I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 74 . TIDAK TERLIHAT BUKAN BERATI TIDAK ADA



Saat ini saya akan coba beri sebuah filosofi mahkluk astral, Wah kok filosofi nya nyeleneh ya tapi ini benar apakah anda semua ada yang pernah benar - benar melihat wujud nyata hantu, Saya yakin pasti jawab nya belum sebab sesungguhnya anda semua hanya melihat visual hantu dari sebuah film atau komik dan media lain nya bukan?


Begitu lah ada nya sesungguhnya hantu dan hal yang tak kasat mata itu benar ada nya namun kita yang tidak melihat nya sama persis dengan kejadian saat ini apakah Robin, Felix, Hendrik dan Clark serta para monster itu sudah mati dan tidak ada lagi, Sekali lagi jawab nya masih ada hanya saja saat ini Robin dan kawanan nya tidak terlihat sebab mereka bersembunyi di sebuah goa untuk menyusun siasat demi bisa menguasai kalung wasiat.


Lalu apakah yang di lakukan Robert beserta kawan - kawan nya setelah semua kejadian yang lumayan menguras tenaga dan pikiran apakah mereka akan berlibur dan menikmati hidup sepanjang waktu nya hingga mereka tidak menyadari saat mereka kembali menyerang atau kah mereka tetap waspada dan bertahap memulihkan perekonomian setelah beberapa wilayah hancur terkena serangan virus monster yang mematikan?


Mari bersama kita tilik kehidupan Robert dan kawan - kawan nya serta baby Scudetto yang semakin beranjak besar, Terus berjalan nya waktu tanpa terasa kini sudah 5 tahun berlalu setelah kejadian penyerangan para monster itu kini Ina dan Rebecca telah membuka toko kue di wilayah kota sedangkan Ronald membuka sebuah cafe di seberang toko milik Ina dan Rebecca sedangkan Robert masih bekerja di instansi militer dengan jabatan yang lumayan tinggi.


Kini Scudetto bukan lah baby lagi namun kini sudah berusia 5 tahun dan sudah bersekolah di bangku Tk dan setiap pagi Scudetto berangkat ke sekolah bersama Robert dan saat pulang sekolah pasti di jemput oleh Ina dan hal itu sudah menjadi rutinitas mereka selama 5 tahun terakhir ini sebab kini Ina dan Ronald tidak mau menjadi seorang peneliti lagi sebab semua peristiwa yang terjadi menimbulkan trauma mendalam bagi mereka.


" Ibu mengapa rasa daging ini berbeda?"


Ucap Scudetto sambil menikmati daging asap di hadapan nya.


" Apa beda nya semua daging asap sama rasa nya bila beda itu hanya lidah mu saja yang aneh, Ayo lekas habiskan sarapan mu sayang,"


Ucap Ina sambil sibuk menyiapkan sup asparagus untuk Robert.


Di sisi lain ada Ronald yang baru saja tiba di rumah nya dari berbelanja di toko swalayan yang letak nya di luar komplek camp militer dan sudah biasa bila Ronald selalu menyapa anak - anak komplek tersebut yang sedang bermain di jalanan depan rumah komplek.


" Hay Bob bagaimana kabar pupis peliharaan mu sudah sembuh belum flu nya, Hay Philip gunakan helm mu saat bermain sepeda,"


Sapa Ronald sambil membuka bagasi mobil nya kemudian menutup nya kembali.


Saat itu Ronald menghirup udara dalam - dalam dan menghembuskan nafas nya perlahan sambil memejamkan mata nya menikmati terpaan matahari yang menyinari wajah nya pagi itu.


Terimakasih Tuhan akhir nya semua wilayah bisa kembali aman dan anak - anak bisa bermain lagi serta masyarakat bisa melanjutkan hidup nya roda perekonomian mulai berjalan dengan stabil, Andaikan saat ini keluarga ku masih ada alangkah bahagia nya hati ku, Tapi aku yakin mereka melihat nya dari surga.


