I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 40 . BANGKIT



Mungkin saat ini kita sedang berada di titik terendah, Mungkin saat ini kita sudah benar - benar lelah dan sudah merangkai kata - kata untuk menyerah, Masalah silih berganti tidak usai - usai, Belum selesai masalah dari utara sudah datang lagi masalah dari timur dan seperti nya kehidupan tidak berpihak kepada kita.


Tapi ingat lah kapal akan aman di dermaga namun kapal di buat bukan hanya untuk di dermaga namun kapal di buat untuk menghadapi gelombang dan ombak di tengah samudra, Begitu juga dengan hidup kita yang di tuntut untuk terus berjuang agar ada yang kita menangkan.


Begitu juga dengan Robert dan Ina mereka harus terus berjuang untuk mengatasi masalah yang silih berganti meski mereka lelah dan ingin menyerah namun mereka sadar hidup membutuhkan perjuangan dan mereka berdua mengalahkan semua rasa kesedihan, kesakitan dan kekecewaan saat melihat kehilangan orang tua, istri, keluarga dan kawan yang di cintai nya.


Dengan gagah mereka berdiri dan mengatakan bahwa masalah memang besar namun masih ada Tuhan yang lebih besar yang selama ini sudah menyertai mereka berdua hingga detik ini dan melalui segala masalah yang sangat pelik menguras tenaga, pikiran dan air mata.


Mereka tidak mau menyia - nyiakan semua waktu, tenaga dan air mata yang sudah terjatuh dan mereka mengubah dendam nya menjadi hal yang positif mengarahkan dendam nya kepada kebaikan bangsa yang sedang di koyak ketenangan nya oleh para monster ciptaan Felix.


" Ina apakah kamu masih kuat berlari menuju lorong di depan sana?"


Tanya Robert sambil mengatur nafas nya sejenak.


" Aku harus kuat demi pesan Ayah dan Scudetto."


Jawab Ina sambil menyeka air mata nya.


" Baik lah, Ina mana tas itu biar aku yang membawa nya."


Ucap Robert sambil meminta tas yang di pegang oleh Ina.


" Robert apakah kamu mendengar sesuatu dari dalam lorong itu?"


Tanya Ina sambil menyerah kan tas berisi susu dan papers.


" Benar suara apa itu, manusia atau monster?"


Jawab Robert sambil berdiri tegap menatap ke dalam lorong yang gelap.


" Apakah tidak ada jalan lain selain lorong gelap ini?"


Tanya Ina dengan nada khawatir.


" Seperti nya ada tapi kita harus melewati pagar pembatas itu."


Jawab Robert sambil menunjuk ke arah sebuah pagar setinggi 5 kaki.


" Baik lah bila begitu sebentar aku pindah posisi gendongan Scudetto di punggung untuk memudahkan aku memanjat."


Ucap Ina sambil membetulkan ikat rambut nya.


" Kamu cantik."


Ucap Robert lirih sambil senyum ke arah Ina.


" Apa kata mu Robert?"


Tanya Ina yang berpura - pura tidak mendengar pujian dari Robert.


" Tidak ada lupakan saja dan anggap aku tidak berbicara."


Jawab Robert sambil mengalihkan perhatian nya ke arah pagar pembatas.


Beberapa menit kemudian suara para monster itu pun semakin mendekat dan Robert segera menarik lengan Ina dan berlari menuju pagar pembatas dengan nafas yang tersisa tiba - tiba ada seorang masinis kereta memanggil mereka untuk segera naik ke atas kereta tepat nya ruang masinis dan saat itu Ina di perintahkan naik terlebih dahulu dengan Robert.


Ternyata saat Ina naik kereta tersebut tiba - tiba dari sisi kanan ada monster yang berusaha mengejar sehingga mau tidak mau masinis tersebut menjalankan kereta nya sedangkan posisi Robert masih di bawah belum naik keatas kereta itu, dengan terus berlari Robert sambil memukul kepala para monster yang menghadang nya sekuat tenaga menggunakan besi pembatas kereta.


Saat itu Ina sangat panik melihat Robert yang berjuang sendiri melawan para monster dan sambil berlari mengejar kereta yang tengah berjalan dan Ina juga bingung apa yang harus di perbuat sebab tidak mungkin kereta di berhenti kan dengan posisi monster yang semakin banyak mengejar saat itu hingga akhir nya masinis itu memiliki ide untuk membantu Robert yang seperti nya kewalahan.


" Nyonya tolong pegang kemudi saya akan membantu suami anda."


Ucap masinis itu dengan sopan.


" Baik, Kapan aku menikah dengan dia tapi ya sudah lah terserah apa kata dia saja bukti nya juga aku menggendong bayi jadi pantaslah di panggil Nyonya."


Ucap Ina lirih sambil mengambil kendali kereta.


Kemudian masinis itu segera turun dari kereta dan membantu Robert menghadapi para monster dengan membawa sepotong besi sebagai senjata dan saat itu Robert dan masinis mudah itu menghajar para monster dengan membabi buta dan sesekali Robert harus melompat ke atap kereta dan menghajar para monster yang akan masuk ke dalam ruang masinis.


