I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 79 . SIAPKAN ENERGI MU



Bangun tidur ku terus mandi itu seperti penggalan syair lagu masa kecil yang sering Ibu kita semua ajarkan namun coba kali ini kita rubah sedikit menjadi bangun tidur ku terus berdoa dan bersyukur niscaya dalam satu hari yang akan kita lalui akan berbeda sebab dengan kita berdoa dan bersyukur saat itu lah kita menyiapkan energi untuk segala hal yang kita hadapi.


Begitu juga pagi ini yang di hadapi oleh Robert, Ina, Ronald dan Rebecca mereka setelah bangun dari tidur lelap nya segera berdoa dan bersyukur sebab pagi ini masih di berikan kesempatan untuk menghirup udara yang segar dan melihat matahari terbit, Mereka berempat harus menyiapkan energi nya untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.


Di dimensi lain ada Ine dan Mikael putra semata wayang nya yang seperti nya pagi ini kurang menikmati apa yang sudah di terima nya dan ia berniat untuk menemui Robert sebagai Ayah nya yang di anggap selama ini sudah melupakan diri nya dan Ibu nya, Pasti nya tidak ada seorang Ayah yang melupakan anak kandung nya dengan sengaja kecuali karena faktor tertentu.


" Mikael apakah tidur mu lelap semalam?"


Tanya Ine dengan senyuman menghiasi wajah nya.


" Iya Bu, Hanya saja aku terusik dengan mimpi ku,"


Jawab Mikael sambil duduk di sebuah batu besar.


" Mimpi apa kah itu, Apakah bisa berbagi mimpi mu dengan Ibu sayang?"


Tanya Ine sambil meletakkan segelas susu di hadapan Mikael.


" Aku bermimpi Ayah datang dan memeluk ku lalu Ayah mengajak ku bermain di tanah lapang dan rumput yang hijau, Tapi sayang itu hanya mimpi,"


Jawab Mikael dengan wajah sedih.


" Kan ada Kakek yang selalu menemani mu bermain sampai Ibu mu berteriak khawatir saat kamu jatuh cucu ku yang tampan,"


Sahut Rowdi mencoba menghibur cucu nya dengan senyuman yang mengembang dan memeluk tubuh Mikael dari belakang.


" Iya Kakek, Namun itu beda ...."


Ucap Mikael yang mencoba tersenyum.


Pagi itu Ine merasa bagaikan tersambar petir mendengar perkataan putra nya sambil membalikkan badan Ine mencoba menahan perih di hati nya namun air mata nya tidak mampu terbendung lagi dan meleleh lah air mata nya membasahi pipi nya, Sebab kemarin Ine mencoba memberi isyarat kepada Robert memegang tangan Robert dengan erat saat diri nya sedang minum yang terjadi adalah sebuah pemandangan yang tidak diinginkan Ine.


Bagaimana aku menyampaikan kerinduan Mikael kepada Robert agar diri nya bisa membagi waktu nya antara Scudetto dan Mikael sebab bagaimana pun juga Mikael juga putra nya meski diri nya hidup di dimensi lain dan aku tidak ingin Mikael lepas kendali, Aku pun sadar bahwa saat ini mungkin Robert sudah bahagia dengan Ina dan Scudetto aku tidak mempermasalahkan hal itu meski hati ku tetap perih melihat kemesraan mereka di hadapan ku seperti kemarin.


Bergumam lah Ine sambil sesekali menyeka air mata nya yang membasahi pipi nya agar tidak di ketahui putra dan Ayah mertua nya yang selama ini sangat baik bahkan sudah seperti Ayah kandung nya sendiri, Di sisi lain ada Robert yang sedang menikmati hari libur nya bersama Ina dan Scudetto putra kesayangan Robert meski Scudetto bukan lah anak kandung Robert namun ia menganggap Scudetto anak kandung nya.


" Detto apakah Ayah mu belum bangun?"


