
Saat ini di kekuatan telah di himpun oleh para gerombolan monster yang di pimpin oleh Robin dan Hendrik namun mereka menghimpun kekuatan untuk menuju wilayah utara dan membuat suatu perubahan yang drastis di wilayah tersebut dengan petunjuk yang di berikan oleh Felix sebagai pemilik wilayah utara terdahulu.
Sedangkan Ina, Robert, Ronald juga Rebecca juga mempersiapkan penyerang ke kota dengan tujuan memusnahkan mereka para monster yang semakin banyak jumlah nya, Dengan kemampuan dan kekuatan yang berlipat saat ini mereka semakin yakin dengan kekuatan nya.
Di tambah lagi dengan bantuan dari para srigala buas yang jumlah nya ribuan semakin menambah kepercayaan diri mereka untuk melumpuhkan para monster yang semakin buas juga, Posisi saat ini para kawanan srigala buas di pimpin oleh Robert dan baby Scudetto yang pasti nya dengan wujud yang tidak lazim.
Mereka semua saat ini sedang berkumpul di sebuah hutan yang terletak di puncak bukit wilayah barat untuk menyusun siasat penyerangan yang sebentar lg akan mereka lakukan dan pasti nya mereka juga harus memikirkan jarak antara wilayah barat menuju kota lumayan jauh dan melewati sebuah jembatan penghubung antara wilayah barat dan pusat kota.
" Kak bila kita akan menyerang kota berati kita harus melalui jembatan penghubung antara kedua wilayah itu, Pasti nya Kakak tahu kan bagaimana kondisi nya?"
Tanya Ronald dengan tatapan serius sambil duduk di atas potongan kayu dengan wujud nya srigala besar.
" Iya benar juga dengan kata - kata mu Ronald,"
Jawab Ine yang berada dalam tubuh Ina dengan tatapan bergantian kepada Robert dan Rebecca.
" Dan kita tidak mungkin menggunakan mobil rakitan yang sudah kita persiapkan juga busur panah yang sudah ada kan Ina?"
Timpal Rebecca dengan penuh tanya tatapan nya.
" Lalu kita menuju ke sana menggunakan apa dengan postur kita saat ini, Apakah kita harus membuat alat transportasi baru, Dengan menggunakan kuda mungkin?"
Jawab Ina dengan mengangkat bahu nya dan tatapan bergantian memandang mereka bertiga di hadapan nya.
Saat itu Robert masih terdiam dengan wujud nya manusia srigala buas dengan tatapan tajam dan di sisi kanan nya duduk lah baby Scudetto dengan tenang namun tatapan mata yang penuh dendam terpancar dari sorot mata nya yang menakut kan bagi siapa pun yang melihat nya saat itu.
" Kita di beri Tuhan kaki dan tangan maka gunakan pemberian Tuhan sebaik mungkin agar tidak sia - sia Tuhan menciptakan kita, Sebab kita di ciptakan Tuhan dengan tujuan membasmi para monster itu,"
Ucap Robert dengan nada tegas dan tatapan tajam bagaikan busur panah yang tajam.
Kemudian mereka terdiam sesaat sambil mencerna apa yang di kata kan Robert dan saat itu mereka masih bingung dengan pandangan manusia bagaimana bila melihat kawanan srigala buas yang begitu banyak melewati jembatan penghubung wilayah yang setiap hari terjadi kemacetan yang parah.
Pasti nya hal itu akan menimbulkan kegaduhan di wilayah perbatasan barat menuju pusat kota dan pasti nya dari pihak pemerintahan tidak akan tinggal diam menyaksikan hal tersebut dan bila terjadi blokade oleh pihak keamanan negara apa yang harus di lakukan.
" Robert apakah kamu sudah mempertimbangkan semua resiko nya?"
Tanya Ronald dengan tatapan bingung.
" Kalau kita dengan postur seperti ini pasti menimbulkan masalah baru lagi dengan pemerintah sayang?"
