
Koersif adalah praktik memaksa pihak lain untuk berprilaku secara spontan dengan menggunakan ancaman, imbalan, atau intimidasi bahkan bisa juga bentuk lain dari tekanan atau kekuatan bila dalam hukum pemaksaan dikondisifikasi kan sebagai kejahatan paksaan.
Bila di dalam kasus yang di alami Robert saat ini siapa yang akan mendapat ancaman dan siapa yang akan di bujuk dengan sebuah imbalan yang lumayan besar demi lolos nya keinginan Felix dan Williams pasti nya demi menghancurkan sebuah pemerintah mereka tidak mungkin jalan sendiri pasti nya ada beberapa pihak yang mendukung dan tindakan preventif seperti apa yang akan di lakukan Robert saat ini agar tidak terjadi tindakan yang buruk seperti di wilayah utara.
Sore itu Robert duduk di sebuah cafe sambil menikmati secangkir kopi hitam sambil berfikir bagaimana cara nya agar bisa masuk kedalam rumah Felix sebab dalam hati Robert sangat yakin bahwa Robin bersama mereka dan Robert berniat untuk menyadarkan Robin agar kembali kejalan ke benaran namun pasti nya hal itu tidak lah udah sebab kondisi Robin saat ini sudah menjadi monster yang sangat ganas dan siapa pun akan dihabisi.
Bagaimana cara ku agar bisa masuk kedalam rumah itu dan bisa membawa Robin keluar dari sana sedangkan aku hanya sendiri di sini harus meminta bantuan kepada siapa aku selain kepada Tuhan ya Tuhan kirimkan aku orang yang bisa membantu ku dalam hal ini agar masalah ini tidak semakin fatal bagi masyarakat.
Bergumam lah dalam hati Robert sambil memutar cangkir di hadapan nya dan saat itu tiba - tiba di lihat nya mobil PLN yang melintas di hadapan nya saat itu juga pikiran Robert terbuka dan dia harus menyamar menjadi engineering listrik agar bisa masuk ke rumah tersebut seketika itu Robert mengucap syukur kepada Tuhan telah memberikan solusi bagi nya.
Di sisi lain Felix sedang mengatur pertemuan dengan beberapa investor yang mampu mendanai proyek nya untuk menggulingkan pemerintahan menggunakan monster ciptaan nya dengan berniat membanggakan hasil nya di wilayah utara yang saat ini hampir 100% penduduk nya sudah menjadi monster dan pemerintah tidak bisa menangani nya sedangkan Felix telah memiliki penawar nya.
Namun sebenar nya bukan lah sebuah penawar melainkan obat tidur dengan dosis yang sangat tinggi dan pasti nya sangat berbahaya bila di konsumsi oleh manusia bila tanpa petunjuk dokter sedangkan Ina di laboratorium sempat tercengang melihat hasil riset simple yang di dapat sebab sebenar nya zat kimia yang membuat seseorang menjadi monster tersebut sangat lah sepele hanya penggunaan dosis yang berlebih mengakibatkan manusia berubah menjadi monster yang mengerikan dan ganas.
Sungguh tidak masuk akal ternyata zat kimia yang di gunakan adalah zat yang di gunakan untuk stamina tubuh dan ada kandungan zat yang memang sudah tidak di izin kan beredar sebab sangat berbahaya untuk sistem saraf bila hal ini di berikan kepada manusia dengan dosis besar maka akan terjadi berhenti nya sel saraf otak besar manusia dan yang berfungsi hanya otak kecil manusia.
Bergumam lah dalam hati Ina sambil sesekali senyum memandangi hasil riset nya lalu diri nya meletakkan hasil riset nya di meja dan beranjak pergi dari ruangan laboratorium saat itu Ina berniat menuju cafe untuk menikmati secangkir kopi untuk melepas penat nya dan Ina tidak berpikir panjang bahwa hasil riset nya bisa saja di manfaatkan demi kepentingan orang lain.
" Zain aku keluar sebentar untuk membeli kopi di cafe seberang apakah kamu mau juga?"
Tanya Ina sambil mengambil ponsel dan dompet dari dalam tas nya.
" Tidak perlu repot - repot Ina tapi bila kamu memaksa boleh lah satu milk tea hangat."
Jawab Zain diiringi dengan senyuman.
" Terlalu panjang basa basi mu Zain ok aku pergi dulu."
Ucap Ina berlalu dari hadapan Zain rekan nya sejak di bangku kuliah.
Saat itu Zain dengan beberapa profesor di ruang laboratorium itu dan ternyata salah satu profesor itu ada yang bersahabat dengan profesor yang sudah menemukan zat kimia berbahaya itu atas suruhan Felix dan Williams pasti nya profesor itu di perintah kan Felix untuk menuju laboratorium kantor pusat untuk memata - matai kegiatan di sana maka dengan mudah nya profesor itu masuk kedalam laboratorium tanpa ada yang mencurigai satu pun.
"Hai Leon kemana saja diri mu beberapa bulan ini apakah diri mu baik - baik saja mengapa wajah mu pucat?"
Tanya Profesor Li dengan senyum menghiasi wajah nya.