Bergumam lah dalam hati Ronald sambil sesekali melihat ke arah langit dan tersenyum simpul mengenang semua kejadian yang sudah terjadi di negara tersebut, Namun tiba - tiba lamunan Ronald di buyar kan oleh suara teriakan Robert dari atas balkon depan kamar nya.


" Ronald sedang apa kamu, Lekas lah masuk itu sayuran sedang di tunggu oleh Ina untuk di masak,"


Ucap Robert dari atas balkon kamar nya.


" Baik lah, Sabar lah dahulu aku sedang berjalan Robert."


Jawab Ronald sambil melangkahkan kaki nya menuju rumah.


" Robert jam berapa kamu akan turun apakah kamu menunggu ku berteriak terlebih dahulu baru kamu akan turun?"


Tanya Ina sambil berteriak dari bawah tangga sambil membawa teflon.


" Bersabar lah aku sedang memasang dasi ku Ina."


Jawaban Robert yang sangat klise dan setiap pagi di ucap kan oleh nya.


" Mengapa kamu harus berteriak Ina bukan kah kamu sudah mengetahui jawaban nya?"


Ucap Rebecca sambil senyum melirik ke Ina.


" Iya memang namun entah bila aku belum berteriak seperti nya dia semakin berlama - lama di kamar,"


Ucap Ina sambil mengaduk sup asparagus di hadapan nya dan sesekali mencicipi nya.


" Ya Begitulah laki - laki begitu banyak yang harus di bersihkan Kak,"


Imbuh Ronald sambil meletakkan belanjaan nya di meja.


" Hey harus nya perempuan yang seperti itu mengapa kini harus laki - laki yang seperti itu?


Tanya Rebecca sambil meletakkan kue di loyang.


Saat mulailah terjadi adu argumen antara Ronald dan Rebecca sedangkan Ina hanya tersenyum melihat ulah mereka berdua sedari dulu selalu berbeda sudut pandang meski sebenar nya mereka berdua saling menyayangi dan mencintai tidak ubah nya dengan Robert dan Ina mereka selalu beradu argumen mengenai tanggal lahir Scudetto yang tidak pernah bisa kompak menjawab nya dan hal itu membuat Scudetto merasa putus asa.


" Hai tampan makan yang banyak ya biar lekas besar dan kuat,"


Ucap Robert sambil mencium kepala Scudetto yang sedang makan.


" Benar kata Ayah mu agar besar dan kuat seperti Paman,"


Timpal Ronald yang duduk di samping Scudetto sambil memamerkan otot di kedua lengan nya.


" Benar kuat merayu para pembeli di cafe mu sampai lupa jam berapa kamu harus pulang Ronald,"


Imbuh Rebecca sambil menyodorkan roti ke hadapan Ronald.


" Ayo lah Rebecca jangan ungkit hal itu lagi di depan Scudetto itu contoh yang buruk untuk nya,"


Ucap Ronald yang mencoba membela diri.


" Ayah kapan tanggal lahir ku, Sampai saat ini aku bingung bila di tanya guru ku?"


Tanya Scudetto dengan tatapan serius kepada Robert.


" Setiap hari kamu terlahir baru ok,"


Jawab Robert sambil menerima mangkok sup dari Ina.


" Come on Robert itu bukan jawaban bagi putra mu, Jawab lah degan benar ok,"


Ucap Ina yang mulai lelah dengan kata - kata Robert yang sulit di cerna bagi Scudetto.


" Baik lah kalau begitu tanggal 18 bagaimana deal kita?"


Tanya Robert sambil memandang ke Scudetto.


Jawab Ina dengan serius membalikkan tubuh nya ke arah Robert dengan tatapan serius.


