
Alangkah baik nya sebelum kita mengambil sebuah keputusan mempertimbangkan ke lima hal ini di antara nya keadilan, kebenaran, manfaat untuk sekitar, perkembangan untuk sekitar dan yang paling utama konsekuensi, Sebab apa pun keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensi dalam hal nya baik atau pun yang hal buruk.
Begitu juga saat ini Robert dan Ina harus dengan cermat dalam mengambil keputusan saat berhadapan dengan profesor Leon yang jelas - jelas sumber masalah ini meski semua itu atas perintah dari Felix dan Williams namun saat itu harus nya profesor Leon harus bisa menilai sebelum mengambil keputusan bergabung dengan mereka berdua.
Saat ini Robert dan Ina lumayan bingung melihat profesor Leon berdiri di hadapan nya dengan wajah memelas dan pasti nya Robert dan Ina penuh kewaspadaan dan pandangan mereka berdua pun menyebar ke seluruh ruangan ground sebab hanya melalui ruangan itu untuk mencapai ruang farmasi.
" Ina bantu aku, apakah kamu tidak menaruh belas kasihan pada ku?"
Rengek Profesor Leon dengan tatapan mengiba.
" Apa yang dia inginkan sebenar nya mengapa mendatangi mu Ina?"
Tanya Robert sambil berjalan mendekat.
" Pasti dia mengincar flash disk ku sebab baru aku yang menemukan penawar itu virus."
Jawab Ina sambil membawa slang besi di tangan kanan nya.
" Kamu harus bisa memutuskan hal yang sangat penting ini untuk negara jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah."
Imbuh Robert dengan tatapan fokus ke profesor Leon.
" Prof Leon apa maksud anda menemui saya dan selama ini anda kemana saja?"
Tanya Ina dengan tegas sambil memanggul pipa besi ke pundak nya.
" Ina tolong kamu percaya pada ku selama ini aku sudah menganggap mu seperti putri ku sendiri bahkan selama di kampus aku lah yang selalu membantu mu hingga lulus."
Ucap Profesor Leon yang memainkan drama di depan Ina dan Robert.
" Tolong jangan sangkut pautkan hal itu dan to the poin saja apa maksud anda Prof?"
Tanya Ina dengan tegas tanpa basa basi.
" Baik lah, Ina marilah bergabung dengan ku untuk menemukan penawar virus itu dan bila sudah berhasil aku akan mengatakan diri mu lah penemu nya agar mendapat pendapatan dari negara."
Jawab Profesor Leon dengan senyum licik.
" Maaf bukan aku ikut campur dengan urusan kalian tapi bukan kah anda harus menanggung konsekuensi nya Prof dengan hasil penemuan anda itu?"
Tanya Robert dengan tatapan tajam.
" Jaga bicara mu anak muda jangan lancang menuduh ku sebagai sumber masalah ini semua!"
Jawab Profesor Leon sambil menunjuk ke arah Robert dengan penuh amarah.
" Anda yang harus menjaga sikap Prof kami sudah tau siapa anda dan apa tujuan anda sebab prof Li sudah mengatakan semua kepada kami."
Ucap Ina sambil melirik sinis ke arah Profesor Leon.
" Sekarang katakan di mana Robin dan mayor Hendrik berada?"
Tanya Robert sambil mendekati Profesor Leon yang terlihat gugup.
" Aku tidak mengenal mereka jadi maaf aku tidak tau di mana mereka berada."
Jawab Profesor Leon yang berbohong.
" Masih berani berbohong kamu Prof, PLAKK!"
Ucap Robert dengan geram menampar wajah Profesor Leon hingga terjatuh.
" Sekarang anda pilih Prof jujur atau tetap bungkam dan maaf anda akan kami buat santapan mereka lihat lah di ujung sana."
Ucap Ina sambil memegang wajah Profesor Leon mengarah kan ke salah satu sisi ruangan yang sudah di penuhi monster.
Saat itu di lantai ground sudah di penuhi para monster yang kelaparan hanya terhalang oleh dinding tembok saja mereka belum bisa mencapai ke arah Robert, Ina dan profesor Leon yang sedang terjatuh di lantai dan hal itu di manfaat kan oleh Robert untuk menekan profesor Leon agar membawa mereka berdua ke rumah Felix.
Sedangkan pembatas kaca di ruangan yang berada di lantai ground sudah hampir runtuh maka dari itu Robert dan Ina memutuskan untuk meninggal kan profesor Leon yang masih bungkam segera Robert dan Ina berlari menuju pintu darurat kemudian segera menutup pintu itu dengan pipa besi yang di pegang oleh Ina.
Sedangkan profesor Leon menjadi santapan para monster kelaparan itu sambil mengatur nafas Robert dan Ina duduk di anak tangga dengan tatapan sama - sama panik dan keringat yang mengucur deras membasahi tubuh mereka dan baju mereka telah basah oleh keringat saat itu mereka berdua memfokuskan ke ruangan farmasi untuk mendapat kan beberapa obat yang mampu melumpuhkan serangan para monster itu.
