I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 61 . ANUGRAH DI BALIK DERITA



Setiap penderitaan kita atau masalah yang kita hadapi pasti ada hikmah nya selama kita mampu memahami nya namun bila kita tidak mau belajar dari sebuah masalah yang kita hadapi maka yang terjadi makin tinggi nya ego kepada orang tersebut yang berakhir nya orang menyebut nya orang bebal sebab susah berubah.


Demikian juga dengan yang di alami oleh Robin dan Hendrik sudah begitu banyak masalah yang mereka hadapi namun mengapa mereka masih saja berkeras hati dan masih bertahan dengan pola pikir nya yang nyata hanya menyiksa diri nya sendiri.


Saat ini Robert dan kawanan srigala buas sedang berhadapan dengan Jendral Jacob di ujung jembatan untuk berdiskusi dengan harapan blokade di buka agar para kawanan srigala buas bisa melanjutkan perjalanan hingga sampai di wilayah kota yang saat ini menjadi sarang bagi para monster yang semakin beringas.


" Apakah itu Robert, Ina dan Ronald?"


Tanya Jendral Jacob seraya tidak percaya dengan pandangan nya.


" Benar Jendral, Apa yang harus kita perbuat?"


Jawab Kolonel Ricard dengan tatapan fokus ke depan.


" TURUN KAN SENJATA JANGAN ADA YANG MENEMBAK!"


Teriak Jendral Jacob memberi aba - aba kepada pasukan nya.


Kemudian Jendral Jacob pun keluar dari dalam tank dan berjalan mendekat ke arah mereka berempat dengan membawa senapan laras panjang untuk berjaga - jaga bila saja Robert dan beberapa rekan nya menyerang diri nya saat jarak mereka semakin dekat, Saat itu baby Scudetto dengan wujud srigala buas yang lumayan besar berdiri di atas sebuah mobil memperhatikan mereka berempat yang mencoba bernegosiasi.


" Jendral buka blokade nya agar kami bisa melanjutkan perjalanan,"


Ucap Robert dengan nada suara lantang.


" Robert apakah srigala itu semua anggota mu dan akan pergi kemana kalian?"


Tanya Jendral Jacob sambil menatap ke arah mereka berempat.


" Buang - buang waktu ku saja tua bangka ini, Apa perlu aku yang berbicara kepada nya!"


Ucap Ina dengan nada geram dan sorot mata emosi.


" Jaga emosi mu sayang sebab bukan dia sasaran kita,"


Jawab Robert dengan sedikit rendah nada suara nya.


" Kami akan menuju pusat kota dan itu semua anggota ku jadi beri kami jalan Jendral!"


Teriak Ronald dengan nada emosi.


" Apakah kalian tidak tahu bahwa wilayah kota di tutup total dan di sana adalah sarang para monster, Apakah kalian ingin setor nyawa!"


Teriak Jendral Jacob dengan nada penuh emosi.


" Kenapa tua bangka ini susah sekali di ajak berbicara!"


Ucap Ina dengan nada emosi yang memuncak.


" Jendral kami akan membasmi para monster itu agar wilayah kota bisa berfungsi lagi!"


Ucap Ronald yang seperti nya masih mencoba sabar.


" Aku sudah tidak bisa menahan kesabaran ku lagi!"


Ucap Rebecca yang berlari ke arah Jendral Jacob dengan dengan merubah bentuk.


" REBECCA TAHAN!"


Teriak Ronald mencoba menahan Rebecca yang sudah berubah menjadi srigala besar.


Saat itu tiba - tiba kondisi tidak kondusif dan semua kawanan srigala bergerak maju dengan pimpinan Scudetto yang sudah berubah menjadi srigala buas dan bertubuh besar maju menerobos blokade yang telah di buat oleh Jendral Jacob dan saat itu juga Ina, Ronald dan Robert berubah wujud nya.


