di pusat kota mereka berempat merasa lapar namun mereka tidak memiliki uang sepeser pun dan mereka berempat mulai memutar otak bagaimana cara mendapat kan uang agar mereka bisa membeli makanan untuk mengganjal perut nya malam ini, dan lagi - lagi Felix memiliki ide konyol bagi mereka bertiga yang berakhir Felix terkena pukulan mereka bertiga.


" Lapar sekali padahal tadi pagi sudah makan,"


Ucap Felix sambil berjalan melenggang di samping Hendrik.


" Tidak hanya diri mu tapi kita semua juga lapar Felix,"


Timpal Hendrik sambil memasukkan tangan nya ke saku jaket.


" Benar sedangkan kita tidak ada yang memegang uang sepeser pun lalu bagaimana bisa membeli makanan?"


Tanya Robin sambil sesekali melirik ke arah Hendrik dan Felix.


" Mau makan ya masak dulu, Memang nya kalian pikir ini negri dongeng semua tersedia begitu saja,"


Jawab Clark sambil senyum sinis kepada mereka bertiga.


" Memang nya memasak tidak butuh membeli bahan nya apa, Orang aneh yang tepat mau makan kita harus ngamen dulu agar mendapatkan uang,"


Ucap Felix sambil melihat tong sampah di sisi nya.


" BRAK, Ngamen memang nya kamu bisa menyanyi apa sedangkan saat kamu bernyanyi tikus saja mati saat mendengar nya!"


Jawab Robin setelah memukul kepala Felix dengan tutup bak sampah dengan keras.


" Di beri ide malah aku di pukul, Tetap saja mau jadi monster atau manusia aku selalu di pukul,"


Ucap Felix dengan sedih sambil mengelus kepala nya.


" Maka nya kalau punya ide yang keren sedikit Felix agar tidak pukul kepala mu, PLAK dasar bodoh!"


Imbuh Hendrik sambil menampar wajah Felix.


Kemudian mereka berempat menyusuri jalanan yang tidak begitu ramai pejalan kaki sebab saat itu malam semakin larut dan seperti nya mereka melihat seorang wanita yang sedang berjalan sendiri sambil menggendong belanjaan yang tidak begitu banyak sedang berjalan menuju ke arah mereka berempat, Saat itu timbullah niat jahat Robin untuk merampok wanita tersebut.


Dan seperti nya mereka berempat sudah lupa dengan wajah Rebecca sebab wanita itu adalah Rebecca yang baru saja pulang dari toko kue milik nya sedangkan Ina pulang terlebih dahulu dengan Scudetto sebab akan ada tamu rekan kerja Robert yang akan makan malam di rumah jadi Ina harus segera pulang untuk memasak.


" Ronald selalu saja membuat ku kesal selalu banyak sekali alasan nya bila ku meminta bantuan nya untuk menemani ku berbelanja, Jadi nya aku kerepotan kan sedangkan masih ada yang harus ku beli, Sudah lah besok saja aku membeli nya saat akan buka toko."


Celoteh Rebecca sambil berjalan menyusuri trotoar jalanan yang lumayan lengang.


Saat itu Robin menghentikan langkah nya juga ketiga kawan nya dan menarik nya ke sisi tembok sambil memberi tahu ada sasaran untuk di rampok pikir Robin dan yang di perintahkan maju terlebih dahulu adalah Felix jadi bila wanita itu membuat perlawanan agar Felix yang terkena terlebih dahulu dan mereka akan merampas tas milik wanita tersebut.


" Felix sini, Lihat di ujung jalan ada wanita yang sedang berjalan menuju kemari,"


Ucap Robin sambil sedikit berbisik.


" Memang nya ada apa dengan wanita itu, Memang nya kamu mengenal nya Robin?"


Tanya Felix sambil melihat kearah Rebecca.


" PLAK, Kalau aku mengenal nya untuk apa aku memanggil mu bodoh!"


Jawab Robin setelah memukul kepala Felix.


" Lalu untuk apa kamu memanggil ku sedangkan aku juga tidak mengenal nya, Apakah kamu menyuruh ku untuk berkenalan dan meminta kan no telepon nya untuk mu Robin?"


Tanya Felix dengan polos nya sambil mengelus kepala nya.


" Apakah kepala mu mau aku pukul lagi menggunakan tutup tong sampah ini Felix, Dekati wanita itu lalu goda setelah itu biar kami yang mengambil tas nya bodoh!"


Jawab Robin dengan nada geram kepada Felix.


" Wah kalian sudah jadi manusia masih saja jahat kepada wanita cari pekerjaan lain kan pasti ada selain merampok seorang wanita pengecut sekali kalian,"


Kelakar Felix yang berlagak benar ucapan nya.


" KAMU MAU MAKAN TIDAK BODOH, LEKAS JALAN!"


