I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 45 . ORANG BEBAL SUSAH BERUBAH



Terkadang kita merasa capek bila berhadapan dan berbicara dengan orang bebal, Tapi seperti apakah sikap orang bebal itu sebenar nya mari kita ulas, Orang bebal adalah orang yang sulit di nasehati, tidak bisa di arah kan dan hidup nya suka - suka dia saja dan apa sesungguhnya yang membuat orang bebal susah berubah yang sebenar nya adalah orang bebal tidak pernah merasa bersalah.


Begitu juga yang terjadi kepada Felix dia tidak pernah merasa bersalah dengan sikap dan tingkah laku nya yang sudah merugikan banyak manusia dan negara, Dia hanya terfokus dengan ambisi nya saat ada seseorang yang mengingat kan bahwa semua yang dia lakukan tidak benar maka orang tersebut di anggap sebagai penghalang atau batu sandungan bagi nya.


Lalu apakah yang akan di lakukan Vico dan Robert setiba nya mereka di villa milik Felix dan akan berhasil kah mereka berdua mengambil sebuah zat untuk menyelamatkan umat manusia dari zat kimia berbahaya yang mampu merubah manusia menjadi monster ataukah Vico yang akan menjadi korban ambisi Felix?


Matahari semakin tinggi dan udara pun semakin terasa membakar kulit saat ini Robert dan Vico tengah bersiap - siap untuk pergi ke villa milik Felix dan pasti nya dengan membawa persenjataan untuk berjaga - jaga dan ternyata Felix sudah menerima informasi dari mata - mata nya bahwa Vico tidak tinggal sendiri di rumah tersebut melainkan bersama Ina dan Robert.


Siapa wanita ini bukan kah waktu itu Ine sudah dihabisi oleh Robin lalu wanita ini siapa yang bersama Robert dan bayi ini, Apakah sebenar nya waktu itu Robin telah menipu ku hingga mengatakan bahwa Ine telah meninggal tapi fakta nya dia masih hidup, Hal ini tidak bisa ku biarkan sebab pasti Ine akan mempertanyakan semua surat tanah milik Ayah nya.


Bergumam lah Felix dengan tatapan sinis melihat foto yang di berikan oleh anggota nya kemudian Felix pun memerintahkan beberapa orang anggota nya untuk menghabisi Ina yang di pikir adalah Ine yang masih hidup dengan cara apa pun, Sedangkan Robert dan Vico sedang di perjalanan menuju villa.


" Segera kalian menuju rumah kumuh itu dan ratakan rumah itu jangan sampai ada yang tersisa!"


Perintah Felix kepada anak buah nya dengan nada geram.


" Siapa yang Ayah maksud dan mengapa harus di ratakan?"


Tanya Ronald dengan pandangan bingung.


" Kamu jangan ikut campur dengan urusan Ayah lebih baik kamu fokus saja dengan riset mu!"


Bentak Felix kepada Ronald dengan tatapan sinis.


" Sampai kapan kamu berbuat semena - mena kepada orang miskin bukan kah kamu dulu juga seorang gembel Felix!"


Ucap Vico dengan penuh penekanan.


" JAGA BICARA MU ANAK HARAM!"


Teriak Felix dengan penuh emosi.


" Ada apa ini sebenar nya mengapa Ayah marah bukan kah Ayah yang menyuruh ku memanggil Abang pulang?"


Tanya Ronald yang merasa heran dengan sikap Felix yang berubah drastis.


" Orang seperti dia tidak pantas kamu panggil Ayah, Ronald!"


Jawab Vico dengan tatapan penuh dendam.


" Abang tolong jangan memperkeruh masalah."


Ucap Ronald sambil mencoba menenangkan suasana.


Sedangkan beberapa anggota Felix sudah berjalan menuju mobil dan saat itu Robert mengetahui apa yang akan terjadi dengan sigap Robert merubah wujud nya menjadi srigala buas dan menghadang para anggota Felix sedangkan Vico dan Felix masih bersitegang di ruang keluarga dan saat itu Vico sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi melihat ulah Felix yang semakin menjadi.


Saat itu tiba - tiba Vico di pegang oleh beberapa orang yang bertubuh kekar dan saat itu di ruang keluarga menjadi tegang dan saat itu Felix memerintah kan Ronald untuk segera menyuntikkan zat hasil temuan Ronald kepada Vico saat itu Ronald merasa tidak tega dan bingung mana yang harus di percaya Vico kah sebagai abang nya atau kah Felix yang selama ini sudah membiayai semua riset nya.