Dan pasti nya hal itu membuat adu argumen diantara mereka berdua dan berakhir Scudetto hanya mampu menepuk kening nya dengan menghela nafas panjang melihat Ayah dan Ibu nya serta Paman dan Bibi nya saling beradu argumen mengenai tanggal lahir Scudetto yang berbeda - beda pendapat satu dengan yang lain nya.


Di sisi lain ada Robin, Hendrik, Felix dan Clark yang sampai detik ini masih bersembunyi di dalam goa sambil memulihkan kesehatan nya dan berfikir bagaimana cara mengambil kalung wasiat leluhur dari Robert sedangkan Robert dan kawan - kawan nya sudah hilang kepercayaan kepada Robin sebab Robin sudah banyak membuat masalah selama ini.


" Apakah akan selama nya kita bersembunyi seperti pecundang di dalam goa ini?"


Tanya Clark sambil berdiri di pintu goa.


" Lalu kamu mau eksis gitu jadi artis sirkus di pasar malam apa?"


Jawab Felix sambil menikmati ayam bakar di dalam goa.


" Bukan itu maksud ku Felix, Selama ini kita hanya diam saja tidak ada tindakan untuk merebut kalung itu dari Robert,"


Ucap Clark sambil berbalik menghadap Felix.


" Hai anak muda apa kah buta mata mu kita hanya berempat tidak ada lagi pasukan kita sedangkan mereka berjumlah ratusan ribu, Apa mau mati konyol kamu?"


Tanya Hendrik dengan nada sinis.


" Benar yang di kata kan Hendrik, Kita harus mengumpulkan pasukan sebanyak mungkin baru bisa menyerang mereka,"


Jawab Robin sambil menikmati buah di tangan nya.


" Sampai kapan kalian selalu mengandalkan orang lain, Perubahan itu kita sendiri yang menciptakan bukan orang lain dan jangan pernah mengharap orang lain bisa memberi perubahan bila diri kita sendiri tidak mau berubah!"


Ucap Clark dengan nada sedikit geram.


" Aku sudah berubah dari manusia jadi monster lalu mau berubah jadi apa lagi coba?"


Tanya Felix tanpa merasa bersalah dan dengan enteng nya.


" BRAK, Jadi yang lebih berguna lagi tidak hanya tahu nya makan dan tidur bodoh!"


Jawab Clark setelah melemparkan potongan bambu ke arah punggung Felix yang sedang duduk membelakangi Clark.


" Selalu saja aku di anggap tidak berguna sedangkan tanpa aku apa kalian bisa makan ayam bakar setiap pagi?"


Tanya Felix dengan nada sebal sebab selama ini yang selalu berburu Felix sambil melangkah pergi meninggalkan goa.


" Dengar kan, Mengapa kita bertiga tidak menyamar mendekati putra nya Robert dari situ kita bisa menyusup kedalam keluarga nya Robert dengan aman kan?"


Ucap Clark sambil mendekat kepada Robin dan Hendrik.


" Menyamar jadi apa, Lihat lah postur kita sekarang seperti apa dan pasti semua anak kecil akan takut melihat kita lalu orang tua nya akan mengusir kita,"


Ucap Hendrik sambil membuang muka menatap dinding goa yang lembab.


" Aku pernah mempelajari ilmu mistik untuk mengelabui mata seseorang dari Ayah ku, Siapa tahu bisa kita gunakan dan kita bisa mengelabui mereka?"


Ucap Clark dengan tatapan serius dan senyum licik.


" Bagus juga ide mu, Mari kita coba dan apa yang di butuhkan untuk melakukan ritual itu?"


Tanya Robin dengan antusias.


Kemudian Clark menjelaskan apa saja yang di butuhkan dalam ritual tersebut dan apa kelemahan dari ilmu tersebut dan akhir nya Hendrik dan Felix pun mencari semua bahan - bahan yang di butuhkan untuk ritual tersebut dan setelah mereka berdua mendapatkan semua yang di butuhkan mulai lah mereka melaksanakan ritual nya yang di mulai dari Felix untuk percobaan.


