I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 35 . TRUST ISSUE



Krisi kepercayaan atau yang biasa di sebut susah mempercayai orang lain hal ini terjadi karena sering nya masalah timbul yang tidak di ketahui ujung pangkal nya di masa lalu hingga kita susah untuk percaya kepada siapa pun dan hal ini akan membuat diri kita sendiri lelah sebab semua pekerjaan harus kita kerjakan sendiri.


Begitu juga dengan yang di alami oleh Robert dan Ine yang sedang mengalami trust issue mereka dalam kondisi pelik menghadapi para monster yang semakin meluas di wilayah utara belum juga di temukan solusi nya namun kini bertambah lagi masalah di laboratorium yang terjadi karena terkontaminasi virus berbahaya tersebut dan karena kecerobohan profesor Li mengakibatkan beberapa petugas di rumah sakit pun terkontaminasi virus tersebut.


Saat itu Robert segera mendatangi ruangan cleaning servis dan menanyakan siapa yang baru saja membersihkan lantai di laboratorium dan ternyata orang tersebut sudah menjadi monster dan bersembunyi di dalam kamar mandi sebab merasa ketakutan dan tidak memahami apa yang sebenar nya terjadi.


Di ruangan lain tepat nya di bagian laundry ada Ina yang menanyakan siapa yang mencuci baju profesor Li dan benar ternyata ada 3 orang di sana yang terkontaminasi virus berbahaya tersebut dan seketika seisi rumah sakit menjadi panik mendengar hal tersebut sebab virus tersebut belum di temukan penangkal nya.


" Siapa di kamar mandi keluar lah?"


Tanya Robert yang sudah mengosongkan ruangan.


Saat itu tidak ada jawaban sama sekali hanya terdengar gemericik air dari kran yang di nyalakan dan air nya pun membasahi lantai dengan penuh hati - hati Robert membuka pintu kamar mandi satu persatu dan ternyata monster itu sedang berada di ujung kamar mandi dan diri nya pun sudah berubah menjadi berbadan setinggi 4 kaki, tubuh di penuhi bulu, kuku yang memanjang, gigi bertaring tajam dan mata memerah.


Robert sungguh terkejut menyaksikan sosok monster di hadapan nya dan saat itu diri nya berusaha berlari untuk mengunci pintu agar monster itu tidak keluar dari kamar mandi dan membuat kekacauan di rumah sakit kemudian dengan sekuat tenaga Robert menaklukkan monster tersebut dan mengikat nya untuk sementara bisa teratasi satu monster namun saat Robert membuka pintu kamar mandi Robert lumayan terkejut menyaksikan pemandangan di hadapan nya.


" Robert cepat dorong meja itu kemari!"


Teriak Ina sambil menahan pintu dengan tatapan panik.


" Baik, Apa yang terjadi di luar sana?"


Tanya Robert sambil mendorong meja besar.


" Bagian laundry semua menjadi monster dan profesor Li sudah menjadi monster dan menghabisi semua para ilmuwan di laboratorium!"


Jawab Ina dengan panik dan mencoba mendorong lemari besi di sisi nya untuk menghalangi pintu.


" Sial mengapa secepat ini! Kini kota pun sudah di duduki para monster sedangkan penawar nya belum di temukan juga hingga detik ini!"


Ucap Robert dengan nada geram.


" Robert kita harus bisa keluar dari sini dan menuju ruangan farmasi secepat nya."


Ujar Ina sambil membuka jaket nya lalu mengikat rambut nya dan mulai mencari senjata apa pun untuk melindungi diri.


Saat itu lingkungan rumah sakit segera di steril kan dan bagi warga yang belum terkontaminasi segera di jauhkan dari area tersebut dan di pasang lah pagar berduri dengan tujuan agar monster yang ada di dalam rumah sakit tidak keluar dan menyerang masyarakat sekitar sedangkan Robert dan Ina berusaha keluar dari ruangan cleaning servis.


Di sisi lain ada team ujung tombak dan Mateow yang sedang berusaha menuju pusat kota dengan harapan mendapat kan bantuan dari pusat namun yang terjadi di kota kondisi tidak kondusif rumah sakit telah di duduki oleh para monster namun sayang nya keempat team ujung tombak dan Mateow tidak mengetahui kondisi kota saat ini dan mereka pun berjuang agar bisa mencapai pusat kota dengan segera.


" Paman kita sudah sampai di perbatasan wilayah utara namun bagaimana kita melewati pagar pembatas yang ada arus listrik nya di depan sana?"


Tanya Bobbi sambil menyandarkan tubuh nya di balik mobil.


" Kita harus mencari gardu listrik nya dan mematikan sementara lalu memotong pagar itu agar bisa melewati nya."


Jawab Mateow dengan pandangan panik melihat monster yang mengejar mereka.


Saat itu keempat pasukan ujung tombak berfikir harus ada yang berkorban salah satu dari mereka untuk menjadi santapan para monster itu agar yang lain nya bisa melewati pagar itu dan selamat sampai di kota mereka berdiam sejenak sambil melihat jarak antara gardu listrik dan pagar pembatas yang lumayan jauh.


