
Terkadang saat masalah datang menghampiri kita seringkali kita hilang kendali dan merasa tidak mampu melalui nya namun yakin lah bahwa kamu bisa sebab sebenar nya kita tidak pernah Tuhan meninggalkan kita dalam kondisi apa pun meski hal yang kita hadapi seberat apa pun.
Begitu pun saat ini yang di rasakan oleh Robert satu sisi diri nya sangat merindukan Ine dan putra nya namun di kehidupan nyata diri nya harus hidup dengan Ina dan Scudetto dan hal itu sangat menyiksa hati nya dan juga tidak mudah untuk di lewati nya harus terus bersikap tenang dan netral di saat semua hal itu menjadi sebuah dilema dalam kehidupan nya.
Sedangkan saat ini Ina sedang terluka parah dan tidak mungkin di hati Robert tidak merasakan kesedihan menyaksikan semua kejadian itu sebab bagaimana pun juga sudah berapa tahun mereka menjalani bersama meski tanpa ada nya sebuah ikatan resmi di antara mereka berdua namun hati mereka lah yang terikat oleh ada nya Scudetto yang sudah di anggap menjadi putra mereka selama ini.
Setiba nya di rumah sakit segera Robert membawa nya ke ruangan agar segera di tangani oleh dokter sedangkan Robert, Ronald, Rebecca dan Scudetto menunggu di luar dengan perasaan cemas dan saat itu datang lah Felix menghampiri mereka dengan wujud anak kecil, Di saat itu mereka berempat tidak menghiraukan kedatangan Felix yang berjalan mendekat kepada Robert.
" Paman bisa kah kita berbicara sebentar?"
Tanya Felix dengan tatapan berharap kepada Robert.
" Bicara lah,"
Jawab Robert dengan tatapan panik memikirkan Ina.
" Baik lah, Paman aku hanya ingin memberi tahu mengenai niat Robin, Hendrik dan Clark yang berniat menculik Scudetto,"
Ucap Felix dengan wajah takut terkena pukul Robert.
" Di mana mereka saat ini?"
Tanya Robert dengan tatapan serius.
" Aku bisa mengantar mu Paman bila diri mu menginginkan dan saat ini Mikael bersama mereka,"
Jawab Felix dengan wajah takut.
Saat itu semua tatapan mata tertuju kepada Felix yang mengatakan bahwa saat ini Mikael bersama mereka dan pasti nya akan terjadi lagi masalah yang besar bila hal itu terjadi, Di sisi lain Ine merasakan aura kematian yang sangat kuat dan Ine pun segera mendatangi rumah sakit di mana Ina sedang mendapatkan perawatan saat ini dengan kondisi kritis.
" Robert Ini tidak bisa di biar kan sebab bila di biarkan maka akan terjadi hal seperti dahulu bahkan bisa terjadi yang lebih fatal lagi,"
Ucap Ronald sambil berdiri di hadapan Robert.
" Ayah ijin kan aku untuk pergi menemui mereka,"
Ucap Scudetto sambil memegang tangan Robert.
" Robert segera lah mengambil tindakan jangan sampai berakibat fatal,"
Ucap Rebecca sambil menatap Robert dengan tatapan serius.
Saat itu Robert benar - benar bingung apa yang harus di lakukan dan ia pun duduk di lantai sambil menyandarkan tubuh nya sambil menunduk kedua tangan nya memegang kepala nya sambil menangis merasakan sesak di dada nya merasakan rindu dengan anak dan istri nya dan juga merasakan sakit dada nya melihat kondisi Ina yang sedang kritis.
Tidak lama kemudian datang lah Ine menghampiri Robert dan duduk di samping Robert sambil memeluk Robert yang sedang menangis dan saat itu Robert menyandarkan kepala nya di pundak Ine sambil menangis sebab merasakan sesak di dada nya sedangkan Ine berfikir Robert menangis karena takut kehilangan Ina namun Ine cukup diam saat itu.
" Sayang kamu pasti bisa melalui semua ini dan ingat kamu orang yang kuat, Tenang lah agar kamu bisa melangkah,"
Ucap Ine sambil mengelus kepala Robert.
" Mengapa semua ini terjadi kepada ku, Dosa apa aku mengapa semua orang yang aku cintai harus pergi meninggalkan aku,"
Ucap Robert sambil menangis dalam pelukan Ine.
" Mereka tidak pergi Robert bahkan sampai detik ini mereka masih menanti mu,"
Jawab Rebecca jongkok di hadapan Robert sambil memegang lengan Robert.
" Benar Robert kamu pasti bisa melalui semua ini, Kamu kuat dan kamu juga hebat, Segeralah bangkit dan mari kita jemput Mikael,"
Ucap Ronald sambil memegang pundak Robert.
" Apakah kalian mengetahui dimana saat ini putra ku berada?"
Tanya Ine dengan tatapan serius kepada Ronald.
" Iya kami tahu di mana Mikael saat ini."
Jawab Ronald dengan tatapan serius.