Gerakan Robert dan masinis itu begitu lincah hingga mereka berdua bisa membabat habis para monster dan kereta pun terlepas dari para monster akhir nya Robert dan masinis bisa masuk ke dalam gerbong kereta dengan masinis muda itu dan ternyata mereka berdua masuk kedalam gerbong bagian penyimpanan makanan.


" Ruangan apa ini?"


Tanya Robert sambil memperhatikan sekitar ruangan.


" Ini ruangan restoran kereta Tuan, Oh iya perkenalkan nama saya Vico Saver masinis tampan dari timur."


Jawab Vico sambil menyodorkan tangan nya kepada Robert.


Namun seperti nya Robert tidak memperhatikan Vico dan terfokus kepada beberapa roti yang terletak di atas meja sebab sejujur nya Robert sedang kelaparan dan segeralah Robert memasukan beberapa roti, susu dan buah ke sebuah kantong tanpa menghiraukan ucapan Vico yang berdiri di belakang nya.


Wah seperti nya Tuan ini kelaparan hingga memasukkan makanan sebanyak itu dan untung saja Tuan ini bukan terlahir di kampung ku bila dia terlahir di kampung ku seperti nya aku bukan lah bayi paling tampan saat itu sukur lah ketampanan ku belum tertandingi di wilayah rumah ku sebab saudara ku perempuan semua.


Bergumam lah dalam hati Vico sambil tersenyum memperhatikan Robert yang benar - benar kelaparan dan saat Vico masih senyum - senyum Robert membalik kan badan nya dan menatap Vico dengan tatapan tajam dan mengerikan bagi Vico dalam waktu singkat sirna lah lamunan Vico saat itu karena terkejut.


" Kemana arah menuju ruang masinis?"


Tanya Robert dengan tatapan tajam sambil memakan sandwich.


" Lima gerbong dari sini Tuan."


Jawab Vico dengan nada gugup.


" Pegang ini dan jangan sampai tumpah susu milik putra ku sebab hanya itu persediaan yang ada."


Ucap Robert sambil menyerahkan tas kepada Vico.


" Baik Tuan, Maaf Tuan anda salah arah."


Tegur Vico yang melihat Robert salah melangkah.


Kemudian mereka berdua pun menyusuri gerbong kereta satu persatu untuk menuju ruang masinis dan ternyata di gerbong kereta ke tiga sudah berkumpul beberapa monster yang masuk melalui pintu gerbong yang terbuka saat itu Robert dan Vico memutar otak bagaimana cara melewati gerbong tersebut dan Robert sangat paham apa kelemahan dari para monster tersebut.


" Apa kamu memiliki korek api?"


Tanya Robert dengan nada serius.


" Untuk apa korek api memang nya anda masih sempat merokok dalam kondisi seperti ini?"


" Aku tidak merokok tapi aku membutuhkan korek untuk membuat obor sebab para monster itu takut dengan api."


Ucap Robert sambil sesekali memperhatikan gerak gerik para monster.


" Untung takut nya dengan api coba kalau takut nya dengan ayam goreng mau cari di mana kita Tuan, ini korek api nya Tuan."


Ucap Vico sambil menyodorkan korek api ke hadapan Robert.


Saat itu Robert hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala melihat Vico seorang pemuda unik di mata Robert lalu tanpa membuang waktu Robert segera membuat obor dari patahan kaki meja yang berada di ruang restoran kereta api setelah itu Robert menyalakan kayu tersebut dan membuka pintu gerbong kereta sambil memegang obor begitu juga dengan Vico.


Akhir nya mereka berdua bisa melalui gerbong yang penuh monster itu dengan aman meski tetap sport jantung dan tetap waspada dan akhir nya mereka berdua sampai lah di ruang masinis saat itu Ina dengan konsentrasi penuh memegang kendali kereta sebab seumur hidup nya baru kali ini menjalan kan kereta api.


" JANGAN HARAP KAMU BISA MENGAMBIL PUTRA KU PERGI KE NERAKA SANA, PRAKK!"


Teriak Ina sambil memukul kepala Vico dengan papan peta sekeras mungkin.


" Ya pingsan."


Ucap Robert sambil bergantian melihat ke arah Ina dan Vico yang sudah jatuh.


" Maaf aku pikir monster itu tadi tau nya manusia habis nya wajah nya mirip monster, Siapa dia Robert?"


Tanya Ina yang tidak mengenali wajah Vico yang hitam semua karena asap obor.


" Itu masinis tadi yang menolong kita Ina kenapa kamu tidak mengenali nya?"


Jawab Robert sambil menarik tubuh Vico ke sisi ruang masinis.


" Seingat ku wajah masinis nya tadi tampan dan bersih mengapa sekarang jadi hitam dan berminyak?"


Jawab Ina sambil mendekat kan wajah nya ke Vico.


Di saat Ina sedang mengamati wajah Vico tiba - tiba saja Vico tersadar dan mereka berteriak bersamaan hingga membuat baby Scudetto terbangun lalu menangis dan lagi - lagi terkena tampar Ina karena terkejut.


