I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 32 . BUKAN UANG TAPI KEPEDULIAN YANG DIBUTUHKAN



Sering kali kita menjadikan uang sebagai tolak ukur dalam segala hal dalam kehidupan ini sedangkan sesungguhnya tidak hanya uang yang mampu menyelesaikan masalah malah terkadang uang lah penyebab ada nya masalah dan sesungguhnya ada beberapa hal yang hanya membutuhkan perhatian atau kepedulian kita kepada sesama namun terkadang hal itu lebih sering di salah artikan dengan orang yang kita perhatikan dan perduli kan.


Begitu pun kondisi saat ini Felix dan Williams masih saja berfikir bahwa uang bisa menyelamatkan mereka dari para monster yang mengganas sebetulnya bukan lah uang yang bisa merubah para monster itu tapi kepedulian untuk menyembuhkan mereka atau mengembalikan mereka ke wujud asli meski hal itu sangat kecil kemungkinan nya namun semua harus di upayakan.


Waktu pun terus berjalan tanpa terasa sudah dua hari mereka berada di gedung kosong itu dengan makanan seadanya dan segala fasilitas yang sangat terbatas sampai detik ini Robert belum menemukan di mana Robin berada yang di temui hanyalah warga sekitar yang sudah menjadi monster dan di situ lah Robert merasakan kesedihan dan kekecewaan mengapa belum bisa menemukan Robin adik satu - satu nya.


" Robert nanti jam 10 pagi kamu segera menuju pusat pembelanjaan di gedung ujung selatan."


Ucap Mateow sambil menyerahkan sebotol kecil cairan berwarna hitam pekat.


" Apa ini Paman dan untuk apa aku kesana siapa yang akan ku temui?"


Tanya Robert dengan tatapan bingung menerima botol kecil berisi cairan hitam pekat.


" Dari pusat mengirimkan bala bantuan dan itu cairan hitam di botol kecil sample darah dari monster yang aku dapat kan semalam."


Jawab Mateow sambil membuka dompet nya dan menunjukkan sebuah foto.


" Dia siapa yang berfoto dengan Paman apakah itu foto istri ku dan apa maksud Paman menunjukkan foto itu kepada ku?"


Tanya Robert dengan nada bingung.


" Ini putri ku nama nya Ina bukan Ine istri mu Robert memang wajah mereka sangat mirip tapi yang pasti ini putri ku bukan istri mu."


Jawab Mateow sambil tersenyum menepuk pundak Robert yang masih terlihat bingung.


" Lalu mengapa Paman tunjukkan kepada ku foto itu apakah ada hubungan nya dengan sample ini?"


Tanya Robert sambil menunjukkan botol kecil yang di pegang nya.


" Benar nanti setiba nya diri mu di pusat segera temui putri ku dan berikan sample itu kepada nya dan ingat jangan sampai terkena tubuh mu cairan itu."


Jawab Mateow mempertegas ucapan nya.


" Lalu di sini bagaimana Paman sedangkan sampai detik ini aku belum bisa menemukan Robin dan Mayor Hendrik?"


Tanya Robert yang merasa khawatir kepada Robin.


" Kamu tenang saja nanti aku yang akan handle semua nya dan setiba nya di sana kamu segera meminta bantuan senjata sebab pasti nya kita kuala an menghadapi para monster itu."


Ucap Mateow dengan mengarahkan pandangan nya ke luar jendela.


" Baik Paman bila begitu aku pergi sekarang menuju pusat kota untuk menunggu bantuan tiba."


Jawab Robert kemudian bangkit dari duduk nya.


Saat itu setelah keluar dari gedung di mana mereka semua bersembunyi berubah lah Robert menjadi seekor srigala hitam dan menyusuri jalan kota yang sudah terbengkalai di sisi lain ada Felix dan Williams yang mempersiapkan kepergian nya menuju kota dengan membawa Robin dan Hendrik yang di masuk kan kedalam jeruji besi.


Felix dan Williams berniat untuk melepaskan Robin dan Hendrik yang sudah menjadi monster di kota dengan seperti itu pusat kota pasti ricuh dan pemerintahan sangat mudah untuk ditumbangkan dan saat ini posisi Robin dan Hendrik sedang di bius dengan dosis yang sangat tinggi agar ke dua monster itu tidak memberontak.


" Tuan semua sudah siap kita tinggal menunggu kedatangan helikopter untuk menjemput."


Ucap Williams dengan senyum licik.


" Bagus jangan sampai helikopter itu terlambat sebab obat bius ini hanya bekerja selama dua jam di tubuh monster itu bila terlambat maka habis lah kita semua."


Ucap Felix dengan pandangan tertuju kepada kedua monster di balik jeruji.


" Tenang Tuan ini sudah hampir tiba helikopter nya dan kita akan berpesta melihat kota kocar kacir menyambut ke dua tamu istimewa kita."


Ucap Williams dengan bangga.


