I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 87 . BERANI MELAWAN ARUS



Bila kita berbicara mengenai arus dalam benak kita ada dua jenis arus yaitu arus listrik dan arus air sebab bila kita berbicara arus itu pasti mengenai sesuatu yang mengalir sedangkan sesungguhnya ada arus lagi yang setiap orang pasti mengalami yaitu arus kehidupan.


Mengapa di nama kan arus kehidupan sebab arus kehidupan juga mengalir di setiap detik nya bisa berubah dan hanya sampah yang akan mengalir mengikuti arus begitu juga dengan hidup ini bila kita berada di dalam sebuah arus yang keras maka pilihan kita hanya dua melawan arus atau bertahan di arus tersebut hingga kita akan mati terbawa arus tersebut.


Begitu juga saat ini yang sedang di alami oleh Robert, Ine, Mikael, Ronald dan Rebecca yang sedang dalam arus kehidupan yang lumayan deras menerpa, Tidak hanya Robin, Clark dan Hendrik yang harus berjuang melawan arus sungai demi menyelamatkan nyawa yang sedang terancam.


Malam itu Robin, Clark dan Hendrik telah di hajar oleh Robert, Mikael dan Ronald hingga babak belur dan terhempas jatuh kedalam sungai semua itu terjadi karena ulah mereka sendiri yang melakukan kecerobohan demi ambisi yang sia - sia mendapat kan kalung wasiat leluhur milik Robert yang bukan hak nya, Hingga melayang lah nyawa Felix di tangan Robin dan hal itu pasti membuat Ine, Robert, Mikael dan Ronald sedih menyaksikan kejadian malam itu.


Mereka semua berfikir Robin, Clark dan Hendrik pasti mati melihat posisi mereka yang sudah babak belur dan terjatuh di dalam arus sungai yang cukup deras namun seperti nya Tuhan punya rencana lain untuk mereka bertiga yang masih di beri kesempatan untuk bertaubat menebus segala dosa yang sudah di perbuat selama ini.


" Ine, Ikhlaskan dia kembali ke hadapan Tuhan dengan tenang,"


Ucap Robert sambil merangkul pundak Ine.


" Iya sayang aku sudah ikhlas dengan kepergian nya hanya aku sedih mengenang semua usaha nya untuk bertaubat selama ini,"


Jawab Ine sambil mencoba tersenyum kepada Robert.


Kemudian mereka berempat kembali ke hotel tempat terselenggaranya pesta resepsi pernikahan Ine dan Robert untuk menemui Rebecca yang sedang menunggu mereka semua pasti nya, Saat itu sebenarnya yang sangat merasakan kesedihan adalah Ronald sebab selama ini ia lah yang lumayan lama hidup bersama Felix sebagai Ayah tiri nya.


" Paman jangan bersedih terus sebab itu tidak akan baik, Hidup kita tetap harus berjalan,"


Ucap Mikael sambil menepuk pundak Ronald yang saat itu berada di dalam ambulance bersama jasad Felix.


" Iya aku tahu hal itu Mikael, Belum usai pertarungan ini dan aku tidak akan bisa terima dengan semua ini,"


Jawab Ronald dengan tatapan mata marah kepada Robin.


" Paman jangan siksa diri mu sendiri dengan dendam mu, Bangkit dan tatap masa depan mu."


Ucap Mikael yang mencoba memberi semangat Ronald.


Saat itu Ronald hanya mampu terdiam menunduk dan mengalir lah air mata nya membasahi wajah nya di hadapan jasad Felix yang terbujur kaku, Di sisi lain ada Rebecca yang berharap - harap cemas menunggu mereka kembali di ruangan tunggu hotel sebab para tamu sudah pulang ke rumah masing - masing.


Semoga mereka semua selamat dan mengapa tadi Felix tidak mau menurut kepada ku untuk diam di sini bersama ku, Sebenar nya ada apa lagi ini mengapa di hari bahagia mereka berdua terjadi masalah seperti ini dan semoga hal ini semua berakhir dan selanjutnya kita bisa tenang menjalani kehidupan tanpa kehadiran mereka semua para pengacau.


Bergumam lah dalam hati Rebecca sambil duduk di sebuah sofa yang berada di ruang tunggu hotel sambil sesekali memijat kening sebab merasa sangat lelah hari ini sejak pagi saja masalah yang harus di hadapi nya, Tidak lama kemudian datanglah Robert, Ine dan Mikael memasuki hotel dan menghampiri Rebecca yang sedang duduk di sofa menunggu kedatangan mereka.


" Rebecca, Maaf kan kami yang membuat mu menunggu,"


Ucap Robert sambil berdiri di hadapan Rebecca.


" Kalian sudah kembali, Di mana Ronald dan Felix mengapa tidak bersama kalian, Jangan kata kan mereka berdua ...."


Ucap Rebecca dengan nada dan tatapan khawatir.


" Maaf kan kami Bibi,"


Jawab Mikael dengan wajah sedih.


" Tidak, Kalian bohong kan mereka berdua pasti selamat kan, Kata kan Ine mereka baik - baik saja kan?"


