
Kita di ciptakan oleh Tuhan pasti nya ada tujuan nya tidak mungkin Tuhan menciptakan kita karena iseng saja begitu juga kita dalam hidup ini harus tau apa tujuan kita sebab bila kita tidak tahu apa tujuan kita yang ada kita hanya membuang waktu, pikiran dan tenaga saja maka temukan tujuan hidup mu kawan sebelum semua terbuang sia - sia.
Begitu juga dengan yang di alami Robin saat ini dalam benak dan hati nya hanyalah balas dendam tujuan dalam hidup nya tanpa berfikir apakah akibat yang akan di alami bila diri nya mengedepankan ego nya saja dan sebenar nya orang yang memiliki tujuan itu berkembang bukan nya hancur begitu juga dengan Robert yang sedari awal memiliki tujuan untuk mengabdikan diri nya kepada negara maka diri nya pun semakin berkembang.
Mari kita lihat bersama apa yang di lakukan Robert kepada Robin yang sudah melampaui batas saat ini di tengah nya hujan yang mengguyur bumi malam menjelang pagi Robert dengan air mata berlinang tanpa merasakan luka yang di alami saat itu bangkit berdiri menarik busur panah yang menancap di dada nya.
Kemudian menggendong jasad istri nya yang tergeletak di tanah kemudian membawa nya masuk kedalam rumah begitu juga dengan jasad kedua orang tua nya setelah itu Robert memandang langit yang masih gelap dan kabut pun menyelimuti kampung itu yang hancur dan pasti nya begitu banyak korban jiwa sesekali Robert memandang sekitar nya dengan pandangan kosong lalu bersimpuh lah diri nya di depan pintu sambil berteriak melepas beban dan sesak di dada nya saat itu Mateow dan beberapa kawan nya menghampiri Robert.
Dengan posisi yang sangat terpukul Robert mengangkat kepala nya lalu bangkit dari duduk nya melihat Robin telah di tangkap oleh David dan Saulus saat itu Robin terikat tangan nya dan di gelandang ke hadapan Robert untuk menunggu perintah Robert selanjutnya.
" Lepas kan dia."
Ucap Robert dengan nada gemetar berjalan mendekati Robin.
Saat itu Robert berdiri tepat di hadapan Robin kemudian melepaskan ikatan di tangan Robin lalu merangkul nya berjalan memasuki rumah yang di situ sudah ada tiga jasad terbujur kaku karena ulah Robin.
" Lihat itu buah dari pikiran mu yang salah."
Ucap Robert sambil merangkul Robin.
" Mohon lah ampun kepada Tuhan mu Robert itu semua karena kamu yang selama ini selalu menghalangi tujuan ku!"
Jawab Robin sambil melepaskan tangan Robert dari pundak nya.
" Robin pergilah dan jangan kamu ulangi lagi namun bila kamu mengulangi lagi maka hancur lah kamu."
Ucap Robert dengan tatapan tertuju kepada ketiga jasad di hadapan nya.
" Robert apa kamu sudah gila melepaskan Robin begitu saja!"
Teriak Samuel yang merasa tidak terima melihat keputusan Robert.
" Biar kan dia pergi dan mengakui kesalahan nya kepada Tuhan untuk apa kita menghabisi nya pun saat ini percuma dan semua salah ku bukan dia yang bersalah."
Ucap Robert dengan air mata mengucur deras di pipi nya.
" Nak Paman tau perasaan mu sekarang tenangkan batin mu dan ijinkan Paman melaksanakan upacara pemakaman mereka."
Ucap Mateow sambil memeluk Robert.
" ROBERT TUNGGU GILIRAN MU MENYUSUL MEREKA!"
Teriak Robin dari teras rumah nya dengan diiringi tawa lepas.
" Jangan kejar dia meski dia ku bunuh saat ini tidak mungkin kedua orang tua ku dan istri ku hidup kembali biar kawanan mereka yang akan menyelesaikan jangan mengotori tangan kita hanya demi amarah agar terpuaskan."
Ucap Robert dengan mata yang sembab mencoba senyum dan merangkul Samuel.
Pagi itu suasana begitu haru dan masih menyisakan kepedihan yang mendalam pasti nya kemudian para team ujung tombak mengumpulkan para korban yang meninggal dan yang terluka sedangkan Mateow dan Robert fokus dengan acara pemakaman kedua orang tua nya dan istri tercinta dengan diiringi suara seruling ciri khas daerah setempat.
Beda dengan yang terjadi dengan Robin dan Helena yang sedang tertawa puas sebab kini mereka bisa menyingkir kan Ine yang bagi mereka adalah batu penghalang dalam mencapai niat nya dan pasti nya berita itu di bawa Robin kepada Felix sebagai bos besar nya serta Robin meminta imbalan yang sudah di janji kan Felix kepada nya.
" Selamat siang Tuan saya sudah menjalankan perintah Tuan dan saat ini saya menagih upah saya sesuai janji Tuan kepada saya."
