I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 26 . BISAKAH ORANG BERUBAH



Sering kali kita sangat bersemangat untuk merubah seseorang namun sejati nya tidak ada satu pun orang yang bisa merubah orang lain dan perubahan itu terjadi karena 3 sebab yaitu masalah, tekanan dan karunia Tuhan jadi sekuat apa pun kita merubah seseorang hal itu tidak akan benar - benar merubah karakter orang tersebut.


Contoh dulu waktu saya berpacaran dan pacar saya berkata kalau dia tidak suka melihat lelaki merokok demi mendapat kan wanita idaman saya berusaha berubah untuk tidak merokok kemudian setelah kita menikah saya kembali merokok jadi bisa kita tarik kesimpulan bahwa perubahan yang di lakukan demi sesuatu tidak akan bertahan lama atau pun tidak akan benar - benar berubah.


Demikian juga yang terjadi kepada Williams, Hendrik, Erick dan Robin sudah berapa kali mereka dihadapkan dengan pasukan ujung tombak utama nya dengan Robert namun semua hal itu tidak mampu merubah nya menjadi lebih baik yang terjadi mereka makin menjadi dendam nya dan kini Robert dan Ine telah sampai di rumah dinas milik Robert sedangkan ke delapan kawan Robert masih tinggal di camp dan pagi ini adalah kesempatan David untuk mendekati Ripka.


" Hai sedang apa kamu Ripka?"


Tanya David sambil melangkah mendekati Ripka yang terlihat sedang jongkok.


Namun seperti nya teguran David tidak di jawab oleh Ripka saat itu David lumayan curiga mengapa Ripka diam saja dan indra penciuman David mencium aroma amis yang sangat menyengat saat itu David semakin mendekat dan mencoba memegang pundak Ripka ternyata Ripka sedang memangsa seekor kelinci dengan begitu terkejut David hingga terjatuh menyaksikan hal itu dan dengan sigap David menarik tubuh Ripka dan mengikat nya dengan sebuah tambang yang di dapat kan dari teras rumah nya setelah mengikat Ripka di sebatang kayu di gudang camp nya segera David mendatangi rumah Robert.


" Robert buka pintu dimana kamu!"


Ucap David dengan nada tinggi dan menggedor pintu rumah Robert.


" David ada apa kenapa kamu panik seperti ini?"


Tanya Ine sambil membuka pintu.


" Ine di mana Robert ini bahaya sekali dan aku harus mengatakan kepada suami mu."


Jawab David dengan melangkah masuk kedalam rumah.


" Dia sedang mandi katakan apa yang terjadi David kamu jangan membuat ku takut lalu mengapa kaos mu penuh noda darah seperti itu apa yang sudah kamu perbuat?"


Tanya Ine yang terlihat ikut panik.


" Itu Ripka ... dia itu sudah menjadi zombie sekarang Ine!"


Jawab David dengan gugup.


" Sekarang kamu duduk minum ini baru cerita apa yang sebenar nya terjadi ok."


Ucap Ine sambil menyodorkan segelas air kepada David.


" Ada apa sayang seperti nya ada masalah?"


Tanya Robert sambil memasangkan kancing kemeja di lengan nya.


" Itu David berkata kata nya Ripka menjadi zombie sayang ... ya sudah aku tinggal mandi dulu."


Jawab Ine dengan senyum melihat ke arah David.


" Vid ceritakan apa yang baru saja terjadi dan tenang lah."


Ucap Robert sambil duduk di bangku meja makan.


Kemudian David pun menceritakan apa yang sudah di lihat nya pagi ini dan niat nya untuk mendekati Ripka namun yang di dapati Ripka sudah berubah menjadi monster yang sedang memangsa seekor kelinci peliharaan nya tanpa di masak dan mata Ripka pun berubah kemudian David pun mengajak Robert untuk melihat kondisi Ripka yang terikat di gudang camp.


