I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 89 . APA ARTI KOMITMEN



Cinta itu tidak hanya bahagia dan senang saat ada dekat bersama dia tapi cinta itu adalah komitmen dan komitmen itu adalah mengambil keputusan untuk setia, Tetap setia dalam suka mau pun dalam kondisi duka dan di saat hilang rasa suka kita mampu bertahan untuk tetap setia bersama itu lah komitmen.


Begitu juga yang di alami oleh Ronald dan Rebecca mereka berdua memang belum meresmikan hubungan mereka dalam status pernikahan namun mereka berdua sudah mengambil keputusan dalam hidup yang di sebut komitmen bersama dalam suka mau pun duka akan mereka jalani bersama di sisa hidup mereka.


Karena mereka sudah berkomitmen untuk tetap setia dan selalu bersama maka kali ini pun mereka menghadapi bersama masalah yang timbul di gedung rumah sakit, Ketiga monster yang sudah berada di ruang ICU meski sudah di rantai dan ketiga monster itu sudah terluka parah namun pasti nya kekuatan nya melebihi manusia pada umum nya.


Siang itu Robert, Ine dan Mikael masih bingung dengan yang mereka lihat banyak nya para srigala buas melewati mereka bertiga dan suara tembakan lah yang menyadarkan mereka, Pasti nya dengan perintah Alonso para pasukan militer menghujani peluru ke arah kawanan srigala buas yang hendak menerobos masuk ruang ICU untuk melawan ketiga monster itu.


" Di mana Ronald dan Rebecca, Apakah mereka berdua masih di dalam?"


Tanya Robert sambil pandangan nya fokus ke ujung pintu gedung yang telah roboh.


" Biar aku memeriksa kesana Ayah,"


Jawab Mikael sambil berlari menuju pintu yang telah roboh di ujung gedung.


" Mikael tunggu, Ibu ikut bersama mu!"


Teriak Ine sambil mengikuti berlari di belakang Mikael.


Saat itu Robert lumayan bingung bagaimana cara untuk menghentikan para militer agar menghentikan serangan sebab srigala tidak menyerang militer sesungguhnya yang di serang oleh para srigala buas adalah ketiga monster yang berada di ICU.


" RONALD ... REBECCA ... KALIAN DI MANA!"


Teriak Ine sambil menerobos kawanan srigala yang berjalan keluar menuju ruang ICU.


" IBU, LIHAT LAH MEREKA MENUJU TANGGA DARURAT UJUNG SELATAN!"


Teriak Mikael sambil berlari menerobos kawanan srigala buas yang berjumlah ribuan.


" Mau apa mereka ke sana dan mengapa mereka hanya berdua saja menuju tangga darurat itu?"


Celoteh Ine sambil berlari mengejar Mikael.


Di sisi lain Robert merubah wujud nya lagi menjadi manusia dan berusaha menghentikan serangan yang di lakukan oleh militer namun seperti nya sudah terlambat sebab ketiga monster itu bisa melepaskan rantai nya dan mulai merusak dan menyerang siapa pun yang menghadang ketiga monster yang terluka parah itu dan pasti nya Robert semakin kebingungan untuk menyelamatkan para militer.


" TUAN ALONSO SEGERA KEMARI JANGAN HADANG PARA SRIGALA BUAS DENGAN SENJATA, HENTIKAN TEMBAKAN!"


Teriak Robert dari arah pintu ruang apoteker.


Kemudian segeralah Alonso berlari menyelamatkan diri dari amukan para monster yang semakin membabi buta menghancurkan semua di hadapan nya, Setelah itu Robert segera menarik lengan Alonso dan menutup pintu itu dengan tatapan panik sebab ketiga monster itu menghajar pasukan militer di hadapan nya tanpa ampun dan di lemparkan melalui jendela ruangan ICU.


" Tuan tolong hentikan para militer dan suruh mereka kembali ke pusat, Segera!"


Pinta Robert dengan tatapan panik.


" Sudah gila kamu, Lihat di luar sana para monster akan memakan kita semua!"


Bentak Alonso kepada Robert dengan mata terbelalak.


" Tuan mengertilah para militer itu bukan lah tandingan ketiga monster itu nanti bila di biarkan bisa - bisa para militer menjadi monster juga, MAKA SEGERA MENYINGKIR LAH, BRAAK!"


Ucap Robert sambil menahan pintu yang akan di dobrak oleh salah satu monster.


Dan benar saja beberapa ratus anggota militer kini sudah menjadi monster dan menyerang militer lain dan kawanan srigala buas pun semakin banyak yang terluka bahkan ada yang tewas juga terkena timah panas sedangkan saat itu Ine dan Mikael sudah bersama Ronald dan Rebecca menyusuri tangga darurat untuk menuju ruang ICU yang terdengar sangat berisik.


" Rebecca mengapa lewat sini, Mengapa tidak depan saja tadi bersama yang lain?"


Tanya Ine sambil menyusuri anak tangga.


" Bila lewat depan maka kita semua akan mati terkena timah panas namun ketiga monster itu belum dapat di lumpuh kan,"


Jawab Rebecca sambil terus mencoba membuka pintu yang ada di tangga darurat.


" Bibi awas bergeser lah biar aku yang mendobrak nya dengan Paman,"


Ucap Mikael yang bersiap untuk mendobrak sebuah pintu besi di hadapan nya.