Tanya Ina dengan tatapan ragu.
" Bila mereka menghadang jalan kita maka lewati mereka dan usahakan jangan sampai melukai mereka, Sebab mereka bukan musuh kita yang utama,"
Jawab Robert dengan tegas dan tenang.
" Ok kamu bisa berkata seperti itu dan kita bisa memahami, Tapi mereka apakah mereka bisa paham dengan perkataan kita nanti saat di lokasi?"
Tanya Rebecca dengan nada penuh ragu.
" Mereka akan di pimpin oleh Scudetto sebab mereka hanya mematuhi apa yang di katakan Scudetto saja,"
Jawab Robert sambil senyum simpul mengelus kepala baby Scudetto yang sudah berwujud srigala buas yang lumayan besar.
" Kalau begitu kita bagi menjadi dua bagian agar kita bisa sampai di pusat kota bila tidak pasti akan ada korban jiwa yang lumayan banyak."
Ucap Ina dengan tegas dan bangkit dari duduk nya.
" Benar, Ingat lakukan tugas kalian masing - masing jalan kan peran kalian sebaik mungkin kita kerja team saat ini jangan sampai terpisah dan harus saling melindungi satu dengan yang lain nya."
Ucap Robert dengan tegas dan pandangan menyebar kepada mereka semua.
Kemudian mereka berlima menjalankan tugas masing - masing baby Scudetto berbicara dengan para kawanan srigala buas yang berjumlah ribuan sedangkan Ina, Robert, Rebecca dan Ronald memasangkan plat baja di lengan mereka tujuan agar terlindung dari cakar atau gigitan para monster yang semakin mengganas.
Di sisi lain ada Robin dan Hendrik sedang menunggu Felix sedikit pulih dari luka - luka yang di timbulkan oleh cakra baby Scudetto yang berwujud srigala buas saat diri nya tertangkap oleh Robert dan Vico, Robin seperti nya memiliki firasat bahwa gerombolan mereka akan di serang oleh kawanan srigala buas hingga Robin memerintahkan para anggota nya berkemas.
" Kalian semua berkemas lah kita akan menuju wilayah utara siang ini juga,"
Ucap Robin dengan wujud manusia namun tatapan mata merah dan taring yang tajam masih menghiasi wajah nya.
" Robin kita ke utara apakah tanpa Felix?"
Tanya Hendrik yang berdiri di samping nya.
" Dia harus di bawa sebab dia lah yang mengetahui batas wilayah utara,"
Jawab Robin dengan nada tegas tanpa ada senyuman di wajah nya.
" Tapi Felix apakah sudah mampu melakukan perjalanan ke utara?"
Tanya Hendrik lagi dengan tatapan bingung.
" PLAK, Kapan otak mu berfikir dengan benar Hendrik!"
Ucap Robin setelah menampar wajah Hendrik dengan keras.
" Bukan kah aku berkata benar bahkan kita tidak tahu apakah Felix masih hidup atau sudah mati di dalam gudang itu?"
Jawab Hendrik dengan terbelalak dan nada suara yang penuh penekanan.
" Bila kamu tidak tahu maka cari tahu lah kebenaran nya sebelum aku berubah pikiran dan melemparkan mu dari balkon lantai dua ini!"
Ucap Robin sambil mendekat kan wajah nya di hadapan Hendrik.
Kemudian Robin pun berjalan meninggal kan Hendrik yang masih mematung di balkon sedangkan Robin melangkah kan kaki nya menuju ruang di mana biasa nya diri nya menyaksikan televisi di rumah itu dengan perasaan tidak menentu dan penuh kegelisahan.
Dan saat itu para kawanan srigala buas mulai berjalan menuruni bukit dengan di pimpin baby Scudetto, Robert, Ina, Rebecca dan Ronald dengan wujud mereka masing - masing dengan tinggi dan besar tubuh yang bervariasi serta diiringi ribuan para srigala buas yang berasal dari beberapa wilayah hutan kini semua berkumpul menjadi satu dan membangun kekuatan yang sangat solid.