Bentak Hendrik sambil mendorong Felix hingga terjatuh di trotoar.


Saat itu dari kejauhan Rebecca melihat mereka berempat dan juga melihat Felix yang sedang jatuh di trotoar lalu di tendang oleh mereka bertiga dengan rasa iba Rebecca melihat Felix yang di perlakukan seperti itu oleh mereka bertiga lalu tanpa berpikir panjang Rebecca mempercepat jalan nya menghampiri mereka yang sedang menendang tubuh Felix yang lebih kecil dari mereka bertiga.


" HENTIKAN JANGAN MENYIKSA ANAK KECIL!"


Teriak Rebecca sambil menghampiri mereka dan jongkok membantu Felix berdiri.


" Seperti nya mangsa masuk kedalam perangkap,"


Ucap Clark sambil senyum sinis memandang ke arah Rebecca yang sedang membantu Felix berdiri.


" Terimakasih Kakak yang baik sudah menolong ku, Mereka memang begitu suka memukul ku,"


Ucap Felix berlagak tidak bersalah.


" Apa yang kalian inginkan dari anak kecil ini?"


Tanya Rebecca sambil memegang lengan Felix.


" Wah ada wonder women seperti nya,"


Jawab Robin sambil jalan mendekati Rebecca dengan senyum licik.


" Serahkan uang mu bila tidak ingin nasib mu sama seperti dia!"


Bentak Hendrik dengan nada membentak.


" Oh kalian belum tahu siapa aku berani - berani nya mengancam ku berandal kecil!"


Bentak Rebecca sambil menyerahkan belanjaan nya kepada Felix.


Saat itu Felix menerima tas belanjaan Rebecca sambil indra penciuman nya mulai berkelana kedalam tas belanjaan Rebecca yang di dalam nya ada beberapa potong roti seketika Felix duduk di tepi trotoar sambil mengambil beberapa potong Roti lalu memakan nya sedangkan Robin, Hendrik dan Clark di hajar oleh Rebecca tanpa ampun yang merubah wujud nya menjadi seekor srigala buas saat itu.


" Adik siapa nama mu, Apakah diri mu sangat lapar?"


Tanya Rebecca sambil mengelus pundak Felix.


" Iya Kakak yang baik, Aku kelaparan dan kehausan setelah berjalan puluhan kilometer untuk sampai di kota ini namun setiba nya di sini aku bukan nya mendapat kan pekerjaan tapi malah berjumpa dengan para bandit itu,"


Jawab Felix dengan nada polos.


" Begitu cerita nya, Baik lah ini ada kue, air mineral dan sedikit uang untuk bekal selama kamu belum mendapat pekerjaan ya adik kecil dan berhati - hatilah, Siapa nama mu?"


Tanya Rebecca lagi sambil menyerahkan uang beberapa puluh dollar kepada Felix.


" Nama ku Firman Kak, Terimakasih banyak bantuan nya Kak."


Jawab Felix sambil masih menikmati roti di tangan nya.


" Baik lah Firman kamu lekas lah kembali pulang dan aku juga harus segera pulang."


Ucap Rebecca sambil menepuk pundak Felix dan tersenyum ramah.


Kemudian Rebecca pun bangkit dari jongkok nya dan melangkah pergi meninggalkan Felix yang masih duduk di sisi trotoar sambil menikmati roti dan air mineral sedangkan Robin, Hendrik dan Clark mengawasi Felix dari sebuah lorong gang yang tidak begitu jauh letak nya dari Felix duduk.


" Sial mengapa kita yang kena hajar habis - habisan sedangkan Felix yang awal nya kita harap kena hajar wanita itu malah sedang enak - enak makan dia di sana!"


Umpat Robin dengan nada geram.


" Benar awas saja kalau sampai dia tidak menyisakan untuk kita bakal kena hajar lagi,"


Timpal Hendrik sambil mengelus pipi nya yang terkena tendangan Rebecca.


" Tunggu kalian mengenal tidak wanita tadi siapa, Sebab bagi ku wanita tadi pasti salah satu dari anggota srigala buas sebab dia mampu merubah wujud nya,"


Ucap Clark sambil menyandarkan tubuh nya ke tembok.


Saat itu mereka berdua mulai teringat dengan kawanan srigala buas namun mereka tidak mengenali siapa sebenar nya wanita yang telah menghajarnya nya itu tadi dan tidak lama kemudian Felix berjalan menghampiri mereka dengan meberikan sisa roti dan air mineral setelah Felix puas memakan nya.


Di sisi lain ada Rebecca yang baru tiba di rumah camp milik Robert dan saat itu tamu rekan kerja Robert belum pulang dan sedang berbincang di ruang tamu sedangkan Rebecca segera masuk dan menuju di dapur sebab seperti nya Ina masih sibuk di dapur sedang mengeringkan cucian piring dan beberapa alat dapur, Lalu segeralah Rebecca menceritakan apa yang telah di alami nya.


