I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 93 . SAAT MERASA HIDUP TIDAK ADIL



Sering kali kita berfikir mengapa kita harus bersusah payah, sakit, jatuh, gagal dan kecewa saat menggapai suatu impian, Mengapa tidak yang kita ingin kan semua dengan mudah kita dapat kan tanpa merasakan semua rasa itu yang membuat kita merasa putus asa.


Semua itu bila kita dapat dengan mudah maka kita akan menjadi manja dan rapuh tidak tahan uji pasti nya kita akan meremehkan hasil yang dengan mudah kita dapat kan tanpa ada nya rasa sakit dan kecewa namun bila kita meraih impian itu dengan merasakan semua itu maka kita akan bisa bersyukur atas apa yang kita dapat kan.


Sebab hasil tidak akan menghianati sebuah usaha, Jadi bila menginginkan sebuah hasil yang maksimal maka persiapkan juga tenaga dan pikiran yang maksimal juga, Sama hal nya yang saat ini sedang di rasakan oleh Robert, Ine, Rebecca dan Mikael menyiapkan tenaga dan pikiran yang maksimal untuk mengusir monster.


Bukan dalam waktu yang sebentar mereka berjuang melawan gerombolan monster dan tidak sedikit cucuran air mata, darah dan keringat yang mereka korban kan demi mencapai impian mereka agar negara mereka terbebas dari serangan monster yang sudah menghancurkan semua nya, Tidak hanya harta benda yang mereka hancurkan namun impian dan harapan manusia pun sudah ikut mereka hancurkan juga.


Kali ini Rebecca benar - benar putus asa setelah mengetahui Ronald calon suami nya meninggal dengan cara tragis tergantung di tiang listrik yang meledak lalu apakah Rebecca tidak merasa kecewa dan sakit hati, Pasti saat ini Rebecca merasakan hal itu kecewa dan sakit hati sebab segala yang mereka bina beberapa tahun ini kandas dalam sekejap mata.


Dengan membulat kan tekad mereka berempat menyusun siasat untuk menghabisi Robin dan Alonso yang saat ini sedang bersenang - senang sebab berfikir mereka sudah berhasil menduduki istana negara namun mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya saat ini nyawa mereka sedang berada di ujung tanduk.


" Ayah aku punya ide untuk menyerang mereka tanpa membawa kawanan srigala buas kesana,"


Ucap Mikael sambil berdiri di sisi perapian.


" Apa rencana mu?"


Tanya Robert sambil memasukkan potongan kayu kedalam perapian.


" Ayah dan Ibu menyerang dari depan dan babat habis mereka yang berjaga sedangkan aku dan Bibi Rebecca lewat dari atas melalui atap gedung istana negara,"


Jawab Mikael sambil bergantian menatap Ine dan Rebecca yang sedang duduk di sofa.


" Kamu yakin mampu menghabisi Robin dan Alonso tanpa bantuan Ayah dan Ibu, Mikael?"


Tanya Ine dengan tatapan serius.


" Aku sangat yakin tapi bagaimana dengan Bibi Rebecca apakah juga yakin seperti ku?"


Jawab Mikael yang berbalik bertanya kepada Rebecca.


" Lewat mana pun aku tidak masalah yang terpenting aku bisa memenggal kepala monster itu,"


Jawab Rebecca dengan nada dan tatapan geram.


" Kalau menurut Ayah bagaimana?"


Tanya Mikael sambil menoleh ke Robert yang baru saja bangkit berdiri.


" Tidak masalah, Yang utama kita semua harus tetap waspada dan jangan sampai mereka lolos lagi,"


Jawab Robert diiringi senyum tenang dan menepuk pundak Mikael.


Kemudian mereka berempat berdiri membentuk sebuah lingkaran dengan saling memegang satu dengan lain nya lalu mereka berdoa kepada Tuhan agar di berikan kekuatan untuk menghadapi semua ini demi masyarakat kembali aman damai dan tanpa ada rasa khawatir dari serangan virus yang di sebarkan oleh gerombolan monster yang memiliki tujuan tertentu.


Setelah itu mereka berempat pun bersiap - siap untuk menuju gedung istana negara yang di kuasai oleh gerombolan monster namun mereka berempat tidak melalui jalan jembatan yang memang jalur nya di situ untuk menuju gedung istana negara namun mereka berempat sengaja melewati jalan perbukitan yang terletak di belakang gedung istana negara.


Sedangkan saat itu para monster sedang berpesta pora menikmati hasil jarahan mereka dari toko yang sudah hancur, Saat itu Robin berdiri di sisi jendela sambil melihat gerombolan monster yang sedang berpesta pora hanya tersenyum sinis sambil memegang sebuah tongkat yang awal nya tongkat itu berada di atas meja kerja presiden.


" Robin apa yang sedang kamu pikirkan saat ini?"


Tanya Alonso sambil berjalan menghampiri Robin.


" Aku sedang berfikir bodoh sekali monster itu yang sedang berpesta pora hanya karena masuk ke pelataran gedung,"


Jawab Robin tanpa melihat kearah Alonso.


Ucap Alonso sambil memberikan botol minuman.


Saat itu Robert, Ine, Rebecca dan Mikael terus berlari dengan wujud srigala buas menyusuri bukit di belakang gedung istana negara, Mereka berempat melihat pagar pembatas di hadapan nya yang lumayan tinggi dan pasti mereka tidak bisa melompati nya.