Dengan langkah pasti dan gagah nya mereka mulai menyusuri jalan - jalan menuju batas wilayah kota dan tidak jauh lagi mereka akan tiba di jembatan penghubung antara wilayah barat dan pusat kota, Saat itu jembatan penghubung wilayah barat dan pusat kota sedang mengalami macet total ratusan ribu mobil terhenti di jembatan tersebut.
Para pimpinan srigala buas itu berlari dan di ikuti oleh kawanan srigala lain nya ada yang berlari di sela - sela mobil ada juga yang melompati para mobil yang terjebak macet parah saat itu dan ada juga srigala yang berlari di atas mobil berpindah dari satu mobil menuju mobil di hadapan nya.
Pasti nya hal tersebut menjadi pemandangan yang tidak sewajarnya bagi orang yang melihat nya ada yang kagum melihat nya, ada juga yang ketakutan melihat ribu kawanan srigala yang sedang melewati mereka dan juga ada yang mengabadikan peristiwa itu dan berfikir apa yang terjadi mengapa ada begitu banyak srigala dan dari mana asal nya lalu mereka akan menuju kemana.
" OH MY GOOD, Ada apa ini mengapa para srigala ini ada di jalanan?"
Tanya seorang Ibu muda yang bersama putra nya di dalam mobil.
" Mami amazing is wolf beautiful!"
Teriak seorang anak laki - laki kecil sambil mengarahkan kamera handycam nya ke luar jendela mobil.
" JAGA POSISI PERTAHANAN KALIAN JANGAN SAMPAI MELUKAI MANUSIA ATAU PUN APARAT HUKUM MEREKA BUKAN SASARAN KITA!"
Teriak Robert memberi aba - aba kepada yang lain sambil terus berlari melewati mobil.
" SCUDETTO RUBAHLAH POSISI MU KE DEPAN PARA PASUKAN DAN BUAT MEMBELAH FORMASI MENJADI DUA BAGIAN SISI JALAN!"
Teriak Ina memberi instruksi kepada baby Scudetto sambil terus fokus berlari ke arah depan.
" YANG LAIN IKUTI AKU DI DEPAN KITA DIBLOKADE PASUKAN MILITER, KALIAN BERTIGA LOMPAT KE BESI PEMBATAS DARI DUA SISI!"
Teriak Robert sambil berlari menuju sisi jembatan.
Saat itu mereka membuat sebuah formasi yang begitu indah bila di lihat dari sebuah helikopter dengan kompak nya keempat manusia srigala dengan terus berlari sambil terus berlari di besi pembatas jembatan dan ada yang terus berlari tetap di posisi awal dan ada juga yang berlari melawan arus jalan dan pasti nya pemandangan saat itu membuat gempar seluruh wilayah.
" Apa - apa an ini, Apa yang terjadi?"
Ucap seorang militer yang bertugas memantau dari atas udara.
" Tuan ini harus segera kita laporkan ke pusat sebab ini berbahaya bagi masyarakat!"
Ucap seseorang yang lumayan tegang menyaksikan hal itu.
Kemudian mereka pun segera melaporkan ke kantor pusat peristiwa tersebut dan pemandangan itu membuat panik kantor pusat bahkan Jendral Jacob pun terbelalak menyaksikan peristiwa tersebut melalui tangkapan layar televisi di hadapan nya dan saat itu Jendral Jacob tidak berfikir bahwa mereka semua kawanan srigala buas yang di pimpin Robert namun Jendral Jacob berfikir mereka semua itu adalah kawanan monster yang berbahaya.
" Tuan apa yang harus kita lakukan, Jembatan di penuhi srigala buas!"
Ucap Kolonel Ricard dengan nada panik.
" Pukul mundur mereka dengan senjata apa pun,"
Jawab Jendral Jacob dengan tatapan fokus ke layar televisi.