" Benar sekali hanya tinggal satu langkah lagi kita akan menggenggam dunia dengan bantuan para monster bodoh ini."


Ucap Felix dengan lirikan dan senyum sinis.


Dan benar tidak begitu lama datanglah helikopter yang di maksud Williams dan saat itu Robert baru saja tiba di atap gedung dan melihat Felix dan Williams sedang menuju helikopter yang menjemput nya dan mulai gusar lah hati Robert melihat hal tersebut dan berpikir mengapa kantor pusat menjemput mereka berdua dan akan pergi kemanakah mereka.


Ya Tuhan itu Tuan Felix dan Komandan Williams mengapa mereka yang di jemput oleh kantor pusat dan itu apa yang di bawa mereka lalu akan pergi kemanakah mereka atau jangan - jangan itu yang di tutup kain berisi Robin dan Mayor Hendrik yang sudah menjadi monster apakah Tuan Felix akan membuang adik ku?


Bergumam lah dalam hati Robert dan saat itu Robert akan menuruni gedung dan mengejar mereka namun helikopter yang mengirim bantuan tiba dan helikopter yang di naiki oleh Felix dan Williams telah pergi saat itu dalam hati Robert sangat gelisah menyaksikan hal itu namun waktu tidak memungkinkan untuk Robert mengejar mereka yang mampu Robert lakukan hanyalah berdoa agar masih memiliki kesempatan untuk bertemu adik nya lagi dan menyembuhkan nya.


Di laboratorium saat ini Ina pun merasa cemas apakah Ayah nya berhasil mendapatkan sample dari monster itu dan Ayah nya akan menitipkan kepada siapa sample itu sebab Ina sangat sulit menghubungi Ayah nya yang berada di wilayah utara yang sudah terisolasi saat itu Ina sedang membahas temuan baru nya bersama beberapa profesor di ruang meeting.


" Nona Ina kami menemukan beberapa zat yang sangat berbahaya bila mengenai manusia tapi kami juga belum yakin apakah zat ini yang mampu merubah manusia menjadi monster di wilayah utara."


Ucap Profesor Li Fu dengan menyerahkan beberapa lembar kertas ke Ina.


" Apakah Profesor Li sudah menguji coba zat ini?"


" Sudah Nona kami sudah melakukan riset kepada beberapa hewan dari tikus hingga sipanse dan hasil nya banyak kemiripan dari monster tersebut."


Jawab Profesor Li dengan pandangan gugup.


" Baik kita uji coba terus dan kita cari titik lemah dari zat ini pasti nya jangan sampai membunuh namun memulihkan korban."


Ucap Ina sambil menutup map di hadapan nya lalu mengakhiri meeting nya.


Saat itu helikopter yang digunakan Felix dan Williams telah sampai di atap rumah Felix lalu mereka semua turun dan memberikan imbalan yang lumayan banyak kepada pilot helikopter tersebut dan sebenar nya di dalam helikopter tersebut sudah di pasang kamera cctv tersembunyi untuk mengetahui apa niat mereka berdua namun mereka tidak mengetahui hal itu dan mereka pikir kedua pilot tersebut tidak tahu apa rencana licik dan dengan di beri imbalan uang yang lumayan banyak semua akan berjalan aman itu dalam benak Felix dan Williams.


Begitu juga dengan helikopter yang digunakan Robert telah tiba di bandara militer dan saat itu Robert mencari di mana helikopter yang membawa mereka tadi pergi nya mengapa belum tiba di bandara militer dan hal itu semakin memperkuat asumsi Robert bahwa Felix dan Williams membuang kedua monster tersebut sambil berjalan menuju mobil yang sudah di sediakan kantor Robert memutar otak agar bisa menemui adik nya.


Kemana mereka membuang Robin dan Mayor Hendrik aku harus menemukan mereka berdua sebelum semua nya semakin rumit tapi bila benar mereka membuang Robin dan Mayor Hendrik lalu bagaimana dengan monster lain nya mengapa tidak mereka buang juga atau ada sesuatu hal lain dan bukan nya di buang mereka berdua?


Dalam pikiran Robert begitu banyak pertanyaan yang mampu terpecahkan namun mobil yang di kendarainya telah tiba di depan kantor pusat penelitian milik militer dan saat itu segeralah Robert turun dari mobil nya dan berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan di mana ruangan kerja Ina de eros sebab harus menyampaikan pesan penting dari Ayah nya kemudian petugas resepsionis pun menunjukkan dimana ruang kerja Ina maka segera lah Robert menuju ruangan Ina.


" Selamat siang?"


Ucap Robert sambil mengetuk pintu lalu membuka nya.


" Siang silah kan masuk ada yang bisa saya bantu?"


Jawab Ina sambil tersenyum ramah kepada Robert.


Saat itu Robert tidak membalas uluran tangan Ina namun diri nya tertegun menatap wajah Ina yang sangat mirip dengan mendiang istri nya yang telah tiada saat itu tiba - tiba air mata Robert meleleh sebab menahan kerinduan kepada mendiang istri nya.