" RONALD DENGAR KAN AKU JANGAN DENGARKAN DIA YANG SELAMA INI SUDAH MENGADU DOMBA KITA!"


Teriak Vico sambil mencoba berontak.


" Ronald ingat selama ini siapa yang membiayai hidup mu dan kamu juga tahu bahwa Ibu mu meninggal karena kecelakaan bukan aku yang membunuh."


Ucap Felix mencoba membela diri.


" RONALD DIA SUDAH BERBOHONG PERCAYA LAH PADA KU!"


Teriak Vico dengan tatapan emosi kepada Felix.


" DIAM KALIAN BERDUA!"


Teriak Ronald yang merasa bingung mana yang harus di percaya saat itu.


Sedangkan di rumah Vico suasana lumayan sepi siang itu dan Ina mencoba menenangkan baby Scudetto yang sedari tadi menangis hingga membuat Ina cemas apa yang sebenar nya terjadi dan ternyata orang yang di perintahkan oleh Felix ada yang lolos dari hadangan Robert dan pasti nya mereka segera menuju rumah Vico.


Saat itu Ina sedang berada di kamar sambil mengayun baby Scudetto yang sedang menangis tiba - tiba terdengar suara orang mengetuk pintu dan saat itu Ina teringat pesan Vico dengan sigap Ina segera mengambil botol susu dan selimut bergegas menuju gudang yang terletak di bawah tanah dan segera menutup pintu gudang dan menahan pintu dengan meja besar.


" Bagaimana ini seperti nya rumah ini kosong tidak ada orang nya."


Ucap salah seorang dari mereka yang bertubuh kekar.


" Kita dobrak saja pintu nya untuk memastikan Ine masih ada di dalam atau tidak."


Jawab lelaki di samping nya.


" Benar juga pendapat mu ya sudah ayo dobrak saja pintu nya lalu digeledah semua ruangan."


Perintah lelaki yang bertubuh kekar kepada yang lain.


Kemudian mereka pun segera mendobrak pintu rumah Vico dan mulai menyusuri setiap ruangan namun mereka tidak menemukan orang yang di cari kemudian mereka menghubungi Felix untuk mengatakan bahwa Ine tidak ada di rumah itu namun saat ini kondisi di villa semakin menegangkan sebab Felix terus menekan Ronald untuk menyuntikkan zat yang baru di temukan kepada Vico.


Dengan sigap Ronald menarik tubuh Vico dan membawa Vico masuk kedalam ruang laboratorium milik Ronald sebab Ronald lebih tau berapa menit kemudian lelaki yang sudah terkena suntikan zat tersebut akan segera menjadi monster dan akan melahap siapa pun di hadapan nya dan Ronald berharap Felix lah yang pertama di lahap oleh monster tersebut.


" Ronald terimakasih kamu sudah menyelamatkan ku."


Ucap Vico sambil bersandar di balik pintu ruang laboratorium.


" Abang sekarang bukan waktu nya kita untuk tenang ayo segera bantu aku membawa beberapa zat ini jangan sampai dia menemukan nya."


Ucap Ronald dengan wajah panik menuju meja di hadapan nya.


PRANG ....


Suara pecahan kaca jendela yang diterobos masuk Robert yang berwujud srigala buas dan pasti nya saat itu Ronald dan Vico lumayan terkejut dan panik menyaksikan penampakan seekor srigala hitam berdiri di hadapan nya dan saat itu Vico akan menembak Robert yang berwujud srigala sebab pikir Vico srigala itu hewan peliharaan Felix yang di perintah untuk menghabisi mereka berdua.


" VICO INI AKU!"


Teriak Robert sambil melompat menghindari tembakan dari Vico.


" Kamu, Jadi kamu ternyata manusia srigala?"


Tanya Vico dengan tatapan bingung.


" Luar biasa, Apakah dia teman mu Bang?"


Ucap Ronald dengan tatapan kagum kepada Robert.


" Waktu kita sempit segera ambil yang di perintahkan Ina sebab saat ini posisi Ina dan Scudetto terancam!"


Jawab Robert dengan nada panik.


" Abang aku ikut bersama mu dan ayo kita segera pergi dari sini sebab pasti di lelaki itu akan segera menjadi monster."


Ucap Ronald dengan nada panik.