Kemudian Ronald dan Rebecca menceritakan kejadian yang baru saja terjadi di taman bermain dan pasti nya Ine sangat terkejut mendengar hal tersebut sebab selama ini Ine dan Kakek nya tidak pernah mengajarkan untuk membenci siapa pun utama nya Ayah kandung nya dan mereka semua berfikir bahwa semua ini terjadi karena ulah Robin.
Sambil mengambil nafas panjang Robert lalu bangkit dari duduk nya sambil menyeka air mata di pipi nya dan memandang ke lorong rumah sakit dengan tatapan yang penuh amarah pasti nya bila seperti itu maka dengan reflek tubuh Robert berubah menjadi srigala buas dan besar, Tanpa menunggu waktu lagi Robert berlari keluar dari rumah sakit yang di ikuti oleh Scudetto, Ine dan Ronald yang juga berwujud srigala.
Semoga Robert dan yang lain nya selamat bisa membawa Mikael kembali tanpa ada nya perkelahian di antara mereka sebab bila sampai mereka berkelahi pasti akan ada korban jiwa lagi dan aku tidak menginginkan hal itu terjadi kepada mereka.
Bergumam lah dalam hati Rebecca sambil melihat mereka berempat yang sedang berlari menuju pintu keluar rumah sakit pasti nya hal itu membuat para pasien dan suster serta dokter di rumah sakit terkejut dan pasti nya mereka semua berfikir akan terjadi sesuatu seperti dulu lagi saat para monster menduduki pusat kota dan beberapa wilayah lain nya.
Di sisi lain ada Robin, Hendrik dan Clark yang sedang menunggu Mikael tersadar dan mereka mulai merangkai kata - kata untuk membuat fitnah dan mengadu domba antara Mikael dan Robert juga Scudetto sebab itu lah tujuan mereka sesungguhnya untuk menghabisi Robert dan Scudetto agar tidak menjadi penghalang mereka lagi.
" Clark apakah kamu yakin dengan rencana mu kali ini?"
Tanya Robin sambil membersihkan luka Mikael di wajah nya.
" Jangan sampai kita salah tangkap, Sebab Scudetto saja kekuatan nya sangat hebat apa lagi dia Abang nya,"
Ucap Hendrik sambil memberi obat di luka Mikael.
" Sudah lah kalian percaya saja pada ku bahwa dia lebih mudah kita pengaruhi sebab saat ini di hati nya di penuhi oleh amarah dan cemburu,"
Ucap Clark dengan penuh keyakinan.
Ucap Robin dengan nada ragu dengan ide Clark.
Saat itu sebenar nya Mikael mendengar semua niat mereka menolong diri nya namun saat itu Mikael berpura - pura masih pingsan agar mengetahui lebih banyak lagi apa niat mereka sesungguhnya dan saat itu Mikael teringat dengan kejadian beberapa tahun yang lalu saat diri nya membabat habis suku Giant dan di situ ia berpikir bahwa ternyata dari para monster itu masih ada yang hidup.
Sedang kan di rumah sakit ada Rebecca dan Felix yang menunggu hasil pemeriksaan dokter mengenai kondisi Ina yang terluka parah dan saat itu Rebecca mencoba berbicara kepada Felix apa niat dan siapa diri nya mengapa bisa mengetahui niat Robin dan kawan - kawan nya apakah dia suruhan mereka untuk memancing agar Robert mendatangi mereka.
" Firman tolong kata kan yang jujur kepada ku siapa diri mu sebenar nya dan apa tujuan mu?"
Tanya Rebecca kepada Felix yang di kenal dengan sebutan Firman.
" Aku adalah Felix dan aku lah penyebab semua masalah ini hingga banyak korban jiwa selama ini, Aku di buta kan oleh ambisi ku untuk menguasai dunia dan hal itu di manfaatkan oleh Robin dan Hendrik monster buatan ku sendiri,"
Jawab Felix dengan kepala tertunduk dan penuh penyesalan.
" Lalu di mana mereka semua saat ini dan apa niat mu mengatakan hal tadi apakah kamu di perintahkan mereka?"
Tanya Rebecca yang sedikit terkejut mendengar jawaban Felix.
" Mereka tidak menyuruh ku tetapi aku saat ini sudah menyadari semua kebodohan ku dan aku berharap bisa menebus nya dengan berbuat baik kepada semua orang,"
Jawab Felix dengan tatapan sedih.
Lalu tidak lama kemudian keluar lah seorang dokter dari ruangan dan menanyakan siapa keluarga pasien, Saat itu segeralah Rebecca dan Felix menghampiri dokter dan menanyakan bagaimana kondisi Ina saat ini dan pasti nya masih bisa terselamatkan dan dokter mengatakan bahwa Ina masih hidup namun dalam kondisi kritis dan semoga saja Ina masih memiliki niat untuk hidup bila hal itu sudah tidak ada maka diri nya tidak akan hidup lagi.
Saat mendengar hal itu Rebecca dan Felix pun menangis sedih sambil melihat Ina yang terbujur lemas tidak berdaya di bad rumah sakit dengan berbagai peralatan medis yang membantu nya saat ini, Di sisi lain ada Mikael yang sudah terbangun dari tidur nya saat itu Mikael berpura - pura tidak mengetahui niat mereka bertiga dan menanyakan siapa mereka.
