I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 28 . LELAH BOLEH MENYERAH JANGAN



Jaman sekarang ini begitu banyak orang yang lelah dalam menghadapi kehidupan rasa nya ingin sekali meletakkan beban yang di pikul di pundak namun yang pasti hidup masih terus berjalan kawan bila lelah istirahat lah sebentar lalu lanjutkan perjuangan mu jangan menyerah sampai langkah mu membawa mu ke titik puncak impian mu buat lah mimpi yang besar dan jangan pernah menyerah menggapai nya.


Begitu juga yang sedang di hadapi oleh Robert yang saat ini benar - benar lelah secara fisik dan pikiran lalu apakah Robert akan menyerah begitu saja dengan keadaan di hadapan nya yang menuntut diri nya berfikir cepat dan pasti nya ke delapan kawan - kawan nya menanti keputusan dari Robert saat ini lalu apakah yang akan terjadi dengan Williams dan Hendrik saat mengetahui setengah penduduk wilayah utara telah menjadi monster.


" Williams apa kamu sudah melihat berita hari ini?"


Tanya Hendrik melalui ponsel nya dengan pandangan ke televisi di hadapan nya.


" Sudah Tuan dan apa yang sebenar nya terjadi dan mengapa seluruh warga menjadi seperti itu?"


Jawab Williams yang berbalik bertanya dengan nada panik.


" Kita harus segera menuju laboratorium sebab hanya para ilmuwan itu yang bisa menjelaskan kepada kita apa yang sebenar nya terjadi."


Ucap Hendrik dengan nada panik kemudian menutup telepon nya.


Apakah ini ada hubungan nya dengan Felix sebab penelitian mengenai zat kimia itu kan ide dia tapi mengapa efek nya menjadikan manusia menjadi monster seperti ini dan hampir setengah penduduk sudah menjadi monster saat ini pasti nya aku dan Hendrik yang terkena imbas nya sebab mengijinkan Felix melakukan penelitian di laboratorium rumah sakit militer.


Bergumam lah Williams sambil berjalan menuju mobil nya yang terparkir di depan rumah nya dan saat itu di komplek rumah Robert dan camp kawan - kawan nya sudah sepi para warga nya sudah di ikat oleh Robert dan kawan - kawan nya untuk sementara sehingga menemukan solusi untuk masalah ini.


" Robert di mana Ine apakah dia baik - baik saja?"


Tanya David sambil menyeka keringat di kening nya.


" Benar istri ku dia sedang sakit."


Jawab Robert yang bergegas bangkit dari duduk nya dan segera berlari menuju rumah nya.


Saat itu Robert segera menuju ke kamar nya untuk melihat kondisi istri nya dan ternyata istri nya sudah tidak ada di dalam kamar nya saat itu terjadilah kepanikan kepada Robert yang merasa ketakutan melihat begitu banyak warga yang sudah menjadi monster seketika Robert berteriak sekeras mungkin memanggil istri nya sambil membuka setiap ruangan dan belum di temukan juga Ine pagi ini lalu Robert menuruni anak tangga untuk menuju di dapur sebab terdengar suara berisik di dapur.


" Ada apa si kamu itu sayang pagi - pagi sudah berteriak seperti melihat monster saja."


Ucap Ine sambil mencuci penggorengan yang hangus.


" Terimakasih Tuhan istri ku masih hidup."


Ucap Robert sambil memeluk Ine dengan erat dan mencium nya.


" Sayang ada apa dengan mu apakah kamu baru saja bermimpi buruk sehingga seperti ini?"


Tanya Ine dengan nada bingung melihat suami nya.


" Sayang asal kamu tau semua warga di sini sudah menjadi monster dan aku baru saja mengikat mereka dengan bantuan kawan - kawan ku sejak jam 3 pagi tadi."


Jawab Robert sambil memegang pundak Ine yang terlihat masih bingung dengan kata - kata suami nya.


" Monster apa sayang kamu pasti sedang bermimpi sekarang kamu duduk tenang aku buat kan kopi ok AAAAA ... APA ITU DI JENDELA!"


Ucap Ine sambil berbalik memeluk suami nya erat.


Dengan sigap Robert segera keluar dari dapur dan menghampiri tetangga nya yang sudah menjadi monster dan sudah mengeluarkan taring saat itu segera lah Robert mengikat monster tersebut di sebuah tiang listrik yang berada di sisi jalan setelah itu Robert segera kembali ke rumah nya dan menemui istri nya yang terlihat sangat terkejut menyaksikan hal tersebut.


" Sayang kamu tidak apa - apa kan ... kamu baik - baik saja kan tidak ada yang terluka?"


Tanya Ine dengan tatapan khawatir.


" Kamu sudah percayakan sekarang apa kata ku sayang."


Jawab Robert dengan nada pelan.


" Iya sayang maaf kan aku lalu sebenar nya mereka kenapa bisa jadi seperti itu dan kita akan kemana bila semua warga seperti itu?"


