I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 42 . HIDUP DALAM KEKHAWATIRAN



Sebagai manusia sudah menjadi suatu hal yang bisa bila mengalami yang nama nya khawatir namun bila kekhawatiran itu berlebih sama saja dengan tidak menaruh kepercayaan kepada Tuhan yang mampu memberi apa pun yang kita butuh kan, Maka dari itu tumbuhkan iman percaya kepada Tuhan agar tidak mengalami khawatir yang berlebih.


Begitu juga yang saat ini di alami oleh Ina yang baru saja tiba di wilayah timur dan pasti nya baru pertama kali menginjak kaki di wilayah itu begitu juga dengan Robert mereka berdua sama - sama tidak memiliki sanak saudara di wilayah itu hanya mereka mengenal Vico sang masinis yang di mata Ina sesosok mahkluk aneh.


" Tuan kita sudah sampai di stasiun wilayah utara, pakai baju saya agar tidak mengundang perhatian."


Ucap Vico sambil menyodorkan baju kepada Robert.


" Terimakasih Vico, Jangan panggil aku dengan sebutan tuan panggil saja aku Robert."


Jawab Robert sambil senyum menerima baju dari Vico.


" Baik Tuan eh Robert, maaf belum terbiasa."


Ucap Vico sambil merapikan barang bawaan nya.


Saat itu Ina terdiam sambil memeluk baby Scudetto sambil berfikir akan pergi kemana diri nya bersama Robert sebab Ina sangat sadar diri nya tidak memiliki saudara dan tidak memiliki cukup uang juga jadi bila harus tinggal di hotel itu sangat tidak mungkin.


Kemudian mereka bertiga pun keluar dari ruang masinis dan Vico berjalan menuju ke kantor masinis di stasiun untuk membuat laporan sedangkan Robert dan Ina duduk di sebuah bangku panjang yang berada di ruang tunggu penumpang, ya maklum lah stasiun wilayah timur ini bukan lah stasiun besar jadi tempat ruang tunggu nya tidak seluas dan megah seperti stasiun pusat kota.


" Robert akan pergi kemana kita apakah kamu ada tujuan atau saudara di wilayah ini?"


Tanya Ina sambil melihat sekitar dan sesekali mengelus kepala baby Scudetto.


" Tidak ada, Aku juga sedang berfikir bagaimana cara kita kembali ke pusat kota saat ini."


Jawab Robert dengan tatapan panik.


" Apa kamu sadar dengan ucapan mu, kamu tahu kan bagaimana kondisi di pusat kota saat ini dan kamu mau mengajak aku dan Scudetto kembali kesana sekarang?"


Tanya Ina dengan nada bingung dengan pola pikir Robert.


" Lalu kita akan tinggal di mana Ina, di sini kita tidak ada saudara atau pun kenalan yang bisa menolong kita bahkan uang kita tidak cukup untuk menyewa hotel?"


Jawab Robert yang mencoba memberi penjelasan kepada Ina yang sedang khawatir.


" Lalu selama ini kalian menganggap ku apa?"


Tanya Vico yang tiba - tiba sudah berada di belakang Robert dan Ina.


" Vico kamu?"


Ucap Robert yang terkejut dengan kehadiran Vico.


" Bila kalian tidak mau menganggap ku saudara bagaimana bila kalian menganggap ku sebagai kawan kalian?"


Tanya Vico sambil senyum dan merentangkan kedua tangan nya.


" Terimakasih banyak Vico kamu sudah banyak menolong kami berdua."


Jawab Robert sambil merangkul tubuh Vico.


" Kita kan sesama manusia harus saling menolong, mari tinggal lah bersama ku dan kebetulan aku tinggal sendiri di rumah."


Ucap Vico sambil membantu Robert membawa tas.


" Bukan nya kamu memiliki saudara perempuan?"


Tanya Ina sambil berjalan mengikuti Robert.


" Benar tapi saudara perempuan ku sudah berkeluarga dan mereka pun bukan saudara kandung ku, inti nya nasib kita sama hidup sebatang kara."


Jawab Vico sambil berjalan menuju sebuah mobil di parkiran stasiun.


Kemudian mereka bertiga pun masuk kedalam mobil dan meluncur menuju rumah Vico yang letak nya tidak begitu jauh dari stasiun kereta dan saat itu Vico menceritakan bagaimana sebenar nya kehidupan nya dengan keluarga nya dan saat itu Robert lumayan terkejut saat Vico menyebutkan nama Ayah nya sebab Ayah Vico ternyata Felix musuh bebuyutan Robert dan Felix lah penyebab semua masalah ini.


Sungguh tidak masuk akal dalam kondisi ku seperti ini ternyata yang menolong adalah putra dari Felix orang yang telah membuat masalah besar bahkan mahkluk yang paling aku benci karena dia kedua orang tua ku, istri ku dan semua kawan - kawan ku menjadi monster tapi saat ini putra nya sedang duduk di samping ku dan menyelamatkan nyawa ku beberapa kali, Oh Tuhan lakon apa ini yang sedang aku peran kan?


