I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 29 . KASIH MENUTUPI PERBEDAAN



Seringkali kita membuat perbedaan dan perbedaan itulah yang menjadi jurang pemisah dalam segala hal contoh kecil saat masih berpacaran kita tidak melihat perbedaan sebab saat itu kita mengasihi kekasih kita namun di saat kasih itu sudah hambar maka masalah kecil akan menjadi besar di situlah makna kasih mampu menutupi kesalahan dan perbedaan hingga kita mampu bersatu.


Lalu apa yang terjadi kepada Robert dan Robin yang sejak dari dulu selalu berbeda sudut pandang apakah hal ini menjadi pemicu utama hingga akhir nya saling menyakiti dan benarkah Robert terbawa kondisi dan akhir nya menghabisi Robin juga sekutu nya atau kah Robert tetap memegang kasih dalam hidup nya dan bila Robert memegang kasih dalam hati nya apakah yang akan di lakukan Robert kepada Robin mari kita tilik bersama pengamalan ilmu kasih di kisah mereka.


Waktu terus bergulir tanpa terasa sudah masuk bulan ke tiga masa kehamilan Ine dan hanya melalui ponsel antara Ine dan Robert berkomunikasi karena tugas Robert tidak bisa di tinggal kan di wilayah utara dan pasti nya Ine memahami kondisi suami nya sebagai seorang militer dan selama tiga bulan itu juga Robin mencari keberadaan Ine di mana sebab mendapat kan tugas dari Tuan Felix untuk menghabisi Ine agar Ine tidak mempertanyakan semua wilayah kekuasaan Ayah nya yang telah tiada.


Pagi ini Robin sangat geram sebab sampai detik ini tidak mendapat kan keberadaan Ine dan Robert semua anak buah nya sudah di sebar untuk mencari namun mereka tidak dapat menemukan tempat yang pasti di mana Robert dan Ine berada di sisi lain Robert yang menahan kerinduan nya kepada istri nya membuat sesak dada nya belum lagi kini wilayah utara sudah menjadi wilayah yang sepi dan mengerikan di setiap sudut kota yang terlihat hanyalah bangunan kosong tanpa penghuni.


Di jalan - jalan yang terpampang hanya lah puing dan mobil yang tanpa pemilik dan ada beberapa monster yang berkeliaran di jalan yang belum sempat di musnah kan oleh Mateow dan Robert sedangkan beberapa kawan Robert sudah benar - benar merasa lelah menghadapi semua ini yang tanpa terlihat titik terang nya namun kini semakin parah sebab wilayah utara di blokade tertutup oleh pagar berduri dengan tujuan para monster itu tidak terlepas keluar wilayah utara.


" Kita sampai kapan terkurung di wilayah yang terisolasi ini sedangkan bantuan dari pusat belum juga datang apakah kita semua akan mati di makan monster - monster yang semakin bertambah banyak itu?"


Tanya Markus dengan menyandarkan tubuh nya di tembok.


" Aku belum mau mati sekarang aku belum mewujudkan impian orang tua ku."


Ucap Samuel sambil meneteskan air mata mengingat semua kejadian.


" Bila kita hanya diam di sini mana mungkin kita bisa keluar dari tempat iblis ini ... BRAKK!"


Timpal David sambil memukul lemari yang berada disisi nya dengan penuh emosi.


" Bisa kah kalian bersikap tenang gunakan iman kalian semua bila kalian semua seperti ini hanya mengandalkan kuat kalian maka habis lah kita semua disini lihat kedepan pandang masa depan kalian semua jangan menyerah dengan keadaan."


Ucap Robert yang mencoba memotivasi kawan - kawan nya yang mulai lelah.


Kemudian Robert memandang ke arah bulan purnama yang begitu cantik malam itu saat itu yang terlihat di mata Robert adalah wajah istri nya yang sedang tersenyum kepada nya di sisi lain ada Robin yang mendapat informasi dari Helena tentang keberadaan Ine di kampung itu dan posisi itu sangat di manfaat kan oleh Robin sebab mengetahui Ine hanya bersama kedua orang tua nya dan Robert tidak bersama nya.


" Kumpul kan semua anggota kita sebab nanti tepat jam 9 malam kita akan menuju wilayah utara."


Ucap Robin kepada beberapa pengawal nya dengan senyum licik.


Sedangkan Elisa masih meratapi Ayah nya yang kini menjadi monster karena perbuatan Tuan Felix yang sejak awal kurang menyukai keberadaan Hendrik sebab di mata Felix orang seperti Hendrik susah untuk menurut dan keras kepala bila di biarkan hidup maka akan menjadi batu sandungan bagi diri nya maka lebih baik di singkirkan dengan segera.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam suasana pusat perdagangan pun semakin sunyi namun entah dari mana asal nya tiba - tiba bermunculan lah monster dan menyerang sebuah apartemen di mana Elisa tinggal saat itu kondisi sangat ricuh dan pasti nya team ujung tombak segera meluncur ke lokasi untuk menyelamatkan warga yang belum terkontaminasi virus monster tersebut dengan cekatan team ujung tombak membasmi para monster tersebut sebab mereka begitu ganas.