" Lihat lah Robert apa yang terjadi kepada Ripka mengapa bisa seperti itu?"


Tanya David dengan tatapan sedih.


" Bila Ripka adalah manusia srigala seperti kita tidak mungkin sebab pasti nya dia bisa mengendalikan dan juga tidak mungkin juga dia berubah di pagi hari."


Jawab Robin sambil memperhatikan Ripka yang mengerang.


" Lalu apa yang terjadi pada nya aku tidak tega melihat nya seperti ini."


Ucap David dengan memperhatikan Ripka yang tidak henti nya mengerang.


" Ambil sample darah nya lalu bawa ke laboratorium nanti aku menyusul ke laboratorium."


Ucap Robert sambil membalikkan badan dan berjalan keluar dari gudang.


Saat itu Robert berjalan menuju rumah nya dan berniat untuk sarapan setelah itu baru akan pergi bekerja dan ternyata saat itu Ine sudah selesai mandi dan sedang memasak untuk sarapan pagi dan seperti nya Ine tidak tau saat Robert masuk kedalam rumah dan sengaja Robert menggoda istri nya yg sedang memasak.


" Emuach ... sedang masak apa sayang?"


Tanya Robert sambil memeluk Ine dari belakang sambil mencium leher Ine yang jenjang.


" Sayang bisa tidak kamu stop iseng aku sedang masak nanti kalau hangus bagaimana?"


Jawab Ine sambil senyum dan mencoba mengelak dari ciuman suami nya.


" Kalau hangus buang saja beres kan sayang."


Ucap Robert yang masih menggoda istri nya.


Karena mereka begitu asik bercanda hingga tidak menyadari bahwa ulah mereka di perhatikan oleh Mateow dari arah belakang tepat di pintu arah ke dapur dan saat itu Mateow hanya tersenyum melihat perlakuan pengantin baru lalu Mateow berpura - pura batuk agar keberadaan nya di ketahui oleh mereka.


" Upppsss ada Paman sejak kapan Paman berdiri di situ mengapa aku tidak mendengar Paman membuka pintu?"


Tanya Robert dengan wajah memerah menahan malu.


" Memang aku masuk tidak melalui pintu tapi melalui jendela jadi mana mungkin kalian berdua mendengar nya?"


Jawab Mateow sambil tersenyum lalu duduk di sebuah sofa di ruang tamu.


" Paman bisa saja ya membuat ku malu saja."


Ucap Ine sambil meletakkan segelas susu hangat untuk Mateow.


Kemudian mereka pun tertawa dan saat itu Mateow memberi tahu Robert bahwa wilayah utara semakin tidak kondusif dan kini Williams dan Hendrik telah bersatu dan juga kini ada penguasa bisnis terbesar di wilayah utara ini bergabung juga dengan mereka dan mereka telah mengambil tiga ilmuwan untuk membuat sesuatu zat kimia yang bisa merubah manusia menjadi monster.


" Apa si yang mereka inginkan sampai kapan mereka seperti itu apakah mereka tidak akan berubah dan hidup lebih baik."


Ucap Robert dengan nada geram.


" Aku tidak tau mereka bisa berubah lebih baik atau lebih buruk sebab keputusan di tangan mereka."


Jawab Mateo sambil menikmati susu hangat di hadapan nya.


" Sayang aku akan belanja dan ke rumah nya Paman Felix sekalian itu sudah aku siapkan sarapan pagi nya kalian sarapan lah dahulu sebelum ke kantor."


Ucap Ine sambil melangkah kan kaki nya menaiki anak tangga menuju kamar nya.


" Robert apakah istri mu bersaudara dengan Felix dan apakah Felix yang di maksud istri mu adalah orang pemilik saham terbesar di wilayah utara ini?"


Tanya Mateow dengan merendahkan nada suara nya.


Jawab Robert dengan tatapan bingung.


" Ini baca dan lihat Robert."


Ucap Mateow sambil menyerahkan sebuah map kepada Robert.