Tanya Ine dengan tatapan panik.


" Sementara kamu tinggalah bersama orang tua ku sebab virus ini belum sampai kesana."


Jawab Robert sambil memegang pisau dapur sebab didengar ada suara pintu rumah nya terbuka.


" Sukurlah kalian berdua selamat maaf aku sudah mengejutkan kalian berdua."


Ucap Mateow yang baju nya sudah penuh noda darah dari para monster yang menyerang nya di pusat pembelanjaan.


" Paman apa yang terjadi pada mu?"


Tanya Ine dengan panik melihat Mateow.


" Cerita nya panjang bisa kah kamu meminjam kan baju untuk ku Robert?"


Jawab Mateow sambil membuka baju nya dan membawa nya ke luar rumah untuk membakar nya.


Saat itu dengan sigap Ine berjalan menuju kamar nya untuk mengambilkan baju untuk Mateow sedangkan Robert mengikuti Mateow yang sedang membakar baju nya di belakang rumah Robert.


" Paman bagaimana kondisi pusat pembelanjaan apakah juga sama atau lebih parah?"


Tanya Robert yang berdiri di sisi kanan Mateow.


" Kondisi di pusat pembelanjaan lebih parah dan aku baru saja menghabisi monster - monster yang menyerang ku di sana."


Jawab Mateow dengan nada datar.


" Paman ini baju nya."


Ucap Ine sambil menyodorkan baju ke Mateow.


" Terimakasih Ine ... sebaik nya kamu segera pergi dari wilayah utara ini demi keselamatan mu Ine."


" Benar Paman tadi pun aku berkata demikian kepada nya sebab kondisi semakin memburuk."


Imbuh Robert sambil mengikuti langkah Mateow masuk kedalam rumah Robert.


" Iya aku tau tapi siapa yang akan mengantarkan ku pulang kesana tidak mungkin kan aku pulang sendiri bagaimana kalau aku di jalan diserang para monster itu?"


Tanya Ine dengan nada panik.


" Biar aku dan Saulus yang akan mengantar Ine sebab tidak mungkin Robert meninggalkan wilayah dalam kondisi seperti ini."


Jawab Simon yang saat itu sudah berdiri di pintu dapur bersama kawan lain nya.


" Benar aku setuju."


Ucap beberapa kawan yang lain nya.


Kemudian dengan berat hati Robert melepas istri nya yang sedang mengandung darah daging nya namun demi tuntutan sebuah tugas dan tanggung jawab negara hal itu harus terjadi dan di laboratorium sudah ada Williams dan Hendrik yang merasa ketakutan sebab sepanjang perjalanan menuju ke laboratorium mereka berdua sudah di hadang ratusan monster.


" Parah sekali kondisi di luar apa yang sebenar nya terjadi bahkan rumah sakit pun penuh dengan para korban penyerangan monster."


Ucap Hendrik dengan nada gugup dan wajah ketakutan.


" Benar Tuan apakah ini ide dari Tuan Felix yang kapan itu di bicarakan dengan kita?"


Tanya Williams dengan wajah bingung.


" Aku tidak tau saat ini aku tidak bisa berpikir dengan benar lebih baik kita tanyakan kepada para ilmuwan yang di perintahkan Felix."


Jawab Hendrik sambil membuka pintu laboratorium.


" Akhir nya kalian tiba juga di sini mari lihat lah tikus hebat ini dan bagaimana jika zat kimia ini di suntik kan ke tubuh manusia pasti nya akan lebih mengejutkan bukan."


Ucap Felix dengan tawa jahat.


" Biadab kamu Felix karena ulah mu semua manusia kini menjadi monster apakah kamu tidak berfikir sebelum bertindak!"


Ucap Hendrik sambil memegang krah kemeja Felix dengan penuh amarah.


" Tuan tenang lah tahan emosi kalian sekarang bukan waktu nya kita saling menyalahkan tapi kini saat nya kita mencari solusi nya."


Ucap Williams sambil mencoba melerai mereka berdua.


Saat itu Hendrik benar - benar tidak habis pikir apa yang sebenar nya Felix ingin kan sedangkan Hendrik dan Williams hanya berfikir menduduki wilayah utara saja tidak sampai ingin memusnahkan penduduk di wilayah utara namun pola pikir Felix ingin menguasai seluruh negara bukan hanya sekedar sebuah wilayah.


Kemudian Felix pun menyampaikan rencana sesungguhnya mengenai pembuatan zat kimia tersebut dan sebenar nya Felix dan beberapa ilmuwan di laboratorium tidak mengetahui mengenai kebocoran pipa yang sedang terjadi dan pasti nya kejadian kebocoran pipa tersebut tidak hanya di karena kan tekanan panas uang pembuangan saja namun karena tikus percobaan yang sudah terinfeksi zat kimia tersebut ada yang lepas sehingga merusak pipa - pipa yang berada di saluran pembuangan hingga air di wilayah utara tercemar.