" Sampaikan salam ku kepada Robert dan katakan dia harus berhasil dan bahagia menjalani hidup jangan sia - sia kan pengorbanan kawan - kawan nya."


Ucap Samuel sambil bangkit dari duduk nya.


" Muel jangan gila kamu kita harus selamat dan sampai ke kota bersama!"


Teriak Saulus sambil menatap ke arah Samuel.


" Benar kata Samuel lekas kalian menuju ke pagar dan selamat kan diri biar aku dan Samuel yang menghadang para monster itu!"


Teriak David sambil melemparkan kalung keanggotaan militer dan tang pemotong ke arah Bobbi, Saulus dan Mateow.


" Kami hargai pengorbanan kalian, Ayo kalian berdua ikuti aku menuju pagar pembatas!"


Ucap Mateow dengan tegas dan menarik lengan Bobbi dan Saulus.


Saat itu Bobbi dan Saulus berlari ke arah yang berlawanan bersama Mateow menuju pagar pembatas wilayah utara dengan berlinang air mata melihat pengorbanan kedua sahabat nya yaitu Samuel dan David yang berlari dengan berwujud srigala menerjang ribuan monster di hadapan nya agar bisa mencapai gardu listrik.


Sedangkan Bobbi, Saulus dan Mateow berlari menuju pagar pembatas sekuat tenaga dan memanfaatkan waktu yang sangat sempit dan berharap mereka bisa lolos dari kejaran para monster yang semakin buas, Sedang kan di pusat kota berita di televisi sedang mengulas tentang rumah sakit yang sudah di duduki oleh monster.


Pasti nya masyarakat semakin panik namun berbeda dengan Felix dan Williams yang saat ini sedang merasa di atas awan sebab dalam pikiran Felix dan Williams mereka dengan sangat mudah menguasai dunia dan mau tidak mau pemerintahan akan mengikuti apa keinginan mereka berdua sebab hanya mereka berdua lah yang memiliki obat penawar virus tersebut.


" Tuan saya tidak menyangka ternyata begitu mudah nya menggulingkan pemerintahan hanya dengan sebuah monster mereka sudah kalang kabut anda benar - benar jenius Tuan."


Ucap Williams dengan senyum licik mengangkat segelas wien.


" Jangan terburu - buru memuji saat ini baru awal sebab dua kartu as kita belum kita keluarkan nanti pada waktu yang tepat baru kita lepas kan mereka berdua."


Ucap Felix sambil melemparkan sepotong daging segar ke arah Robin yang sudah menjadi monster.


" Saya setuju sekali Tuan dan saat kedua kartu as kita lepaskan maka saat itu dunia akan tau kekuatan kita sebenar nya."


Ucap Williams diikuti tawa lepas dan melemparkan sepotong daging ke arah Hendrik yang sudah menjadi monster.


Mereka berdua sedang menikmati kebahagiaan yang semu mereka tidak menyadari bahwa saat ini di balik dinding tempat tinggal mereka ada bahaya mengancam dan mereka hanya berfikir yang memiliki monster hanya mereka berdua namun fakta nya saat ini di rumah sakit sudah berkeliaran monster - monster yang lain.


Saat itu profesor Leon sungguh terkejut saat melihat berita di televisi yang memberitakan bahwa rumah sakit militer saat ini sedang di isolasi sebab para profesor, ilmuwan dan pekerja rumah sakit telah menjadi monster maka pemerintah menyarankan untuk para warga masyarakat menjauhi rumah sakit saat ini.


" Tuan Felix apakah anda sudah melepaskan monster anda saat ini?"


Tanya Profesor Leon dengan nada panik berjalan menuju Felix dan Williams berada.


" Ada apa dengan mu mengapa gugup seperti itu?"


Tanya Williams dengan senyum meledek ke arah Profesor Leon.


" Belum ini mereka masih bersama ku, Memang nya apa yang terjadi hingga kamu menanyakan hal itu Prof?"


Jawab Felix sambil melemparkan potongan daging segar ke arah Robin yang di rantai leher dan tangan nya.


" Tuan apakah anda tidak menyaksikan berita pagi ini yang sedang ramai membicarakan rumah sakit militer terisolasi."


" Ada apa dan kenapa rumah sakit di isolasi Prof?"


Tanya Williams yang segera menyalakan televisi.


" Semua para peneliti dan para pekerja di sana sudah menjadi monster sedangkan para ilmuwan belum menemukan obat penangkal virus tersebut Tuan Williams."


Jawab Profesor Leon dengan tatapan panik.


" Wah seperti nya memang dewi fortuna sedang di pihak kita Williams tanpa ku melepas kartu as ku kota sudah di duduki para monster bodoh itu tinggal menunggu dari pemerintahan merengek datang kepada kita."


Ucap Felix dengan penuh percaya diri.


" Tepat sekali Tuan Felix saat ini kita akan segara menjadi milyuner dan uang akan segera mengejar kita."


Ujar Williams dengan tertawa lepas.


" Benar sekali Williams, Dan kamu Prof segera temukan obat penawar nya sebelum diri mu juga menjadi monster."