Kemudian mereka diam sejenak sambil mengatur nafas setelah berlari cukup jauh dan saat itu Mikael dan Robert teringat bahwa saat ini di wilayah itu sudah tidak ada aliran listrik di karena kan gardu listrik nya sudah meledak dan tidak mungkin gerombolan monster itu bisa membetulkan aliran listrik lagi agar bisa menyala seperti sedia kala.


Dengan gerak cepat Mikael dan Robert berlari menuju pagar pembatas itu untuk merusak dengan cakar yang tajam alhasil dalam waktu sekejab pagar pembatas itu sudah terbuka lebar dan mereka berempat pun berlari masuk menuju gedung istana negara dengan strategi yang sudah di atur.


Kemudian Robert dan Ine segera menuju depan gedung di mana gerombolan monster sedang berpesta pora maka dengan sangat mudah Robert dan Ine mencabik - cabik mereka yang sedang lengah dan memisahkan kepala mereka dari tubuh nya, Hanya dengan waktu singkat Robin dan Ine sudah membabat habis mereka.


" Bibi lewat tangga darurat, Biar aku yang lewat atap,"


Perintah Mikael kepada Rebecca yang sedang berjalan menuju sebuah pintu.


" Baik, Berhati - hati lah."


Jawab Rebecca yang merubah wujud nya menjadi manusia.


Kemudian mereka berdua berpisah di lorong dan saat itu Rebecca berjalan sambil mengendap membuka pintu menuju pintu darurat setelah itu Rebecca memasuki pintu itu dan menutup nya kembali, Sambil melihat ke sekitarnya Rebecca terus menyusuri tangga darurat tersebut hingga Rebecca sampai di sebuah lorong yang terlihat sangat megah dan terhampar karpet merah di lantai.


Saat itu Rebecca melihat begitu banyak patung yang mengenakan baju jirah perang lambang kebangsaan negara tersebut berjajar rapi di sisi lorong tersebut, Sambil terus waspada Rebecca berjalan mendekati sebuah pintu yang terletak di ujung lorong dan terdengar suara orang berbicara samar - samar.


Aku harus membawa senjata untuk memenggal kepala mereka monster laknat itu, Jangan harap kali ini kalian semua bisa kabur dan selamat dari hadapan ku!"


Bergumam lah dalam hati Rebecca sambil tangan nya meraih sebuah tombak yang di pegang oleh patung yang berjajar rapi di samping nya, Sedangkan Mikael saat itu sudah menemukan ruangan di mana mereka sudah berada dan tepat di depan pintu ruangan tersebut Mikael turun dari atap.


Dan ternyata saat itu Rebecca pun sudah berada di depan pintu tersebut kemudian mereka berdua berniat menyerang Robin dan Alonso yang sedang tertawa lepas di dalam ruangan tersebut, Dengan sekali tendang maka pintu itu pun terbuka lebar dan mereka berdua pun berlari menyerang Robin dan Alonso.


" MATI SAJA MONSTER LAKNAT!"


Teriak Rebecca sambil berlari ke arah Robin sambil menghunus kan tombak ke arah Robin.


" ROBIN AWAS BELAKANG MU!"


Teriak Alonso kepada Robin yang masih belum menyadari bahwa saat ini mereka sedang di serang.


" BRAK ... PERGI KE NERAKA SANA WANITA BODOH!"


Teriak Robin sambil menangkis tombak kemudian menampar wajah Rebecca dengan sangat keras.


Maka dalam waktu sekejap tombak yang di pegang oleh Rebecca terlepas dari genggaman tangan nya jatuh terlempar keluar dan tubuh Rebecca pun terpelanting menghantam jendela kaca dan terlempar keluar gedung dan tubuh Rebecca jatuh tepat di atas tombak yang di bawah nya tadi yang kini sudah menancap di tanah dan tubuh Rebecca menancap di tombak.


Kejadian itu membuat Ine dan Robert terbelalak sebab Rebecca jatuh tepat di hadapan mereka berdua dan pasti nya saat itu Ine dan Robert tidak bisa menahan emosi nya lagi begitu juga dengan Mikael yang menyaksikan tubuh Rebecca terpelanting dari ketinggian.


Dengan emosi yang memuncak Robert dan Ine berlari masuk kedalam gedung dan melemparkan siapa pun yang berani menghalangi langkah mereka untuk sampai di mana Robin dan Alonso berada, Sedangkan Mikael saat itu menyerang Robin dan Alonso dengan membabi buta dan tanpa jedah.


Amarah Mikael, Robert dan Ine sudah tidak dapat di tahan lagi melihat kematian Rebecca yang begitu tragis saat itu dan tanpa waktu lama Robert dan Ine sampai juga di ruangan di mana Robin dan Aloso berada, Maka segera lah Robert dan Ine membantu Mikael untuk menghabisi Robin dan Alonso.


Lalu kali ini mereka bertiga bisakah menghabisi Robin dan Aloso atau Robert akan melarang putra nya lagi untuk memisahkan kepala Robin dari badan nya, Lalu bagaimana dengan nasib Alonso apakah mereka berdua akan bisa lari dari mereka seperti yang sudah - sudah mereka lakukan selama ini ataukah di sini lah malaikat maut menjemput mereka berdua?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.