I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 91 . KEINGINAN DAGING



Sesungguhnya selama ini Allah sudah menyediakan semua yang sudah kita butuhkan dalam hidup ini dengan kapasitas yang cukup sesuai apa yang kita butuh kan lalu apa yang membuat manusia selalu kurang dan jawab nya adalah keinginan daging yang selalu merasa kurang dengan apa yang sudah di sediakan oleh Allah untuk kita sedari membuka mata hingga menutup mata.


Begitulah yang terjadi dengan Robin, Alonso dan Clark yang mengikuti keinginan daging hingga lupa untuk mengucap syukur dengan apa yang di miliki saat ini namun mereka yang terjadi selalu merasa kurang dengan apa yang di miliki dan tanpa berpikir sudah berapa ribu korban jiwa yang tewas karena ulah nya.


Kali ini terulang kembali kejadian beberapa tahun yang lalu demi keinginan Alonso dan Robin yang ingin menduduki istana negara sebab bagi Robin dengan menduduki istana negara maka diri nya sudah menjadi manusia yang lebih unggul dari Robert yang hanya bekerja di instansi militer dan itu kurang membanggakan bagi diri nya.


Sedangkan Alonso memiliki dendam pribadi kepada presiden yang dulu nya di besarkan dari panti asuhan namun di mata guru dan teman - teman nya yang selalu di unggul kan adalah yang saat ini menjadi presiden negara tersebut, Maka dari itu diri nya sangat ingin melengserkan pemerintah agar mendapatkan sebuah pengakuan bahwa diri nya pun mampu menjadi seorang pemimpin negara yang disegani oleh semua rakyat di seluruh pelosok negri.


Bila Clark memiliki dendam pribadi kepada Mikael yang sudah menghabisi Ayah nya dan seluruh suku Clark maka dari itu ia sangat ingin merebut kalung wasiat yang di miliki oleh Robert agar bisa menghabisi Mikael untuk membalas kan dendam Ayah dan seluruh rakyat suku Giant waktu itu.


Namun sangat di sayang kan mereka bertiga lupa siapa diri mereka saat ini dan pasti nya sangat lah tidak mungkin mereka untuk menggapai cita - cita mereka masing - masing sebab tidak mungkin sesosok monster yang memimpin sebuah negara dan untuk Robin harus nya ia menyadari segala sesuatu tidak ada yang instant semua membutuhkan yang nama nya proses.


Dan untuk Clark harus nya sebelum bertindak berfikir terlebih dahulu sebab saat berhadapan dengan Mikael ilmu mereka sangat jauh bahkan Ayah nya Clark begitu mudah nya di lenyap kan oleh Mikael saat itu, Lalu apakah mereka bertiga saat ini sudah mampu menggapai mimpi nya masing - masing, Mari kita intip bersama apa yang terjadi di istana negara saat ini.


" AYAH BANTU AKU, MEREKA MULAI MENDEKATI PAGAR PEMBATAS!"


Teriak Mikael sambil mencoba bertahan dari serangan para monster yang semakin banyak.


Setelah mendengar teriakan dari Mikael segera lah Robert bangkit dari duduk nya dan berlari menuju pagar pembatas gedung istana negara yang mulai roboh sebab para monster terus mendorong pagar tersebut sedangkan Mikael mencoba menahan pagar yang akan roboh dengan tubuh nya yang berwujud srigala buas sangat besar.


Di sisi lain Ine sambil berlari menuju istana negara sambil membawa tubuh Rebecca yang sedang pingsan dengan air mata terus mengucur deras membasahi pipi nya mengenang Ronald yang telah tewas meledak di gardu listrik, Sekitar jarak dua puluh meter dari gedung istana negara Ine berhenti sejenak dan menyandarkan Rebecca di sebuah toko buah yang sudah hancur.


Benar - benar monster ini mengulang kembali kejadian beberapa tahun yang lalu dan menghancurkan semua nya dan saat ini korban jiwa lebih banyak dari yang dahulu, Apa sebenarnya mau mereka apakah mereka tidak menyadari siapa mereka saat ini dan kali ini jangan harap Robin mendapat kan pengampunan atau bisa meloloskan diri lagi.


Bergumam lah dalam hati Ine sambil menepuk wajah Rebecca agar tersadar kembali untuk kembali membantu mereka bertiga menumpas para monster yang membludak, Sedangkan Robin dan Alonso sudah mampu merobohkan pagar pembatas gedung istana negara di gelap nya malam.


" MIKAEL KITA MUNDUR KONDISI SEMAKIN TIDAK KONDUSIF!"


Teriak Robert sambil menarik lengan Mikael.


" BAIK AYAH, AKU JUGA SUDAH TIDAK KUAT LAGI MENAHAN PAGAR PEMBATAS INI!"


Teriak Mikael sambil melepaskan pegangan tangan nya di pagar pembatas.


Maka mereka berdua dan sekumpulan srigala buas membuka blokade di depan pagar gedung istana negara lalu gerombolan monster itu pun merangsek kedalam gedung istana negara sedangkan Robert dan Mikael mengatur nafas nya sambil melihat ke sekelilingnya mencari Ine, Ronald dan Rebecca yang tidak terlihat sedari tadi.


" Mikael kemana mereka bertiga mengapa belum terlihat juga?"


Tanya Robert dengan tatapan tertuju ke ujung jalan.


" Benar kemana Ibu dan yang lain, Apakah kita harus kesana mencari Ibu dan yang lain Ayah?"


Jawab Mikael yang berbalik bertanya.


" Mari kita kesana, Ayah sangat khawatir dengan mereka Mikael,"


Jawab Robert sambil melangkahkan kaki nya.


