I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 24 . PENTING NYA MENGENALI DIRI SENDIRI



Jaman sekarang begitu banyak kesempatan yang di suguhkan di depan mata kita terkadang kita sampai bingung memilih semua kesempatan sehingga kita sering berkata bahwa kita tidak akan bisa berhasil seperti mereka para sultan namun sesungguhnya kita bisa juga menjadi sultan asal kita tau di mana kemauan kita, apa yang kita sukai dan apa yang kita harapkan itu kunci dasar kita menuju sukses.


Jangan melihat orang sukses dalam berbisnis lalu ikut berbisnis sedang kan jiwa kita bukan di bisnis sedangkan yang sudah berbisnis puluhan tahun bahkan pakar bisnis saja banyak mengalami kerugian apa lagi kita yang tidak paham dan hanya mengandalkan sebuah keberuntungan maka yang utama kenali diri sendiri maka akan sukses di bidang apa pun itu sebab setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing.


Begitu juga dengan kondisi saat ini yang di alami oleh Robin yang selalu ingin unggul dari Robert sesungguhnya saat ini Robin tidak belajar mengenali kemampuan diri nya sendiri setiap ada peluang di hadapan nya akan di ambil sehingga akan membawa diri nya tidak memiliki prinsip sebab selalu mengikuti apa kata orang dengan harapan diri nya lah yang akan tampil menjadi pemenang.


Berbeda dengan Robert sedari awal sudah memiliki prinsip dan mengenali apa keinginan nya dari hal yang kecil hingga di wujudkan menjadi besar Robert berfikir bahwa mimpi tidak harus logika tapi mimpi akan di wujudkan secara nyata dan akan masuk dalam logika bagi yang menyaksikan nya dan itu lah sekelumit perbedaan sudut pandang dan pola pikir mereka berdua dan saat ini impian besar Robert adalah melepaskan masyarakat dari belenggu tekanan gang rubah merah yang semakin menjadi di wilayah utara.


Waktu pun terus berjalan tanpa terasa waktu yang di tunggu pun tiba bukan lain waktu mengucap janji setia antara Robert dan Ine seluruh orang telah berkumpul di sebuah tanah lapang yang sudah di sediakan sebagai tepat acara saat itu dalam hati Robert merasa sedikit aneh sebab tidak melihat kawan - kawan nya dan Paman Mateow sedari tadi dan Robert pun mempertanyakan hal tersebut kepada Ayah nya yang duduk di samping nya.


" Ayah kemana Paman Mateow dan kawan - kawan ku mengapa tidak terlihat sedari tadi?"


Tanya Robert dengan pandangan menyebar ke sekeliling tempat acara.


" Mereka di depan sudah kamu tenang saja ya Nak acara akan di mulai."


Jawab Rowdi sambil memegang lengan Robert dengan senyuman yang menenangkan.


Acara pun di mulai tetua adat Victor pun telah berdiri di hadapan Robert dan Ine saat itu tangis haru bahagia pun terdengar melihat sang buah hati kini telah melangkah ke dalam hidup baru bersama seorang wanita pilihan nya serasa usai tugas sebagai orang tua namun ada Helena yang terus tiada henti mengumpat dengan pandangan penuh benci saat melihat Robert dan Ine bersanding mengucap janji setia dan saat itu Helena mulai memutar otak bagaimana cara menggagalkan ucap janji setia mereka berdua.


Benar - benar Robin tidak bisa di andal kan tadi berkata akan segera pulang tapi sampai jam segini bahkan acara sudah di mulai diri nya tidak muncul juga tidak bisa di biar kan aku harus bertindak secepat nya sebelum semua nya terjadi dan hanya menyisakan kekecewaan bila aku tidak bertindak aku harus bisa membakar sesuatu agar acara ini terhenti.


Bergumam lah dalam hati Helena kemudian dia melangkah pergi dari kerumunan itu berniat untuk pulang mengambil busur panah untuk mengacau acara pernikahan Robert di sisi lain gerombolan gang rubah merah yang dipimpin oleh Robin telah tiba di gerbang pintu masuk pedesaan namun mereka semua di hadang oleh sekelompok srigala buas yang telah berdiri menghalangi jalan masuk.


" ADA APA BERHENTI JALAN TERUS!"


Teriak Robin dengan nada gusar.


" Bos mobil kita yang di depan dihadang sekawanan srigala buas."


Jawab lelaki yang duduk di balik kemudi mobil.


" Seperti nya mereka tau bahwa kita akan datang maka dari itu membuat penyambutan untuk kita para srigala bodoh itu."


Ucap Robin sambil membuka pintu mobil nya dengan membawa senapan laras panjang.


" Bos akan kemana hati - hati bos itu hewan liar yang bisa menyerang kita setiap saat."


Ucap seorang lelaki dengan nada khawatir.


" Akan ku pecahkan kepala mereka bila berani menghalangi langkah ku ... MINGGIR KALIAN!"