Sedangkan gerombolan rubah merah yang di pimpin oleh Robin menuju ke daerah kampung nya dengan senyum bangga sebab diri nya kali ini pasti berhasil untuk menghabisi Ine dan bila Ine meninggal pasti nya lebih mudah untuk menghabisi Robert sebab jiwa orang yang sedang sedih kehilangan pasti lebih mudah digoyakan pikir Robin dan ternyata saat itu Mateow sedang berada di rumah Rowdi hanya untuk sekedar memastikan bahwa Rowdi sekeluarga baik - baik saja.


" Paman bagaimana kondisi di wilayah utara saat ini apakah sudah datang para bala bantuan?"


Tanya Ine sambil mengelus perut nya.


" Benar Teow dan bagaimana keadaan anak ku serta kawan - kawan nya?"


Tanya Rowdi dengan nada cemas.


" Silahkan di minum dulu selagi hangat Teow."


Ucap Winda sambil meletakkan segelas susu hangat di meja.


" Terimakasih Winda ... kondisi di wilayah utara semakin tidak kondusif dan hampir semua warga sudah menjadi monster sedangkan dari pusat masih mencari obat penangkal virus tersebut."


Jawab Mateow sambil meneguk susu hangat.


" Lalu apakah suami ku baik - baik saja Paman dia tidak terluka kan Paman?"


Tanya Ine yang semakin khawatir.


" Robert dan kawan - kawan nya baik secara fisik namun secara mental pasti nya mereka terluka mau tidak mau harus menghabisi para monster itu sebelum mereka yang menjadi korban berikut nya.


Jawab Mateow dengan mencoba tersenyum meski perih rasa hati nya melihat kesedihan di mata Ine.


" Apa pun yang terjadi kepada kedua putra ku di luar sana aku yakin atas penyertaan Tuhan dan pasti Tuhan menjaga mereka yang berjuang demi kebenaran maka marilah kita doa kan mereka agar segera kembali pulang."


Ucap Winda sambil memegang telapak tangan Ine dan Rowdi untuk memberi penghibur an kepada mereka.


" Amin."


Ucap mereka bertiga dengan serempak dan mencoba tetap tersenyum.


Saat itu team ujung tombak baru saja usai mengevakuasi para warga di apartemen yang masih bisa tertolong dan yang tidak bisa tertolong maka mereka akan memusnahkan nya agar tidak terus bertambah monster di wilayah utara sebab mereka semua sudah kewalahan menghadapi nya di tambah lagi pasokan makanan semakin menipis mereka hanya mampu bertahan dari toko - toko yang di tinggal kan pemilik nya.


Sedangkan Elisa saat akan di selamat kan oleh team ujung tombak tidak mau dan lebih memilih menjadi monster dengan tujuan agar bisa berjumpa dengan Ayah nya yang sudah menjadi monster dan terpasung di laboratorium rumah sakit pasti nya Hendrik yang sudah menjadi monster akan di jadi kan kartu as saat diri nya merasa terpojok nanti nya.


Tepat pukul 9 malam gang rubah merah tiba di pembatas kampung dan saat itu diri nya berhenti sejenak sebab melihat Helena yang telah berdiri di sisi jalan dengan tatapan gelisah Helena sesekali mengarahkan pandangan nya ke arah jalan perkampungan sebab takut ada yang melihat prilaku nya.


" Helena sedang apa kamu disini?"


Tanya Robin sambil melihat Helena dengan tatapan bingung.


" Aku sedang menanti mu Robin dan akan memberi informasi kepada mu tentang kondisi di rumah mu saat ini."


" Mengapa tidak melalui ponsel dan bila kamu menemui ku seperti ini akan membuat orang curiga."


Ucap Robin yang mulai khawatir ada yang melihat.


" Ponsel ku mati jadi mau tidak mau aku menemui mu langsung dan aku hanya memberitahu bahwa di rumah mu ada seorang lelaki yang suka di panggil Paman oleh Ine dan aku tidak tau siapa lelaki itu."


Ucap Helena dengan nada terburu - buru.


" Baik lah terimakasih atas informasi mu dan sekarang kamu segera pergi dari kampung ini sebab akan aku ratakan bila sampai ada yang melawan ku."


Ucap Robin dengan nada sombong nya.


" INGAT SEMUA BILA NANTI ADA YANG MELAWAN MAKA ANTARKAN MEREKA MENEMUI TUHAN JANGAN SAMPAI TIDAK!"


Teriak Robin memberi perintah kepada anak buah nya.


Tidak perlu waktu lama sampailah Robin di depan rumah nya dengan melangkah pasti Robin menuju pintu rumah nya dan sesampai nya di depan pintu rumah nya bukan lah mengetuk pintu dengan sopan namun segera kaki nya mendobrak pintu rumah orang tua nya dan terdengar pintu yang hancur sangat keras saat itu seisi rumah refleks terkejut melihat kejadian itu.