Kemudian mereka berdua pun mulai menyusuri jalanan yang sudah basah dengan darah korban penyerangan, Sambil melihat ke sekitar berharap mereka melihat keberadaan Ine dan yang lain namun yang di temukan oleh mereka adalah Clark yang sudah sekarat di duduk di dekat sebuah kios bunga yang telah hancur hanya tertinggal puing saja.


" Ayah itu bukan nya Clark?"


Tanya Mikael sambil menghentikan langkah kaki nya.


" Mari kita lihat apakah dia masih hidup ataukah sudah tewas seperti yang lain nya,"


Jawab Robert dengan sangat hati - hati mendekati tubuh Clark yang sedang mengerang kesakitan.


" Kata kan di mana Ibu, Bibi dan Paman ku!"


Bentak Mikael kepada Clark sambil menarik kepala nya.


" Mereka sudah tewas di tangan ku,"


Jawab Clark sambil mencoba tersenyum bangga.


" MONSTER LAKNAT BERANI KAMU BERBOHONG, ENYAH LAH DARI HADAPAN KU SELAMA NYA!"


Teriak Mikael dengan nada marah lalu menarik kepala Clark hingga terpisah dari tubuh nya.


Saat itu Robert hanya mampu terbelalak terkejut dengan ucapan Clark dan di dalam hati Robert melawan rasa khawatir nya dan mencoba berharap semua perkataan Clark itu bohong hanya sekedar ingin mengecoh fokus mereka saja, Tidak lama kemudian Robert dan Mikael mendengar suara Ine yang memanggil Mikael dari arah samping kiri nya.


" MIKAEL IBU DI SINI,"


" Ayah itu Ibu, Mari kita kesana,"


Ucap Mikael sambil menoleh ke arah Robert.


" Iya benar itu Ibu mu, Ayo kita kesana melihat apa yang terjadi sebenar nya."


Jawab Robert sambil berlari menghampiri Ine.


Saat Robert dan Mikael melihat Ine masih hidup dan selamat dari penyerangan itu rasa hati mereka merasa sangat lega meski saat itu mereka berdua belum melihat keberadaan Ronald dan Rebecca bersama Ine sebab dalam hati kecil Robert pasti nya Ronald tidak akan selamat bila melawan Clark secara ilmu dan kekuatan mereka sangat lah jauh.


" Ibu baik - baik saja kan?"


Tanya Mikael sambil memeluk tubuh Ine.


" Ibu baik - baik saja sayang tapi maaf kan Ibu tidak bisa menolong dan menyelamatkan Paman Ronald mu,"


Jawab Ine dengan wajah sedih.


" Apa yang terjadi kepada Ronald dan Rebecca, Sayang?"


Tanya Robert dengan tatapan serius.


" Rebecca masih bisa aku selamat kan tapi Ronald telah tewas di tangan Clark dan jasad Ronald hangus terbakar di gardu listrik di ujung sana sayang,"


Jawab Ine sambil menunduk kan kepala nya.


" APA? Sungguh biadab mereka, Pantas mereka untuk mati ternyata sudah iblis yang menguasai diri mereka, Lalu di mana Rebecca saat ini?"


Tanya Robert dengan tatapan panik.


" Itu Rebecca belum juga siuman sedari tadi,"


Jawab Ine sambil menunjuk ke arah Rebecca.


Kemudian Mikael pun segera mendekati tubuh Rebecca yang menyandarkan tubuh nya di sebuah tembok dan Mikael pun menyentuh kepala Rebecca mencoba untuk menyadarkan nya kembali sebab peperangan belum usai saat ini dan bagaimana pun juga Rebecca harus tetap hidup dan bisa menerima kenyataan bahwa Ronald telah tewas di tangan Clark.


" Aku di mana, Mengapa gelap semua apakah aku sudah mati saat ini?"


Tanya Rebecca setelah tersadar sambil melihat kedua lengan nya bergantian.


" Kita berempat masih hidup Rebecca,"


Jawab Robert sambil merangkul pundak Ine dan mencoba tersenyum kepada Rebecca yang terlihat masih bingung.


" Ronald, Kemana Ronald mengapa tidak bersama kalian kemana pergi nya dia?"


Tanya Rebecca sambil mencoba bangkit dari duduk nya meski tubuh nya masih lemas.


" Lebih baik kita semua saat ini pulang terlebih dahulu sambil berfikir bagaimana cara mengusir gerombolan monster yang saat ini sudah menduduki gedung istana negara,"


Jawab Robert yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Aku tidak akan pulang bersama kalian sebelum menemukan Ronald, Pulang lah kalian nanti aku menyusul,"


Ucap Rebecca dengan tatapan ling lung melihat ke sekeliling nya.


" Untuk apa Bibi mencari di sini sedangkan Paman Ronald sudah menunggu di rumah?"


Tanya Mikael mencoba membujuk Rebecca saat itu.


" Benarkah begitu Mikael?"


Jawab Rebecca dengan tatapan kosong.


Saat itu Mikael hanya menjawab dengan mengangguk dan mencoba menahan air mata nya agar tidak membasahi pipi nya sebab pasti nya Rebecca tidak akan mau pulang bila mengetahui Ronald telah tewas saat ini, Kemudian mereka berempat pun berjalan menuju pulang sambil sesekali menoleh ke arah belakang melihat kearah gedung istana negara yang telah di duduki oleh gerombolan monster.


Lalu apakah yang akan di lakukan mereka berempat agar gerombolan monster itu keluar dari istana negara dan bila perlu mereka semua tidak ada lagi untuk selama nya agar negara kembali tenang dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula.


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua yang ada hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.