
Sering kali kita di hadap kan situasi yang sulit untuk membedakan mana yang tulus dan mana yang bulus sebab bila kita ingin melihat ketulusan itu membutuhkan sebuah proses yang sangat panjang dan tidak bisa kita memutus kan seseorang itu tulus atau bulus hanya dalam waktu singkat sebab semua butuh proses.
Begitu juga dengan Robert, Ronald dan Vico tidak bisa semudah itu untuk bisa percaya kepada Rebecca sosok seorang wanita yang tiba - tiba hadir di tengah - tengah mereka dalam kondisi yang tidak tepat, Meski Rebecca sebenar nya tidak ada niat jahat namun tetap saja mereka tidak bisa percaya dengan semudah itu.
Malam itu situasi lumayan menegangkan dan saat Robin pergi meninggalkan kampung halaman nya dan Robert di bawa masuk kedalam rumah untuk membersihkan luka nya saat itu Vico baru menyadari bahwa Ina dan baby Scudetto tidak berada di tempat.
" Rebecca apa kamu melihat kemana Kak Ina dan Scudetto?"
Tanya Vico sambil meletakkan Robert di sofa.
" Tidak, Bukan nya Ina bersama kalian di teras rumah tadi?"
Jawab Rebecca dengan tatapan polos.
" Kemana lagi pergi nya mereka berdua, Buat aku khawatir saja!"
Ucap Ronald sambil memegang laras panjang nya.
" Kamu akan kemana Ronald?"
Tanya Robert sambil memegang pinggang nya dan meringis menahan sakit.
" Akan mencari mereka berdua."
Jawab Ronald sambil bangkit berdiri.
" Tidak perlu, Sebentar lagi juga mereka kembali tunggu saja sebab aku yakin mereka tidak akan pergi jauh."
Ucap Robert sambil memejamkan mata nya menahan sakit.
Saat itu Ronald, Vico dan Rebecca bergantian saling menatap dengan pandangan bingung seakan Robert mengetahui kemana pergi nya Ina dan Scudetto kemudian mereka hanya mampu diam dan membantu Robert mengobati luka di beberapa bagian tubuh nya.
Sedang kan Ina dan Scudetto berada di atas bukit dengan beberapa orang yang tidak di kenal nya dan pakaian mereka pun terlihat aneh bagi Ina yang besar di perkotaan dan pola pikir yang modern sedangkan saat ini Ina berada di sekumpulan suku Glan asal leluhur keluarga Sean bertumbuh besar dan pasti nya mereka semua sudah meninggal.
" Ina kemari lah jangan takut kami tidak akan menyakiti mu dan bayi itu."
Ucap seorang lelaki paruh baya dengan senyum menghiasi wajah nya.
" Saudara ku kini diri mu berada di dimensi kami jadi jangan takut,"
Ucap Ine sambil memegang lengan Ina saudara kembaran nya yang telah tiada.
" Oh Tuhan apakah aku sudah mati hingga bisa masuk ke alam kalian, Lalu mengapa kamu memanggil ku saudara dan apakah kamu Ine istri Robert?"
Tanya Ina dengan tatapan bingung dengan keadaan saat ini.
" Bayi itu yang menghubungkan alam kita berdua dan aku adalah Ine saudara kembar mu istri Robert,"
Jawab Ine dengan senyum ramah kepada Ina yang masih terlihat bingung.
" Minum lah dahulu putri ku agar tenang hati mu,"
Ucap Mateow sambil menyodorkan tempurung kelapa berisi air.
" AYAH, Ada apa ini sebenar nya benarkah Ayah masih hidup dan kalian ini masih hidup sebenar nya atau aku yang sudah mati!"
Ucap Ina sambil terbelalak menyaksikan semua nya.
Setelah itu Ina jatuh pingsan sebab benar - benar otak nya serasa akan meledak menyaksikan semua itu dan mereka semua hanya tersenyum dan membawa Ina ke dalam camp menunggu Ina tenang baru mereka akan menjelaskan dan baby Scudetto di asuh oleh Ine.
Di tempat lain ada Robin yang sedang gusar melihat bahwa Robert dan Ine masih hidup pikir nya namun yang di lihat nya adalah Ina saudara kembar dari Ine yang telah meninggal dunia, Saat itu Robin memanggil semua bala pasukan nya dengan niat untuk menghancurkan desa nya lagi utama nya untuk menghabisi Robert dan istri nya sebab Robin berfikir bila dia tidak bahagia maka jangan harap ada orang lain yang bisa bahagia.
Robin berfikir semua orang harus merasakan menderita sama seperti diri nya dan pola pikir nya yang seperti itu semakin menyiksa diri nya dan setiap Robin melihat ada orang lain yang bisa bahagia dengan pasangan nya jangan harap bisa lolos dari cengkeraman Robin.
" KALIAN SEMUA BERKUMPUL!"
Teriak Robin dengan wujud monster yang menyeramkan.
" Ada masalah apa Tuan, Apakah ada yang mengusik ketenangan Tuan malam ini?"
Tanya salah satu pasukan Robin dengan gemetar.