" Panjang cerita nya apakah kamu ada waktu sebab ada yang ingin ku bicarakan dengan mu Li?"
Jawab Profesor Leon dengan nada cemas dan sorot mata ketakutan.
" Baik lah aku bisa mengambil waktu istirahat 60 menit mari kita ke cafe untuk bicara."
Ucap Profesor Li sambil melepas kaos tangan nya.
" Baik mari kita kesana sekarang sebab waktu ku tidak banyak."
Ucap Profesor Leon sambil melangkah menuju pintu keluar laboratorium.
Saat itu Ina yang telah sampai di cafe terlebih dahulu melihat Robert yang duduk sendiri sambil membelakangi nya dan saat itu Ina menghampiri Robert hanya untuk sekedar menyapa sambil menunggu pesanan nya selesai.
" Hallo Robert boleh kah aku duduk di sini?"
Sapa Ina sambil melempar senyum ramah kepada Robert.
" Hai Ina silahkan seperti nya aku baru melihat mu apakah diri mu sedang lembur jam segini masih di rumah sakit?"
Tanya Robert sambil mempersilahkan Ina duduk di hadapan nya.
" Aku biasa pulang larut di tambah lagi aku harus segera menemukan penangkal virus itu sebelum semakin meluas dan lebih banyak korban lagi."
Jawab Ina sambil meletakkan dompet dan ponsel nya di meja.
" Benar sekali ini kita boleh kita menjadi sukses, kaya raya atau apa pun itu tapi jangan lupa harus tetap menjadi orang baik."
Ucap Robert sambil menikmati kopi di hadapan nya.
" Yap aku setuju dengan sudut pandang mu sebab kita manusia harus memiliki hati dan empati tidak perlu harus memberi donasi atau pun uang untuk berbuat baik cukup kita memberi perhatian dan empati itu wujud kebaikan bukan kah begitu Robert?"
Timpal Ina sambil senyum dan menatap Robert yang seperti nya pandangan nya tertuju kepada sesuatu.
" Ina apakah kamu mengenal kedua orang itu yang baru saja membuka pintu cafe?"
Tanya Robert sambil tatapan nya terus mengikuti kedua lelaki yang baru saja memasuki cafe.
" Iya aku mengenal nya memang ada apa dengan kedua Profesor itu mereka rekan kerja ku di laboratorium."
Jawab Ina dengan tatapan bingung.
" Siapa nama mereka berdua?"
Tanya Robert dengan nada serius.
" Yang berwajah oriental bernama Profesor Li dan yang satu lagi yang duduk di samping nya bernama Profesor Leon apakah kamu mengenal nya Robert?"
Jawab Ina yang berbalik bertanya.
" Aku tidak mengenal nya hanya aku pernah melihat Profesor Leon di wilayah utara saat itu."
Ucap Robert sambil berfikir keras.
" Apakah Profesor Leon bersama Ayah ku saat di utara?"
Tanya Ina dengan sesekali melirik ke arah dua Profesor.
" Tidak mereka tidak bersama Ina kamu berhati - hati lah dan tetap waspada bila memerlukan sesuatu hubungi aku."
" Kamu memberikan kartu nama ini bukan karena kebetulan wajah ku mirip mendiang istri mu kan Robert?"
Tanya Ina sambil senyum menggoda Robert yang terlihat sangat serius wajah nya.
" Tidak lah dan itu tidak ada hubungan nya dengan hal ini jadi stop berfikir seperti itu pada ku."
Jawab Robert diiringi gelak tawa.
" Ok kalau begitu pesanan ku sudah jadi maka aku harus segera kembali ke laboratorium sekarang."
Ucap Ina sambil bangkit dari duduk nya dan memasukkan kartu nama Robert di dalam dompet nya.
" Ok Ina sampai jumpa lain waktu."
Ucap Robert dengan senyum menghiasi wajah nya.
Setelah itu Ina pun melangkah pergi menuju laboratorium nya sedangkan Robert semakin penasaran sebenar nya apa maksud Profesor Leon menemui Profesor Li dan seperti nya mereka membahas sesuatu yang serius apakah Profesor Li ada hubungan nya dengan semua nya ini tanya dalam hati Robert.
" Li aku semua ini adalah jebakan seseorang memanfaatkan aku tolong aku Li lepas dari semua ini."
Ucap Profesor Leon dengan wajah mengiba kepada Profesor Li.
" Apa yang sebenar nya terjadi bukan kah waktu itu diri mu yang terpilih dalam pemilihan Profesor yang terbaik lalu mengapa kamu mengatakan dijebak dan yang menjebak siapa?"
Tanya Profesor Li dengan tatapan bingung.
" Aku dan kedua rekan kita dijebak oleh Komandan Williams dan Mayor Hendrik kami bertiga di paksa melakukan riset yang sangat fatal bagi mahkluk hidup dan kini Mayor Hendrik dan kedua rekan kita sudah menjadi monster karena terkontaminasi virus zat kimia."
Jawab Profesor Leon dengan nada gemetar ketakutan.
" Ya Tuhan jadi itu ulah kalian hingga seluruh masyarakat wilayah utara menjadi monster sungguh biadab kamu Leon."