Saat itu Robert membuka map tersebut dan lumayan terkejut saat melihat bukti - bukti kejahatan Felix selama ini dan saat ini mereka bertiga bersatu dan akan membuat sebuah pemberontakan kepada negara dengan cara menghilangkan populasi manusia di beberapa titik wilayah dan setelah membaca laporan tersebut Robert menyerahkan kembali kepada Mateow.


Setelah sarapan Mateow dan Robert pun berniat pergi menuju kantor nya namun Robert teringat kepada Ripka yang sedang di ikat oleh David saat itu Robert mengajak Mateow untuk singgah sebentar ke gudang di mana Ripka di ikat dan siapa tau Mateow mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Ripka yang tiba - tiba seperti itu keadaan nya.


" Paman coba perhatikan gadis yang di ikat itu menurut Paman ada apa dengan nya hingga seperti itu?"


Tanya Robert dengan pandangan tertuju kepada Ripka.


Kemudian Mateow berjalan mendekati Ripka yang masih mengerang dan memegang dagu nya lalu memandangi kedua bola mata nya dan daun telinga nya kemudian melihat lengan nya kiri dan kanan setelah itu kembali berjalan mendekati Robert yang berdiri di dekat pintu.


" Bisa di pasti kan gadis ini bukan lah manusia srigala seperti kita namun ada sesuatu yang aneh di bola mata dan daun telinga nya mengapa menyerupai srigala sebenar nya dia siapa dan bekerja di mana?"


Tanya Mateow sambil melangkah keluar dari gudang di ikuti dengan Robert.


" Setahu ku dia bekerja di rumah sakit militer tapi bagian apa aku juga kurang faham Paman."


Jawab Robert sambil membuka pintu mobil nya.


" Baik lah kalau begitu setelah ini kita menuju ke rumah sakit militer untuk mengetahui apa yang terjadi."


Ucap Mateow sambil memasang sadbell.


Kemudian mereka berdua pun segera meluncur ke rumah sakit militer dimana tempat Ripka bekerja untuk mengetahui apa penyebab nya hingga Ripka menjadi seperti itu sedang kan di sebuah swalayan Ine sedang berbelanja dan tanpa di sengaja berjumpa dengan Felix yang sedang membeli air mineral di swalayan itu juga.


" Sudah biar saya yang membayar belanjaan Nona ini."


Ucap Felix yang berdiri di samping Ine.


" Tidak perlu repot - repot Tuan saya masih membayar nya."


Jawab Ine sambil sibuk membuka tas untuk mengambil dompet nya.


" Sudah lah Ine anggap saja ini permohonan maaf dari ku sebab tidak bisa hadir di pemakaman kedua orang tua mu."


Ucap Felix sambil menyerahkan kartu credit ke petugas kasir.


" Anda rupanya Paman tidak perlu repot - repot anda meminta maaf sebab saya sudah memaafkan dan terimakasih anda sudah membayar belanjaan saya kali ini dan suatu saat pasti akan saya kembalikan."


Ucap Ine sambil mengangkat kantong belanjaan di hadapan nya.


" Ine tunggu di mana saat ini kamu tinggal boleh kan aku mampir ke rumah mu suatu saat nanti?"


Tanya Felix sambil memegang lengan Ine.


" Biar saya yang akan ke rumah anda sebab rumah saya tidak layak di datangi seorang milyuner seperti anda maaf saya harus segera pulang."


Jawab Ine sambil melepas pegangan tangan Felix.


Ternyata dia masih hidup bodoh sekali pimpinan gang rubah merah di wilayah ini mengapa tidak mampu menghabisi seorang wanita pengacau ini bila dia masih hidup maka bisa saja aku jatuh miskin dalam sekejab bila dia mengusut semua harta orang tua nya aku harus memberi tau Williams dan Hendrik agar mereka segera bertindak untuk menghabisi wanita pengacau ini.


