
Sering kali dalam sistem pola pikir selalu memperhitungkan tentang untung rugi kepada siapa pun meski sering kali kita mengelak bila ada yang mengatakan hal tersebut kepada kita meski sesungguhnya hal tersebut lah yang di perhitungkan seseorang dalam hal apa pun dalam kehidupan ini.
Jarang sekali kita menemukan seseorang yang benar - benar berfikir menggunakan pola perhitungan Tuhan yang pasti nya berbanding terbalik oleh manusia, Bila manusia berkata rugi namun dalam perhitungan Tuhan itu suatu ke untungan dan bila bagi manusia sebuah keuntungan maka bagi Tuhan adalah sebuah kerugian.
Begitu pun saat ini pola pikir Ine apa untung nya memaafkan Robin yang tidak akan pernah berubah selalu saja membuat masalah dan selalu berniat buruk berbeda dengan Robert yang berfikir bahwa kerugian yang di pikirkan Ine itu hanya lah sebuah ilusi belaka sebab Robert berfikir dengan memaafkan Robin maka diri nya pun akan di maafkan Tuhan atas kelalaian nya.
Saat Robert sedang memperhatikan penjelasan Rebecca mengenai niat Robin saat itu Robert hanya tersenyum simpul dan dalam hati kecil nya berteriak agar kuasa Tuhan bekerja untuk menegur Robin agar diri nya mendapatkan karunia dari Tuhan sebab bagi Robert tanpa ada campur tangan Tuhan maka semua nya mustahil dan dalam hal ini Robert menyerahkan semua masalah nya kepada hadirat Tuhan.
Tuhan saat ini Engkau lah yang bertindak bukan rencana ku yang terjadi maka biarlah kehendak Mu yang terjadi dan semua perkara yang hari ini terjadi dalam kuasa Mu Tuhan.
Bergumam lah dalam hati Robert sambil memandang ke arah Rebecca dan Felix, Beberapa saat kemudian datang lah Mikael menarik kemeja Robert dari arah belakang untuk meminta maaf sesuai arahan dari Ibu nya dan pasti nya Robert tidak berfikir bahwa putra nya akan menghampiri nya untuk meminta maaf saat itu sebab bagi Robert itu hal yang sangat wajar.
" Ayah, Bisa kah aku berbicara dengan mu?"
Tanya Mikael sambil menarik kemeja Robert dari arah belakang dengan tatapan bersalah.
" Oh Mikael, Ada apa sayang apa yang ingin kamu bicarakan kepada Ayah,"
Jawab Robert sambil membalikkan tubuh nya dan sedikit menunduk sambil memegang kedua pundak Mikael diiringi dengan senyum tenang.
" Ayah maaf kan aku yang sudah membuat mu malu dengan sikap ku dan aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi,"
Ucap Mikael sambil tertunduk di hadapan Robert.
" Ayah sudah memaafkan mu sayang dan jangan pernah kamu ulangi lagi ya sayang, Emuach"
Jawab Robert sambil mencium kening putra nya.
" Iya Ayah aku akan mengingat nya,"
Ucap Mikael sambil tersenyum kepada Robert.
" Di mana Ibu mu sayang?"
Tanya Robert sambil melihat kearah belakang Mikael.
" Ibu di ...., Kemana pergi nya Ibu?"
Jawab Mikael sambil memperhatikan taman di mana tadi Ine berada.
Saat itu Robert mulai panik dan segera bangkit berdiri dan berjalan menuju taman untuk mencari Ine, Ternyata saat itu Robert tidak melihat keberadaan Ine di taman dan yang di temukan Robert hanyalah rangkaian bunga serta sepatu Ine saja di situ kepanikan Robert mulai memuncak mengetahui istri nya hilang.
Sedangkan saat itu Robert beranggapan bahwa apa yang di kata kan Ine tadi benar di lakukan namun sesungguhnya saat ini Ine sedang berada bersama Robin, Clark dan Hendrik sebab saat Ine sedang duduk di taman untuk menenangkan hati dan pikiran Clark datang menghampiri Ine dengan menggunakan ilmu mistik sehingga yang di pandangan Ine yang menghampiri adalah Robert bukan lah Clark.
Maka tanpa perlu banyak kata Clark pun bisa membawa Ine pergi dari taman tersebut dengan cara menggendong Ine masuk ke dalam mobil sedangkan Robert sendiri sudah mengatakan kepada Ine akan memberi surprise setelah acara resepsi berakhir maka Ine berfikir itu lah saat nya Robert memberikan surprise kepada nya.
" Sayang surprise apa yang akan kamu berikan kepada ku?"
Tanya Ine dengan mata yang tertutup oleh kain.
" Kamu nanti juga akan tau,"
Jawab Robin sambil tersenyum licik mengendarai mobil.
" Robin, Apakah itu kamu?"
Tanya Ine dengan nada panik sebab mata nya tertutup dan tangan nya di ikat oleh Clark saat itu.