Tanya Ina sambil merapikan bantal sofa.


" Seperti nya sudah sebab lampu di kamar nya sudah menyala, Apakah Ibu tidak tidur bersama Ayah semalam hingga menanyakan hal itu kepada ku?"


Jawab Scudetto yang berbalik bertanya sambil menikmati sarapan pagi nya.


" Bukan nya memang Ibu mu tidak pernah tidur dengan Ayah mu sejak dulu Detto?"


Tanya Rebecca sambil berjalan menuju dapur dan senyum kepada Scudetto.


" Come on Rebecca stop membahas sesuatu yang membuat Detto belum waktu nya mengerti jadi mengerti ok,"


Jawab Ina sambil mengikat rambut nya berjalan menghampiri Rebecca.


" Seperti nya pagi ini topik pembahasan orang dewasa ya, Selamat pagi tampan,"


Ucap Ronald sambil menyapa Scudetto.


Kemudian mereka bertiga pun saling bercanda di dapur dan sesekali menggoda Scudetto yang tidak henti - henti memukul kepala Firman yang duduk di samping nya bila berkata - kata tidak masuk akal bagi Scudetto dan hal itu hanya di lihat oleh mereka bertiga sebab saat ini mereka bertiga sudah mengetahui siapa Firman sebenarnya, Di sisi lain ada Robert yang sedang berada di dalam kamar nya sambil berpikir mengenai sikap Ine istri nya kepada nya.


Aku sangat paham dengan isyarat yang di berikan oleh istri ku kemaren namun apa maksud nya dia akan mengajak ku menjauh dari Ina, Apakah dia berfikir selama ini aku menikahi Ina kembaran nya dan sudah bahagia bersama nya lalu melupakan diri nya, Sedangkan sampai detik ini aku tidak pernah melakukan hal itu dan di hati dan pikiran ku hanya tertuju kepada Ine apa lagi setelah mengetahui bahwa Mikael putra ku darah daging ku, Apakah Ine mengetahui bahwa setiap malam aku selalu merindukan kehadiran nya?


Bergumam lah dalam hati Robert sambil merasakan kerinduan dalam hati nya yang begitu menyiksa nya sambil pandangan Robert tertuju ke sebuah jalan di depan rumah camp nya tidak lama kemudian terdengar pintu kamar nya di buka oleh seseorang lalu Robert pun segera memalingkan wajah nya ke arah pintu melihat siapa gerangan yang masuk kedalam kamar nya.


" Ayah apakah aku mengganggu mu?"


Tanya Scudetto sambil berdiri di depan pintu dengan senyuman yang menghiasi wajah nya.


" Ternyata anak Ayah yang tampan itu tadi yang membuka pintu, Kemari lah sayang,"


Jawab Robert sambil membalikkan badan nya dan berjalan menuju Scudetto.


" Ayah apakah hari ini libur, Bila Ayah tidak sibuk aku ingin sekali bermain dengan Ayah dan Ibu,"


Ucap Scudetto dengan wajah memelas kepada Robert.


" Baik lah nanti kita pergi ke tempat bermain ya dengan Ibu mu juga tapi bila Ibu mu tidak sibuk ok anak tampan?"


Jawab Robert dengan nada bertanya kepada Scudetto.


" Baik lah aku akan menanyakan hal itu kepada Ibu sekarang juga,"


Ucap Scudetto dengan wajah berseri berlari menuruni tangga untuk menemui Ina.


" Jangan lari nanti jatuh sayang!"


Teriak Robert sambil tersenyum melihat ulah Scudetto yang masih polos.


Memang sesungguhnya meski orang lain berfikir Scudetto bahagia ada Ayah dan Ibu yang utuh bersama nya namun sesungguhnya Scudetto pun sama nasib nya dengan Mikael yang berharap bisa bermain dengan Robert sebab keseharian Robert hanya di sibuk kan dengan rutinitas pekerjaan berangkat pagi saat Scudetto masih terlelap tidur dan pulang di saat Scudetto sudah tertidur lelap jadi waktu kebersamaan mereka sangat lah minim.


