I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 71 . ADU STRATEGI



Matahari akan tenggelam persiapan kawanan srigala sudah semakin matang dengan segala kemungkinan yang akan terjadi sebab pasti nya akan banyak korban jiwa saat terjadi penyerangan nanti, Ternyata di pihak Robin pun sudah menyusun strategi bagaimana cara menjatuhkan Robert beserta kawanan para srigala buas tersebut dan misi kepala suku Giant adalah mendapatkan kalung wasiat dari para leluhur.


Sedangkan saat ini kalung tersebut sudah di gunakan oleh Scudetto bukan lagi dengan Robert namun mereka tidak mengetahui hal tersebut, Saat itu Robin sedang membahas penyerangan dengan kepala suku Giant yang akan di laku kan malam ini mendatangi kediaman Robert sebab kepala suku Giant sangat yakin saat malam tiba mereka akan lengah dan banyak kawanan srigala yang berburu jadi kekuatan mereka berkurang.


" Paman kita harus menyusun siasat untuk menghancurkan kawanan srigala bodoh itu,"


Ucap Robin dengan nada geram.


" Benar Robin, Kita harus bisa mendapat kan kalung wasiat yang di gunakan Robert itu secepat nya agar kita bisa kembali ke wujud manusia normal lagi,"


Jawab Defonz kepala suku Giant dengan lirikan sinis.


" Apakah kalung wasiat itu begitu besar kekuatan nya Paman?"


Tanya Robin dengan tatapan serius.


" Benar kalung wasiat itu sangat besar kekuatan nya hingga siapa pun yang memakai nya akan memiliki kekuatan seribu srigala dan tidak akan mudah di lenyap kan, Mungkin tubuh nya mati namun jiwa mereka tetap ada dan bisa masuk kedalam srigala mana pun,"


Jawab Defonz dengan nada tenang namun tatapan yang penuh dendam.


" Bila kita bisa memiliki kalung wasiat itu maka dengan mudah kita menggenggam dunia dan mereka semua akan tunduk kepada kita Paman,"


Ucap Robin diiringi dengan ketawa lepas.


" Maka dari itu segera siapkan pasukan mu untuk menyerang kerumah Robert dan mengambil kalung wasiat itu secepat nya,"


Perintah Defonz dengan sorot mata kejam dan senyum licik.


" Baik Paman akan aku persiapkan mereka, KITA AKAN JADI PENGUASA DUNIA PAMAN."


Teriak Robin sambil berjalan meninggal kan Defonz.


Bukan kita tapi aku anak bodoh, Aku hanya memanfaatkan mu saja saat ini bila saat nya tiba akan ku lenyap kan diri mu dari muka bumi ini agar tidak menghalangi langkah ku menjadi penguasa dunia.


Bergumam lah Defonz dengan sedikit melirik ke arah Robin yang sedang sibuk mengumpulkan para monster untuk melakukan penyerangan ke rumah Robert, Sedangkan di rumah Robert sendiri Ine, Scudetto dan Mikael berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Robert di dalam sudah ada Ina, Rowdi dan Robert yang sedang terbaring di tempat tidur.


" Ibu kami akan pergi menyerang para monster doa kan kami bisa kembali membawa kemenangan,"


Ucap Mikael dengan wujud srigala besar berbulu putih yang gagah.


" Ina jaga Robert dengan baik dan bila terjadi sesuatu panggil lah aku,"


Ucap Ine dengan wujud srigala berdiri di hadapan Ina.


" Iya pasti aku akan menjaga Robert dengan baik dan akan memanggil mu bila ada sesuatu hal terjadi pada kami, Doa Ibu dan Ayah mu pasti menyertai mu anak ku,"


Jawab Ina sambil mengelus kepala Mikael dan Scudetto kemudian mencium kening mereka.


" Kalian berhati - hatilah dan ingat sebelum matahari terbit kalian harus segera kembali apapun kondisi nya,"


Ucap Rowdi dengan tegas.