Bergumam lah Robert sambil sesekali menarik nafas dalam - dalam untuk meringankan rasa dada nya yang sesak dan saat itu Ina berfikir penyebab sesak dada nya Robert karena luka yang di alami saat memisahkan gerbong kereta sebab Ina tidak mengetahui siapa Felix sebenar nya dan andaikan Ina tahu siapa Felix sebenar nya pasti akan sangat emosi.


Sebab Felix lah penyebab munculnya semua monster sehingga kedua orang tua Ina pun meninggal dunia di cabik - cabik oleh para monster tersebut, tidak begitu lama sampai lah mereka di depan sebuah rumah yang tidak begitu besar namun nyaman dan ada taman kecil di depan rumah itu.


Saat itu sambil menggendong baby Scudetto, Robert terdiam sambil memandang ke arah Vico yang berjalan terlebih dahulu menuju rumah nya sambil membawa beberapa tas sedangkan Ina berdiri di samping Robert sambil membawa tas berisi obat - obatan di tangan nya.


" Apa yang sedang kamu pikirkan?"


Tanya Ina sambil bergantian melihat ke rumah Vico dan ke Robert.


" Tidak ada, hanya aku teringat sesuatu."


Jawab Robert sambil menarik nafas.


" Terus saja kamu hidup dengan masa lalu mu dan jangan pernah anggap aku dan Scudetto ada!"


Ucap Ina dengan nada gusar sebab berfikir bahwa Robert mengingat mendiang istri nya.


" Kenapa dia selalu saja salah sangka pada ku andaikan dia tau pasti dia yang lebih emosi."


Ucap Robert lirih sambil melangkah mengikuti Ina dari belakang.


Saat itu Ina lumayan bersyukur sebab ternyata Vico mau menolong mereka berdua, Ya meski Vico sikap nya sedikit narsistik dan aneh tapi masih memiliki empati yang tinggi pikir Ina yang belum mengetahui siapa sebenar nya Ayah kandung Vico dan Robert mulai di landa gelisah dalam hati nya antara menceritakan hal tersebut kepada Ina atau diam saja di pendam dalam hati.


" Maaf bila tempat tinggal ku tidak megah dan mewah seperti rumah kalian di kota namun minimal kalian bisa beristirahat dan memulihkan tenaga."


Ucap Vico sambil menyalakan lampu ruang tamu.


" Kami sudah sangat bersyukur Vico kamu mau menolong kami dalam kondisi seperti ini."


Ucap Ina sambil tersenyum ramah kepada Vico.


" Berarti anda tidak akan menampar saya lagi kan Nyonya Robert?"


Tanya Vico dengan nada bercanda.


Jawab Ina sambil senyum simpul.


" Baik lah akan saya ingat, Silahkan itu kamar kalian dan aku di kamar sini bila ada yang perlu di bantu panggil saja Vico akan siap membantu."


Ucap Vico sambil menunjuk kan sebuah kamar dengan senyuman menghiasi wajah nya.


" Ok Vico selamat istirahat."


Balas Ina sambil senyum dan masuk kedalam kamar.


Saat itu Robert masih berjalan mengitari ruang tamu melihat beberapa foto yang terpampang di sebuah meja di sisi tembok sambil berfikir ternyata benar Vico adalah putra dari Felix dan saat itu Robert sempat berfikir apakah semua ini adalah jebakan yang di persiapkan Felix dengan mengirimkan putra nya untuk berpura - pura menolong diri nya dan Ina atau kah benar yang di katakan Vico bahwa diri nya tidak sepaham dengan Felix.


Kekhawatiran pun semakin menghantui hati dan pikiran Robert saat itu sebab semua itu terjadi karena Robert telah melalui kejadian yang sangat tragis kehilangan orang yang di cintai nya serta kawan - kawan seperjuangan nya sedangkan Ina bermain sendiri dengan pikiran nya mengenai Robert yang bersikap dingin pada nya tiba - tiba dan Ina berfikir itu karena masa lalu nya.


Andai saja aku bisa memilih aku akan memilih tidak mengenal mu sama sekali dan tidak ada rasa cinta dan sayang ini untuk mu dari pada aku harus merasa mencintai mu sendiri namun dalam hati dan pikiran mu selalu ada mendiang istri mu, Aku tahu hal itu tidak mudah namun tolong belajarlah untuk menghargai perasaan bahkan aku saja mampu menerima semua kekurangan dan kelebihan mu.


Bergumam lah dalam hati Ina sambil sesekali menyeka air mata nya yang tidak mampu terbendung sambil menata beberapa baju dan keperluan baby Scudetto di sebuah rak kecil di atas meja sedangkan Vico di dalam kamar nya merasa bahagia sebab sekarang diri nya merasa memiliki keluarga tidak sendiri lagi dan pasti nya rumah nya tidak sepi lagi dan ada baby Scudetto yang akan membuat hari - hari Vico lebih berwarna.


" Mana anak nya akan ku mandi kan."


Ucap Ina dengan nada datar berdiri di samping Robert.


" Jangan di mandi kan ini sudah malam nanti sakit anak ku."