Di tempat tinggal Robin pun mengalami hal yang sama hingga Robin merasa kewalahan menghadapi nya namun akhir nya Robin dan Erick bisa melarikan diri saat itu Robin berniat menuju apartemen Elisa namun di tengah perjalanan ponsel nya berbunyi dan bukan lain telepon dari Williams yang memerintahkan diri nya datang ke laboratorium sebab ada tugas untuk nya.


Kemudian tidak butuh waktu lama Robin dan Erick pun sudah tiba di rumah sakit dan mereka berdua pun segera menuju ke ruangan laboratorium dan pasti tugas yang di berikan ke Robin saat ini bukan lah tugas yang ringan sebab kondisi wilayah utara sedang kacau.


" Selamat siang Tuan tugas apa yang harus saya lakukan kali ini?"


Tanya Robin dengan senyum licik.


" Robin bukan kah kamu dendam dengan Robert Abang mu dan aku pun juga menaruh dendam kepada Robert dan Ine yang sudah berani meremehkan ku."


Jawab Hendrik dengan tatapan penuh dendam.


" Lalu apa yang ingin saya lakukan untuk mereka berdua?"


Tanya Robin dengan tatapan penuh tanya.


" Bila Robert manusia srigala maka diri mu juga harus menjadi srigala agar mengimbangi kemampuan nya."


Jawab Felix diiringi dengan senyum licik.


" Bagaimana mungkin aku menjadi srigala sedangkan aku tidak memiliki ilmu itu Tuan."


Ucap Robin dengan pandangan polos.


" Hei ingat kita hidup di abad berapa mengapa masih mengandalkan ilmu aku sudah menemukan sebuah zat untuk menjadikan mu srigala."


Ucap Felix dengan bangga menunjukan sesuatu di sebuah botol di tangan nya.


" Hentikan Felix dia calon menantu ku bila kamu mau gunakan kepada orang lain!"


Ucap Hendrik dengan nada tinggi.


Tanpa banyak berbicara Felix memberi kode kepada bodyguard nya untuk menyeret Hendrik dan memasukkan nya kedalam sebuah tabung besar dan di tempat itu lah zat kimia itu akan di uji coba ke tubuh manusia pertama kali nya dengan dosis yang lumayan tinggi saat itu sebenar nya para ilmuwan menolak sebab terlalu bahaya namun Felix mengancam akan memecahkan kepala siapa pun yang berani melawan nya.


Saat itu Hendrik meronta memberontak namun kekuatan Hendrik tidak sebanding dengan para bodyguard alhasil Hendrik pun diseret dan masuk kedalam tabung tersebut dalam hitungan menit zat kimia berbahaya itu di lepaskan di dalam tabung dengan dosis yang lumayan tinggi dan bagi Hendrik semua nya telah berakhir saat itu benar saja setelah 15 menit berlalu dan asap yang memenuhi tabung itu hilang terlihat lah Hendrik yang saat ini berubah menjadi monster besar dan menyeramkan saat itu seisi ruangan seraya tidak percaya dengan hasil tersebut.


Sedangkan saat ini Ine di antar pulang menuju kampung halaman orang tua Robert bersama Saulus dan Simon sepanjang perjalanan Ine hanya mampu meneteskan air mata nya sebab harus menerima kenyataan bahwa diri nya harus hidup jauh dari suami nya dan rasa khawatir atas keselamatan suami nya yang semakin membuat nya semakin perih rasa hati nya.


Begitu pun dengan yang di rasakan Robert baru satu bulan mereka menikah namun sudah menghadapi masalah yang begitu berat hingga mau tidak mau mereka harus terpisah dalam waktu yang tidak di ketahui berapa lama nya dan setelah Ine pergi Robert segera mandi dan berniat segera pergi untuk melihat kondisi di luar sana namun mata Robert terhenti kepada amplop berwarna putih dan tertulis hasil laboratorium.


Saat itu segera Robert membuka nya dan membaca nya saat itu lah Robert mengetahui bahwa saat ini istri nya sedang mengandung dalam hati Robert bercampur aduk yang di rasakan sambil menggenggam erat hasil laboratorium Robert jatuh terduduk sambil menangis sejadi - jadi nya sebab dalam kondisi istri nya sedang mengandung tetapi diri nya sebagai suami malah tidak berada di sisi nya rasa bersalah pun menyelimuti hati dan pikiran Robert sambil masih menangis sesekali Robert memukul kepala nya sendiri sebab baru mengetahui kehamilan Ine setelah Ine pergi.


Wah kini Hendrik sudah menjadi monster apakah dia masih ingat dengan kawan - kawan nya dan putri semata wayang nya dan apa rencana Felix sebenar nya hingga menjadikan Hendrik sebagai bahan percobaan nya dan apa sebenar nya tugas yang akan di berikan Felix kepada Robin dan apakah yang akan di lakukan Robert, Mateow dan beberapa kawan nya yang masih tersisa?


Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar lebih semangat update.