Ucap Profesor Li dengan nada geram.
" Li percayalah aku terpaksa melakukan hal itu bila tidak anak dan istri ku yang akan menjadi korban maka dari itu bantu aku menemukan penangkal virus monster itu agar aku bisa menebus kesalahan ku pada masyarakat wilayah utara Li."
Ucap Leon menjalankan drama seperti perintah Felix dan Williams.
" Baik lah aku membantu mu tapi ingat jangan berbuat sembrono lagi dan jangan berhubungan dengan mereka lagi lalu kemana Komandan Williams apakah jadi monster juga?"
Tanya Profesor Li dengan serius.
" Tidak dia masih menjadi manusia tapi hati nya monster begitu keji sikap nya."
Jawab Profesor Leon dengan berwajah sedih.
" Baik lah besok malam datang lah ke rumah ku kita buat eksperimen untuk penangkal virus itu."
Ucap Profesor Li sambil bangkit berdiri.
Saat itu Robert mendengar semua percakapan mereka berdua dan saat itu Robert membatalkan untuk masuk ke rumah Felix dengan menyamar menjadi tukang listrik saat itu Robert akan mencoba berbicara dengan Ina agar bisa membawa nya masuk ke dalam rumah Felix dengan begitu Felix tidak akan mencurigai nya pikir Robert kemudian Robert pun meninggalkan cafe tersebut dan menuju apartemen milik mendiang istri nya.
Setiba nya Ina di laboratorium diri nya sempat berfikir mengenai perkataan Robert dan timbul lah rasa penasaran pada diri nya mengenai Profesor Li dan Profesor Leon apakah mereka ada hubungan nya mengenai virus monster tersebut namun bila benar Profesor Li mengetahui hal ini mengapa diri nya bersikap tenang saat di ruang meeting bukan kah seharusnya dia panik saat mengetahui seluruh masyarakat wilayah utara juga siapa yang mendanai riset ini.
Sedang kan Mateo dan ke enam pasukan ujung tombak berusaha bertahan hidup bersama para monster saat itu kebutuhan pokok di gedung tempat mereka tinggal sudah benar - benar habis yang tersisa hanya air mineral satu galon dan mereka harus keluar mencari bahan pokok di toko kelontong yang di tinggal pemilik nya yang sudah menjadi monster saat ini.
Dan beberapa bala bantuan dari pusat berbeda gedung dengan mereka saat itu mereka mendapat informasi bahwa di gedung tempat bala bantuan dari pusat masih tersedia bahan makanan yang cukup untuk di bagi dan saat itu mereka bertuju segera keluar dari gedung dan menuju ke gedung di mana bantuan dari pusat berada.
" Paman seperti nya saat ini kita aman namun tidak tau saat pulang nya nanti."
Ucap Samuel sambil berjalan menuju gedung di ujung jalan.
" Benar apa yang kamu kata kan Muel yang terpenting kita waspada saja ... BRAKKK!"
Ucap Mateow sambil melemparkan tong sampah ke arah monster di hadapan nya yang hendak menyerang.
" Kamu sudah 3 kali menyerang kami dan selalu gagal maka dari itu pensiun saja jadi monster kamu tidak bakat jadi monster ... DARR!"
Ucap Bobbi sambil menarik pelatuk laras panjang nya.
" Bob bila monster itu pensiun lalu jadi apa mereka?"
Tanya David dengan senyum menghiasi wajah nya.
" Bebas mau jadi katak juga tidak apa - apa asal jangan merugikan orang ... DARR!"
Jawab Bobbi sambil memecahkan kepala monster yang keluar dari tong sampah.
" Hiburan yang sangat menggelikan andaikan yang saat ini di hadapan kita seekor katak tidak mungkin kita kelaparan bukan ... BRAKK!"
Ucap Samuel sambil memukul kepala monster yang menghadang nya.
" Benar bisa kita masak jadi katak bakar sedang kan monster ini jangan kan untuk di bakar melihat nya saja sudah sangat menjijikan ... DARR!"
Imbuh Mateow sambil memecahkan kepala monster yang tiba - tiba menyerang mereka.
Karena jumlah mereka semakin banyak maka mereka ber tuju merubah diri nya menjadi srigala dan berlari menghindar secepat mungkin sebab bila di lawan tidak mungkin lolos mereka ber tuju sebab jumlah mereka kalah banyak di tambah lagi pasukan bantuan dari pusat juga belum paham betul kondisi wilayah utara saat ini yang sudah di duduki oleh para monster.
Lalu apakah berhasil Felix dan Williams bernegosiasi dengan beberapa anggota pemerintahan atau kah Felix dan Williams gagal lalu melepaskan Robin dan Hendrik di pusat kota agar bernasib sama seperti wilayah utara nanti nya dan apakah Robert berhasil menyelamatkan Robin dengan bantuan Ina yang sedang sibuk dengan beribu pertanyaan dalam hati dan benak nya.
Mampukah mereka semua menyelesaikan misi pembasmian dan penanggulangan virus monster berbahaya ini agar mengetahui kisah selanjutnya maka jangan pernah beranjak dari I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semakin semangat.