I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 58 . RAMUAN PARA LELUHUR



Saat ini Robert, Ronald, Ina dan Rebecca sedang berduka sebab kehilangan Vico selain sebagai sahabat Vico sudah di anggap sebagai saudara bagi mereka bukan orang lain lagi dan yang paling terpukul dalam hal ini adalah Ronald menyaksikan di depan mata nya Vico tubuh nya terkoyak oleh serangan para monster biadab itu.


Dendam di dalam hati Ronald semakin memuncak kepada para monster itu begitu pun dengan Ina, Rebecca dan Robert sebab mereka bertiga melihat baby Scudetto yang terluka lumayan parah, Sambil membersihkan luka baby Scudetto air mata Ina dan Rebecca tidak mampu tertahan dan dalam hati masing - masing berikrar untuk menuntut balas.


Sedangkan Robert yang biasa nya bersikap tenang namun kali ini berubah menjadi buas sorot mata nya melihat luka di tubuh baby Scudetto yang menganga di bagian kening dan lengan, Sambil menyiapkan pemakaman untuk Vico dalam hati kecil Robert dan Ronald berteriak menjerit penuh kesedihan.


Aku bersumpah malam ini juga akan ku hancurkan kepala kalian semua jangan harap kalian bisa selamat sudah berani melukai putra ku dan menghabisi nyawa saudara ku, Hutang nyawa di balas nyawa sudah cukup ku beri waktu untuk kalian berubah dan menyadari kesalahan kalian selama ini tunggu kedatangan ku ROBIN!


Jerit hati Robert dengan sorot mata yang begitu seram sedangkan Ronald tidak mampu berkata - kata lagi hanya mampu menyalahkan diri sendiri di samping makam Vico abang nya yang kini pergi untuk selama nya, Setelah membantu Ina kemudian Rebecca mendatangi Ronald untuk memberi semangat dan menghibur nya agar tidak larut dalam kesedihan.


Saat itu Robert mendatangi Ina dan baby Scudetto di kamar yang sampai detik ini belum tersadar kan dan Robert berfikir yang di dalam tubuh Ina adalah Ine jadi Robert memanggil nya dengan sebutan sayang seperti biasa nya namun ternyata saat itu Ina sendiri yang berada di tubuh nya yang bila terkejut pasti akan menampar siapa pun yang di hadapan nya.


" Sayang bagaimana kondisi putra kita, AAOO ... apa salah ku hingga kamu menampar ku sayang?"


Tanya Robert dengan terbelalak sambil mengelus pipi nya yang terkena tamparan Ina.


" Lagi pula kenapa membuat ku terkejut kan kamu sudah tahu kalau aku terkejut pasti menampar siapa pun lalu sejak kapan kamu bisa romantis memanggil ku sayang?"


Jawab Ina dengan nada datar dan membelakangi Robert.


" Ina benarkah ini kamu, Kemana saja kamu selama ini lalu kemana Ine istri ku pergi nya?"


Tanya Robert sambil tersenyum dan masih mengelus pipi nya yang terasa panas.


" Aku mencari bukti dengan Ayah mu dan juga mencari kebenaran nya mengenai semua yang sudah terjadi, Robert tolong ambil kan tas obat itu,"


Ucap Ina sambil memangku tubuh baby Scudetto.


Kemudian Robert pun membantu Ina untuk memberi obat kepada baby Scudetto setelah itu Ina menceritakan semua nya mengenai fakta yang di dapat dan untuk saat ini Ine sedang mengambil batu permata yang terletak di puncak gunung dan juga beberapa ramuan leluhur kalian agar kalian semua mampu melawan kawanan monster itu yang berjumlah ribuan sedangkan kini kalian hanya tinggal berempat itu suatu hal yang konyol bagi Ina.


" Lalu apa efek ramuan dari leluhur ku itu?"


Tanya Robert sambil memegang tas obat milik Ina.


" Setahu ku ramuan itu akan di minum kan kepada kalian dan dengan seperti itu kalian bisa memanggil kawanan srigala liar dan pasti nya kekuatan kalian bertambah,"


Jawab Ina sambil mengayun baby Scudetto yang sedang demam tinggi.


" Dengan siapa Ine mengambil batu permata dan beberapa tumbuhan itu apakah tidak berbahaya di puncak gunung itu?"


Tanya Robert dengan nada khawatir.


" Memang nya kamu pikir istri mu itu manusia apa hingga kamu mengkhawatirkan seperti itu sedangkan pada ku saja kamu tidak pernah mengkhawatirkan sampai seperti itu,"


Jawab Ina sambil melirik ke arah Robert.


"Aku juga mengkhawatirkan mu hanya saja kamu tidak tahu kalau aku khawatir dengan keselamatan mu selama ini,"


Ucap Robert sambil membusungkan dada dan berlagak acuh kepada Ina.


" Is ok lah anggap saja yang kamu kata kan itu benar dan ingat setelah ku buat kan ramuan itu jangan ada yang meminum nya lebih dari takaran,"


Ucap Ina sambil melirik ke arah Robert.