Penyerangan kepada aparat kesatuan militer terjadi meski pun para pasukan militer tidak ada yang terluka namun bagaimana pun juga dari kawanan srigala ada yang terluka terkena tembakan oleh para anggota militer akhir nya hal itu semakin memancing emosi Scudetto saat melihat anggota nya mati.


Scudetto dengan brutal menyerang siapa pun yang berada di hadapan nya dengan cakar nya dan taring nya yang tajam dan pasti nya begitu banyak korban jiwa saat itu dan dari kantor pusat militer meminta bantuan ke pangkalan udara untuk menghalau kawanan srigala buas yang semakin membabi buta menerobos blokade.


" KALIAN BERTIGA LANJUT KAN PERJALANAN BIAR AKU DAN REBECCA YANG MENGHADAPI MEREKA!"


Teriak Ronald sambil terus maju menjatuhkan siapa pun yang menghadang.


" RONALD KAMI TUNGGU DI UJUNG JALAN PINTU MASUK KOTA BERSAMA YANG LAIN!"


Teriak Robert sambil terus berlari menerobos para pasukan yang di ikuti kawanan srigala yang lain.


" SAMPAI JUMPA DI UJUNG JALAN KOTA RONALD DAN REBECCA KAMI MENUNGGU MU!"


Teriak Ina yang sudah berwujud srigala buas berlari mengikuti Robert dan Scudetto.


Kondisi saat ini begitu ricuh di ujung jembatan menuju wilayah pusat kota dan saat ini para kawanan srigala buas terbagi menjadi dua kelompok ada yang bersama Robert, Ina dan Scudetto serta ada yang bersama dengan Ronald dan Rebecca yang mencoba menghalangi para pasukan militer yang tengah memblokade.


Tidak lama kemudian mulai berdatangan lah para pasukan angkatan udara yang berusaha menghadang mereka agar tidak masuk ke pusat kota dengan cara menghujani peluru di sisi mereka berlari dan seperti nya Scudetto memiliki ide lain untuk melumpuhkan para pasukan angkatan udara.


Saat itu Scudetto memilih memisahkan diri dari rombongan dan membawa beberapa ratus pasukan srigala buas dengan tubuh yang besar untuk memasuki beberapa gedung perkantoran yang menjulang tinggi dan sesampai nya di atas satu persatu para srigala buas itu melompat ke arah helikopter yang sedang melintas di sisi gedung tersebut dan menjatuhkan pesawat tersebut satu persatu bergantian.


Sedangkan Ina dan Robert terus berlari menuju ke ujung jalan utama masuk kedalam wilayah pusat kota dan ternyata di dalam wilayah pusat kota tersebut para gerombolan para monster sudah menanti kedatangan mereka para kawanan srigala buas dan para monster itu membawa persenjataan yang lengkap untuk menghabisi kawanan srigala.


Tidak membutuhkan waktu lama sampai lah Robert dan Ina di pintu gerbang wilayah kemudian mereka berdua menghentikan langkah nya sambil mengatur nafas mereka yang tersengal - sengal, Di sisi lain Scudetto berserta kawanan nya terus berlari melompati gedung - gedung bertingkat yang menjulang tinggi dan menjatuhkan helikopter milik militer angkatan udara.


Hingga sampailah Scudetto dan kawanan nya di sebuah gedung yang menjulang tinggi di tengah kota saat itu Scudetto menghentikan kawanan srigala lain nya dan pandangan nya tertuju kepada Robert dan Ina yang sedang berdiri di ujung jalan, Saat itu Scudetto sedang menantikan reaksi Ina dan Robert untuk maju melawan gerombolan monster yang di pimpin Robin dan Hendrik dengan wujud monster.


" Aku bersumpah bahwa hari ini juga kalian akan menemui ajal kalian masing - masing!"


Ucap Ina dengan nada geram dan tatapan penuh dendam.


" Jangan lah kamu sama seperti mereka sayang,"


Jawab Robert dengan nada tenang.


" Hutang nyawa di balas nyawa, Dia sudah membunuh anak kita maka dia juga harus juga mati di tangan ku demi anak ku!"


Ucap Ine yang di dalam tubuh Ina penuh amarah dan dendam membara.


Ucap Robert dengan nada penuh penekanan.


" Kebenarannya aku dan anak ku mati di tangan dia maka saat ini dia juga harus mati di tangan ku!"


Jawab Ina dengan penuh dendam.


" Tolong kuasai amarah mu, Tidak hanya kamu yang dendam aku pun begitu tapi tolong jangan sampai kita sama seperti mereka sikap kita!"


Ucap Robert dengan nada emosi.


Saat itu terjadi adu argumen antara Robert dan Ina karena beda nya sudut pandang dan pola pikir sedangkan Ronald dan Rebecca sedang melumpuhkan para pasukan militer tanpa membunuh mereka dan saat itu Ronald dengan wujud srigala buas telah melumpuhkan Jendral Jacob dan pasti nya Jendral Jacob terjatuh dengan posisi di injak oleh srigala besar di atas tubuh nya.


" RONALD INGAT JANGAN KAMU PESAN ROBERT!"


Teriak Rebecca sambil melumpuhkan para militer yang lain.


Kemudian Ronald pun beranjak pergi dari atas tubuh Jendral Jacob saat mendengar teriakan Rebecca dan saat itu Jendral Jacob berniat bangkit dan meraih senjata nya untuk menembak Ronald yang berwujud srigala buas namun sebelum kesampaian niat Jendral Jacob ada timah panas yang sudah menembus kepala nya dari arah belakang dan ternyata timah panas itu di lepaskan oleh anggota Jendral Jacob sendiri.


Yang awal nya akan menembak ke arah srigala buas namun ternyata salah sasaran dan mengenai Jendral Jacob, Kondisi semakin tidak kondusif dan akhir nya Rebecca mencoba berbicara kepada Kolonel Ricard yang saat itu lumayan kewalahan menghadapi kawanan srigala buas yang semakin brutal menjatuhkan para anggota militer namun tanpa melukai.


" RICARD HENTIKAN PASUKAN MU SEBELUM MEREKA SEMUA MATI DI CABIK - CABIK KAWANAN SRIGALA!"


Teriak Rebecca kepada Kolonel Ricard yang sedang melawan srigala besar.


" TAPI MEREKA MELUKAI PARA PASUKAN KU!"


Jawab Kolonel Ricard dengan berteriak.


" TIDAK ADA YANG TERLUKA, KAMI BERNIAT MEMBASMI MONSTER BUKAN MELAWAN PEMERINTAH, JADI HENTIKAN PERLAWANAN DAN BUKA BLOKADE!"


Ucap Rebecca sambil terus melumpuhkan para pasukan militer.


Saat mendengar hal itu Kolonel Ricard menyadari apa sebenar nya niat para kawanan srigala memasuki wilayah pusat kota dan saat itu juga Kolonel Ricard menghentikan dan membuka blokade kemudian Ronald dan Rebecca beserta kawanan srigala yang lain bisa menuju di mana Robert dan Ina menunggu mereka berdua dan sedang adu argumentasi.


" Kami sudah melumpuhkan mereka dan semua sudah teratasi,"


Ucap Ronald sambil berjalan mendekat ke arah Robert dan Ina.


" Bagus kalau begitu, Kita susun siasat untuk melumpuhkan para monster itu,"


Jawab Robert sambil sekilas melihat Ronald.


" Bukan melumpuhkan tetapi membantai mereka sampai habis sampai akar - akar nya!"


Ucap Ina dengan nada penuh dendam.


" Aku setuju semua harus terbayar hari ini!"


Timpal Rebecca dengan tatapan penuh dendam.


" Benar jangan harap mereka bisa lolos dari cengkeraman ku para monster biadab!"


Imbuh Ronald dengan penuh ambisi.


" Kendalikan emosi kalian jangan terpancing dengan amarah sesaat!"