Di sisi lain Felix dengan penuh dendam meninggalkan villa tersebut dengan beberapa anak buah nya untuk menuju ke hutan perbatasan wilayah selatan sedangkan dalam hitungan menit villa itu sudah di penuhi oleh para monster yang memangsa apa pun di hadapan nya.


Setelah membawa beberapa zat yang di butuhkan segeralah Ronald, Vico dan Robert keluar dari villa tersebut dengan melawan para monster yang telah menghadang nya sedangkan Ina mencoba bertahan di gudang bawah tanah bersama baby Scudetto dan saat itu asap mulai memenuhi ruang bawah tanah dan kepanikan mulai melanda Ina saat itu.


Dengan sekuat tenaga Ina mendorong jendela kecil yang terletak di tepi ruangan dengan harapan bisa keluar dari ruang bawah tanah yang semakin di penuhi asap tebal dan di saat yang sama Robert memacu mobil nya tanpa berpikir panjang dengan kecepatan tinggi dengan harapan Ina dan baby Scudetto bisa terselamatkan.


Sekitar satu jam kemudian sampai lah mereka bertiga di rumah dan saat melihat sebuah kenyataan bahwa rumah sudah hangus di lahap api saat itu tubuh Robert lemas dan berfikir bahwa Ina dan baby Scudetto tidak tertolong dengan tatapan panik Vico segera menerjang masuk kedalam rumah nya yang masih ada api menyala di beberapa bagian ruangan.


Saat itu Vico segera menuju gudang di bawah tanah dan mencari Ina dan Scudetto namun tidak di temukan dan saat masih di dalam gudang tiba - tiba atap gudang itu roboh dan menimpa Vico di dalam nya tanpa berpikir panjang Robert dan Ronald berusaha menahan atap yang akan menimpa Vico dan akhir nya Vico bisa diselamatkan namun saat itu Robert hanya mampu terdiam sambil berpikir kemana Ina dan Scudetto pergi nya.


" Robert kamu tenang dulu kita pasti bisa menemukan mereka berdua."


Ucap Vico sambil mengatur nafas nya.


" Siapa yang Abang maksud mereka berdua?"


Tanya Ronald dengan tatapan bingung.


" Nanti kamu juga tau siapa yang aku maksud."


Jawab Vico sambil mencoba menenangkan diri.


Di saat seperti itu Robert mendengar tangisan baby Scudetto meski samar - samar namun Robert yakin itu suara tangisan Scudetto dan dengan cepat Robert bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju asal suara tanpa menghiraukan teriakan dari Vico dan Ronald.


Dan benar saja saat itu baby Scudetto tergeletak di tanah dengan posisi Ina tertelungkup di samping nya sambil memeluk Scudetto agar tidak terkena ledakan tabung gas saat itu sambil berlari menghampiri mereka berdua tanpa terasa mengalir lah air mata Robert menyaksikan hal tersebut dengan segera Robert menggendong Scudetto dan mencoba melihat keadaan Ina.


" Ina bangun ayo Ina lekas sadar ini aku."


Ucap Robert sambil menepuk wajah Ina perlahan agar sadar.


" Robert kamu sudah kembali selamatkan putra kita."


Ucap Ina dengan lirih namun masih mampu terdengar oleh Robert.


" Iya Ina, Kamu harus bertahan aku akan segera membawa mu ke rumah sakit."


Ucap Robert dengan panik sambil memangku Scudetto yang sedang menangis.


Saat itu Vico dan Ronald pun segera menghampiri Robert untuk menolong Ina dan baby Scudetto kemudian mereka segera menuju ke rumah sakit sebab luka Ina lumayan parah di bagian punggung nya dan pasti nya Robert tidak ingin terjadi sesuatu kepada Ina dan baby Scudetto dengan terus berdoa Robert berharap Tuhan membuat mukjizat untuk mereka berdua.


Lalu apakah yang akan terjadi dengan Ina dan baby Scudetto apakah mereka berdua mampu terselamatkan dan bagaimana reaksi Robert yang sudah berulang kali menyaksikan orang tercinta nya dilukai dan meninggal apakah Robert masih mampu menahan emosi nya atau kah Robert akan membalas semua perlakuan Felix kepada nya dengan bantuan Ronald dan Vico?


Jangan pernah beranjak dari novel I'M A WOLF MAN dan ikuti terus kisah mereka dan jangan pernah lupa untuk selalu dukung author agar semakin semangat nulis nya.