Ucap Robin sambil mengokang laras panjang nya.


Saat itu tiba - tiba muncul lah Mateow yang berwujud srigala dari arah sisi kiri Robin dan melompat menjatuhkan tubuh Robin ke tanah seketika timbul lah kepanikan diantara mereka semua dan kawan - kawan Robert pun bergerak menyerang dan menjatuhkan mereka dan ada beberapa anggota Robin yang terluka terkena cakar dan gigitan srigala buas.


" Bos kita harus pergi sekarang juga sebelum gerombolan srigala ini semakin banyak!"


Teriak salah satu lelaki yang sudah terjatuh ke tanah dan mencoba bertahan.


" PECAHKAN KEPALA SRIGALA ITU JANGAN KALIAN KALAH DARI MEREKA BODOH!"


Teriak Robin yang mulai makin terdesak oleh serangan yang di lakukan Mateow.


Saat itu di gerbang pembatas kampung terjadi kerusuhan dan samar - samar terdengar oleh Robert di saat Robert akan berdiri dari duduk nya di tahan oleh Ayah dan Ine sebab baru saja usai mengucap ikrar janji setia masak Robert akan pergi meninggal kan Ine dan saat itu mulai lah Helena beraksi memanakan busur api ke tengah - tengah sebuah tenda hingga terjadi lah kebakaran yang lumayan besar dan saat itu tetua Victor melihat bahwa putri nya lah yang membuat masalah tersebut maka segera lah tetua Victor menghampiri Helena.


" Apa yang kau lakukan Helana hentikan perbuatan bodoh mu itu!"


Ucap Victor sambil merampas busur panah yang berada di tangan Helena.


" Jangan halangi aku Tuan aku tidak ingin rasa sayang ku kepada Robert selama ini hanya sia - sia."


Ucap Helena sambil menangis dan mempertahankan busur panah yang ujung nya telah di bakar.


" Cukup Helena jangan kamu teruskan pikiran bodoh mu itu kini Robert telah menikah sadar lah diri mu ... PLAK!


Ucap Victor dengan nada emosi dan lepas kendali menampar wajah Helena.


Alhasil seketika Helena pingsan jatuh di atas tanah dan beberapa warga desa memadamkan api yang sedang berkobar di sebuah tenda sedang kan Ine memegang erat lengan Robert sebab merasa ketakutan melihat apa yang sedang terjadi tidak perlu membutuhkan waktu lama api pun mampu di padam kan dan acara pun di lanjut kan namun bagi Ine ada pertanyaan dalam hati nya saat melihat Helena di tampar oleh Ayah nya siapa sebenar nya wanita itu dan ada hubungan apa dengan suami ku.


Di sisi lain gerombolan gang rubah merah akhir nya kocar kacir dan pergi kembali menuju ke wilayah utara dengan membawa kekecewaan sebab yang di bawa bukan lah Robert dan Ine melainkan luka cakar dan gigitan di beberapa bagian tubuh nya hingga ada yang di wajah nya saat itu dendam Robin semakin mendalam kepada kedua orang tua nya dan Robert sebab diri nya merasa tidak di anggap di sisi lain tepat nya di apartemen Elisa juga terjadi perdebatan antara Mayor Hendrik dan Komandan Williams yang merasa tidak terima anak buah nya di pukul oleh Mayor Hendrik di tempat pembelanjaan.


" Untuk apa kamu datang kemari selarut ini Williams?"


Tanya Hendrik dengan sinis.


" Saya hanya mengingat kan anda saja bahwa anda sudah menandatangani kerjasama antara kita di wilayah utara ini dengan pembagian hasil 75% untuk saya dan 25% untuk anda jadi jangan pernah menyakiti anak buah saya Tuan Hendrik yang terhormat."


" Apa kata mu kapan aku membuat perjanjian bodoh itu jangan mengarang cerita kamu!"


Ucap Hendrik dengan nada tinggi dan tatapan emosi.


" Tidak perlu anda berteriak Tuan saya belum tuli dan saya berbicara berdasarkan bukti dan ini bukti nya."


Jawab Williams dengan tenang menunjukkan selembar kertas kepada Hendrik.


" SUDAH LANCANG KAMU WILLIAMS BERANI MENIPU KU!"


Teriak Hendrik dengan geram.


" Tenang Tuan Hendrik saya tidak menipu anda hanya anda saja yang ceroboh saat itu jadi sekali lagi saya ingat kan jangan bertindak ceroboh di wilayah saya bila anda masih ingin menghirup udara cam kan hal itu."


Ucap Williams dengan nada penuh penekanan kemudian berlalu pergi dari apartemen.


Bodoh nya aku bisa di tipu oleh Williams saat itu dan hal ini tidak bisa ku biarkan semoga saja Robin berhasil menyeret Robert dan wanita bodoh itu ke hadapan ku agar aku bisa memanfaatkan nya untuk menghabisi Williams dan anak buah nya yang berani menghina ku di pusat pembelanjaan tadi.