" Hallo Tuan ada apa dengan anda dan apa yang bisa saya bantu?"


Tanya Ina yang sedikit bingung dengan ekspresi Robert saat itu.


" Maaf Nona saya Robert utusan dari Kolonel Mateow untuk memberikan ini kepada anda."


Jawab Robert sambil menyerah kan botol kecil yang berisi cairan hitam pekat kepada Ina.


" Iya tidak apa - apa silahkan duduk ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada anda Tuan Robert."


Ucap Ina dengan sopan dan senyum menghiasi wajah nya yang cantik dan anggun.


Saat itu semua pertanyaan Ina di jawab oleh Robert dengan detail dan sorot mata yang tajam Robert kepada Ina membuat salah tingkah dan Ina merasa sangat canggung dengan Robert yang bagi nya saat ini sedang berbicara dengan mahkluk aneh sebab selama ini Ina tidak pernah di pandang seperti itu dengan lawan jenis dan meskipun banyak lelaki yang mendekati nya tetapi Ina tidak pernah menanggapi nya sebab bagi Ina hal itu hanya membuang waktu saja.


" Maaf apakah ada yang salah dengan wajah saya sehingga Tuan memandangi saya dengan detail sedari tadi?"


Tanya Ina dengan tatapan bingung.


" Jangan panggil Tuan sebut saja nama ku Robert agar lebih akrab dan mengenai wajah anda tidak ada yang salah hanya saja wajah anda sangat mirip dengan mendiang istri saya Nona."


Jawab Robert sambil menunjukkan foto Ine.


" Kalau begitu anda juga jangan memanggil saya dengan sebutan Nona ... wah benar wajah ku sangat mirip dengan mendiang istri mu seperti kembar saja kita?"


Tanya Ina sambil memperhatikan dengan detail foto Ine.


" Apakah anda kembaran Ine?"


Jawab Robert berbalik bertanya.


" Aku tidak memiliki kembaran bila kamu kurang yakin bisa menanyakan hal itu kepada Ayah ku sebab selama ini aku sendiri dan Ayah tidak pernah menceritakan kalaj aku kembar."


Ucap Ina sambil menyerahkan foto itu kepada Robert.


" Ok lah mungkin kebetulan saja kalian berdua sangat mirip hingga aku berpikir kalian kembar sekali lagi maaf."


Ucap Robert sambil tersenyum dan memasukkan dompet nya kembali kedalam saku nya.


Setelah beberapa menit Robert pun mohon undur diri dari hadapan Ina dan Robert kembali mencari informasi mengenai helikopter yang membawa Felix dan Williams pergi dan informasi tersebut sangat mudah di dapat Robert dari pilot yang mengemudikan helikopter saat itu sedang berada di kantor pusat untuk menyerahkan semua bukti tentang pelanggaran yang sudah di lakukan Williams kepada atasan nya.


Setelah Robert menerima informasi yang lengkap segera Robert meluncur menuju lokasi rumah Felix yang pasti nya dengan penjagaan ketat saat itu Robert masih bingung bagaimana cara nya agar bisa masuk kedalam rumah mewah itu sebab di segala sisi di jaga sangat ketat dan cctv tersebar di setiap sudut rumah di sisi lain Ina masih berfikir mengapa diri nya sangat persis dengan mendiang istri Robert kalau hanya kebetulan itu tidak lah mungkin bisa persis itu sebab selama ini Mateow tidak pernah menceritakan kepada Ina siapa sebenar nya Ina.


Kenapa aku merasa aneh setelah melihat foto itu tadi dan ada perasaan yang sangat sedih saat mendengar dia telah tiada memang nya dia siapa dan kalau benar aku kembar mengapa Ayah dan Ibu tidak pernah menceritakan hal itu kepada ku lalu di mana selama ini dia berada mengapa tidak bersama ku dan tinggal bersama siapa dia?


Bergumam lah dalam hati Ina sambil berjalan menuju laboratorium untuk meneliti sample yang baru saja di berikan Robert kepada nya sedangkan di sisi lain Felix dan Williams sedang merencanakan suatu hal yang sangat fatal bagi negara dan masyarakat dan hal itu menjadi tujuan utama mereka untuk menjatuhkan pemerintah di pusat dan kedua monster itu akan di buat untuk bernegosiasi dengan pemerintah agar pemerintah mau menyerahkan kedudukan nya kepada Felix dan Williams.


Apakah niat jahat Felix dan Williams akan berhasil dengan mengancam pemerintah ataukah mereka akan hancur sebelum niat mereka terbukti dan apakah Robert berhasil menembus rumah Felix dan mendapatkan Robin yang sudah menjadi monster lalu apakah Ina akan mendapat jawaban dari mana diri nya berasal sesungguhnya dan siap kah Ina menerima kenyataan bahwa sebenar nya dia hanyalah anak angkat?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka yang semakin membuat penasaran dan selalu ikuti kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat update nya.