" BENAR, ADA BANGSA MANUSIA YANG BERANI MELAWAN KU DAN HINGGA KINI MASIH BISA HIDUP BAHAGIA DENGAN ISTRI NYA, BRAK!"
Jawab Robin dengan nada emosi dan melempar gelas di tangan nya.
" Apa yang bisa membuat Tuan bahagia kami akan laku kan semua nya demi kebahagiaan Tuan,"
Tanya anggota nya Robin dengan gemetar.
" Aku mau kalian ambil wanita sialan itu dengan anak nya agar Robert kesini dan mencium kaki ku memohon aku berbaik hati kepada nya!"
Jawab Robin dengan tatapan bengis.
" Baik Tuan akan kami bawa wanita itu dan anak nya ke hadapan Tuan."
Ucap anggota nya Robin sambil pergi dari hadapan Robin.
Namun kesalahan Robin tidak memberi tahu anggota nya siapa nama dan seperti apa wajah wanita yang di suruh mengambil nya sedangkan saat ini Ina sedang tidak berada dengan Robert namun Rebecca lah yang bersama Robert, Vico dan Ronald.
Sedangkan saat itu Felix hanya tersenyum melihat kemarahan Robin yang memerintah pasukan nya untuk menangkap Ina yang di pikir Ine oleh mereka dan pasti nya hal itu sangat menguntungkan bagi Felix yang memiliki dendam pribadi kepada keluarga nya Ine.
Bagus situasi yang sangat menguntungkan aku bila Ine tertangkap maka dengan seperti itu akan ku manfaatkan untuk memutar balik kan fakta sebab aku lah yang memegang semua aset di wilayah utara dan harus nya aku yang memimpin daerah itu bukan Robin atau pun Hendrik monster bodoh yang hanya tahu nya berkelahi!
Bergumam lah Felix tatapan sinis kearah Robin yang sedang duduk di bangku kebesaran nya dengan penuh kesombongan dan saat itu Felix di tegur oleh anggota Robin yang di anggap budak agar Felix melanjutkan pekerjaan nya membersihkan meja dan hiasan nya.
Sedangkan di wilayah timur malam itu terjadi kerusuhan karena di serbu oleh para monster anak buah nya Robin yang di perintah kan untuk mengambil Ina dan baby Scudetto dan pasti nya semua militer kalang kabut menghalau para monster yang melakukan penyerangan secara mendadak malam itu.
Ucap Mayor Ricard melalui radio komunikasi di perbatasan.
" Dari pusat sudah di kirim pasukan melalui udara kalian bertolak mundur masuk hutan segera!"
Ucap Jendral Juan dengan nada panik.
Namun seperti nya sudah tidak ada jawaban lagi dari Mayor Ricard yang mampu terdengar hanyalah suara teriakan para pasukan militer dan raungan para monster yang semakin membabi buta menyerang siapa pun di hadapan nya dan pasti nya wilayah perbatasan bahian timur semakin tidak kondusif.
Masyarakat berhamburan melarikan diri sebab ketakutan ingin menyelamatkan diri namun yang terjadi banyak masyarakat menjadi santapan para monster kelaparan itu dan para monster itu pun bisa sampai di kota wilayah timur dan tujuan mereka menangkap Ina dan Scudetto.
" Kalian ke arah sana dan aku dengan yang lain ke arah utara, Cari wanita itu sampai ketemu."
Ucap pimpinan mereka yang berwujud gorila besar dengan mata merah dan kuku yang panjang.
Kemudian mereka berpencar mencari keberadaan Ina dan Scudetto dengan harapan bisa membuat Robin bahagia dan tidak marah kepada nya, Di sisi lain Jendral Jacob benar - benar kehabisan akal akhir nya Jendral Jacob pun turun ke jalan untuk menghalau para monster.
Namun saat Jendral Jacob baru keluar dari kantor nya sudah di sambut oleh kawanan monster yang berwujud gorila saat itu Jendral Jacob lumayan terkejut melihat hal itu namun sudah tidak mungkin Jendral Jacob untuk kembali lagi masuk ke dalam kantor.
" HAI MANUSIA TUNJUKKAN DI MANA ROBERT BILA TIDAK INGIN KAMI RATAKAN KANTOR MU!"
Teriak monster itu dari atas kuda nya.
" AKU TIDAK TAHU SIAPA YANG KALIAN MAKSUD JADI SEGERA TINGGAL KAN WILAYAH INI!"
Jawab Jendral Jacob sambil berteriak ke arah para monster.
" Lenyap kan mereka semua jangan sampai tersisa, Manusia bodoh lebih memilih mati dia."
Ucap pimpinan monster memberi perintah kepada para pasukan nya.
Saat itu terjadilah penyerangan di kantor pusat militer wilayah timur dan para monster itu menghabisi para militer bahkan dari angkatan udara pun bisa di lenyap kan oleh para monster itu dan kini wilayah timur bernasib sama dengan wilayah utara dan pusat kota menjadi kota terbengkalai tidak ada satu manusia pun yang masih bertahan hidup.