" Baik Kakek."


Jawab Mikael sambil bersimpuh di hadapan Ina dan Rowdi untuk meminta izin pergi.


Kemudian mereka bertiga pun bergegas menuju pelataran rumah Robert yang luas dan bergantian mereka berempat berteriak memanggil kawanan srigala buas lain nya yang berasal dari hutan liar dari berbagai wilayah tidak membutuhkan waktu lama maka berkumpul lah para kawanan srigala buas yang berjumlah ratusan ribu di hadapan mereka.


Lalu Mikael dan Scudetto membagi para pasukan srigala buas tersebut menjadi 5 kelompok dan di berikan tugas masing - masing di setiap kelompok nya, Setelah di bagi menjadi 5 kelompok mereka pun berangkat melalui 5 penjuru mata angin sesuai arahan Mikael dan Scudetto lalu mereka pun berlarian menuju arah mata angin dengan formasi bagaikan busur panah yang melesat menuju titik tuju sarang para monster.


Posisi sarang para monster saat ini sudah dalam kepungan srigala buas meski posisi nya sangat jauh namun bila di lihat dari atas maka pergerakan para kawanan srigala buas semakin mendekat ke sarang para monster, Sedangkan saat itu para monster sudah berkumpul di teras depan rumah Robin bersiap akan berangkat menuju rumah Robert.


Sesaat kemudian gerombolan para monster yang berjumlah ribuan itu berjalan menuju rumah Robert dengan di pimpin oleh Robin dan Defonz sambil senyum bangga sebab saat ini kekuatan para monster sudah bertambah jumlah dan kekuatan nya dengan bergabung nya suku Giant dengan para monster.


" Hendrik sudah malam begini kita mau di bawa kemana?"


Tanya Felix sambil berjalan di samping Hendrik.


" Daur ulang biar kamu lebih bermanfaat untuk campuran oli mesin truk,"


Jawab Hendrik sambil menahan senyum.


" Yang benar saja mengapa hanya aku, Lalu yang lain nya untuk apa dan kamu untuk apa?"


Tanya Felix dengan nada serius.


" Yang lain nya berperang lah melawan kawanan srigala buas sedangkan kalau kamu kan takut berperang melawan srigala jadi di buat campuran oli truk saja, FELIX PERGI KEMANA KAMU!"


Jawab Hendrik sambil berteriak memanggil Felix yang berlari menjauh.


" KALIAN SAJA MAJU DULUAN KALAU ROBIN MENCARI KU BILANG SAJA AKU SEDANG BUANG AIR KECIL DI SAMPING BUKIT."


Teriak Felix sambil berlari tidak tentu arah.


Dasar Felix bodoh selalu saja membuat ulah lihat saja kamu Felix akan ku buat terkejut sampai kamu pingsan, Bisa lah aku bercanda dengan Felix sebentar lagi pula jarak kampung Robert kan masih jauh dari sini.


Bergumam lah Hendrik sambil berlari keluar dari barisan dan mengejar Felix yang berlari tidak tentu arah tujuan sedangkan mereka semua tidak menyadari bahwa kurang beberapa puluh meter lagi sudah di hadang oleh ratusan ribu srigala buas yang di pimpin oleh Mikael yang kekuatan nya sangat jauh di banding dengan monster dari suku Giant.


" BERHENTI, MUSUH MENDEKAT BUAT FORMASI NAIK KE ATAS POHON!"


Teriak Mikael sambil menghentikan langkah kaki nya dan memberi instruksi kepada pasukan srigala buas.


Dengan sigap mereka semua mematuhi perintah Mikael dan mengintai siapa sebenar nya yang datang apakah para monster ataukah kawanan hewan buas yang sedang berburu, Dengan tatapan yang tajam para srigala buas tengah mengintai jalan setapak ada yang berada di atas pohon dan ada juga yang berada di balik semak - semak yang cukup rimbun.