Ucap Robin disertai senyum puas.
" Pasti hal itu kamu tenang saja tidak perlu takut aku pasti memberi kan hak mu tapi sebelum nya boleh kah aku bertanya pada mu?"
Tanya Felix sambil menikmati kopi di cangkir.
" Apakah itu Tuan?"
Jawab Robin yang berbalik bertanya.
" Kamu telah berhasil menyingkirkan musuh besar ku dan semua berjalan sesuai rencana lalu siapa musuh besar mu kalau aku boleh tau sebab aku tidak suka berhutang budi pada seseorang."
Tanya Felix dengan senyum licik.
" Robert dia adalah musuh terbesar ku sejak kecil namun aku selalu kalah dengan nya sebab dia bukan manusia umum nya seperti ku Tuan."
Jawab Robin dengan sorot mata yang penuh dendam.
" Apakah dia manusia srigala yang waktu itu kamu bicarakan Robin?"
Tanya Felix sambil melemparkan segebok uang ke hadapan Robin.
" Benar sekali Tuan dia lah manusia srigala yang selama ini belum bisa aku kalah kan."
Jawab Robin dengan nada penuh dendam.
" Apakah kamu tidak ingin menghabisi nya Robin dan akan mengganggu di hidup mu selama nya?"
Tanya Felix dengan senyum sinis.
" Aku sangat ingin menghabisi nya Tuan tapi bagaimana cara nya sedangkan kemampuan Robert lebih kuat dari ku."
Jawab Robin dengan tatapan memelas.
" Aku tawarkan dua benda di hadapan mu saat ini Robin silahkan kamu pilih salah satu."
Saat itu dalam pikiran Robin sangat bingung sebab bila diri nya mengambil uang maka Robert akan tetap hidup dan akan selalu menghalangi keinginan nya namun bila mengambil zat kimia itu maka diri nya akan menjadi monster seperti Hendrik dan pasti nya tidak membutuhkan uang yang di butuhkan hanyalah mencari darah segar untuk memuaskan dahaga nya.
" Robin bagaimana mana yang kamu pilih dan pasti nya kesempatan datang hanya satu kali."
Ucap Felix dengan senyum licik memandang ke arah Robin yang sedang bimbang.
" Robin kalau aku jadi kamu lebih memilih cairan itu agar musuh ku segera hilang dan kamu bisa hidup tenang."
Ucap Helena yang tidak mengetahui apa akibat nya bila terkena zat kimia itu.
Aku sungguh bingung dengan pilihan ini dan aku tidak mungkin melepaskan kesempatan ini begitu saja bila aku lepaskan percuma saja aku menghabisi kedua orang tua ku dan Ine bila setiap detik Robert masih saja mengintai dan menghalangi ku.
Bergumam lah dalam hati Robin dengan segala pertimbangan dalam hati dan pikiran nya dan akhir nya Robin memutuskan untuk mengambil cairan zat kimia itu dengan tujuan agar bisa menghabisi Robert dalam waktu dekat ini dan saat itu Felix sangat senang sebab saat ini diri nya memiliki dua monster yang kuat untuk mengacaukan pusat kota.
" Bagus sekali Robin kamu memang benar - benar cerdas aku bangga pada mu."
Ucap Felix sambil bangkit dari duduk nya kemudian memeluk Robin.
" Persiapkan semua nya ini zat berikan 100% kepada nya jangan seperti kepada Hendrik sebab aku ingin tau bagaimana reaksi nya bila di gunakan 100% kepada manusia."
Ucap Felix dengan bangga merangkul Robin berjalan menuju laboratorium tempat penelitian.
" Tuan jangan lakukan hal itu sebab efek nya lebih berbahaya lihat tikus itu saja baru 10% yang di berikan sudah seperti itu dan Tuan Hendrik yang baru di beri zat kimia 25% saja sudah ganas seperti itu bagaimana bila sampai 100% Tuan?"
Ucap ilmuwan dengan wajah ketakutan.
" Tutup mulut mu orang tua bodoh jangan menggurui Tuan Felix jalan kan saja perintah nya."
Ucap Williams sambil menodongkan laras panjang tepat di kepala profesor itu.
Saat itu posisi Robin sudah di tidur kan dalam sebuah tabung kaca dengan kedua tangan dan kaki terikat serta perut dan leher nya juga terikat sebab di takut kan saat saat itu bereaksi di dalam tubuh Robin dan berubah menjadi monster yang ganas dan menyeramkan maka bisa saja menghancurkan laboratorium dalam waktu singkat dan pasti nya semua orang yang berada di laboratorium tidak akan selamat.
Saat ini pemakaman di laksana kan dan ternyata tidak hanya kedua orang tua Robert dan Ine yang menjadi korban namun ada dua kawan Robert juga yang ikut meninggal dalam tragedi malam itu dan kini semakin sedikit team ujung tombak bila Robert menghabisi Robin saat ini juga itu hal yang mudah bagi nya namun bagi Robert hal itu sangat lah tidak pantas sebagai seorang militer sekaligus orang yang religius seperti nya.