Mengapa Robert melakukan hal itu semua itu Robert lakukan demi menjaga perasaan Ine istri nya yang hidup di dimensi lain agar tidak timbul kecemburuan sosial pikir Robert namun kesalahan Robert tidak mengatakan semua itu dan hanya berharap Ine dan Ina paham dengan sikap nya seperti itu, Namun yang terjadi timbullah berbagai macam asumsi diantara Ine dan Ina yang mampu menjadikan sebuah perpisahan.


Tanya Rebecca kepada Ronald yang sedang menata barang di bagasi mobil.


" Siapa, Robert dan Kak Ina kah maksud mu?"


Jawab Ronald dengan nada bertanya kembali sambil mengangkat sebuah kardus.


" Iya siapa lagi tidak mungkin kan aku menanyakan hubungan Scudetto dengan Firman,"


Ucap Rebecca dengan tatapan serius berdiri di samping Ronald.


" Bagi ku mereka sedang menjalankan hubungan yang saling menyakiti, Di hubungan mereka berdua banyak yang tersakiti dan menyakiti diri sendiri,"


Jawab Ronald sambil memandang ke arah Robert dan Ina yang sedang berada di teras rumah nya.


" Mengapa begitu pendapat mu, Apa yang kamu ketahui hingga kamu berkata demikian?"


Tanya Rebecca sambil memberikan keranjang buah kepada Ronald.


" Bagaimana tidak mereka berdua berdua memerankan akting menjadi sepasang suami istri dan orang tua yang sempurna di hadapan Scudetto namun dalam hati mereka menahan kerinduan kepada yang lain, Bukti nya hingga kini mana pernah mereka berdua tidur satu kamar?"


Jawab Ronald sambil meletakkan keranjang buah di atas kardus.


" Benar kata mu Ronald, Ina sangat mencintai dan menyayangi Robert namun Robert masih belum mampu membuka hati nya kembali dan masih ada Ine yang selalu hidup dalam hati dan benak Robert."


Ucap Rebecca sambil menutup bagasi membantu Ronald setelah usai menata nya.


Kemudian mereka semua pun masuk kedalam mobil kecuali Firman yang memang tidak mau ikut sebab diri nya sedang kurang sehat saat itu meski itu hanya lah alasan Firman saja agar tidak terkena pukulan dari Scudetto setiap saat lalu mereka semua pun menuju ke taman bermain untuk mengikuti keinginan Scudetto.


Ternyata kesempatan itu di manfaatkan oleh Robin, Hendrik dan Clark untuk menemui Felix yang sedang duduk santai menonton televisi di rumah Robert saat itu, Mereka bertiga mendatangi Felix dengan tujuan mengancam Felix agar segera melakukan tugas nya membawa Scudetto kepada mereka bila sampai tidak maka Felix akan menerima akibat nya dari mereka bertiga yang memang sedari awal memiliki rencana akan menculik Scudetto.


" FELIX KELUAR KAMU JANGAN BERSEMBUNYI!"


Teriak Robin dari halaman rumah Robert.


" JANGAN SAMPAI HABIS KESABARAN KAMI FELIX!"


Imbuh Clark sambil tolak pinggang memandang kearah pintu rumah Robert.


" Masih saja dia suka bersembunyi dan lari dari kenyataan bahwa dia adalah monster!"


Celoteh Hendrik dengan tatapan sinis.


Sedangkan Felix di dalam rumah sedang menonton televisi yang acara nya film kartun dan dalam benak Felix itu yang sedang di kejar - kejar adalah Robin dan Hendrik hingga diri nya tertawa - tawa geli melihat nya sambil menikmati pop crown.