Jawab Robert sambil menyerahkan Scudetto kepada Ina.


" Kalau tidak di mandi kan pasti akan rewel, Jadi kamu lebih baik diam ok."


Ucap Ina sambil berjalan meninggal kan Robert di ruang tamu.


Saat itu Robert hanya mampu menghela nafas melihat perlakuan Ina kepada nya dan Robert melihat mata Ina sembab seperti baru saja menangis dan tidak lama kemudian Vico pun keluar dari kamar nya sambil membawa beberapa tumpuk baju untuk Robert dan Ina.


" Robert pakai lah ini dan maaf bila baju ku tidak bermerek maklum lah aku hanya seorang masinis gaji ku pun tidak sebesar orang kantoran dan ini ada beberapa baju wanita milik Kakak perempuan ku sewaktu belum menikah bisa di gunakan istri mu."


Ucap Vico dengan penuh semangat.


" Terimakasih, Vico bisakah kita berbicara sebentar?"


Tanya Robert dengan tatapan tajam.


" Bisa, Ada apa Robert apakah ada yang salah dengan sikap ku kepada kalian?"


Jawab Vico sambil berbalik bertanya dengan tatapan bingung melihat ekspresi Robert saat itu.


Kemudian tanpa banyak berbicara Robert mengajak Vico berbicara di luar rumah lebih tepat nya di taman depan rumah Vico, Sambil duduk di sebuah bangku Robert mencoba menata nafas dan emosi nya untuk berbicara dengan Vico yang sebenar nya tidak mengetahui masalah sebenar nya yang terjadi di kota dan dari mana asal para monster yang menduduki kota.


" Vico tolong jawab jujur apakah kamu mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh Ayah mu?"


Tanya Robert sambil menahan emosi nya.


" Aku tidak tahu apa pun sebab sudah hampir sepuluh tahun aku tidak pulang dan bertemu dengan Ayah ku, Sebenar nya apa yang terjadi?"


Jawab Vico dengan tatapan bingung.


" Kamu masih ingat kan mengenai para monster yang mengejar kita di stasiun kota beberapa hari yang lalu?"


Tanya Robert dengan tatapan tajam.


" Iya aku ingat, Lalu apa hubungan nya para monster itu dengan Ayah ku?"


Tanya Vico yang semakin penasaran.


" Ayah mu lah yang menciptakan semua monster itu bahkan kedua orang tua, istri dan kawan - kawan ku pun dihabisi oleh monster itu dan hingga kini adik kandung ku pun di jadikan monster oleh Ayah mu."


Jawab Robert dengan suara bergetar menahan amarah.


" Benar kah seperti itu, Pasti ini semua ulah dari Ronald sialan itu."


Ucap Vico sambil memukul sebuah pohon di samping nya.


" Siapa Ronald apakah orang kepercayaan Ayah mu juga?"


Tanya Robert dengan tatapan curiga.


" Bukan, Ronald adalah adik ku yang selalu terobsesi menaklukkan dunia dengan semua hasil penelitian nya dan lagi Ayah selalu mendukung maka dari itu aku memilih pergi meninggalkan rumah."


Jawab Vico dengan pandangan geram setelah mengetahui prilaku Ayah dan Adik nya.


" Begitu rupa nya, Tapi tolong sementara ini jangan sampai Ina tau siapa sebenar nya Ayah mu sebab kedua orang tua Ina pun menjadi korban dari para monster itu."


Ucap Robert sambil menepuk pundak Vico yang terlihat gusar mengetahui ulah keluarga nya.


Dan saat itu Ina setelah memandikan Scudetto berniat menyuruh Robert mandi namun saat itu Ina tidak menemukan Robert di ruang tamu dan saat diri nya mengintip di jendela terlihat lah mereka berdua sedang duduk di taman dan seperti nya sedang membicarakan sesuatu yang penting namun Ina tidak mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan saat itu.


" Robert segeralah mandi dan kamu Vico bisa aku minta tolong jaga kan Scudetto sebentar sebab aku akan membuat makan malam?"


Tanya Ina sambil berdiri di hadapan mereka berdua.


" Baik Kakak, Sini keponakan ku yang tampan sama Om Vico yang tampan dan mempesona sekamar."


Jawab Vico sambil menggendong baby Scudetto.


Sedangkan Robert dengan ekspresi yang dingin segera bangkit dari duduk nya dan berjalan masuk kedalam rumah dan menuju kamar nya untuk segera mandi saat itu sikap Robert sangat membuat sesak dada Ina yang selalu bergulat dengan perasaan nya sendiri yang merasa tidak di anggap kehadiran nya dengan Robert sedangkan Robert sedang memikirkan bagaimana cara nya membekuk Felix dan memulihkan Robin menjadi manusia lagi seperti semula.


Wah ... wah seperti nya mereka saling bermain dengan pikiran masing - masing lalu apakah yang akan di lakukan oleh Vico apakah benar Vico akan membantu Robert dan Ina ataukah Vico akan tertipu oleh rayuan Ronald dan Felix untuk pulang dan bergabung dengan mereka berdua?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan selalu ikuti hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semakin semangat nulis nya.