" Paman seperti nya kita ada yang sedang mengawasi,"


Ucap Robin sambil sesekali memperhatikan sekeliling nya.


" Hanya hewan yang sedang berburu saja pasti nya itu, Sebab setahu ku rumah Rowdi masih jauh dari sini dan saat ini belum waktu nya bulan purnama,"


Jawab Defonz dengan nada tenang namun tetap waspada.


Tidak lama kemudian terdengar suara teriakan dari arah belakang para monster sambil berlari tunggang langgang menuju di mana Robin dan Defonz berjalan dan saat itu Robin melihat ke arah belakang untuk melihat apa yang sedang terjadi namun dengan tiba - tiba tubuh Robin di serang oleh srigala yang lumayan besar berwarna putih menyerang nya dengan brutal dan tanpa henti.


" HENTIKAN SRIGALA BODOH AKU BUKAN MANGSA MU!"


Teriak Robin sambil memukul wajah Mikael dengan keras.


" Tuan mengapa kita bersembunyi di sini bukan kah kita sudah bergabung dengan pasukan nya Robin?"


Tanya salah satu monster dari suku Giant yang berdiri di belakang Defonz.


" Untuk apa kita membantu nya apakah kamu lupa bahwa dia lah yang buat kita menjadi seperti ini lagi pula aku tidak berminat menjadi bawahan dia!"


Jawab Defonz dengan nada sinis.


" Lalu. apa yang akan kita lakukan Tuan?"


Tanya nya lagi dengan tatapan serius.


" Kita mencari jalan keluar dari goa ini agar bisa sampai ke rumah Robert secepat nya."


Jawab Defonz dengan memberi kode kepada anak buah nya berjalan mundur.


Saat itu para anggota suku Giant berjalan menyusuri goa sedangkan dalam waktu singkat Robin beserta pasukan nya para monster dapat di bekuk oleh kawanan srigala buas yang di pimpin oleh Mikael kemudian Mikael mengikat Robin dengan sebuah rantai besar dan membawa nya menuju sarang para monster.


Saat itu di sarang para monster sudah tiba kawanan srigala yang di pimpin oleh Rebecca, Ronald dan Ine saat itu mereka merasa aneh mengapa sarang mereka sepi dan tidak ada satu monster pun di sana dan mereka sempat berpikir ini sebuah jebakan yang di buat oleh Robin namun bagaimana mungkin Robin bisa mengetahui kedatangan mereka.


Di sisi lain ada Hendrik dan Felix yang baru saja selesai bermain kejar - kejaran dan hendak kembali bergabung dengan monster yang lain namun mereka hanya menemukan beberapa monster yang sudah terluka parah dan tidak dapat di selamatkan lagi.


" Kata kan siapa yang menyerang kalian lalu Robin di mana?"


Tanya Hendrik dengan memegang kepala monster yang sedang terluka parah.


" Robin di bawa mereka."


Jawab monster tersebut dengan menunjuk ke arah markas mereka.


" Siapa yang membawa nya kesana, KATAKAN!"


Teriak Hendrik dengan nada panik.


" Sudah lah Hendrik, Dia sudah mati mana mungkin bisa berkata - kata,"


Jawab Felix sambil duduk di hadapan Hendrik.


" Sial siapa yang melakukan ini dan para suku Giant itu kemana pergi nya apakah tidak membantu Robin?"


Tanya Hendrik sambil melihat sekeliling nya.


" Bisa jadi yang melakukan suku Giant itu sendiri sebab bagi ku kepala suku Giant itu menaruh dendam kepada kita semua."


Jawab Felix dengan santai nya.


" Benar juga mengapa aku tidak berpikir mengenai hal itu, Felix ayo kita kesana dan membebaskan Robin,"


Ucap Hendrik sambil bangkit dari duduk nya.