" Robin anak ku akhir nya kamu pulang juga Nak."


Ucap Winda yang segera bangkit dari duduk nya.


" Robin kemari lah Nak akan Ayah perkenalkan dengan Kakak ipar dan Paman mu."


Ucap Rowdi dengan senyum menghiasi wajah nya.


" Jangan mendekat kamu lelaki tua bangka sejak kapan kamu menjadi Ayah ku!"


Ucap Robin dengan kasar sambil mengacungkan laras panjang ke arah kepala Rowdi.


" Robin dia Ayah mu jaga sikap mu PLAKK!"


Ucap Winda sambil menampar wajah Robin.


" Aku sudah tau semua nya Ibu jadi jangan menutupi semua nya dari ku dan aku tau Ayah kandung ku bukan dia tapi Erick lah Ayah kandung ku ... PLAKK!"


Jawab Robin sambil menampar wajah Ibu nya.


" ROBIN HENTIKAN MEREKA KEDUA ORANG TUA MU!"


Ucap Ine sambil membantu Winda bangkit berdiri dari lantai.


" Hai kamu pasti Ine istri dari Robert si pecundang itu ternyata cantik juga diri mu mengapa tidak bertemu dengan ku terlebih dahulu agar aku bisa menikmati tubuh mu wanita bodoh!"


Ucap Robin sambil memegang dagu Ine dengan kasar.


Di saat seperti itu Mateow yang sedang berada di kamar mandi segera menghubungi Robert bahwa saat ini Robin sedang berada di rumah nya dan pasti nya keselamatan kedua orang tua nya serta istri nya sedang terancam sebab saat ini Robin datang tidak seorang diri melainkan bersama anggota nya yang lumayan banyak dan bila Mateow menghadapi nya sendiri pasti kalah.


Setelah menerima berita itu tanpa berpikir panjang segeralah Robert memacu motor nya yang di ikuti kawan - kawan nya menuju desa di mana orang tua Robert berada dengan perasaan khawatir dan gelisah Robert memacu motor nya di tengah deras nya hujan semua tidak di hirau kan di dalam benak Robert hanyalah keselamatan kedua orang tua nya dan istri nya yang sedang mengandung buah hati nya.


Sedangkan kondisi di desa semakin memanas warga desa mulai berdatangan ke rumah Rowdi untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi mengapa ada keributan di malam hari dan para warga mencoba menenangkan Robin namun yang terjadi Robin semakin kalap dan mengancam kepada seluruh warga akan menghabisi nya bila ada yang menghalangi nya atau melarang nya.


" Robin sadarlah mereka keluarga mu dan kamu hanya terkena hasutan saja!"


Bentak Mateow sebab sudah tidak tahan melihat perlakuan Robin kepada kedua orang tua nya.


" DIAM KAMU PECUNDANG BILA SAYANG NYAWA MU!"


Teriak Robin yang sedang kalap saat itu dan melemparkan kapak ke arah Mateow.


Saat itu kondisi semakin tidak kondusif dan para anggota rubah merah di perintahkan Robin untuk menghabisi semua warga kampung siapa pun itu yang berani melawan maka terjadilah pertikaian antara mereka demi mempertahankan hidup masing - masing dan saat itu tibalah Robert dan kawan - kawan nya di gerbang masuk kampung saat itu Robert sangat panik melihat kondisi yang sudah ricuh di kampung itu.


Kemudian Robert dan kawan - kawan nya mencoba memisahkan mereka namun seperti nya tidak bisa juga akhir nya jalan satu - satu nya menghabisi gang rubah merah agar Robert bisa mencapai rumah nya dengan penuh luka tebasan Robert mencoba terus berjalan untuk sampai ke rumah nya namun saat Robert memasuki halaman rumah nya saat itu di lihat nya sebuah busur panah yang terbang dan mengenai tepat di perut istri nya saat Robert berusaha menggapai istri nya yang terkena panah perut nya tiba - tiba bersarang lah busur panah tepat di dada Robert.


Seketika Robert tersungkur di tanah namun saat itu Robert berusaha bangkit dan menghampiri tubuh istri nya yang tergeletak di tanah dengan sisa nafas yang ada.


" Sayang kan ku bawa hati mu bersama ku dan bawalah jiwa ku bersama mu ku tunggu diri mu di pintu surga."


Ucap Ine dengan memegang wajah Robert yang sedang menangis melepas istri nya.


" IIIINNNNEEEE ...."


Teriak Robert sambil memeluk erat tubuh istri nya yang telah tiada.


Alam pun ikut menangis menyaksikan kejadian pilu itu seakan alam mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Robert saat ini dan hal ini adalah sebuah pukulan terbesar bagi Robert saat itu hujan semakin lebat membasahi bumi lalu apakah yang akan Robert lakukan kepada Robin yang telah menghabisi nyawa istri dan buah hati nya juga kedua orang tua nya?


Tunggu kisah kelanjutan nya hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah lupa untuk mengomentari agar author jadi lebih baik lagi serta jangan bosan untuk selalu dukung author agar semangat update nya.