Di saat mereka bertiga memainkan sebuah drama di hadapan Mikael saat itu tiba lah Robert, Ronald, Ine dan Scudetto sudah berdiri tepat di depan bangunan kosong yang seperti gudang di mana mereka berada di dalam sedang mencoba menghasut Mikael agar membenci Robert dan Scudetto.
" Mikael aku adalah paman mu dan aku mengatakan hal sesungguhnya kepada mu bahwa Robert Ayah mu itu tidak pernah menyayangi mu yang di sayang hanyalah Scudetto jadi mengapa kamu tidak menuntut balas menghabisi Scudetto?"
Tanya Robin sambil duduk di samping Mikael.
" Iya benar yang di katakan Paman mu itu Mikael, Kami hanya kasihan saja melihat mu tidak di anggap oleh Ayah kandung mu sendiri,"
Timpal Hendrik sambil memegang lutut Mikael yang duduk di samping nya.
" Sekarang keputusan di tangan mu Mikael kita sebagai saudara selalu mendukung mu untuk menghabisi Robert dan Scudetto,"
Imbuh Clark sambil menepuk pundak Mikael.
" Apakah hanya itu yang kalian ketahui mengenai Ayah dan Scudetto, Sedangkan sejak awal aku sudah mengetahui niat kalian semua,"
Jawab Mikael sambil bangkit berdiri.
" Apa maksud mu Mikael, Kami di pihak mu mengapa kamu mencurigai kami?"
Ucap Hendrik sambil mendorong pundak Mikael.
" HENDRIK JAGA SIKAP MU!"
Bentak Robin kepada Hendrik sambil menarik lengan Hendrik.
" Kalian ingin menghasut ku bukan? Tapi sayang yang aku butuh kan bukan lah hasutan dari kalian peri sana kalian ke asal kalian, BRAKK!"
Ucap Mikael sambil melempar Clark hingga keluar dari gedung itu dan jatuh tepat di depan Robert yang sudah berwujud srigala.
Tanpa ada pertanyaan lagi mereka berempat masuk kedalam gedung dan Robert menghajar Robin tanpa ampun dan melemparkan tubuh Robin hingga terpental ke luar gedung, Sedangkan Scudetto menghajar Clark dengan pukulan bertubi - tubi dan melemparkan keluar gedung begitu juga dengan Ronald menghajar Hendrik.
Saat itu Ine segera menghampiri Mikael putra nya dan menanyakan apa yang sudah di perbuat nya hingga membuat Ine terluka parah dan Mikael pun merasa bersalah karena ulah nya jadi membuat Ibu nya bersedih dan marah kepada nya namun Robert mencoba memberi penjelasan kepada Ine dan Mikael.
" Mikael apakah kamu tahu apa yang sudah kamu perbuat dengan cara mu seperti itu kamu sudah melukai hati Ibu!"
Ucap Ine dengan nada geram.
" Ibu maaf kan aku, Tidak ada niat ku seperti itu aku hanya ingin Ayah tahu bahwa kita merindukan Ayah selama ini,"
Jawab Mikael sambil bersimpuh di kaki Ine.
" Tapi tidak dengan cara seperti itu, Apakah kamu tidak bisa berbicara dengan baik - baik dan apakah semua masalah harus di selesaikan dengan kekerasan!"
Ucap Ine dengan nada geram kepada Mikael.
" Sayang sudah lah kendalikan emosi mu dan aku akan jelaskan semua nya agar kalian tidak salah sangka dengan sikap ku selama ini,"
Ucap Robert sambil memegang lengan Ine.
" Beri pengertian kepada putra mu agar dia menyadari siapa diri nya dan siapa Ayah nya."
Ucap Ine dengan sorot mata sebal kepada Robert.
Kemudian Robert membantu Mikael bangkit berdiri mengajak Ine dan Mikael duduk di sebuah peti kayu di situ lah Robert mengatakan semua isi hati nya selama ini kepada Ine dan Mikael bahwa selama ini Robert juga merindukan mereka hadir di dalam keseharian Robert namun dunia mereka berbeda dan Robert juga mengatakan bahwa sampai detik ini Robert tidak pernah mencintai wanita lain selain Ine meski kenyataan nya diri nya tinggal satu atap bersama Ina.
Dari semua penjelasan Robert itu lah Ine dan Mikael paham bagaimana perasaan Robert sesungguhnya kepada mereka dan di situ lah mereka menyadari bahwa kesetiaan Robert kepada istri dan anak nya tidak akan tergantikan oleh apa pun, Sedangkan saat itu Scudetto dan Ronald masih mengejar mereka bertiga yang masih mampu melarikan diri meski sudah terluka parah setelah di hajar.
Lalu bagaimana nasib Ina dan Scudetto apakah mereka berdua tidak akan pernah mendapat kan kasih sayang dan cinta yang utuh dari Robert dan apakah Robin serta ke dua kawan nya akan berakhir di tangan Ronald dan Scudetto atau kah mereka akan menyusun siasat baru lagi untuk merebut kalung wasiat dari Robert?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis.