
Sebetulnya sering kali kita berkata "NANTI" sesungguhnya kata tersebut lah yang membuat kita tidak berhasil dan tidak sukses berakhir muncul lah penyakit hati kita saat melihat kesuksesan orang lain ada di depan mata kita, Lalu siapa sebenar nya membuat kita tidak sukses dan tidak berhasil bila kalimat itu sering kita ucapkan?
Bila ingin berhasil dan sukses kurangi berkata NANTI lakukan sebisa dan semaksimal mungkin jangan menyalahkan siapa pun bila menemui kegagalan dan terus lah maju demi hasil yang maksimal, Begitu juga saat ini yang sedang di lakukan Robert dan kawan - kawan nya yang baru saja mengetahui berita tentang kejadian di wilayah perbatasan barat.
" Ternyata pergi kesana mereka,"
Ucap Ina dengan nada lirih sambil menggendong baby Scudetto.
" Siapa Ina, Ronald tolong belikan ayam di toko depan untuk Scudetto,"
Ucap Rebecca sambil mengupas kentang.
" Itu para monster menyerang perbatasan wilayah barat,"
Jawab Ina sambil meletakkan Scudetto di bangku kecil.
" Lalu berapa korban nya, Apakah seluruh masyarakat do sana menjadi monster semua?"
Tanya Rebecca masih fokus dengan masakan nya.
" Menurut informasi di berita yang menjadi korban nya pihak militer yang jumlah nya mencapai ribuan,"
Jawab Ina yang mulai membantu Rebecca.
" Berarti kekuatan mereka bertambah lagi?"
Ucap Robert sambil menghampiri Scudetto yang sedang menikmati biskuit.
" Pasti nya, Hanya saja yang membuat ku merasa aneh apakah pihak militer tidak tahu bagaimana melumpuhkan mereka mengapa sampai memakan korban begitu banyak?"
Tanya Ina sambil meletakkan panci berisi air di atas kompor.
" Berarti mereka tidak belajar dari kegagalan."
Jawab Robert sambil mengupas buah jeruk di hadapan nya.
Saat itu mereka bertiga sedang berbincang mengenai berita di televisi yang mengabarkan banyak korban jiwa para militer dan telah menjadi monster di wilayah perbatasan barat dan hampir seluruh masyarakat wilayah barat di landa ketakutan untuk keluar rumah melakukan aktivitas sehari - hari, Bila.sudah seperti itu otomatis roda perekonomian tidak berjalan dan bila di biarkan berkelanjutan akan berdampak kepada perekonomian negara yang terhambat.
Di sisi lain ada Ronald yang sedang membeli ayam segar di toko yang jarak nya tidak begitu jauh di rumah sedang mendengarkan para masyarakat menanggapi berita di televisi dan begitu banyak pendapat yang mengatakan bahwa pihak pemerintah sudah berlaku ceroboh dan terjadi kegaduhan di depan gedung parlemen untuk menuntut pemerintah agar bertindak cepat menangani wilayah perbatasan barat.
Saat itu Ronald berpikir ini semua pasti ulah Robin dan gerombolan nya yang tidak henti - henti membuat kegaduhan dari wilayah satu ke wilayah lain dan segeralah Ronald kembali pulang setelah mendapatkan ayam segar dan sepanjang jalan Ronald melihat masyarakat menggunakan kostum srigala dengan berteriak bahwa srigala lah yang menjadi pahlawan.
Maka timbullah sebuah berita yang berbenturan di televisi antara pemerintah dan masyarakat dan pasti nya hal itu tidak baik bila tanpa di beri kan sebuah penjelasan kepada masyarakat dan Ronald berniat menyampaikan kejadian tersebut kepada Robert dan yang lain nya.
" Robert kondisi di jalanan kota mulai gaduh dengan berita di televisi pagi ini,"
Ucap Ronald sambil berjalan mendekati Rebecca untuk memberikan ayam segar.