Dan ternyata berhasil Felix menjadi manusia seutuhnya dan wajah nya pun kembali lebih muda seperti lelaki muda yang masih berusia 20 tahun, Karena melihat hasil nya sempurna maka yang lain pun mengikuti nya setelah mereka mampu merubah penampilan nya mereka pun merubah nama mereka dengan tujuan agar tidak di kenali oleh Robert serta kawan - kawan nya.


Sedangkan di kantor tempat Robert bekerja mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di bukit tepat di perbatasan wilayah utara ada yang melihat sosok yang menyerupai monster sedang mengejar kelinci dan ayam liar, Pasti nya hal itu menimbulkan sebuah pertanyaan besar bagi Robert.


Benarkah mereka masih ada dan masih hidup bila benar selama ini mereka tinggal dan bersembunyi di mana mengapa selama ini mereka tidak menunjukkan eksistensi keberadaan nya dan apakah selama ini mereka sedang menyusun siasat, Aku harus lebih waspada lagi sebab aku sangat yakin mereka tidak akan tinggal diam setelah kejadian 5 tahun lalu.


Tanpa terasa jam pun menujukkan jam makan siang kemudian Robert berniat menuju ke cafe milik Ronald yang letak nya tidak begitu jauh dari tempat Robert bekerja, Tidak butuh waktu lama sampailah diri nya di cafe milik Ronald maka segeralah Robert menemui Ronald yang sedang berdiri di balik meja bar tender.


" Hai Robert tumben kamu kemari sedang tidak sibuk kah?"


Tanya Ronald sambil disertai senyum simpul.


" Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu Ronald,"


Jawab Robert sambil sesekali melihat ke sekeliling nya.


" Ada masalah apa kawan, Apakah se urgent itu hingga wajah mu sedikit aneh ekspresi nya?"


Tanya Ronald sambil menyerahkan secangkir kopi.


Kemudian Robert menceritakan informasi yang telah di dapat nya dari masyarakat dan pasti nya hal itu membuat Robert tidak bisa tenang dan kekhawatiran mulai menghantui pikiran dan hati nya begitu juga dengan yang di rasakan Ronald sebab sesungguhnya trauma mereka belum benar - benar sembuh, Sedangkan di sisi lain Robin, Hendrik, Clark dan Felix yang sudah merubah penampilan nya mulai keluar dari goa dan menuruni bukit untuk melaksanakan niat busuk nya.


Saat itu mereka berempat berniat mencari informasi di mana putra Robert bersekolah dan mereka berniat akan mendekati Scudetto dan menculik nya setelah itu sebagai tebusan nya adalah kalung wasiat leluhur tersebut, Sangat mudah pikir mereka namun mereka seperti nya sudah lupa siapa Scudetto sebenar nya dan di tambah lagi Scudetto bukan lah anak manusia pada umum nya.


Rencana itu akan sangat mudah di lakukan bila yang mereka hadapi adalah anak manusia pada umum nya namun bila yang mereka hadapi adalah Scudetto apakah bisa semudah dalam pikiran mereka sedangkan sesungguhnya kalung wasiat leluhur tersebut yang menggunakan Scudetto bukan lah Robert dan yang lebih bodoh nya lagi mereka berempat tidak tahu bagaimana wujud dan bentuk kalung wasiat leluhur.


Lalu apakah mereka akan berhasil menjalankan rencana nya untuk menculik Scudetto dan apakah Scudetto akan semudah itu bisa di bawah oleh mereka orang yang tidak di kenal nya dan apakah yang akan di lakukan Robert untuk menjaga Scudetto dan orang - orang sekitar nya dari serangan para monster seperti 5 tahun yang lalu?


Ikuti terus kisah perjuangan Robert demi negara dan orang - orang terkasih di sekelilingnya hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk memberi dukungan author agar semangat nulis nya.