" Ternyata Kakak ipar ku yang cantik hafal betul dengan suara ku,"
Jawab Robin diiringi senyum sinis.
" Robin lepaskan aku, Jangan macam - macam ingat aku Kakak ipar mu!"
Ucap Ine dengan nada mengancam sambil berusaha membuka ikatan di tangan nya.
" Aku ingat kamu Kakak ipar ku, Lalu apakah salah bila aku ingin bersenang - senang dengan mu malam ini?"
Jawab Robin dengan nada bahagia sudah bisa membawa Ine pergi dari sisi Robert.
Di sisi lain saat itu Robert benar - benar marah dengan ulah Robin yang sudah melampaui batas sebab di hari bahagia nya Robin telah mengambil Ine dan membawa nya pergi dan suami mana pun akan mendidih darah nya dan tidak akan tinggal diam disaat mengetahui belahan jiwa nya ada yang mengusik nya.
" Ronald, Rebecca ... Ine di culik Robin!"
Ucap Robert dengan panik menghampiri Ronald dan Rebecca.
" APA SUDAH KETERLALUAN DIA!"
Jawab Ronald dengan wajah yang memerah menahan amarah.
" Aku titip anak - anak aku akan mengejar mereka!"
Ucap Robert dengan penuh amarah.
Saat itu Ronald dan Rebecca belum sempat menjawab namun Robert sudah berlari dan berubah menjadi srigala buas dan tidak lama kemudian Mikael pun tanpa berbicara lagi segera mengikuti Robert yang juga merubah diri nya menjadi srigala buas, Kemudian Rebecca sambil memegang lengan Ronald sambil berkata agar membantu mereka berdua.
Dan mengenai tamu undangan biar Rebecca dan Felix yang mengurus nya lalu tidak lama kemudian Ronald pun berlari keluar dari ruangan dan merubah diri menjadi seekor srigala buas dan saat itu ketiga srigala buas yang berukuran tubuh lumayan besar berteriak memanggil kawanan srigala yang berjumlah puluhan ribu untuk datang.
Segeralah mereka bertiga mengatur formasi untuk menghadang mobil yang dikendarai oleh Robin dan seperti nya kali ini Robert sudah berada di puncak emosi nya kepada Robin yang selama ini selalu di maafkan oleh Robert dan selalu di beri kesempatan untuk berubah namun hal itu di sia - sia kan oleh Robin.
" Dengarkan semua, Bila mobil yang dikendarai Robin lewat hentikan tapi jangan melukai,"
Ucap Robert dengan tatapan sadis.
Tanya Mikael dengan tatapan ganas.
" Jangan, Biar Ayah yang berbicara kepada Paman mu tugas kalian hanya menghentikan mobil itu saja."
Jawab Robert dengan tegas.
Maka mereka semua bersembunyi di balik semak - semak yang di yakini mobil Robin pasti melewati jalan tersebut, Ternyata benar tidak lama kemudian sudah terlihat mobil nya maka segeralah kawanan srigala buas memblokade jalanan dan sontak Robin terkejut melihat jumlah kawanan srigala buas yang berjajar di hadapan nya namun saat itu Robin mencoba tenang.
" Robin mereka menutup jalan!"
Ucap Hendrik dengan gugup sambil terbelalak melihat ribuan kawanan srigala.
" Tenang saja, Istri srigala bodoh itu bersama kita maka mereka tidak akan berkutik,"
Jawab Robin sambil menghentikan mobil nya.
" TABRAK MEREKA ROBIN BODOH KENAPA KAMU BERHENTI, PLAAK!"
Teriak Clark sambil memukul kepala Robin.
" HAI BODOH KENAPA KAMU MEMUKUL KEPALA KU!"
Teriak Robin kepada Clark yang sedang panik.
Namun adu argumen mereka bisa di hentikan oleh Hendrik yang melihat Robert berjalan kearah mobil mereka dengan berwujud srigala buas dengan tatapan mata yang tajam dan siap menerkam siapa pun yang menghadang nya, Lalu setelah Robert berjarak sekitar 20 langkah dari mobil Robin maka Robert merubah wujud nya menjadi manusia.
" ROBIN HADAPI AKU JANGAN MENJADI PECUNDANG KAMU!"
Teriak Robert dengan nada geram.
Tidak lama kemudian Robin, Clark dan Hendrik pun keluar dari dalam mobil nya sambil memegang lengan Ine yang tangan nya terikat dan mata yang tertutup, Saat itu amarah Robert, Mikael dan Ronald serasa tidak mampu di tahan lagi melihat Ine di perlakukan seperti itu oleh mereka bertiga.
" Tenang lah Robert untuk apa kamu marah seperti itu sedangkan istri mu pun belum melayani ku malam ini, Bukan kah dahulu Ayah kita mengajarkan kita untuk selalu berbagi?"
Tanya Robin sambil merangkul Ine dan mencium rambut Ine.