" Hai Rebecca kenapa pulang mu lambat apakah toko sedang ramai, Maaf kali ini aku tidak membantu mu,"


Ucap Ina sambil tersenyum ramah kepada Rebecca.


" Bukan masalah toko ramai tapi aku tadi baru saja menghajar para berandal yang menyiksa anak kecil di ujung jalan,"


Jawab Rebecca sambil meletakkan tas belanjaan nya di meja.


" Wah ternyata masih saja ada berandal ya di kota ini, Aku pikir para berandal sudah musnah,"


Ucap Ina sambil berjalan menghampiri Rebecca yang sedang duduk.


" Pasti ada saja lah nama nya juga pusat kota tidak akan pernah terlepas dari tindak kejahatan, Oh ya kemana Scudetto apakah sudah tidur dia?"


Tanya Rebecca sambil mengeluarkan bungkusan plastik yang berisi mainan.


" Seperti nya belum sebab baru saja dia naik ke kamar nya, Rebecca bila ke kamar Scudetto tolong tutup jendela nya aku tadi lupa belum menutup nya."


Jawab Ina sambil mengeluarkan belanjaan Rebecca dari dalam tas dan menyimpan nya di kulkas.


Kemudian Rebecca pun melangkahkan kaki nya menuju kamar Scudetto dan benar saja Scudetto belum tidur, Ia sedang menggambar sesuatu di buku gambar nya yang bagi Rebecca itu hal yang tidak seperti biasanya sebab Scudetto suka sekali menggambar pemandangan meski hasil gambar nya susah di cerna oleh orang dewasa namun Scudetto mengatakan itu adalah pemandangan.


Namun kali ini Scudetto memenuhi buku gambar nya dengan gambar para monster yang menakut kan dan gambar itu sangat jelas bahwa itu wujud monster yang pernah di hadapi mereka semua lima tahun yang lalu dan hal itu tidak lah wajar bagi Rebecca sebab secara harfiah saat itu Scudetto baru berusia belum genap satu tahun jadi mana mungkin bisa mengingat wujud monster dengan baik dan benar.


" Hai tampan mengapa kamu belum tidur, Lihat lah aku membawakan mainan untuk mu,"


Ucap Rebecca sambil memeluk dan mencium kening Scudetto.


" Bibi mereka datang lagi,"


Jawab Scudetto dengan nada polos.


" Siapa mereka dan mengapa kamu menggambar mahkluk menyeramkan begitu Detto?"


Tanya Rebecca sambil mengambil buku gambar Scudetto.


" Aku melihat nya Bibi, Mereka sudah datang kembali di kota ini untuk mengambil ku,"


Jawab Scudetto sambil memandang Rebecca dengan tatapan polos.


" Siapa yang datang dan akan mengambil putra ku yang tampan?"


Tanya Ina sambil berjalan mendekati Scudetto dan Rebecca yang sedang berada di meja belajar.


" Ina lihat lah gambar Detto, Bagi ku ada yang aneh,"


Jawab Rebecca sambil menyodorkan buku gambar kepada Ina.


" Mereka Ibu, Mereka sedang mencari ku untuk membawa ku pergi,"


Ucap Scudetto sambil berdiri memeluk tubuh Ina dengan erat.


" Baik lah sekarang putra Ibu yang tampan segera tidur dan Ibu juga Bibi Rebecca akan menjaga mu agar tidak di ambil mereka ya sayang,"


Ucap Ina sambil menggendong Scudetto dan membawa nya ke ranjang nya.


Tidak lama kemudian Scudetto pun sudah tertidur lelap dan mereka berdua keluar dari kamar Scudetto sambil membawa buku gambar nya yang sudah di penuhi dengan gambar monster yang wujud nya sangat menyeramkan bagi anak - anak seusia Scudetto dan ucapan Scudetto pun membuat Ina dan Rebecca berfikir dan penuh tanda tanya.


Saat mereka berdua sampai di ruang tamu terlihat lah Robert dan Ronald sedang duduk di sofa sambil Robert memijat kening nya dengan wajah yang lelah dan seperti nya ada masalah di kantor Robert saat ini, Kemudian Ina pun duduk di samping Robert sambil masih memegang buku gambar milik Scudetto dengan tujuan memberi tahu Robert dan Ronald mengenai apa yang baru saja di ucapkan Scudetto.


Lalu paham kah Ronald, Robert, Ina dan Rebecca dengan apa yang di maksud oleh Scudetto dan mampukah Robert membekuk mereka berempat yang sudah merubah wujud nya dan apakah mereka berempat akan berhasil membawa Scudetto pergi dan mereka apakah bisa melakukan negosiasi dengan Robert atau kah mereka berempat akan di buat babak belur oleh Scudetto, Robert, Ronald, Rebecca dan Ina?


Ikuti terus kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.