Bagi Robert sudah tiga kali Robin melakukan hal seperti itu namun selalu gagal untuk menghabisi nya dan hal itu membuktikan bahwa diri nya beserta Tuhan dan bila Robert menghabisi Robin maka sama saja diri nya dengan Robin yang tidak percaya akan kebaikan Tuhan selama ini dan yang Robert lakukan saat seperti ini hanya mengampuni semua perlakuan Robin dan mendoakan agar Tuhan melembutkan hati Robin.
" Apakah Robin bisa di hubungi Vid?"
Tanya Robert sambil mengenakan jas hitam nya.
" Untuk apa kamu menanyakan hal itu dan bagi ku dia tidak pantas hadir di pemakaman ini."
Jawab David sambil memasang jam tangan.
" Vid bagaimana pun juga dia putra Ayah dan Ibu ku apakah salah bila dia menghadiri pemakaman kedua orang tua nya?"
Tanya Robert dengan nada tenang.
" Aku tidak habis pikir dengan pola pikir mu Tuan Robert Sean yang terhormat anda sadar tidak bahwa yang membunuh kedua orang tua mu dan istri mu itu Robin mengapa kamu masih saja berbaik hati dengan nya ROBERT LEKAS SADAR KAMU!"
Jawab David sambil memegang pundak Robert.
" Vid ingat jangan pernah kamu iri hati dengan orang yang tidak mengenal kasih Tuhan kita harus tetap mengampuni siapa pun yang sudah menyakiti kita sebab mereka tidak tau apa yang sudah mereka lakukan itu salah."
Ucap Robert sambil senyum tenang dan merapikan jas David yang sedang tersulut emosi nya.
" Terserah kamu saja yang pasti aku tidak terima dengan kepergian mereka semua yang tidak bersalah."
Ucap David sambil berjalan keluar dari kamar Robert.
" Ampuni dia Tuhan dia tidak tau apa makna kasih dalam hidup ini maka bimbing lah mereka berjalan sesuai tujuan Mu ya Tuhan."
Ucap Robert sambil tersenyum dan tatapan yang teduh.
Sedangkan di laboratorium zat kimia mulai di lepaskan kedalam tabung kaca di mana Robin berada di dalam nya dan sebelum tabung kaca benar - benar tertutup kepulan asap terlihat Robin yang seperti nya panik ingin melepaskan diri dari tabung tersebut namun apa daya niat nya itu tidak mungkin bisa di gagal kan sampai benar - benar zat kimia di masuk kan kedalam tabung kaca.
Sekitar dua jam kemudian dan asap tebal masih memenuhi tabung kaca tersebut tiba - tiba terdengar raungan yang lumayan keras dan seisi ruang laboratorium saling pandang dan berpikir dengan hati masing - masing sebab waktu Hendrik tidak terdengar suara sama sekali dan saat asap mulai menghilang terlihat lah sosok yang tinggi nya tujuh kaki, bertubuh kekar, berbulu, bertaring dan tatapan mata yang menyeramkan.
" Prof kita berhasil dia menjadi manusia srigala sungguh menakjubkan penemuan mu Prof."
Ucap Felix dengan bangga dan tertawa puas melihat Robin yang sudah menjadi monster.
" Tuan itu bukan manusia srigala tetapi itu monster dan kami belum menemukan zat apa untuk melumpuhkan mahkluk itu."
Ucap salah satu profesor dengan nada gugup melihat hasil nya bila di berikan 100% kepada manusia.
" Aku tidak butuh dengan penangkal nya atau apalah yang aku mau lepaskan mahkluk itu sekarang juga!"
Ucap Felix sambil mendorong tubuh profesor mendekat di tabung kaca.
Saat itu tanpa di sangka sekali pukulan saja tabung kaca itu hancur dan ikatan yang awal nya mengikat tubuh Robin semua nya terlepas dan saat itu juga di hadapan mereka semua menyaksikan keganasan Robin yang sudah berubah menjadi monster dengan sigap Felix dan Williams lari keluar dari laboratorium untuk menyelamatkan diri sedangkan yang tidak sempat melarikan diri maka jadi santapan Robin dan pasti nya menjadi monster baru lagi.
Seperti nya semakin banyak saja monster di wilayah utara dan lebih parah nya ada dua monster yang kuat dan tidak mudah dilumpuhkan lalu lari kemana kah Felix dan Williams bisakah mereka berdua melarikan diri dari Robin dan Hendrik yang kini sudah menjadi monster dan apakah team ujung tombak dan Mateow mampu membasmi semua monster - monster yang kini semakin menguasai wilayah utara dan mampu kah para monster itu menembus blokade pagar berduri?
Jangan pernah beranjak dan selalu ikuti kisah mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semakin semangat.