" Itu seperti nya suara Robin dan Clark yang berteriak apa dari dalam televisi ini suara itu tadi, Bukan kah yang di dalam televisi tidak mengenal dan tidak tahu nama ku?"


Celoteh Felix sambil bangkit dari duduk nya dan sesekali menggaruk kepala nya.


Tidak lama kemudian Felix pun melangkahkan kaki nya menuju pintu dan melihat siapa yang berteriak benarkah itu Robin, Hendrik dan Clark atau kah hanya halusinasi nya saja dan lagi - lagi pola pikir mereka aneh dan di luar kewajaran manusia pada umum nya hingga menimbulkan gelak tawa bagi yang melihat nya saat itu.


Bagaimana tidak, Pada umum nya orang melihat menggunakan mata namun seperti nya hal itu tidak berlaku bagi Hendrik sebab saat itu Hendrik mengintip Felix dengan memajukan hidung nya tepat di lubang pintu dimana Felix juga mengintip nya dari lubang yang sama yang.


" Coba lihat sana apakah Felix ada di dalam atau tidak,"


Perintah Robin kepada Hendrik.


" Pasti ada di dalam hanya dia bersembunyi dari kita,"


Jawab Hendrik sambil berjalan mendekati pintu rumah Robert dan memajukan wajah nya hingga lubang hidung Hendrik tepat di lubang pintu untuk melihat siapa yang datang.


" Hai lihat lah apa yang di lakukan Hendrik di sana Robin?"


Tanya Clark dengan tatapan bingung melihat ulah Hendrik.


" Iya benar apa yang dia lakukan mengapa menempelkan hidung nya ke lubang itu atau kah mata Hendrik sudah berpindah di hidung?"


Ucap Robin dengan tatapan bingung.


" Aduh apa itu tadi mengapa ada lubang gelap dan banyak bulu nya, Apakah itu monster model terbaru?


Ucap Felix sambil menyandarkan tubuh nya ke pintu.


Saat itu Hendrik berkata kepada Robin dan Clark bahwa diri nya tidak bisa melihat Felix ada di dalam atau tidak alhasil Hendrik mendapat pukulan dari Robin dan Clark dan ternyata niat Hendrik mendekatkan hidung nya ke lubang pintu agar bisa mencium aroma tubuh Felix ada tidak di dalam bukan untuk mengintip nya.


Maka tanpa menunggu waktu lama Robin, Hendrik dan Clark mendobrak pintu rumah itu dan masuk mengacak - acak isi rumah untuk mencari Felix yang bersembunyi di dalam kamar mandi, Di sisi lain ada Mikael yang ternyata dari kejauhan memperhatikan Robert, Ina dan Scudetto yang sedang bermain di sebuah tanah lapang yang berumput hijau.


Harus nya aku dan Ibu ku yang berada di sana bukan lah mereka dan gara - gara mereka lah aku tidak mendapatkan kasih sayang dari Ayah dan Ibu ku selalu sedih menahan kerinduan kepada Ayah, Aku akan selesaikan semua ini agar Ibu ku bahagia dan tersenyum kembali.


Bergumam lah dalam hati Mikael yang berwujud srigala putih yang lumayan besar dari balik semak - semak dengan tatapan mata sedih yang tidak mampu tertahan lagi sedangkan Robert merasakan ada sesuatu namun diri nya tidak mengetahui apa sebenar nya yang terjadi dan saat itu Robert berfikir gerombolan para monster itu di sekitar situ hingga pangan Robert menyebar ke segala penjuru taman bermain tersebut.


Lalu apakah yang akan di lakukan Mikael saat ini, Apakah Mikael akan menghampiri Robert dan marah kepada Robert agar Robert bisa mengerti apa yang ia rasakan selama ini ataukah Mikael menahan semua perasaan kesedihan nya sendiri dan apa yang akan di lakukan Robin, Hendrik dan Clark kepada Felix apakah Felix akan menuruti mereka atau kah melawan mereka?


Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah perjalanan mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.