" Tapi Jendral setiap 30 menit jembatan itu terbuka untuk lewat nya kapal barang menuju kota lain?"
Tanya salah satu anggota militer yang sedang memantau jembatan.
" LAKU KAN PERINTAH KU!"
Jawab Jendral Jacob dengan nada tinggi.
Kemudian Jendral Jacob melangkah keluar dari ruangan pemantauan wilayah menuju ruangan persenjataan dan mempersiapkan para anggota nya serta mengeluarkan persenjataan yang di miliki oleh militer mulai dari senjata laras panjang hingga tank di keluarkan semua dan berjalan menuju ujung jembatan penghubung untuk menghadang para kawanan srigala buas.
" PERKUAT PERTAHANAN SEBENTAR LAGI PARA SRIGALA BUAS AKAN MENDEKAT!"
Teriak Jendral Jacob dengan panik.
Saat itu semua persenjataan sudah di arahkan ke pada kawanan srigala buas yang jarak nya tidak begitu jauh dari barisan blokade militer yang di pimpin oleh Jendral Jacob dan Kolonel Ricard, Dengan sigap Robert memberi aba - aba kepada yang lain untuk berhenti sebab Robert melihat bahwa mereka di hadang menggunakan persenjataan yang lengkap dari militer.
" BERHENTI!"
Teriak Robert sambil mengepalkan tangan nya ke atas untuk memberi isyarat.
" Ada apa Robert apakah ada masalah?"
Tanya Ronald sambil berjalan mendekati Robert.
" Rubah wujud kalian dan kita akan menemui Jendral Jacob di ujung sana,"
Jawab Robert yang merubah wujud nya kembali menjadi manusia.
" Tua bangka mengganggu jalan ku saja, Sudah bosan bernafas dia!"
Ucap Ina dengan nada gusar lalu merubah wujud nya.
" Seperti nya dia perlu kamu beri pelajaran Ina,"
Imbuh Rebecca sambil merubah wujud nya diiringi senyum sinis.
" Biar aku yang berbicara dengan Jendral Jacob dan menjelaskan kepada nya agar dia membuka blokade dan memberi kita jalan."
Ucap Robert sambil berjalan menuju arah blokade.
Mereka berempat pun berjalan semakin mendekat ke arah blokade sedangkan baby Scudetto dengan wujud nya menahan langkah para srigala buas yang lain agar tidak melanjutkan perjalanan nya agar tidak terjadi kekacauan yang lebih fatal lagi, Saat itu semua persenjataan sudah siap untuk di tembak kan hanya menunggu aba - aba dari Jendral Jacob.
Namun setelah di tunggu beberapa saat muncullah keempat orang tersebut bukan lain Robert, Ina, Rebecca dan Ronald hal tersebut membuat Jendral Jacob tercengang dan bagian pemantauan pun sempat bingung menyaksikan perubahan mereka berempat menjadi manusia dan berjalan mendekat kearah Jendral Jacob.
Saat hal itu terjadi semua media televisi menayangkan kejadian yang menggemparkan itu bahkan menjadi hot new pasti nya semua liputan oleh seluruh televisi itu bisa di saksikan oleh Robin dan Hendrik yang saat itu telah bersiap - siap menuju wilayah utara dan saat Robin menyaksikan yang memimpin kawanan srigala buas adalah Robert saat itu emosi Robin memuncak hingga melempar televisi di hadapan nya menggunakan meja.
Lalu apakah yang akan di bicarakan Robert dengan Jendral Jacob, Apakah Jendral Jacob akan mendukung Robert atau kah akan tetap menghabisi kawanan srigala buas tersebut, Apakah yang akan di lakukan Robin saat melihat Robert telah memiliki pasukan yang begitu banyak apakah diri nya masih akan berani melawan atau kah akan melarikan diri dan menghindar?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka dan selalu ikuti kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.