" Apa yang mereka perbuat hingga membuat kegaduhan?"
Tanya Robert sambil melirik ke arah Ronald.
Kemudian Ronald menceritakan semua kejadian di luar sana dan semua kemungkinan yang akan terjadi bila hal itu di biarkan saja tanpa ada nya penjelasan kepada masyarakat sebab pola pikir masyarakat berbeda dengan mereka berempat jadi pasti nya lebih susah untuk memberi pengertian mereka saat mereka sudah berasumsi, Saat itu Robert hanya tersenyum kemudian bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamar nya.
" Hai, Mengapa Robert bisa tenang saja kondisi masyarakat sedang kacau?"
Ucap Ronald dengan nada bingung melihat ekspresi Robert yang seolah tidak peduli.
" Tenang saja Ronald aku yakin Robert memiliki cara untuk menghadapi semua ini, Bukan kah begitu Ina?
Tanya Rebecca kepada Ina sambil tersenyum.
" Iya aku pun berfikir demi kian sebab kita lebih tahu bagaimana watak Robert bila sudah menyangkut kesejahteraan masyarakat."
Jawab Ina sambil tersenyum simpul kepada Ronald dan Rebecca.
Tidak lama kemudian sarapan pagi itu pun sudah siap untuk di sajikan dan keluar lah Robert dari kamar nya dengan memakai pakaian rapi dan pasti nya diri nya baru saja mandi sebab aroma tubuh nya begitu segar dan wajah nya yang bersih sebab baru saja diri nya mencukur kumis dan jenggot yang sudah tumbuh di wajah nya.
Kemudian mereka berempat pun sarapan bersama sambil Robert memberi tahu kan apa rencana nya untuk membasmi para monster tersebut dan bagi Robert kita tidak perlu ke arah perbatasan wilayah barat dan yang harus di lakukan kita membasmi pimpinan nya, Sebab bila pimpinan nya masih hidup maka hal ini akan terus terjadi dan hal itu akan hanya membuang waktu saja.
" Setelah sarapan pagi ini kita semua pergi menuju wilayah utara seperti rencana awal,"
Ucap Robert sambil menikmati roti di hadapan nya.
" Kenapa kita pergi ke wilayah utara sedangkan jelas - jelas yang sedang konflik di wilayah perbatasan barat?"
Tanya Rebecca dengan tatapan serius kepada Robert.
" Benar kata Rebecca, Mengapa kita tetap dengan rencana awal Robert?"
Imbuh Ronald sambil sesekali melirik ke arah Robert.
" Apa alasan mu Robert dengan tujuan kita tetap melakukan penyerangan ke wilayah utara apakah hanya karena dendam pribadi saja?"
Timpal Ina sambil sesekali menyuapi baby Scudetto dengan roti.
" Percuma kita memangkas habis daun dan ranting nya hingga habis bila pohon nya dan akar nya masih menancap kokoh di bumi, Mau sampai kapan kita menunggu pohon itu berbuah bila yang bermasalah akar nya maka cabut lah pohon itu dan bakar lah, Segeralah bersiap - siap aku menunggu di teras."
" Benar juga dengan yang di kata kan Robert, Tidak mungkin kita hanya jadi children di sebuah event agar suasana menjadi meriah saja."
Timpal Ina yang bangkit berdiri lalu menggendong baby Scudetto untuk di mandi kan.
" Apakah kamu paham dengan perkataan mereka berdua Rebecca?"
Tanya Ronald dengan sedikit berbisik.
Saat itu Rebecca hanya mengangkat bahu menandakan diri nya pun tidak begitu paham dengan ucapan Robert dan Ina pagi itu namun mereka berdua yakin tujuan mereka baik meski terkadang perkataan Robert sedikit susah di cerna oleh manusia pada umum nya bahkan dengan sikap nya yang tenang dalam menyikapi masalah membuat orang yang tidak mengenal nya menganggap Robert tipe manusia yang tidak memiliki empati.
