I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 78 . KECURIGAAN



Setiap orang wajar memiliki sebuah kecurigaan bila di hadap kan dalam posisi Robert yang sedang melihat cara bermain Scudetto dengan Firman sebab biasa nya Scudetto tidak semangat seperti itu bila bermain dengan teman sebaya nya namun kali ini sangat lah berbeda, Scudetto mengejar Firman dan saat Firman terjatuh Scudetto dan beberapa teman sebayanya memukul kepala dan bagian tubuh Firman bertubi - tubi.


Awal nya Robert hanya sekedar permainan anak - anak dan di pandang masih dalam hal wajar namun saat Robert melihat Scudetto mengambil batu yang lumayan besar dan akan menjatuhkan batu itu ke kepala Firman maka refleks Robert berlari sambil berteriak kepada Scudetto yang mata nya sudah mulai berubah.


" STOP HENTIKAN DETTO!"


Teriak Robert sambil berlari menuju Scudetto yang sedang duduk di atas dada Firman.


Seketika semua orang tua murid lain nya menarik lengan putra nya masing - masing menjauh dari Scudetto dan Firman yang sudah terkapar di atas tanah lapang, Saat itu Robert dan Sandi mendekati Scudetto yang mulai berubah mata nya menjadi coklat pekat dan taring nya mulai memanjang dengan kedua tangan nya memegang batu yang lumayan besar di atas kepala nya siap untuk di jatuhkan di atas kepala Firman.


" Scudetto stop apa yang kamu lakukan?"


Tanya Sandi dengan tatapan serius.


" Detto ada apa ini, Mengapa kamu ingin melukai Firman? Lekas letakkan batu itu,"


Ucap Robert mencoba menenangkan Scudetto.


" Dia monster Ayah, Aku harus menghajar nya agar tidak mengganggu manusia lagi!"


Jawab Scudetto dengan nada geram dengan tatapan sinis ke arah Firman.


" Ok dia monster tapi biar kan Ayah yang menghukum nya dan letak kan batu itu Detto,"


Ucap Robert mencoba perlahan mendekati Scudetto.


" Selamat kamu kali ini tapi tunggu saja nanti kita bermain lagi monster bodoh!"


Ucap Scudetto pelan sambil melemparkan batu itu di atas kepala Firman yang ketakutan.


Kemudian Scudetto di ambil oleh Robert sambil berfikir apakah ini yang di katakan Ine malam itu bahwa monster itu berubah wujud seperti manusia lalu apakah dia juga wujud monster yang terlihat warga di bukit perbatasan wilayah utara yang kini menjadi perbincangan para masyarakat lalu benarkah hanya satu ini.


Sambil menggendong dan memeluk Scudetto pandangan Robert tertuju kepada Firman yang di bantu berdiri oleh Sandi, Setelah itu Sandi membawa Firman duduk di sebuah bangku sekitar taman bermain itu sedangkan orang tua murid yang sedang berkumpul di minta untuk membubarkan diri oleh Sandi agar tidak memicu kerusahan di wilayah sekolah.


" Robert siapa dia sebenar nya?"


Tanya Sandi dengan tatapan serius.


" Aku baru mengenal nya tadi pagi dan dia mengatakan bahwa nama nya Firman lalu putra ku meminta mengajak nya kemari,"


Jawab Robert dengan nada bingung.


" Scudetto sayang mengapa mengatakan dia monster dan kamu ingin memukul kepala nya dengan batu, Apakah kamu tahu itu berbahaya nak?"


Tanya Sandi mencoba bertanya kepada Scudetto yang terlihat masih geram kepada Firman.


" Kita bermain monster - monsteran dan dia jadi monster nya Paman lalu aku menangkap nya dan ingin memusnahkan nya dengan menghancurkan kepala nya,"


Jawab Scudetto dengan polos namun tatapan mata nya masih menyimpan amarah kepada Firman.


" Sayang boleh mainan tapi tidak boleh melukai teman main mu seperti itu ya, Ayah tidak pernah mengajari mu seperti itu ok Detto,"


Ucap Robert sambil menghela nafas mendengar jawaban Scudetto yang masih berusia 5 tahun lebih.


" Iya Ayah, Paman maaf aku janji tidak melakukan itu kepada kawan ku tapi boleh kan aku bermain dengan Firman lagi?"


Tanya Scudetto dengan berpura - pura merasa bersalah.


" Boleh tapi tidak sekarang, Sebab ini waktu nya makan siang dan kita harus menemui Ibu mu di toko bila tidak kamu tahu kan apa resiko nya bila kamu tidak makan siang Detto?"


Jawab Robert sambil berbalik bertanya kepada Scudetto.


" Robert nanti sepulang kantor kita bertemu di cafe milik Ronald ada yang ingin aku bicarakan dengan mu."


Ucap Sandi sambil senyum menepuk pundak Robert.


Kemudian mereka pun berpisah Sandi kembali ke kantor sedangkan Robert, Scudetto dan Firman menuju ke toko kue milik Ina dan Rebecca, Selama di perjalanan Robert terus memikirkan apa yang baru saja terjadi dan mencoba mengaitkan dengan apa yang di katakan Ine waktu itu namun Robert tidak bisa memastikan dan mengambil kesimpulan bahwa Firman adalah monster.