Ucap Felix sambil melemparkan segepok uang ke wajah Profesor Leon.


Saat itu dengan perasaan ketakutan profesor Leon segera beranjak pergi dari ruangan tersebut sambil berpikir apa guna nya memiliki uang banyak bila nyawa nya tidak bisa di selamatkan kemudian dengan perasaan yang berat profesor Leon memutuskan untuk mendatangi rumah sakit dan menemui Ina dengan harapan agar bisa mendapat kan rumus obat pencegah virus itu.


" Ina di mana letak ruang farmasi?"


Tanya Robert sambil sesekali melihat sekitar lorong rumah sakit.


" Letak ruang farmasi masih tiga lorong lagi dari sini ... PRANG!"


Jawab Ina sambil melihat ke arah pintu kaca yang di roboh kan para monster.


Saat itu dengan sigap Ina dan Robert menghajar mereka dan memecahkan kepala mereka dengan alat seadanya sambil mereka berjalan menuju ruang farmasi sedangkan saat itu Robert merasa kewalahan dan akhir nya diri nya merubah wujud nya menjadi srigala buas yang mampu menghabisi para monster dengan cepat namun saat itu Ina tidak mengetahui bahwa Robert adalah manusia srigala.


" Robert lindungi aku agar bisa membuka pintu lift!"


Teriak Ina sambil berjalan mundur mencoba bertahan dari serangan para monster.


" Lompat lah ke sisi kiri ku Ina segera!"


Ucap Robert yang berwujud srigala.


Dengan sangat cepat Ina melakukan roll melompati tubuh Robert yang berwujud srigala namun saat itu Ina masih belum menyadari bahwa srigala di hadapan nya itu adalah Robert dan saat pintu lift terbuka segera Ina masuk kedalam ruang lift sambil berteriak memanggil Robert agar segera masuk ke dalam lift.


" ROBERT SEGERA MASUK PINTU LIFT AKAN SEGERA TERTUTUP!"


Teriak Ina dengan tatapan panik melihat monster yang semakin membabi buta menyerang mereka berdua.


" INA TEKAN TOMBOL PENUTUP PINTU!"


Teriak Robert sembari melompat masuk kedalam ryang lift.


" Robert tertinggal di luar mengapa yang masuk srigala ini kemana tadi Robert?"


Tanya Ina yang bingung mencoba memencet tombol di dinding lift dan berfikir Robert tertinggal.


" Ina kamu mencari siapa?"


Tanya Robert dengan wujud srigala yang duduk di pojokan ruang lift sambil memperhatikan Ina yang gugup.


" Robert kawan ku tertinggal di ruang tadi aku harus segera kembali menolong nya."


Jawab Ina tanpa melihat ke arah belakang.


" Kalau kamu akan menolong Robert lalu yang saat ini berbicara dengan mu siapa Ina!"


Ucap Robert yang juga belum sadar bahwa diri nya masih berwujud srigala buas.


" OH MY GOOD ... kamu di mana Robert stop bermain nya aku serius lekas kamu keluar jangan buat ku khawatir."


Ucap Ina sambil melihat di sekitar nya dan saat itu yang di lihat oleh Ina hanyalah seekor srigala yang lumayan besar.


" Ina kamu bisa mendengar aku berbicara dan apakah kamu tidak takut dengan srigala?"


Tanya Robert yang masih berwujud srigala.


" Iya aku mendengar suara mu kalau masalah takut si ya aku takut sebenar nya dengan srigala dan dari mana juga asal nya srigala sebesar ini Robert ayo lah keluar jangan menakuti ku sebentar lagi kita sampai di di lantai ground."


Rengek Ina sambil sedikit berjalan mundur menjauhi srigala di hadapan nya.


" Ini aku Ina maaf sudah membuat mu takut."


Ucap Robert yang merubah wujudnya kembali menjadi manusia.


" Robert ternyata diri mu sama seperti Ayah ku manusia srigala juga?"


Tanya Ina sambil memperhatikan Robert dari atas sampai bawah.


" Iya Ina aku Robert manusia srigala sama seperti Ayah mu dan aku memanggil Ayah mu dengan sebutan Paman."


Jawab Robert sambil tersenyum tenang.


Tidak lama kemudian terbuka lah pintu lift dan saat ini mereka berdua telah sampai di lantai ground dan saat itu mereka lumayan terkejut melihat profesor Leon sudah berdiri di hadapan mereka berdua dengan memasang wajah sedih meminta bantuan kepada Ina dan berharap Ina mau memberikan hasil riset nya kepada profesor Leon yang berfikir hanya demi keselamatan diri nya sendiri.


Namun pasti nya Ina dan Robert tidak semudah itu mempercayai ucapan profesor Leon yang saat ini sedang memainkan drama du hadapan nya lalu apakah yang akan mereka berdua lakukan kepada profesor Leon dan apakah Bobbi, Saulus dan Mateow berhasil melewati pagar pembatas wilayah utara dengan selamat sehingga mereka bertiga bisa sampai di kota dengan selamat?


Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban kisah perjalanan mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.