Tanya Rebecca sambil berdiri memegang kedua pundak Ine dengan tatapan khawatir dan nada cemas.


" Rebecca ikhlas kan Felix dia sudah tenang di alam sana dan Ronald sedang menuju rumah sakit mengurus prosesi pemakaman Felix,"


Jawab Robert dengan nada dan tatap sedih kepada Rebecca.


" Felix ... Jadi Felix telah meninggal, Siapa yang melakukan Robert, Aku akan menghabisi sekarang juga!"


Rebecca yang air mata nya mulai jatuh di pipi.


" Rebecca sudah cukup jangan teruskan amarah mu, Tidak hanya kamu yang merasakan kesedihan dan sakit hati karena ulah Robin tapi tolong stop hentikan balas dendam agar kita bisa jalani hidup dangan tenang,"


Ucap Ine sambil menangis memegang lengan Rebecca.


" Silahkan kalian diam tapi tidak bagi ku, Sampai kapan pun aku akan memburu keberadaan Robin dan sebelum aku menghabisi Robin dengan tangan ku sendiri maka jangan harap aku akan melepaskan dia!"


Jawab Rebecca dengan nada geram lalu melepaskan tangan Ine.


Kemudian Rebecca pun berlari keluar dari dalam hotel dan merubah tubuh nya menjadi seekor srigala buas sambil berlari dan berteriak maka pasti nya ribuan srigala buas lain nya datang dengan mendengar teriakan suara Rebecca dan saat itu tubuh Rebecca yang berwujud srigala buas dengan di ikuti ribuan para srigala buas lain nya memecahkan hening dan dingin nya malam untuk mencari keberadaan Robin saat ini.


Saat itu Robert, Ine dan Mikael memilih membiarkan apa yang di perbuat oleh Rebecca agar ia melampiaskan amarah terlebih dahulu setelah mengetahui kenyataan bahwa Felix meregang nyawa nya karena ulah Robin dan tidak tahu harus berapa ribu korban jiwa lagi agar Robin bisa bertaubat dan menyadari apa yang ia lakukan itu adalah kesalahan yang sangat fatal.


" Mikael pergi lah ke kamar mu untuk membersihkan diri dan jangan lupa simpan baik - baik pemberian Felix,"


Ucap Ine sambil memegang lengan Mikael.


" Sayang mari kita juga menuju kamar dan membersihkan diri lalu beristirahat sebab pasti kita saat ini sama - sama merasakan lelah dan letih,"


Ucap Ine sambil menggandeng lengan Robert berjalan menuju kamar.


" Benar sayang hari ini sangat melelahkan dan membuat ku penat dan stres dengan semua permasalah yang terjadi."


Jawab Robert sambil berjalan menuju kamar pengantin mereka yang sudah di persiapkan.


Sedangkan di sisi lain ada Robin, Clark dan Hendrik yang sedang tersangkut di sebuah batu besar di sungai dengan posisi tidak sadarkan diri dan mereka bertiga pun di temukan oleh petugas kebersihan sungai yang sedang berpatroli menyusuri sungai untuk memastikan di sekitar sungai aman tidak terjadi suatu apa pun.


" Apa itu, Seperti nya manusia atau kah aku salah lihat tapi bila benar itu manusia mengapa bisa di situ bukan nya hari ini tidak ada banjir dan bila mereka tidak bisa berenang lalu terbawa arus mengapa menggunakan pakaian lengkap atau kah ini kasus pembunuhan?"


Celoteh petugas itu sambil mengarahkan senter kepada mereka bertiga.


Kemudian petugas tersebut segera menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan temuan nya di sungai saat ini sebelum diri nya membantu Robin, Clark dan Hendrik keluar dari sungai dan tidak perlu waktu lama para petugas kepolisian dan ambulance pun tiba di lokasi di mana mereka bertiga menyangkut di batu besar di sungai yang arus nya lumayan deras.


Dengan bantuan kepolisian dan beberapa petugas medis mencoba membantu menyelamatkan Robin, Clark dan Hendrik dan mereka semua tidak mengenal siapa mereka bertiga sebenarnya bila mereka mengetahui siapa mereka bertiga sebenarnya maka tidak akan membantu dan menolong nya.


Dan berita pun memberitakan kejadian tersebut pasti nya semua masyarakat begitu wakil presiden yang selama ini memiliki tujuan tertentu untuk mengganti kan posisi Presiden saat ini yang bagi nya sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi diri nya, Saat menyaksikan berita tersebut posisi wakil presiden sedang berada di ruang kerja.


Ini semua sungguh memuakkan selama bertahun - tahun aku mengabdi namun apa yang aku dapatkan hanya posisi yang tidak mendatangkan keuntungan bagi ku sama sekali, Apakah tidak ada yang bisa mendukung ku saat ini!


Bergumam lah dalam hati nya dengan gusar mengingat semua nya dan saat ini wakil presiden memutar otak untuk bisa mencapai keinginan nya agar mendapat keuntungan bagi diri nya sendiri, Sedangkan Robin, Clark dan Hendrik sudah tiba di rumah sakit dan di rumah sakit terjadilah hal yang membuat para medis ketakutan dan terkejut saat melihat mereka bertiga sebenar nya adalah monster.