Kemudian Mikael dan Ronald pun mendobrak pintu itu hingga roboh dan benar saja saat pintu itu terbuka terpampang lah sebuah pemandangan yang sangat mengerikan sebab sudah banyak militer yang menjadi monster dan kondisi ruangan sudah berantakan, Saat itu segeralah mereka berempat menghajar militer yang sudah menjadi monster.


Sedangkan di ruang apoteker Robert sudah kehilangan kesabaran menghadapi Alonso yang tetap bertahan dengan keputusan nya sehingga Robert pun segera merubah wujud menjadi srigala buas yang berukuran lumayan besar untuk membantu Ronald, Rebecca, Ine dan Mikael yang sedang menghajar monster yang jumlah nya semakin banyak.


Ucap Alonso dengan mata terbelalak.


" Manusia bodoh, Kamu yang harus bertanggung jawab!"


Jawab Robert dengan nada geram.


Saat itu Robert segera membuka pintu ruang apoteker dan menghajar monster yang berada di hadapan nya bersama yang lain, Di saat seperti itu bodoh nya Alonsa diri nya keluar dari persembunyian dan melihat keluar ruangan maka dengan mudah Hendrik yang sudah menjadi monster menyerang Alonso tanpa waktu lama ia pun menjadi monster.


Karena Robert, Clark dan Hendrik merasa diri nya dan monster lain di serang oleh kawanan srigala buas yang cukup banyak maka Robin memberi isyarat untuk mundur sebab pasti mereka kalah jumlah dan kondisi mereka bertiga sedang luka parah jadi tidak memungkinkan untuk bertahan saat ini.


" MUNDUR SEMUA IKUTI AKU!"


Teriak Robin sambil melemparkan sebuah lemari untuk menutup pintu keluar rumah sakit.


" Robin pasukan kita bertambah banyak saat ini,"


Ucap Hendrik yang berdiri di samping Robin.


" Ini masih kurang banyak untuk melawan mereka, Siapa dia monster yang dekat mobil itu?"


Tanya Robin sambil menunjuk kearah Alonso yang sudah menjadi monster.


" Dia wakil presiden yang tadi merantai kita di ruangan ICU dan akan menjadikan kita bahan percobaan,"


Jawab Clark sambil melihat ke arah Alonso.


" Bukan aku tapi dia yang akan ku jadikan bahan percobaan, Bawa dia kemari Hendrik!"


Perintah Robin sambil mendorong pundak Hendrik.


" Apa yang akan kamu lakukan kepada nya Robin?"


Tanya Clark sambil melirik ke arah Robin.


" Aku akan menyuruh dia untuk mengantar kita semua ke tempat yang aku inginkan sejak dahulu dan akan aku singkirkan pemerintah yang sekarang dan aku lah yang berkuasa,"


Jawab Robin diiringi tawa lepas dan menepuk pundak Clark yang berdiri di samping nya.


Sedangkan dalam rumah sakit berkumpul lah kawanan srigala yang berusaha keluar dari ruangan tersebut untuk mengejar monster namun Robert melarang sebab Robert memiliki firasat lain saat ini mengenai monster yang melarikan diri.


" Robert mengapa kamu melarang kami mengejar nya?"


Tanya Rebecca dengan nada geram.


" Mereka memiliki rencana untuk menyerang istana negara dan akan menguasai negara ini, Maka mari kita hadang mereka di jalan layang pusat kota,"


Jawab Robert sambil berjalan menuju tangga darurat.


" Sungguh biadab kamu Robin!"


Ucap Ronald dengan nada geram.


Kemudian Robert, Ine, Mikael, Ronald dan Rebecca segera membawa kawanan srigala buas yang berjumlah ribuan menuju jalan layang dan pasti nya saat itu kondisi jalan layang sedang penuh pengendara kendaraan bermotor lalu Robert pun meminta bantuan kepada Sandi untuk mengalihkan para pengendara bermotor ke lajur lain.


Pasti nya hal itu di sambut baik oleh Sandi dan segeralah ia melaksanakan tugas nya dengan waktu singkat jembatan layang di pusat kota telah di kosong kan dari pengendara kendaraan kemudian para srigala buas yang di pimpin oleh Robert, Ronald, Ine, Mikael dan Rebecca berdiri tepat di ujung jembatan layang serta di ikuti srigala buas yang lain di belakang nya.


Bisa di pastikan sepanjang jalan layang di pusat kota saat ini telah di penuhi oleh kawanan srigala buas yang memblokade jalanan untuk menyambut kedatangan para monster yang akan menuju istana negara dan pasti nya para pasukan militer sudah menyelamatkan presiden serta memblokade istana negara.


Aku sungguh salut kepada Robert meski dia adalah manusia srigala namun benar - benar mengabdikan diri nya kepada negara bahkan seharusnya hari ini dia cuti namun dia memilih menyelamatkan presiden dan juga masyarakat.


Bergumam lah dalam hati kecil Sambil tersenyum simpul memandang lurus ke depan di mana kawanan srigala buas sudah memenuhi jalan layang memblokade jalan menuju istana negara, Sedangkan Robin, Clark, Hendrik dan Alonso sedang di perjalanan menuju istana negara dengan anggapan kawanan srigala buas masih terjebak di gedung rumah sakit.


Lalu apakah para monster mampu menembus blokade yang di buat oleh kawanan srigala buas saat ini dan apakah akan terulang pertempuran yang sangat sengit antara mereka seperti waktu dulu dan apakah nasib Alonso akan sama seperti Felix yang hanya akan menjadi pelampiasan amarah Robin?


Untuk mengetahui jawaban nya ikuti kisah mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis.