I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 88 . HATI INI RUMAH MU



Seringkali kita di saat sendiri merasa ada sesuatu yang kurang meski sesungguhnya kita memiliki banyak sekali kawan, ada sahabat, keluarga bahkan mungkin pasangan hidup kita namun masih saja merasakan ada yang kurang dalam hati kita, Lalu apakah kita sudah mampu menemukan apa yang membuat kita merasa kurang dan merasa selalu kesepian meski sedang berada di dalam keramaian.


Hal itu terjadi karena kita belum menemukan apa yang sesungguhnya kita inginkan dan apa sebenar nya yang di perintahkan oleh Tuhan juga belum menemukan kemampuan diri kita yang akan menjadi tugas kita agar bisa berguna untuk orang lain maka seringkali kita lebih mencari di luar diri kita yang akhir nya mengubah kita menjadi seperti kata orang lain.


Sama hal nya siang ini yang di alami oleh Robin, Clark dan Hendrik mereka bertiga sampai detik ini masih saja diperbudak oleh ambisi dan keinginan yang sesungguhnya diri nya sendiri tidak mengerti untuk apa bila sudah mendapatkan semua nya dengan cara apa pun, Akhir nya Robin, Clark dan Hendrik memanfaatkan siapa pun demi tercapai nya semua itu.


Saat ini wakil presiden berniat membawa keluar ketiga monster itu dari rumah sakit dengan niatan agar mampu membantu diri nya mencapai keinginan nya melengserkan presiden dengan dalih tidak sanggup mengemban tugas mengayomi masyarakat namun di saat wakil presiden dan para pengawalnya mempersiapkan kendaraan untuk mengangkut ketiga monster itu tiba - tiba datang lah Sandi dengan anggota nya untuk menghancurkan rumah sakit.


Dengan harapan ketiga monster itu mati tertimbun oleh reruntuhan bangunan rumah sakit yang di hancurkan, Namun niat mereka semua di hentikan oleh wakil presiden dengan alasan ketiga monster itu akan di bawa ke laboratorium agar bisa di jadikan bahan penelitian dan hal itu akan mengangkat nama baik presiden yang mampu melumpuhkan monster.


" Selamat siang Pak, Bapak akan buat apa dengan monster itu?"


Tanya Sandi dengan pandangan bingung melihat di sekitar nya.


" Ini perintah dari presiden untuk membawa mereka ke laboratorium agar bisa di teliti jadi tolong jangan halangi kami,"


Jawab wakil presiden dengan tatapan dan senyum sinis.


" Bila benar ini semua adalah perintah dari presiden mengapa tidak ada pemberitahuan kepada kami, Tolong tunjukkan surat perintah nya,"


Ucap Sandi dengan tatapan tajam.


" Oh ... surat perintah, Mari ikut dengan saya ke mobil sebab surat perintah nya saya letakkan di mobil,"


Jawab wakil presiden sambil mempersilahkan Sandi berjalan menuju mobil wakil presiden.


Saat itu Sandi merasa curiga dengan sikap wakil presiden sebab sudah banyak rumor beredar bahwa hubungan presiden dan wakil nya kurang baik saat ini, Sedangkan saat ini para kawanan srigala buas sedang mencoba mencari akses agar bisa keluar dari tempat parkir bawah tanah yang secara otomatis pintu nya terkunci bila alarm di nyalakan.


" Ronald kita lewat mana agar bisa masuk kedalam?"


Tanya Rebecca dengan wujud srigala buas berjalan mondar mandir di depan sebuah pintu yang terkunci.


" Benar Rebecca semua pintu terkunci bahkan tadi beberapa dari kami mencoba mendobrak nya tetap tidak bisa,"


Jawab Ronald sambil berdiri di hadapan ribuan srigala buas.


" Seperti nya kita terjebak di tempat ini Ronald,"


Ucap Rebecca sambil sesekali melihat ke sekeliling nya.


" Pasti ada jalan, Mari kita coba mencari tangga darurat untuk menuju ke luar,"


Jawab Ronald dengan penuh keyakinan.


Kemudian Ronald dan Rebecca pun melanjutkan pencarian nya dengan di ikuti ribuan kawanan srigala di belakang nya, Sedangkan saat itu wakil presiden membawa masuk Sandi kedalam mobil nya lalu mulai lah wakil presiden mengancam kepada Sandi agar ia tidak ikut campur dengan urusan nya saat ini.


" Masuk lah bila kamu di luar mana mungkin bisa melihat surat perintah itu,"


Perintah wakil presiden kepada Sandi yang saat itu berdiri di sisi mobil nya.


Kemudian dengan tatapan penuh curiga Sandi masuk kedalam mobil wakil presiden kemudian duduk tepat di samping wakil presiden tetap dengan posisi waspada dan perasaan curiga, Kemudian dengan tatapan fokus ke sebuah kontainer di hadapan nya mulai lah wakil presiden memainkan akting nya di hadapan Sandi.


" Terimalah ini sebab aku yakin gaji mu tidak besar dari kantor mu dan setelah ini pergilah yang jauh, Aku yakin dengan nominal segitu cukup untuk mu dan keluarga mu bertahan hidup di tempat lain,"


Ucap wakil presiden sambil menyodorkan sebuah cek kepada Sandi dengan tertera nominal yang berjajar.


" Maaf yang saya minta surat perintah bukan kertas yang anda pegang Pak,"


Jawab Sandi dengan tatapan sinis bergantian memandang kertas yang di pegang wakil presiden.


" Baik lah bila itu pilihan mu dan aku tidak bisa memaksa mu juga untuk aku ajak bekerja sama,"


Ucap wakil presiden sambil sambil menyalakan korek dan membakar kertas itu.


" Apa maksud anda?"


Tanya Sandi dengan tatapan bingung.


" Seperti nya nasib keluarga mu akan sama seperti nasib kertas ini terbakar hangus dan habis,"


Jawab wakil presiden sambil membuka kaca mobil dan melemparkan kertas yang terbakar keluar mobil.


" Jangan ganggu keluarga ku, Mereka tidak ikut campur masalah ini!"


Ucap Sandi dengan nada geram.


" Bila begitu kamu pun jangan ikut campur dengan urusan ku dan segeralah tarik mundur pasukan mu lalu segeralah pulang lihat keluarga mu, Simple kan?"


Ucap wakil presiden dengan senyum licik.


" Sungguh biadab anda!"


Jawab Sandi dengan geram sambil membuka pintu mobil untuk keluar.


" Satu lagi, Sampaikan salam ku untuk anak dan istri mu di rumah dan ingat jangan pernah melawan ku."


Ucap wakil presiden sambil memegang lengan Sandi.


Saat itu Sandi tidak menjawab sama sekali dan menarik lengan nya dari pegangan wakil presiden dengan tatapan penuh amarah dan dendam Sandi pergi dari mobil wakil presiden dan berjalan menuju ke para anggota nya yang sudah bersiap memasangkan alat peledak di gedung rumah sakit.


Kemudian Sandi pun segera menginstruksikan kepada anggota nya untuk mundur dan kembali ke kantor dengan mengatakan operasi saat ini sudah di ambil alih oleh pasukan wakil presiden dan para anggota Sandi mengikuti semua instruksi untuk kembali ke kantor, Di saat melihat hal itu wakil presiden tersenyum licik kepada Sandi yang sedang menahan emosi nya.


Sedangkan di hotel Ine, Robert dan Mikael baru saja keluar dari kamar mereka untuk menuju restoran sebab sudah waktu nya makan siang dan mereka berencana akan berjalan - jalan ke tempat wisata bersama Ronald dan Rebecca namun saat mereka tiba di restoran hotel tidak menemukan mereka berdua.


Ucap Robert sambil menarik kursi di hadapan nya.


" Apakah mereka masih tidur Ayah?"


Tanya Mikael dengan tatapan polos.


" Atau mereka sedang berada di rumah duka dan bisa jadi juga mereka masih berada di rumah sakit,"


Jawab Ine sambil membuka menu makanan.


" Mungkin bisa juga seperti itu, Setelah kita makan baru kita lihat ke rumah sakit benarkah mereka masih berada di sana,"


Jawab Robert sambil membuka hp dan mencoba menghubungi Sandi untuk menanyakan kondisi saat ini.


Seperti nya telepon dan chat dari Robert tidak di terima oleh Sandi meski posisi ponsel Sandi sedang aktif saat itu dan hal itu membuat Robert sedikit curiga apa yang sedang terjadi sebenar nya sebab saat itu hati Robert merasa ada sesuatu yang terjadi namun ia tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka semua saat ini.


Kemudian mereka bertiga pun menikmati makan siang nya saat itu dengan diselingi guyonan ringan namun tetap saja sangat terlihat ekspresi wajah Robert yang terlihat panik dan pasti nya Ine sebagai istri sangat paham dengan ekspresi suami nya yang membuat diri nya juga bertanda tanya apa sebenarnya yang terjadi di luar sana.


Di tengah mereka sedang menikmati makan siang nya tiba - tiba Mikael menunjuk televisi yang saat itu memberitakan tentang kondisi kota yang sedang ricuh dengan di temukan nya tiga monster dan saat ini ketiga monster itu berada di rumah sakit dan saat mendengar berita tersebut sontak mereka menghentikan makan kemudian mereka saling pandang.


" Ayah itu mereka di rumah sakit sedangkan Paman dan Bibi juga di sana kan?"


Tanya Mikael dengan nada dan tatapan panik.


" Sayang bukan kah mereka sudah mati semalam saat kalian hajar?"


Tanya Ine dengan tatapan bingung.


" Aku tidak tahu masalah mereka hidup atau mati semalam itu tetapi yang utama kita harus segera menuju kesana saat ini,"


Jawab Robert sambil mendorong mundur kursi nya lalu bangkit dari duduk nya.