" Aooo, Harus berapa kali lagi aku harus menerima pukulan dari anda Nyonya?"


Tanya Vico sambil mengelus pipi kiri nya.


" Maka nya jangan membuat aku dan putra ku terkejut itu lah akibat nya."


Jawab Ina sambil mengayun baby Scudetto.


Saat itu Robert hanya bisa tersenyum melihat ulah mereka berdua sambil sesekali memperhatikan stasiun yang kosong dan hanya terlihat berkerumun para monster dan ada juga stasiun yang tidak ada penghuni nya dengan kondisi yang mengenaskan saat itu Robert mencoba membaca peta kereta ini akan menuju kemana.


Di pusat kota saat ini benar - benar semakin kacau bahkan para monster yang di pimpin oleh Robin dan Hendrik telah mampu menduduki gedung istana negara dan hampir sepertiga warga pusat kota sudah menjadi monster bahkan Ibu nya Ina pun kini sudah menjadi monster dan berkeliaran di jalan - jalan kota untuk mencari mangsa.


Kondisi kantor pusat tempat Robert bekerja pun sudah tidak terlihat ada manusia yang ada hanyalah para monster berseragam, hanya segelintir manusia yang masih bertahan hidup itu pun mereka hanya bisa bersembunyi di gorong - gorong pembuangan air sebab bila mereka keluar dari gorong - gorong tersebut pasti menjadi mangsa para monster.


" Masinis kereta ini akan berakhir di mana dan apakah bahan bakar nya masih cukup?"


Tanya Robert sambil memperhatikan peta.


" Tuan nama saya Vico bukan masinis ok dan kereta ini akan berhenti di wilayah timur tiga jam lagi dan di sana akan di isi bahan bakar lagi."


Jawab Vico sambil membasuh wajah nya dengan air mineral.


" Tiga jam lagi ya, Apakah kamu bisa menghubungi stasiun wilayah timur sekarang?"


Tanya Robert dengan tatapan serius.


" Untuk apa Tuan sedang kan kereta tidak sedang ada masalah atau ada kerusakan."


Jawab Vico sambil mengambil roti di hadapan nya.


" Perintahkan mereka yang berada di stasiun wilayah timur untuk mengosongkan stasiun agar tidak bertambah lagi para monster."


Ucap Robert dan saat itu Vico baru ingat bahwa di gerbong tiga ada monster dan pasti saat kereta berhenti maka otomatis pintu kereta terbuka.


Kemudian segeralah Vico menghubungi stasiun wilayah timur agar mengosongkan stasiun namun dari stasiun wilayah timur juga bingung sebab saat ini di stasiun tersebut sedang terjadi penumpukan penumpang dari beberapa wilayah yang ketakutan oleh monster yang telah menduduki kota dan pasti nya kereta tidak akan di hentikan di stasiun wilayah timur.


Kereta akan terus di jalan kan hingga bahan bakar habis sambil mencari wilayah yang tidak padat penduduk untuk melepas gerbong tiga yang berisi para monster baru setelah itu kereta akan berputar arah untuk mencari bahan bakar itu rencana Robert dan pasti nya manusia hanyalah mampu berencana tapi semua tergantung Tuhan.


" Robert badan ku lemas sekali."


Ucap Ina sambil memegang lengan Robert.


" Ya Tuhan kamu demam Ina, Di mana kotak obat?"


Tanya Robert kepada Vico.


" Sebentar Tuan saya ambilkan."


Jawab Vico bergegas mengambil kotak obat.


" Robert buka tas itu dan ambil obat yang aku letak kan di kantong hijau."


Perintah Ina dengan nada lemas.


" Iya Ina sebentar kamu haru bertahan."


Ucap Robert sambil membuka tas dan mengambil obat yang di perintahkan Ina.


" Tuan maaf di kotak ini tidak ada obat ternyata yang ada hanya perban."


Ucap Vico sambil menunjukkan gulungan perban di tangan nya.


" Sudah tidak usah dia sudah meminum obat jadi biarkan istirahat sebentar."


Ucap Robert sambil mengambil Scudetto dari gendongan Ina.


Saat melihat hal itu sebenar nya hati Vico sangat sedih sepasang suami istri bersama bayi nya berjuang hidup melawan semua para monster demi menyelamatkan nyawa orang terkasih nya dan benar - benar biadab para pencipta monster itu dan semoga mereka semua mendapat balasan nya.


Lalu apakah Ina akan sembuh atau kah Ina sebenar nya sudah terkontaminasi dengan virus monster itu juga ataukah hanya sekedar demam biasa dan apakah Robin bisa menemukan Robert untuk membalas dendam ataukah Robert mampu melepaskan diri dari para monster itu dan membangun rumah tangga bersama Ina?


Jangan pernah beranjak dari I'M A WOLF MAN agar mengetahui kisah perjalanan mereka dan jangan pernah lelah dan bosan untuk selalu dukung author agar semakin semangat nulis nya.