Saat itu Robert sedang beristirahat di sofa setelah di beri obat oleh Vico dan Ronald sedangkan Rebecca mencari sesuatu yang bisa di makan dari dapur dan saat itu Ronald berfikir Rebecca sedang mencari pisau untuk membunuh Robert, Sambil menodong kan senapan laras panjang Ronald menghampiri Rebecca di dapur.
" Sedang mencari apa kamu?"
Tanya Ronald dengan tatapan curiga.
"Mencari makanan bukan kah kamu, Hei ada apa dengan mu mengapa mengacung kan senapan ke arah ku?"
Jawab Rebecca dengan terkejut saat membalikkan badan menghadap Ronald.
" Ada apa ini?"
Tanya Vico yang baru keluar dari kamar mandi.
" Aku curiga dengan nya sedang mencari pisau untuk membunuh Robert saat kita lengah!"
Jawab Ronald dengan pandangan tertuju ke Rebecca.
" Come on, Berfikir lah dengan sehat bila aku mau membunuh Robert sedari tadi akan aku lakukan tapi yang aku lakukan membantu dia melumpuhkan monster biadab itu!"
Ucap Rebecca mencoba meyakinkan Ronald dan Vico
" Rebecca bukan kami tidak percaya pada mu tapi kita harus waspada belum lagi hingga kini Kak Ina dan Scudetto belum kembali, Jadi mohon kamu paham kondisi ini."
Ucap Vico sambil mencoba mendekati Rebecca yang sedang memegang pisau.
" Lalu kalian berfikir aku lah penyebab hilang nya Ina dan Scudetto, Sungguh picik pikiran kalian BRAAK!"
Ucap Rebecca sambil melemparkan pisau ke meja dan berlalu pergi dari hadapan Vico dan Ronald.
Saat itu Rebecca sambil menangis keluar dari rumah Robert dan berdiri di pinggiran tanah lapang sambil menahan perih hati nya yang telah di tuduh seperti itu oleh Vico dan Ronald sambil menangis samar - samar Rebecca melihat sesuatu seperti sebuah cahaya dari puncak bukit dan Rebecca sangat penasaran cahaya apa itu dan apakah ada kehidupan di atas bukit itu.
Kemudian dengan segera Rebecca berlari masuk untuk memanggil Vico dan Ronald namun ternyata Robert sudah terbangun dari tidur nya saat itu.
" Ronald, Vico lihat lah apa itu yang ada di bukit cahaya nya berjalan kemari!"
Ucap Rebecca sambil menyeka air mata nya.
" Cahaya apa Rebecca?"
Tanya Robert dengan tatapan bingung.
" Lihat lah aku tidak tahu itu cahaya apa namun aku takut nya para monster itu datang lagi dengan membawa pasukan lebih banyak!"
Jawab Rebecca dengan nada panik.
Cahaya apa sedangkan di atas bukit itu makam kedua orang tua ku dan makam nya Ine istri ku dan tidak mungkin malam - malam seperti ini ada manusia yang ke pemakaman dan bila para monster juga tidak mungkin sebab para monster takut dengan api lalu cahaya apa yang di maksud Rebecca?
Bergumam lah Robert dalam hati nya sambil mencoba bangkit dari sofa dan berjalan keluar menuju halaman rumah nya sedangkan Ronald, Vico dan Rebecca sudah berada di teras rumah Robert sambil tertegun melihat cahaya yang begitu terang nya berasal dari puncak bukit.
Dan ternyata yang terjadi di puncak bukit adalah roh Ine menyatu di raga Ina saudara kembar nya untuk menuntut balas kepada Robin juga akan mengejar Felix yang sudah memisahkan mereka berdua serta sudah menghabisi kedua orang tua nya menggunakan tubuh Ina yang saat ini sedang pingsan tidak sadarkan diri.
Hal itu lah yang menimbulkan sebuah cahaya yang sangat terang terpancar dari puncak bukit, Mengapa hal itu di lakukan Ine sebab Ine sangat paham dengan watak suami nya yang tidak mungkin menghabisi Robin adik kandung nya namun bagi Ine semua harus mendapat balasan apa pun dan siapa pun juga.
Sedangkan selama ini Ine selalu di tahan oleh Robert bila ingin menuntut balas kepada Felix paman angkat nya yang sudah menghabisi keluarga nya jadi bagi Ine ini lah saat yang tepat menggunakan tubuh Ina untuk menuntut. balas sebab Ine yakin Robert tidak akan melarang Ina secara Ina bukan lah siapa - siapa Robert pikir Ine.
Seperti nya sebentar lagi akan terjadi pembalasan dendam roh Ine yang menggunakan tubuh Ina pasti nya kekuatan Ina akan berlipat ganda dan lagi saat ini tubuh Ina sudah bisa menjadi srigala buas seperti Robert hal itu akan sangat membantu untuk membalas kan dendam nya.
Lalu apakah Robert akan mengetahui bahwa yang di dalam tubuh Ina adalah roh Ine istri nya yang telah tiada atau kah Robert tidak mengetahui hal tersebut dan apakah yang akan di lakukan Ine yang menggunakan tubuh Ina dan bagaimana dengan respon Ronald, Rebecca dan Vico setelah kembali nya Ina?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka ikuti terus perjalanan mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.