Seketika rumah sakit di isolasi sebab menanggulangi ada sesuatu yang terjadi saat itu kepada masyarakat sedangkan saat itu Ronald dan Rebecca berada di rumah sakit itu juga sedang mengurus jasad Felix maka mereka berdua juga ikut panik saat mendengar bahwa rumah sakit harus di kosong kan saat itu.


" Ada apa ini kenapa tiba - tiba rumah sakit harus di kosong kan?"


Tanya Ronald dengan tatapan bingung melihat orang yang berlalu lalang di hadapan nya dengan panik.


" Benar ada apa ini sebenarnya, Apakah kawanan srigala masuk kedalam tapi di mana mereka aku tidak melihat nya?"


Jawab Rebecca yang berbalik bertanya kepada Ronald yang sedang duduk di samping nya.


" Rebecca kamu tunggu di sini aku coba bertanya kepada yang lain ada apa sebenarnya,"


Ucap Ronald sambil memegang telapak tangan Rebecca.


" Baik lah, Ronald berhati - hatilah."


Jawab Rebecca sambil tersenyum dan mengangguk kepada Ronald.


Kemudian Ronald pun bangkit dari tempat duduk dan melangkahkan kaki menuju meja informasi untuk menanyakan apa yang sebenar nya terjadi namun Ronald tidak mendapatkan jawaban dari petugas informasi yang terlihat panik dan gugup lalu segera berlari keluar menuju pintu keluar rumah sakit.


Lalu Ronald pun meninggal kan meja informasi dan berjalan menyusuri lorong dan bertanya kepada yang lain mengena informasi rumah sakit yang di kosong kan dan ada salah satu cleaning servis mengatakan kepada Ronald bahwa di rumah sakit itu ada tiga monster yang sangat menyeramkan di ruang ICU, Sontak Ronald terbelalak mendengar informasi tersebut.


Segeralah Ronald kembali ke tempat di mana Rebecca menunggu dan mengatakan bahwa saat ini mereka bertiga para monster itu berada di ruang ICU yang awal nya Ronald berfikir mereka bertiga sudah mati terbawa deras nya arus sungai namun fakta nya mereka bertiga masih selamat juga dan pasti nya hal itu waktu yang sangat tepat untuk membalas sakit hati mereka kepada Robin, Clark dan Hendrik.


Namun berbeda lagi dengan wakil presiden yang memiliki pola pikir berbeda bukan lain memanfaatkan kesempatan kali ini untuk menjatuhkan pemerintahan dan berharap presiden saat ini di lepas jabatan nya sebelum masa tugas nya berakhir dengan tuduhan tidak mampu mengemban tugas melindungi dan mensejahterakan masyarakat nya selama ini.


Maka segeralah wakil presiden mendatangi rumah sakit itu dengan tujuan menemui ke tiga monster yang sedang tergeletak tidak sadarkan diri di bad ruang ICU, Sedangkan di sisi lain Robert, Ine dan Mikael tidak mengetahui hal tersebut sebab saat ini mereka bertiga sedang tertidur lelap di kamar nya setelah melalui satu hari yang melelahkan.


Saat itu Sandi rekan kerja Ronald lumayan panik mendapat informasi tersebut dan diri nya tidak mungkin mengganggu Robert secara hari itu adalah hari pernikahan mereka dan lagi Robert sedang mengambil cuti, Jadi Sandi mengurungkan niat nya untuk menghubungi Robert.


" Semua persiapkan peralatan untuk menghancurkan rumah sakit agar para monster tidak sempat keluar dari rumah sakit,"


Perintah Sandi dengan tegas kepada salah satu anggota militer.


" Siap Pak, Posisi rumah sakit belum di steril kan bagaimana Pak?"


Tanya salah satu anggota sambil berdiri tegap di sisi Sandi.


" Dua jam harus sudah di kosong kan rumah sakit jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban."


Jawab Sandi sambil berjalan menuju locker temapat menyimpan peralatan.


Sedangkan saat itu wakil presiden dengan beberapa pasukan nya sudah tiba terlebih dahulu di rumah sakit yang sudah di kosong kan tersebut dan posisi Robin, Clark dan Hendrik sudah di rantai oleh para pasukan dari wakil presiden untuk di bawa keluar oleh mereka sedangkan posisi Ronald dan Rebecca sedang berada di ruangan parkir bawah tanah mengumpulkan para pasukan srigala buas untuk menghabisi ketiga monster tersebut agar selesai sudah semua masalah.


Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya apakah wakil presiden mampu mengajak para monster bergabung bersama nya untuk menggulingkan pemerintahan dan apakah niatan Ronald dan Rebecca untuk menghabisi ketiga monster itu berhasil dan semua kembali menjadi aman ataukah Ronald dan Rebecca akan gagal dan meninggal di bawah timbunan reruntuhan bangunan rumah sakit saat di ledakkan oleh pasukan nya Sandi?


Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.