Teriak Robert yang seperti nya hilang kesabaran.


" Bukan sesaat tapi sudah lama ku kendalikan emosi ku dan aku yakin pendapat mereka pun akan sama dengan ku yang keluarga nya di bantai habis oleh monster biadab itu, Jangan hanya karena dia adik mu maka kamu membela nya cam kan hal itu!"


Bentak Ina dengan tatapan mata tajam.


Di saat mereka sedang beradu argumentasi tiba - tiba terjadi pergerakan yang di buat oleh Scudetto yang melompat dari atas gedung bertingkat dan tepat di tubuh Robin yang sudah menjadi monster pasti nya para kawanan srigala yang lain tidak akan tinggal diam melihat pimpinan nya bergerak maju menyerang.


Maka tanpa ada aba - aba dari Robert para kawanan srigala di belakang mereka pun serentak maju menyerang kawanan monster di hadapan nya dan saat itu Robert, Ina, Ronald dan Rebecca hanya mampu terdiam menyaksikan penyerangan yang di lakukan Scudetto dan para pasukan nya dari berbagai sisi.


Saat itu Kolonel Ricard mencoba menghentikan penyerangan dari pihak militer angkatan udara agar tidak bertambah banyak korban jiwa namun informasi yang di berikan oleh Kolonel Ricard tidak ada yang menerima nya sebab yang bertugas di kantor pusat semua tegang menyaksikan penyerangan yang di lakukan kawanan srigala kepada para monster yang sedang berlangsung di layar televisi yang terhubung oleh cctv yang sudah di aktif kan oleh para monster.


" Terus lah berfikir tanpa bertindak dan lihat putra mu sudah bertindak!"


Ucap Ina dengan senyum sinis melirik ke arah Robert.


" Bila akan melanjutkan adu argumentasi nya silahkan saja tapi aku akan membantu Scudetto."


Ucap Ronald sambil berlari merangsek bergabung dengan Scudetto melawan para monster.


" Saat ini gunakan logika mu bukan hati mu Robert."


Ucap Rebecca yang kemudian ikut masuk kedalam kawanan srigala yang lain.


" Selamat berfikir hingga kamu melihat putra mu tewas di tangan adik mu lagi."


Ucap Ina dengan senyum sinis dan meninggalkan Robert yang masih berdiri mematung di pembatas kota.


" Tuhan ampuni aku bila lepas kendali dan harus menghabisi adik ku sendiri."


Ucap Robert lirih sambil berlari menuju para kawanan srigala yang sedang bertarung.


Suasana begitu ricuh dari kawanan srigala membuat penyerangan kepada para monster dan pasukan militer angkatan udara sedangkan jumlah mereka yang ribuan pasti nya para gerombolan monster merasa kewalahan juga belum lagi saat itu Scudetto yang berwujud srigala besar dan buas semakin brutal membuat penyerangan melawan para monster.


Saat melihat hal itu Felix pun akhir nya mengambil tindakan untuk menjadi monster juga dengan cara meminta monster lain untuk menggigit nya dengan harapan diri nya bisa membunuh Ine, Sedangkan kolonel Ricard berusaha membantu Robert untuk menghabisi para monster itu dengan cara meminta bantuan dari beberapa kantor cabang untuk mengirim pasukan ke wilayah perbatasan pusat kota.


Seperti nya kondisi wilayah pusat kota semakin memanas apakah Robert, Ronald, Ina, Rebecca dan juga Scudetto mampu mengusir mereka dari wilayah kota hingga kota bisa di fungsikan kembali oleh masyarakat dan apakah niat kolonel Ricard berhasil untuk mengumpulkan bala bantuan di wilayah perbatasan pusat kota, Akan kah Scudetto berhasil membantai Robin, Hendrik dan Felix saat ini ataukah Scudetto yang harus kehilangan nyawa nya demi mengalahkan gerombolan monster?


Jangan pernah beranjak dari kisah perjuangan mereka dan ikuti terus perjalanan mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.