" Ina masih jauh kah ruang farmasi itu?"
Tanya Robert sambil membuka kaos nya yang sudah basah oleh keringat.
" Dua lantai lagi kita sampai di ruang farmasi."
Jawab Ina sambil mengatur nafas nya.
Kemudian Robert menemukan kunci inggris dan sebuah kapak di sisi anak tangga lalu memberikan nya kepada Ina kunci inggris nya untuk senjata kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan menuju dua lantai lagi dan ternyata saat ini beberapa lantai yang di lewati oleh mereka berdua sudah di penuhi monster di lantai pertama.
Lalu mereka melanjutkan menuju lantai berikut nya dan ternyata di lantai tempat ruang farmasi berada belum ada yang terkontaminasi oleh virus berbahaya itu namun terjadi penumpukan pasien di sana sebab pintu utama rumah sakit sudah diblokade militer dan yang tersisa di sana di anggap sudah menjadi monster semua.
" Apa yang terjadi di sini mengapa banyak sekali orang bukan nya mereka segera keluar!"
Bergumam lah Robert dengan nada emosi.
" Ada apa ini sebenar nya mengapa mereka tidak segera menyelamatkan diri?"
Tanya Ina sambil berjalan melewati orang yang sedang berkerumun menangis ketakutan.
" Dokter mohon selamat kan bayi ku biar aku yang menjadi monster asal anak ku selamat."
Ucap seorang Ibu mudah memegang lengan Ina yang sedang berjalan menuju ruang farmasi.
" Bu apa yang sebenar nya terjadi mengapa tidak segera keluar dan menyelamatkan diri?"
Tanya Ina sambil menghentikan langkah nya.
" Pintu utama telah di tutup dan siapa pun yang keluar dari sini akan di pecahkan kepala nya sebab di anggap monster oleh mereka."
Jawab Ibu mudah itu sambil menangis ketakutan menyerahkan bayi nya kepada Ina.
" Baik lah, Bu tenang dulu saya dan teman saya akan mencari jalan keluar untuk kalian semua."
Ucap Ina sambil menggendong bayi merah dan mengejar Robert yang sudah berjalan lebih dulu.
Tubuh satpam itu sudah mulai mengeluarkan keringat dingin dan pinggiran mata nya mulai memerah sambil mengerang kehausan dan ada beberapa awak medis yang mencoba menolong nya saat itu Robert segera menghampiri kerumunan itu sambil membawa kapak.
" MINGGIR KALIAN SEMUA JANGAN MENOLONG SATPAM ITU DIA SUDAH TERKONTAMINASI VIRUS!"
Teriak Robert sambil mengayunkan kapak di tangan nya dan menjatuhkan tepat di kepala satpam tersebut.
" Ingat bila kalian menemui hal serupa segera beres kan jangan di beri bantuan sebab akibat nya kalian yang akan menjadi korban nya."
Ucap Ina sambil mendekap bayi merah di tangan nya.
" Hei kapan kamu hamil nya mengapa sekarang sudah menggendong bayi apa secepat itu manusia berkembang biak?"
Tanya Robert sambil melempar senyum ke Ina.
" Robert stop bukan waktu yang tepat untuk bercanda ok."
Jawab Ina dengan tatapan lelah dan sebal.
Kemudian Ina pun menjelaskan apa yang sedang terjadi di ruangan itu mengapa hingga terjadi penumpukan pasien dan saat itu Robert berusaha menghubungi pusat agar mengirim bantuan dan menjelaskan bahwa di rumah sakit tidak semua nya menjadi monster hanya ada di beberapa lantai atas saja yang sudah menjadi monster.
Kita akan melihat bagaimana kondisi Bobbi, Saulus dan Mateow apakah mereka bertiga sudah lepas dari wilayah utara dan apakah benar Samuel dan David tidak tertolong lagi dan mereka berdua merelakan nyawa nya demi keselamatan ketiga orang lain nya? Namun seperti nya Tuhan sungguh adil dan selalu membantu umat nya yang berniat baik kepada sesama.
Di saat Samuel dan David mencoba melawan para monster dan berusaha mencapai gardu listrik di saat mereka berdua semakin terdesak tiba - tiba ada ratusan bahkan ribuan busur panah yang menghujani para monster itu dan muncul lah segerombolan orang yang di pimpin seorang pemuda bernama Simon alfons dari suku Amate yang keluarga nya juga sudah menjadi monster.
Sehingga Samuel dan David merasa lega melihat ada orang lain yang membantu nya dan dengan segera David menuju gardu listrik tanpa melihat sekeliling nya segera memadamkan listrik nya namun saat David membalikkan tubuh nya di serang oleh monster yang tiba - tiba menerkam David saat itu Samuel berusaha membantu namun sudah terlambat.
" Lenyap kan kawan mu atau kami yang akan melenyapkannya."
Ucap Simon sambil menyerahkan busur panah kepada Samuel.
" Dia sahabat ku sudah gila kamu tidak mungkin aku membunuh sahabat ku sendiri!"
Teriak Samuel sambil memeluk tubuh David yang mulai menggigil kedinginan.