Tidak lama kemudian mereka bertiga pun sampai di toko kue dan saat itu Ina dan Rebecca sedang sibuk menyiapkan kue pesanan yang akan di ambil oleh pemesan nya, Pasti nya Firman sangat bersemangat melihat berbagai macam kue terpajang di etalase toko tersebut, Firman dan Scudetto bersikap baik saat itu tidak membuat kegaduhan hanya berjalan mengitari toko sambil bercerita yang kurang masuk akal bagi Robert.


" Robert bagaimana rasa nya menjadi pengasuh Detto beberapa jam?"


Tanya Rebecca sambil diiringi senyum simpul.


" Seru juga menunggu dia bermain di taman bersama Firman dan sempat menjadi pusat perhatian orang tua murid lain nya,"


Jawab Robert sambil memperhatikan Scudetto dan saat itu memberi isyarat kepada Robert agar tidak bercerita kepada Ina.


" Memang nya apa yang kamu lakukan hingga menjadi pusat perhatian orang tua murid yang lain?"


Tanya Ina sambil menghiasi kue dengan coklat chip.


" Ya kan aku pria sedangkan mayoritas di sana Ibu - Ibu yang menunggu anak nya bermain jadi pastilah aku jadi pusat perhatian mereka,"


Jawab Robert sambil memandang Scudetto yang mengacungkan jempol nya.


" Kalau begitu besok - besok kamu gunakan baju ku dan wig saat menemani Scudetto bermain di taman."


Ucap Ina sambil menahan senyum memandang ke arah Robert yang duduk di sebuah bangku yang terbuat dari besi.


Di sisi lain ada Sandi yang sedang berada di kantor nya dan juga sedang berfikir dengan kejadian itu tadi yang bagi nya tidak pada umum nya sebab semua masyarakat juga mengetahui siapa keluarga Robert sebenar nya dan pasti nya memiliki kepekaan yang berbeda pada umum nya manusia dan hal itu lah yang membuat Sandi bertanya - tanya dalam hati nya kurang lebih sama dengan Robert yang merasa curiga.


Apakah benar manusia itu tadi adalah monster tapi mengapa wujud nya beda dengan yang di lihat oleh warga mungkin tidak monster berubah wujud menjadi manusia tapi Robert dan keluarga nya juga berwujud manusia meski sesungguhnya mereka adalah srigala buas yang siap menerkam siapa pun yang mengusik nya.


Bergumam lah dalam hati Sandi sambil sesekali melihat foto yang di ambil warga yang terlihat sosok besar seperti gorila berwarna hitam legam yang sedang berlari di balik semak - semak dan saat itu Sandi memperhatikan mata sosok yang ada di dalam foto tersebut lalu Sandi merasa ada kemiripan dengan Firman yang tadi di temui nya.


Di sisi lain ada Robert, Ina dan Rebecca di toko kue nya mereka bercanda - canda ringan sambil pandangan Robert tidak lepas dari gerak gerik Scudetto dan Firman yang berulang kali Scudetto memukul kepala Firman dengan sendok kecil yang di gunakan untuk makan puding pemberian Rebecca, Saat itu wajah Robert terlihat cemas sehingga Ina mempertanyakan.


" Robert apakah kamu sedang ada masalah atau sedang kurang sehat hari ini?"


" Tidak, Aku tidak sedang sakit hanya ada yang mengganggu pikiran q saja,"


Jawab Robert sambil menatap wajah Ina yang duduk di samping nya.


" Masalah apa itu hingga mengganggu mu?"


Tanya Ina dengan tatapan serius.


" Baik lah seperti nya aku harus pergi untuk membeli beberapa bahan kue yang mulai habis, Detto dan Firman ayo ikut dengan Bibi belanja,"


Ucap Rebecca sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju mereka berdua.


Setelah Rebecca, Scudetto dan Firman pergi dari toko itu barulah Robert menceritakan semua kejadian pagi itu dan saat itu Ina mendengarkan dengan serius apa yang di katakan Robert sambil berpikir apakah hal itu akan terulang lagi sedangkan perekonomian kota dan wilayah lain belum benar - benar pulih seutuhnya.


" Ina apakah monster bisa berubah menjadi wujud manusia seutuhnya?"


Tanya Robert dengan serius.


" Setahu ku tidak bisa andaikan bisa tidak mungkin menjadi lebih muda atau bahkan menjadi anak kecil seusia Firman,"


Jawab Ina dengan tatapan serius.


Di saat mereka berdua diam sejenak tiba - tiba datang lah Ine, Mikael dan Rowdi ke toko kue Ina dan pasti nya hal itu membuat mereka berdua terkejut dengan kedatangan mereka bertiga yang secara tiba - tiba di saat ada kejadian seperti itu di keluarga mereka dan hal itu pasti nya membuat mereka khawatir.