" Kamu saja, Aku tidak mau di lempar pot bunga lagi."


Jawab Felix sambil merebahkan tubuh nya ke tanah.


" KAMU MAU IKUT DENGAN KU ATAU HAL YANG SANGAT BERHARGA DI HIDUP MU AKAN AKU HANCURKAN!"


Ucap Hendrik sambil mengarahkan telapak kaki nya di atas bagian tubuh Felix yang vital.


" Iya aku ikut tapi tidak perlu mengancam ku sampai seperti itu juga kan."


Ucap Felix sambil bangkit berdiri mengikuti Hendrik.


Dengan sedikit berlari mereka berdua kembali menuju markas dengan berfikir bahwa Robin yang membawa adalah kepala suku Giant yang selama ini telah di sambut baik oleh Robin namun sesungguhnya yang membawa Robin adalah Mikael dan sekawanan srigala buas, Di sisi lain Ine, Ronald dan Rebecca merasa cemas sebab Mikael dan Scudetto belum terlihat juga seharusnya mereka yang tiba lebih dahulu sebab jarak mereka yang lebih dekat.


" Kemana mereka berdua mengapa belum tiba juga?"


Ucap Ronald sambil berdiri di teras rumah Robin.


" Seharusnya mereka berdua yang terlebih dahulu tiba di sini, Apakah mereka berdua menemui hambatan?"


Timpal Rebecca dengan tatapan cemas.


" Sebentar lagi mereka sampai tapi mengapa pasukan mereka hanya setengah bila benar mereka berdua datang bersama?"


Ucap Ine dengan penuh tanda tanya bangkit dari jongkok nya dan tatapan ke arah pagar rumah.


Dan benar saja tidak lama kemudian muncul lah Mikael sambil menarik sebuah rantai dan saat semakin dekat baru lah Ine, Ronald dan Rebecca bahwa yang di bawa oleh Mikael adalah Robin dengan wajah yang penuh luka dan badan yang sudah banyak terkoyak oleh cakar Mikael yang lumayan panjang dan tajam.


" Di mana yang lain mengapa kamu hanya membawa dia Mikael?"


Tanya Ine sambil melihat ke arah pagar.


" Siapa yang Ibu maksud, Tadi saat di perjalanan menuju kemari aku hanya berjumpa dengan mereka,"


Jawab Mikael dengan tatapan sedikit bingung melihat Ine, Ronald dan Rebecca.


" Scudetto hingga kini belum sampai dan kami mengira dia bersama mu itu tadi,"


Ucap Rebecca dengan nada cemas.


" Scudetto belum tiba, Baik lah biar aku dan Paman Ronald yang mencari nya,"


Ucap Mikael dengan tegas dan menyerahkan rantai pengikat Robin kepada Ine.


" Paman memang nya aku sudah tua apa di panggil Paman dengan Mikael."


Gerutu Ronald sambil berjalan mengikuti Mikael.


Ternyata Scudetto dengan beberapa ribu pasukan nya sedang menghadang suku Giant yang hendak menyerbu rumah Robert, Mereka bertarung sekuat tenaga saat itu Scudetto berusaha keras menahan Defonz agar tidak bisa melanjutkan perjalanan nya namun bagaimana pun juga Scudetto bukan lah lawan yang seimbang bagi Defonz namun karena bagaimana pun juga Scudetto mengemban tugas untuk melindungi pasukan dan Ayah serta Ibu nya maka apa pun di lakukan oleh Scudetto.


Lalu apakah Scudetto mampu bertahan hingga Mikael dan Ronald tiba di sisi bukit tersebut atau kah Scudetto akan di kalah kan oleh Defonz hingga meregang nyawa Scudetto, Apakah yang akan di perbuat Ine kepada Robin musuh besar nya apakah Ine akan menghabisi begitu saja ataukah Ine akan memberi waktu Robin bertaubat seperti yang pernah di kata kan Robert kepada nya?


Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.