" Apa efek nya bila salah satu dari kita meminum lebih apakah akan menjadi monster seperti mereka atau lebih fatal lagi?"


Tanya Robert dengan serius sambil berdiri di sisi meja.


" Bila di minum berlebih yang terjadi kalian akan tetap dengan wujud srigala kalian dan tidak akan bisa kembali ke wujud manusia dan pasti nya ingatan kalian akan hilang yang ada kalian menjadi seekor srigala buas yang kekal,"


Jawab Ina dengan serius dan saat itu Robert memperhatikan dengan sangat serius perkataan Ina.


" Baik lah akan ku beri tahu yang lain mengenai ramuan obat yang akan kamu buat Ina."


Ucap Robert sambil membuka pintu dan melangkah keluar dari kamar.


" ROBERT ... I MISS YOU."


Ucap Ina dengan nada sedikit keras dan di sambut dengan kerlingan dan senyuman dari Robert.


Kemudian Robert berjalan sambil tersenyum mengingat kata - kata Ina namun bagaimana pun juga dalam hati Robert hanya ada Ine istri nya yang sangat di cintai nya meski pun wajah Ina sangat mirip dengan Ine namun tetap saja Robert tidak bisa merubah perasaan nya kepada Ina menjadi seperti kepada Ine dan pasti nya Ina sangat paham dengan perasaan Robert.


Sedang kan di sarang para monster Felix di seret oleh Robin yang berwujud monster gorila yang lumayan besar masuk kedalam ruangan di ikuti oleh Hendrik dan para monster lain nya yang siap untuk mengoyak tubuh nya bila Felix masih berani berkata dusta, Dengan tubuh yang penuh luka Felix hanya mampu berpasrah dengan nasib nya saat ini.


Sesampai nya di sisi kolam renang Felix di lemparkan oleh Robin hingga tersungkur hingga hampir masuk kedalam kolam renang kemudian Robin memerintah anak buah nya untuk mengguyur Felix agar bangun dan sesekali para monster itu menendang tubuh Felix sambil terus mengguyur kan air ke kepala Felix.


" BUKA MATA MU MANUSIA BODOH JANGAN PURA - PURA TIDUR APA MAU KITA BUAT KAMU TIDUR SELAMA NYA!"


Teriak salah satu monster di depan wajah Felix.


" STOP JANGAN SIRAM LAGI LUKA KU SANGAT PEDIH BILA TERKENA AIR!"


Teriak Felix sambil menggigil gemetar menahan pedih.


" Cukup hentikan!"


Ucap Robin dengan wujud gorila besar dan bermata merah sambil mengangkat tangan nya memberi isyarat berhenti kepada pasukan nya.


" Robin, Tolong aku selamat kan aku Robin dan aku berjanji akan memberikan apa pun yang engkau mau selama kamu bisa menyelamatkan nyawa ku,"


Ucap Felix sambil merangkak mendatangi Robin yang berdiri tidak jauh dari nya.


Jawab Robin dengan penuh penekanan.


" Aku butuh bantuan mu Robin dan kamu bisa memegang perkataan orang yang sedang sekarat seperti ku saat ini!"


Ucap Felix sambil memegang erat kaki Robin.


" Baik lah bila itu mau mu dan yang ku mau hanya tunjuk kan di mana letak surat - surat berharga di wilayah utara dan di sebelah mana saja aset milik mu, Apakah kamu setuju manusia bebal!"


Ucap Robin sambil mengangkat wajah Felix yang penuh luka dengan satu jari nya.


" Baik - baik akan ku berikan yang kamu mau tapi ijin kan aku untuk memulihkan kondisi ku terlebih dahulu,"


Ucap Felix dengan terbata - bata sebab menahan sakit di tubuh nya.


" Baik akan ku beri waktu tiga hari tapi bila selama tiga hari kamu belum sembuh juga jangan salahkan aku bila tubuh mu yang dekil ini menjadi santapan mereka, Paham kamu manusia bodoh!"


Ucap Robin sambil mendorong wajah Felix hingga terjatuh ke tanah.


Kemudian Robin memerintahkan anak buah nya untuk membawa Felix ke ruang bawah tanah dan mengunci nya di sebuah gudang yang pengap tanpa udara dan cahaya matahari sedikit pun dan saat itu Hendrik berfikir bahwa Felix tidak akan mampu bertahan hidup melihat posisi luka nya yang begitu parah saat ini.


" Robin aku rasa Felix tidak akan bisa bertahan sampai tiga hari melihat luka nya begitu parah,"


Ucap Hendrik yang berdiri di belakang Robin.


" Kita lihat saja bila dia tidak mampu bertahan maka seluruh wilayah utara, selatan, timur dan pusat kota menjadi wilayah di bawah peraturan kita,"


Jawab Robin dengan nada pelan.


" Lalu untung nya apa kita mengambil Felix dari tangan Robert bila tidak ada beda nya ada dan tidak ada nya Felix?"


Tanya Hendrik dengan tatapan bingung.


" Ternyata setelah menjadi monster tetap saja kamu bodoh dan bebal Hendrik, BRAK!"