Bergumam lah dalam hati Felix dan segera menghubungi Williams dan Hendrik mengajak nya bertemu di sebuah restoran termegah di wilayah utara dan benar saja dengan waktu singkat Williams dan Hendrik telah sampai di restoran yang megah tersebut dan mereka bertiga pun sudah bersikap bagaikan srigala berbulu domba baik di depan namun saling gigit di balik semua itu.


" Ada masalah apa Tuan Felix sehingga memerintahkan kami berdua datang saat ini apakah ada tugas penting?"


Tanya Williams dengan senyum licik.


" Benar ada tugas penting untuk kalian berdua saat ini perintahkan cari di mana rumah wanita ini dan bila sudah mendapat kan nya maka segeralah menghabisi nya buat lah seperti korban kebakaran."


Ucap Felix sambil menyodorkan foto Ine di atas meja.


" Tapi Tuan wanita ini sudah menikah dan suami nya ...."


Ucap Hendrik yang belum menyelesaikan perkataan nya sudah di potong oleh Felix.


" Oh jadi sudah menikah dia lalu ada apa dengan suami nya mengapa wajah kalian aneh begitu?"


Tanya Felix sambil meneguk kopi di hadapan nya.


" Suami nya manusia srigala Tuan."


Ucap mereka berdua dengan serempak.


" Manusia srigala hahahaha apakah kalian terlalu banyak menonton film disney hingga terbawa alur film beauty and the base?"


Jawab Felix sambil tertawa lepas melihat Williams dan Hendrik yang saling pandang.


" Tuan saya melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri bahwa Robert dan beberapa kawan nya adalah manusia srigala yang sangat buas sebab dia adalah anak didik saya sewaktu di pendidikan militer."


Ucap Williams yang mencoba meyakinkan Felix.


" Benar Tuan bahkan kami memiliki bukti yang kuat sebab saat ini adik dari Robert yang bernama Robin bekerja untuk kita bahkan sebentar lagi akan menjadi menantu ku."


Imbuh Hendrik dengan nada memastikan.


" Jadi Robert nama manusia srigala itu dan saat ini menjadi suami keponakan ku sungguh kisah yang heroik bagus aku sangat suka dan akan ku gunakan Adik nya untuk menghabisi Abang nya."


Ucap Felix dengan diiringi tertawa sinis.


" Tapi bagaimana cara nya Tuan sedangkan Robin hanyalah manusia biasa mana mungkin bisa melawan Abang nya yang manusia srigala pasti nya Robin yang akan di cabik - cabik oleh nya."


Ucap Hendrik dengan serius.


" Bila begitu maka srigala akan melawan srigala agar imbang betul tidak?"


Ucap Hendrik sambil meminum kopi di hadapan nya kemudian bangkit dari tempat duduk nya.


Kemudian Felix pun berjalan keluar dari restoran dengan di ikuti mereka berdua saat itu Felix mengajak mereka berdua untuk menunjukkan sebuah laboratorium milik pribadi nya dan saat ini ketiga ilmuwan sedang di perintahkan Felix untuk membuat suatu zat yang mampu merubah manusia menjadi srigala sebab Felix sesungguhnya ingin menghabisi populasi manusia di beberapa wilayah tertentu dengan cara seperti itu maka saat zat itu di lepas kan di udara dalam waktu 5 menit semua mahkluk hidup akan saling menerkam.


Wah seperti nya Robert dan Mateow juga team ujung tombak harus bekerja extra saat baru saja tiba di wilayah utara dan juga Ine yang sudah di incar keselamatan nya dengan Paman Felix lalu apakah niat Paman Felix akan berhasil untuk menghabisi Ine dan Robert dan apakah Williams dan Hendrik akan di jadikan bahan percobaan Felix di laboratorium nya lalu apakah Ripka seperti itu karena kebocoran sebuah zat tersebut?


Ikuti terus kisah mereka semua dan temui jawaban nya hanya di I'M A WOLF MAN dan selalu dukung author agar semangat update nya.