" KAMU BUKAN MANUSIA ROBIN TAPI IBLIS JANGAN SALAH KAN AKU BILA LEPAS KENDALI MALAM INI!"
Jawab Robert yang makin tersulut emosi nya menyaksikan istri nya di cium oleh Robin.
" Robert bila kamu ingin istri mu kembali maka serahkan saja kalung wasiat leluhur pemberian Ayah kapada ku, Mudah bukan?"
Ucap Robin yang diiringi senyum sinis.
" JANGAN BERHARAP KAMU MENDAPATKAN APA YANG KAMU INGINKAN ROBIN!"
Teriak Robert sambil melangkah mendekat ke arah mereka berdiri.
" BERHENTI ROBERT ATAU AKU PECAHKAN KEPALA ISTRI MU!"
Teriak Robin sambil mengacungkan senjata tepat di kepala Ine.
Saat itu Robert dan yang lain cukup panik menyaksikan hal tersebut namun sungguh di luar dugaan dari arah sisi kiri tiba - tiba melompat lah Felix dengan tubuh monster yang lumayan besar menyerang Robin dan menjatuhkan Robin saat itu terjadi duel yang cukup sengit antara Felix yang berwujud monster dan Robin yang berwujud manusia dan di tengah - tengah duel mereka terdengar suara letupan senjata yang sedang di pegang oleh Robin.
Saat itu mereka semua terdiam melihat siapa yang terkena tembakan Robin dan ternyata malam itu Felix lah yang terkena tembakan Robin tepat di dada nya dan saat menyaksikan hal itu Mikael tidak mampu lagi menahan amarah nya segera lah Mikael maju menyerang Clark dan Hendrik di serang oleh Ronald.
Robert saat itu segera menarik tangan Ine dan melepaskan ikatan nya kemudian Robert menghampiri Robin yang rupa nya juga terkejut telah menembak Felix yang berwujud monster hingga tewas seketika sebab timah panas tepat bersarang di jantung Felix saat itu dan saat Ine melihat hal itu lemas lah seluruh tubuh Ine sebab saat ini Felix sudah bertaubat.
" ROBIN SUNGGUH BIADAB KAMU!"
Teriak Robert sambil berlari menyerang Robin.
Dan saat itu terjadilah duel antara Robert dan Robin yang lumayan sengit, Kemudian Ine mencoba mendekati tubuh Felix yang berwujud monster yang saat itu tergeletak di atas rerumputan di sisi jalan sambil menangis sebab bagaimana pun juga Felix adalah Paman nya Ine.
" Felix buka mata mu,"
Ucap Ine sambil memangku kepala Felix.
" Ine mungkin dengan seperti ini maka aku bisa menebus dosa ku kepada mu, Maaf kan aku Ine dan semoga kamu bahagia dengan suami mu,"
Jawab Felix sambil menahan sakit di dada nya.
" Iya aku sudah memaafkan mu Felix, Sudah jangan banyak berbicara ya,"
Ucap Ine sambil menangis.
" Tolong berikan ini pada Mikael cucu dan sahabat ku, Aku menyayangi nya."
Ucap Felix sambil memberikan jam saku kepada Ine lalu meninggal lah Felix.
Saat itu Ine hanya mampu memeluk kepala Felix sambil menangis sejadi - jadi nya sambil mengenang semua kebaikan Felix selama ini dan saat itu Mikael menghajar Clark tanpa ampun dengan serangan yang bertubi - tubi hingga tubuh nya terhempas ke sebuah sungai yang cukup deras begitu juga dengan Robin dan Hendrik pasti nya saat itu Robert, Mikael dan Ronald berpikir bahwa mereka bertiga pasti mati.
Kemudian mereka semua mendekati tubuh Felix yang sedang di peluk oleh Ine yang sedang menangis sejadi - jadi nya dan sudah berubah wujud menjadi Felix yang memang sudah berusia setengah abad lebih dan pasti nya hal itu membuat Mikael, Ronald dan Robert sedih menyaksikan ketulusan dan cara Felix untuk menebus semua dosa - dosa nya selama ini dengan berbuat baik dan menyelamatkan Ine keponakannya.
Lalu apakah yang akan di lakukan Mikael dan Ine kepada Robin sebab hingga detik ini Robin bukan lah bertaubat tetapi semakin menjadi ulah nya dan hal itu memancing emosi Robert yang selama ini di redam oleh nya bahkan Robert tidak ingin Ine dan Mikael menyimpan dendam kepada siapa pun.
Apakah Robin, Clark dan Hendrik masih bisa selamat dari deras nya air sungai yang membawa nya atau kah nasib mereka juga berakhir di sungai itu lalu apakah Ronald akan berdiam diri setelah melihat bahwa Ayah tiri nya dihabisi oleh Robin lalu apa yang akan mereka lakukan kepada Robin bila nanti Robin masih selamat?
Ikuti terus kisah mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.