" Robert bukan kah aku sudah mengatakan kepada mu bahwa mereka merubah wujud nya menjadi manusia utuh lalu apa yang membuat mu bingung?"


Tanya Ine sambil berjalan mendekat ke arah Robert dan Ina yang sedang duduk.


" Ine kemana saja diri mu selama ini mengapa baru muncul sekarang?"


Tanya Ina dengan senyuman mengembang di wajah nya.


" Aku ada di alam ku dan aku sadar diri siapa diri ku Ina,"


Jawab Ine sambil duduk di samping Robert.


" Ine apa maksud mu itu tadi yang mengatakan bahwa mereka berubah menjadi manusia utuh?"


Tanya Ina dengan tatapan serius.


Saat itu Mikael dan Rowdi menjelaskan secara bergantian kepada Ina dan Robert apa yang sebenarnya terjadi dan mereka bertiga pun menjelaskan bahwa sebenar nya Firman itu adalah Felix yang merubah wujud nya menjadi manusia dan hal itu bisa di lakukan oleh Defonz kepala suku giant dan ternyata ilmu tersebut di waris kan kepada putra nya yang bernama Clark.


Di situlah mereka paham apa yang sebenar nya terjadi dan mengapa Scudetto ingin sekali menghancurkan kepala Firman tadi pagi dengan menggunakan batu yang lumayan besar dan ternyata ini yang di maksud dalam gambar Scudetto beberapa hari yang lalu, Sejenak mereka terdiam apa yang mereka ingin kan saat ini dan apakah tetap ingin menguasai wilayah seperti dahulu ataukah ada hal lain.


" Apa rencana mereka kali ini?"


Tanya Robert sambil memegang kepala nya.


" Mungkin balas dendam,"


Jawab Ina sambil sedikit mengangkat bahu nya dan memandang bergantian mereka yang berada di hadapan nya.


" Sepertinya tidak hanya balas dendam, Sebab bila balas dendam mereka hanya berempat,"


Ucap Ine sambil melirik ke arah Ina.


" Robert berhati - hati lah saat minum."


Ucap Ina sambil membersihkan baju dan bibir Robert dengan kain yang di pegang nya.


Saat itu sebenarnya Ine ingin membantu membersihkan baju Robert namun di tahan tangan nya dan memalingkan wajah nya dari Robert dan Ina sambil mengambil nafas panjang dan hal itu di ketahui oleh Mikael dan Rowdi kemudian Mikael pun mengajak Ine untuk kembali ke alam mereka agar hati Ine tidak bertambah sedih menyaksikan semua itu.


Kemudian sambil masih batuk - batuk Robert mengangguk kan kepala nya sedangkan Ina mencoba memijat leher Robert yang tiba - tiba terkekeh batuk nya dan tubuh Robert pun menjadi demam saat itu, Sesekali Ine melihat kearah Robert yang sedang batuk - batuk ada rasa tidak tega namun muncul juga rasa cemburu di hati nya menyaksikan Ina melakukan hal tersebut kepada suami nya.


" Ine ada apa dengan mu nak?"


Tanya Rowdi yang berdiri di belakang nya Ine.


" Aku tidak apa - apa Yah, Aku baik - baik saja,"


Jawab Ine sambil menyeka air mata nya lalu membalikkan tubuh nya dan senyum simpul kepada Rowdi.


" Ine aku ini sudah menjadi Ayah mu maka aku juga merasakan kesedihan mu nak,"


Ucap Rowdi sambil berjalan mendekati Ine.


" Bila bicara tentang kesedihan maka Mikael lah yang lebih sedih, Sejak kecil hingga dewasa diri nya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ayah nya,"


Jawab Ine sambil menatap Mikael yang sedang pura - pura memejamkan mata nya di atas sebuah batu besar.


" Aku yakin sebenarnya Robert juga menyayangi Mikael hanya saja alam kita sudah berbeda dan situasi nya tidak tepat nak,"


Ucap Rowdi mencoba menenangkan Ine.


" Dia putra mu dan pasti nya memiliki ilmu yang sama dengan mu Yah, Tapi mana pernah dia datang kemari dan melihat putra nya selama ini pasti nya memang dia sudah melupakan aku dan putra nya,"


Ucap Ine sambil tidak mampu lagi menahan air mata nya.


Saat melihat hal itu Mikael pun meneteskan air mata nya merasa sedih melihat Ibu nya dan hal itu pun memang dirasakan oleh Mikael yang terkadang merasa iri kepada Scudetto yang mendapatkan perhatian lebih dari Robert, Saat itu darah Mikael terasa mendidih dan ingin segera menemui Robert mengatakan semua kesedihan yang selama ini di pendam oleh Ine dan Mikael mereka berdua hanya mampu diam dan menangis dalam kerinduan.


Lalu apakah yang akan di lakukan Mikael kepada Robert selanjutnya apakah Mikael akan menaruh dendam kepada Robert dan apakah nanti dendam Mikael akan di manfaatkan juga dengan Robin dan kedua kawan nya atau kah hal itu tidak akan pernah terjadi karena Ina mampu mencegah semua itu terjadi?


Ikuti terus kisah mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.