Kemudian mereka bertiga pun mulai mempersiapkan diri untuk menuju wilayah utara untuk melakukan penyerangan kepada Robin dan gerombolan nya, Saat itu sebenar nya Robert sedang di titik emosi kepada Robin adik kandung nya yang tidak henti - henti membuat kegaduhan di beberapa wilayah hingga roda perekonomian negara sempat lumpuh total akibat ulah nya yang egois demi kesenangan diri sendiri.
Robin sampai kapan kamu seperti itu selama ini aku sudah sabar menghadapi mu dan selalu mengampuni mu tapi waktu yang ku berikan kepada mu bukan nya kamu manfaatkan untuk instrospeksi diri dan berubah namun ulah mu semakin menjadi maka jangan salahkan aku bila menggunakan kekerasan agar diri mu sadar bahwa yang kamu laku kan itu sudah merugikan banyak orang, Tunggu kedatangan ku untuk menyeret mu Robin!
Bergumam lah Robert dengan hati geram dan sorot mata yang penuh dendam dan amarah kepada Robin adik kandung nya, Sedangkan kondisi Robin saat ini di wilayah utara hanyalah sendirian dan hanya ada segelintir pasukan para monster nya sebab Hendrik dan Felix serta para monster yang lain telah di perintah untuk mencari monster lagi untuk memperkuat pertahanan nya.
Pagi ini Robin diam sejenak sambil berfikir merasa senang melihat berita pagi ini yang memberitakan tentang kerusuhan yang di timbulkan para monster di wilayah perbatasan barat dan saat itu Robin berfikir itu semua ulah yang di buat oleh Hendrik dan Felix sedangkan mereka berdua belum tiba di wilayah tersebut.
" Felix kita pergi kemana lagi sekarang sedangkan pasukan kita kurang banyak di banding dengan pasukan para srigala?"
Tanya Hendrik sambil berdiri di sebuah batu besar di sebuah sungai.
" Jangan kan kamu, Aku saja bingung harus pergi kemana sedangkan setiap yang aku lakukan dan kata kan selalu salah di depan kalian,"
Jawab Felix yang sedang berendam dan sesekali memasukkan kepala nya kedalam air sungai.
" Bila tidak mau dipersalahkan maka sebelum bicara pikir dahulu, Hai apa yang kamu laku kan Felix!"
Ucap Hendrik dengan geram melihat ulah Felix yang memainkan air sungai dan menyemburkan air yang di dalam mulut nya bagaikan air mancur sambil berendam.
" Sedang mendinginkan otak ku yang sudah lumayan panas, Apakah kamu tidak ingin berendam bersama ku Hendrik?"
Ucap Felix sambil masih bermain air.
" Dasar Felix sudah tidak waras otak mu!"
Ucap Hendrik sambil melirik sinis ke arah Felix yang sedang berendam dan main air.
" Memang nya otak mu waras mengatai ku tidak waras."
Timpal Felix dengan ekspresi wajah sebal.
Kemudian saat Hendrik terdiam tiba - tiba mendapat informasi dari beberapa pasukan nya bahwa saat ini ada banyak sekali monster di wilayah perbatasan barat dan dari mana asal mereka tidak ada yang mengetahui nya yang pasti hal tersebut akan membuat bahagia Robin bila para monster itu di bawa kembali ke wilayah utara untuk di serahkan kepada Robin pikir Hendrik.
Setelah mendapat kan informasi tersebut maka Hendrik melemparkan batu kearah Felix yang masih saja main air dan batu itu pun mengenai kepala Felix baru lah Felix menyudahi main air nya dan bergegas keluar dari berendam nya kemudian mengikuti Hendrik untuk menuju wilayah perbatasan barat dengan tujuan membawa para monster bergabung oleh gerombolan monster lain nya di bawa pimpinan Robin.