" Muel benar kata dia lekas akhiri sakit yang aku rasakan aku sudah terkontaminasi virus itu."
Ucap David dengan bibir bergetar memegang lengan Samuel.
" Tidak, David kamu harus bertahan aku akan membawa mu ke pusat kota kamu tenang jangan banyak bicara."
Ucap Samuel sambil menangis membopong David yang semakin mengejang tubuh nya.
" Orang bebal susah sekali di ajak bicara."
Ucap Simon menarik busur panah nya dan melepas nya tepat mengenai kepala David.
" MENGAPA KAMU MEMBUNUH SAHABAT KU APA SUDAH BOSAN HIDUP KAMU PECUNDANG!"
Teriak Samuel sambil menangis memukul tubuh Simon.
" PLAK, Sadar kamu orang bebal kawan mu akan memakan mu bila tidak segera di beres kan saat ini hanya raga nya kawan mu tapi jiwa nya monster!"
Ucap Simon setelah menampar wajah Samuel hingga tersungkur ke tanah.
Sedangkan Bobbi, Saulus dan Mateow berusaha segera memotong kawat berduri agar mereka bisa melewati dan keluar dari wilayah itu dengan bercucuran air mata mengenang pengorbanan Samuel dan David pasti nya mereka bertiga berfikir bahwa Samuel dan David telah habis di makan oleh para monster yang mengejar mereka.
Namun di tengah - tengah mereka bertiga memotong kawat berduri terdengar suara langkah beberapa ekor kuda dan suara Samuel yang berteriak memanggil Mateow saat itu mereka berfikir sedang berhalusinasi mendengar suara Samuel memanggil dari arah kejauhan.
" Paman Mateow aku berhasil!"
Teriak Samuel dari kejauhan.
" Bob apakah kamu mendengar suara nya Samuel?"
Tanya Saulus sambil memandang ke arah Bobbi.
" Benar, Pikir ku hanya sedang berhalusinasi saja aku tadi."
Jawab Bobbi yang menghentikan kegiatan nya.
" Paman Mateow lihat lah Samuel telah kembali dia selamat Paman."
Ucap Saulus sambil menyeka air mata nya.
Saat itu Mateow dengan air mata bercucuran berlari menghampiri Samuel yang ternyata berhasil lolos dari serangan para monster, Dengan erat Mateow memeluk Samuel untuk melepas rasa khawatir nya kemudian Samuel memperkenalkan Simon alfons kepada Mateow, Bobbi dan Saulus.
" Perkenalkan ini kawan ku yang masih tersisa dan ini Simon lelaki yang menolong ku saat di serang segerombolan monster."
Ucap Samuel sambil menyeka air mata bahagia nya.
" Senang berkenalan dengan mu Simon, David dimana David apakah kamu tidak menyelamatkan David?"
Tanya Mateow dengan pandangan panik.
" Paman maaf kan aku David sudah terkontaminasi maka ...."
Jawab Samuel sambil menunduk.
" Maaf sebenar nya kalian semua dari mana dan akan pergi kemana?"
Tanya Simon dengan tatapan fokus kepada Mateow.
Kemudian Mateow segera menjelaskan siapa jati diri mereka semua dan untuk apa ke wilayah utara dan saat ini mereka akan pergi kemana semua hal itu di ceritakan Mateow kepada Simon dan saat itu beberapa orang yang bersama Simon berbisik kepada Simon agar menolong mereka sebab tidak mungkin mereka semua mengarungi gurun pasir di saat malam semakin larut dan Simon pun menyetujui hal tersebut.
Sementara ini nyawa Samuel, Bobbi, Saulus dan Mateow telah di selamat kan oleh Simon alfons namun mereka berempat tidak mengetahui kondisi di pusat kota yang kini mulai di kuasai oleh para monster dan pasti nya seluruh warga merasa ketakutan saat keluar rumah sehingga di setiap ujung jalan di jaga ketat oleh pasukan gabungan bersenjata lengkap demi melindungi masyarakat dari serangan monster yang semakin meluas.
Sedangkan hingga kini Robert belum bisa menghubungi kantor pusat untuk menolong warga yang terjebak di dalam rumah sakit itu dan kepanikan semakin bertambah saat para monster itu bisa memasuki lantai ground semua orang berusaha menyelamatkan diri begitu juga yang di lakukan Robert dan Ina sambil menggendong bayi yang baru saja di lahirkan.
Seperti nya semakin menegangkan situasi saat ini lalu bisakah Robert dan Ina serta bayi itu meloloskan diri dari serangan monster di rumah sakit itu dan apakah Felix dan Williams menyadari bahwa profesor Leon belum kembali juga ke rumah nya dan bila Felix mengetahui bahwa profesor Leon sudah menjadi monster juga apa yang akan dia lakukan sedangkan diri nya tidak memiliki obat untuk penawar virus tersebut?
Jangan pernah beranjak dari kisah perjuangan mereka seorang manusia srigala yang berusaha menaklukkan para monster hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan selalu dukung author agar semangat nulis nya.