Kemudian hal itu di ikuti oleh Ine dan Mikael dengan tatapan wajah panik mengingat Ronald dan Rebecca sedang tidak bersama mereka saat ini dan juga mereka tidak tahu pasti saat ini Ronald dan Rebecca sedang berada di mana, Setelah mereka berada di luar hotel lalu mereka bertiga pun merubah diri nya menjadi srigala buas dan berlari menuju rumah sakit untuk memastikan berita yang sedang beredar saat ini.


Serta mereka mencari keberadaan Ronald dan Rebecca saat ini sebab nya mereka sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka berdua bila mereka sampai terbawa emosi mengejar dan menghajar Robin, Hendrik dan Clark sebab kekuatan mereka sangat lah jauh berbeda yang terjadi mereka berdua hanya menyerahkan nyawa nya mati sia - sia dan akan menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat lagi.


" Ayah di depan sana banyak sekali militer apa yang harus kita perbuat?"


Tanya Mikael sambil terus berlari kedepan.


" Di ujung jalan kita berpencar, Kamu dan Ibu mu lewat lah dari pintu belakang dan Ayah akan menemui mereka,"


Jawab Robert yang juga sedang berlari di samping Mikael.


" Sayang berhati - hati lah mereka semua itu monster yang berwujud manusia."


Ucap Ine sambil berlari mengikuti Robert dan Mikael.


Setiba nya mereka bertiga di ujung jalan maka Ine dan Mikael berpisah dengan Robert yang merubah wujud nya kembali menjadi manusia dan berjalan menghampiri para pasukan militer yang sedang sibuk menyiapkan kontainer untuk memasukan ketiga monster yang saat ini sudah di rantai di ruang ICU rumah sakit saat ini.


Ternyata ketiga monster yang di rantai itu sudah sadar kan diri dan mulai berontak membuat perlawanan kepada para pasukan militer yang sedang mengitari ketiga tubuh monster yang sudah di rantai dan bisa di pastikan mereka bertiga ingin lepas dari rantai itu lalu melarikan diri lagi dan di saat ada kesempatan pasti nya mereka akan membuat keonaran lagi di kota.


" Maaf ini ada apa, Mengapa di depan ruang ICU ada kontainer memang sedang mengirim apa?"


Tanya Robert sambil berdiri di samping penjaga.


" Kami akan memindahkan tiga monster ke laboratorium untuk di teliti, Maaf bila tidak berkepentingan silahkan menjauh,"


Jawab penjaga itu sambil mendorong dada Robert agar mundur.


Saat itu dari kejauhan Robert melihat Tuan Alonso yang saat ini menjadi wakil presiden sedang berdiri tepat di depan pintu masuk ruang ICU di situlah Robert berfikir bahwa hal ini adalah permainan elit politik sama seperti beberapa tahun yang lalu sampai pusat kota dan beberapa wilayah lain nya lumpuh serta banyak nya korban jiwa.


Dengan waktu bersamaan Robert melihat Mikael yang memberi isyarat kepada nya di minta untuk segera datang ke samping gedung lalu Robert pun menyingkir dari hadapan militer setelah di balik sebuah pohon Robert merubah wujud nya kembali menjadi srigala buas dan bergabung dengan Ine dan Mikael di pintu samping gedung rumah sakit.


" Apa yang kalian temukan?"


Tanya Robert sambil mendekat kepada Ine.


" Ayah, Aku dan Ibu sangat yakin kalau Paman dan Bibi ada di bawah sana,"


Jawab Mikael sambil mendekati sebuah lubang ventilasi.


" Benar sayang, Aku tadi mencoba melihat di sana banyak sekali kawanan srigala,"


Imbuh Ine sambil berjalan mendekati Robert.


" Ruangan apa di bawah itu lalu sedang apa mereka di sana?"


Tanya Robert sambil bergantian memandang ke arah Ine dan Mikael.


Mereka bertiga diam sejenak untuk berfikir bagaimana dan lewat mana untuk menjangkau mereka serta untuk apa mereka disana, Di saat mereka sedang berfikir tiba - tiba terdengar dentuman yang sangat keras dari sisi selatan gedung dan pasti nya mereka bertiga lumayan terkejut mendengar nya, Belum sempat mereka bertiga bergerak untuk melihat tiba - tiba sudah berdatangan kawanan srigala buas.


Dari mana asal mereka lalu apa yang akan mereka lakukan, Apakah mereka semua di panggil oleh Ronald dan Rebecca lalu di mana mereka berdua apakah mereka berdua terluka hingga kawanan srigala buas ini datang kemari untuk menyerang pasukan militer?


Bergumam lah dalam hati Robert sambil menyaksikan kawanan srigala buas yang berjumlah ribuan lewat di hadapan nya dan berbagai penjuru menuju ke arah depan di mana para militer sedang berjaga dan bisa di pastikan saat itu terjadi lagi peperangan antara militer dan kawanan srigala buas.


Lalu apakah yang akan di lakukan Robert dan Ine saat menyaksikan semua itu terjadi di hadapan nya apakah mereka berdua akan membantu Ronald dan Rebecca atau kah akan membantu pasukan militer, Serta apakah Robin, Hendrik dan Clark mau bergabung dengan Alonso juga membantu nya untuk menggulingkan pemerintahan saat ini?


Ikuti terus kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.