Sedangkan di rumah camp di mana Robert dan kawan lain nya tinggal sudah siap menuju wilayah utara untuk melakukan penyerangan sedangkan posisi pusat kota untuk menuju wilayah utara jarak nya lumayan jauh membutuhkan waktu 6 jam untuk menjangkau wilayah tersebut dan mereka semua merubah wujud nya menjadi srigala buas dan memanggil semua pasukan nya yang berjumlah puluhan ribu untuk datang berkumpul di tanah lapang dekat rumah camp mereka.
" Kali ini kita akan melakukan penyerangan ke wilayah utara dan di wilayah itu sudah tidak ada manusia yang hidup maka apa pun di hadapan kalian jangan segan untuk menghabisi nya,"
Ucap Robert dengan tegas kepada kawanan srigala buas di hadapan nya.
" Sayang apakah tidak sebaik nya kita bagi dua pasukan kita agar bisa menghabisi kawanan monster dalam waktu bersamaan?"
Tanya Ine yang sudah berwujud srigala besar berdiri di samping baby Scudetto yang juga sudah berwujud srigala besar dan gagah.
" Aku setuju dengan pendapat Kakak, Sebab bila tidak di bagi dua maka kejadian seperti di pusat kota akan terulang lagi dan mereka bisa lolos,"
Timpal Ronald dengan wujud srigala buas.
" Baik lah bila begitu, Aku dan Ine fokus mengejar Robin, Hendrik dan Felix sedang kan kalian berdua bergabung dengan pasukan nya Scudetto babat habis mereka semua,"
Jawab Robert kepada mereka yang berdiri di hadapan nya.
" Apakah kita akan menyerang bersamaan atau kah dari dua sisi Robert?"
Tanya Rebecca dengan tatapan buas.
" Bagi dua sisi, Kalian dari depan sedangkan aku dan Ine dari sisi kiri dan kanan bagaimana pun juga jangan sampai mereka lepas lagi."
Jawab Robert dengan nada tegas dan tatapan beringas.
Kemudian mereka semua pun mulai berlari dan menuju sebuah bukit yang letak nya tidak begitu jauh dari tanah lapang tersebut dan para masyarakat saat menyaksikan para kawanan srigala yang berlarian dengan jumlah yang sangat banyak para masyarakat sangat antusias memberi semangat mereka semua dan masyarakat berfikir kawanan srigala buas yang sudah di anggap sebagi pahlawan itu akan menuju wilayah perbatasan meski nyata nya mereka akan menyerang wilayah utara.
Beberapa stasiun televisi pun meliput kejadian tersebut bahkan para reporter pun memberi support kepada mereka para kawanan srigala yang berlari melewati kerumunan manusia yang sedang melakukan demo di jalan - jalan protokol dan para srigala buas tersebut tidak ada yang melukai manusia satu pun.
Para masyarakat banyak yang mengabadikan kejadian yang fenomenal tersebut menggunakan kamera ponsel dan ada juga yang mengabadikan menggunakan kamera handycam masing - masing, Semakin percaya lah masyarakat kepada para kawanan srigala tersebut yang di pimpin oleh Robert dan kawan - kawan nya.
Namun ada saja manusia yang berhati sirik dan dengki melihat semua hal tersebut bukan lain Alonso wakil presiden yang merasa gusar melihat kejadian tersebut sebab keinginan nya kini gagal total sebab ajudan George kini sudah menjadi monster juga dan telah mengorbankan 2000 nyawa para anggota militer pasti hal tersebut membuat presiden marah besar.
Lalu bagaimana kah nanti setiba nya Robert di wilayah utara benarkah mampu melumpuhkan Robin bersama gerombolan nya ataukah Robin masih mampu melarikan diri dan apakah Hendrik dan Felix datang tepat waktu untuk menolong Robin yang sudah dikepung oleh kawanan srigala buas?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan ikuti perjalanan mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar rajin update nya.