Bergumam lah dalam hati Hendrik dengan tatapan penuh dendam kepada Williams yang sudah menipu nya mengenai wilayah utara di sisi lain Robin tidak sadarkan diri di karena kan luka di tubuh nya yang lumayan parah meski hal itu tidak mungkin merenggut nyawa nya di saat seperti itu Robin yang terluka parah di tepian sungai di temukan oleh tetua suku lain dan membawa nya ke perkampungan suku itu untuk di berikan pengobatan.


Kasian sekali anak muda ini terluka parah karena di serang oleh srigala buas begitu juga dengan kawan nya sebenar nya dari mana dan akan kemana anak muda ini apakah mereka belum mengetahui bahwa di wilayah sini masih banyak srigala buas?


Bergumam lah Erick sambil membersihkan luka di beberapa bagian badan Robin dan tidak begitu lama tersadar lah Robin dan merasa bingung sedang di manakah diri nya saat ini sebab wajah - wajah yang di lihat tidak di kenali oleh nya dan Robin berfikir sudah berada di alam lain saat itu.


" Di mana aku ini dan siapa anda Kakek tua?"


Ucap Robin sambil bangkit dari tidur nya.


" Sudah sadar rupanya kamu anak muda ... perkenalkan nama ku Erick tetua adat di wilayah selatan siapa nama mu Nak?"


Tanya Erick dengan senyuman menghiasi wajah nya.


" Nama ku Robin Sean putra dari Rowdi Sean dan aku akan pulang namun di tengah perjalanan di serang oleh sekawanan srigala."


Jawab Robin sambil meringis menahan sakit di tubuh nya.


" Ternyata kamu putra dari keluarga Sean baik lah beristirahat lah malam semakin larut."


Ucap Erick sambil bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi dari hadapan Robin.


Tidak ku sangka aku telah menyelamatkan putra dari musuh ku sendiri dan mungkin ini saat nya aku membalas kan dendam ku melalui putra mu sendiri ROWDI SEAN karena ulah mu hingga detik ini aku menjadi cacat seumur hidup dan wanita yang ku cintai pun kau ambil untuk kau nikahi tunggu pembalasan ku!


Bergumam lah dalam hati Erick yang merasa sakit hati kepada Rowdi yang telah membuat diri nya kehilangan satu mata nya di karena kan memperebutkan Winda saat itu dan Erick berniat membalas kan dendam nya itu melalui Robin dan seperti nya pola pikir Erick dan Robin satu jalur yang sama - sama memiliki dendam dan pasti nya begitu mudah nya Erick untuk menghasut Robin.


Kondisi di rumah Robert saat ini masih banyak tamu dan kawan - kawan Robert pun telah kembali begitu juga dengan Mateow mereka semua segera mengucapkan selamat kepada Robert dan Ine dengan wajah penuh suka cita saat itu Robert mencoba menanyakan kemana pergi nya kawan - kawan nya saat acara berlangsung.


" Muel kemana diri mu tadi dan kalian semua mengapa saat acara di mulai aku tidak melihat kalian?"


Tanya Robert dengan wajah penasaran.


" Biasa lah ada sedikit santapan segar tadi hasil tangkapan Paman Mateow bukan kah begitu Paman?"


Jawab Samuel sambil diiringi canda tawa kepada Mateow.


" Benar sekali Robert keledai tersesat itu sungguh segar daging nya sebenar nya kita semua ingin membagi nya dengan mu tapi ...."


Ucap Mateow sambil melirik ke arah Ine yang duduk di samping Robert.


" Tapi apa dan mengapa Paman melirik ke arah istri ku dia tau siapa aku jadi jangan sungkan mengatakan nya Paman."


Ucap Robert dengan di ikuti gelak tawa.


" Tapi kamu sudah mendapat kan daging yang lebih segar dan manis itu pun kami tidak meminta mu untuk membagi nya kepada kami ... diberkatilah rumah tangga mu dan keturunan mu ya Nak."


Ucap Mateow sambil berdiri didepan Robin dan Ine lalu mendoakan pernikahan mereka dengan senyum yang menghiasi wajah nya.


" Terimakasih Paman atas doa nya dan maaf kami tidak bisa menjamu Paman dengan baik dan kami berdua masih suka merepotkan Paman."


Ucap Ine sambil tersenyum bahagia sebab kini diri nya telah memiliki keluarga baru yang begitu baik pada nya.


Dan mereka satu persatu mendoakan pernikahan Robert dan Ine sampai detik ini Robert dan Ine tidak mengetahui mengenai kedatangan Robin malam itu yang berniat jahat kepada mereka berdua dan sengaja Paman Mateow dan kawan - kawan nya Robert menyembunyikan hal itu dari Robert dengan tujuan agar tidak merusak suasana dan di sisi lain Williams, Hendrik, Erick dan Robin menyimpan dendam nya masing - masing dan apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?


Untuk mengetahui jawaban nya ikuti selalu kisah mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar rajin update nya.