Jawab Robin sambil memukul kepala Hendrik yang berwujud srigala berbulu tajam.


Kemudian Hendrik pun terdiam dan pergi menjauh dari Robin yang seperti nya sedang tidak baik suasana hati nya sedangkan malam semakin larut dan Robert pun tertidur di sofa sambil memeluk bantal sofa sedangkan Ronald masih meratapi kepergian Vico dan Rebecca sudah menjadi tradisi nya setiap malam mencari makanan yang tersisa di dapur.


Dan saat itu Ina keluar dari kamar nya sambil membawa selimut untuk Robert yang terlihat seperti kedinginan tidur di sofa dan setelah menyelimuti Robert kemudian Ina pun melangkahkan kaki nya menuju dapur sambil membawa beberapa bahan ramuan yang sudah di berikan Ine kepada nya.


" Rebecca apakah kamu masih lapar?"


Tanya Ina sambil meletakkan beberapa bahan obat di atas meja lalu mengikat rambut nya yang panjang sebahu.


" Iya aku selalu lapar setiap malam,"


Jawab Rebecca sambil menoleh ke arah Ina dan tersenyum simpul.


" Baik lah bila kamu sudah selesai makan bantu aku untuk menyiapkan ramuan ini,"


Ucap Ina sambil mencuci beberapa ramuan seperti akar dan dedaunan.


" Obat untuk apa itu apakah obat kuat?"


Tanya Rebecca sambil memakan buah apel dan pandangan nya tertuju kepada ramuan yang sedang di cuci oleh Ina.


" Iya obat kuat untuk mu agar kamu kuat menghadapi kenyataan bahwa Ronald belum bisa mencintai mu,"


Jawab Ina sambil tersenyum menggoda Rebecca yang berdiri di samping nya.


" Iya aku tahu kini Robert sudah bisa menerima mu sebagai istri dan Ibu dari baby Scudetto sedangkan aku entah harus bagaimana lagi,"


Ucap Rebecca dengan nada putus asa.


" Nasib kita sebenar nya sama Rebecca sampai detik ini Robert juga belum bisa menerima aku sepenuh nya dalam hati nya sebab dalam hati Robert hanya ada Ine saudara kembar ku,"


Ucap Ina dengan nada sedih sambil memindahkan ramuan ke wadah lain.


" Lalu selama ini yang sudah memanggil sayang itu adalah Ine begitu maksud mu lalu kemana Ine saat ini dan selama ini diri mu kemana Ina?"


Tanya Rebecca dengan serius menatap Ina.


" Nanti juga akan tahu diri mu sebab bila ku ceritakan diri mu belum tentu percaya dan bahkan mungkin menganggap ku gila, Ayo segera bantu aku jangan banyak bertanya."


Jawab Ina dengan senyum ramah kepada Rebecca yang terlihat masih bingung.


Saat itu sebenar nya Robert mendengar semua percakapan mereka berdua dan Robert hanya mampu tersenyum simpul sebab mata nya sungguh berat untuk di buka sedangkan Ronald mulai berfikir saat mendengar pernyataan Rebecca yang mengatakan sebenar nya Rebecca ada rasa kepada Ronald hanya saja Ronald nya yang tidak peka dengan perhatian - perhatian kecil yang di berikan Rebecca kepada nya.


Apakah aku tidak salah dengar dengan apa yang di ucap kan Rebecca kepada Kak Ina lalu itu tadi Kak Ina mengatakan bahwa yang di cintai Robert hanya lah Ine saudara kembar nya Kak Ina, Berarti kemarin yang sikap nya sadis dan tegas itu adalah Kak Ine bukan lah Kak Ina sebab selama ini memang Kak Ine suka menampar saat terkejut tapi aku sangat paham sebenar nya Kak Ina memiliki hati yang lembut tidak seperti Kak Ine yang lumayan sadis hingga aku bergidik melihat nya.


Bergumam lah dalam hati Ronald sambil sesekali melihat ke arah Robert yang sedang berbaring tertidur di hadapan nya dan pasti nya saat ini Rebecca dan Ronald bertanya - tanya mengenai Ina dan Ine sebab mereka berdua belum tahu kisah sebenar nya apa yang terjadi sedangkan Robert yang sudah mengetahui hanya bisa tersenyum melihat ekspresi Rebecca dan Ronald.


Dengan penuh kesabaran Ina dan Rebecca membuat ramuan dari leluhur nya Robert dan di sesuaikan takaran nya sedangkan roh Ine sedang mengobati tubuh baby Scudetto di kamar bersama Ayah dan Kakek nya Robert dan pasti nya mereka bertiga tidak tinggal diam melihat baby Scudetto terluka parah dan pasti nya roh mereka akan menuntut balas kepada Robin dan Hendrik.


Lalu bagaimana reaksi ramuan tersebut saat di minum oleh mereka berempat apakah mereka berempat menjadi lebih brutal dan beringas lagi dan apakah baby Scudetto masih bisa tertolong oleh mereka bertiga dan apakah Felix masih mampu bertahan dan benar - benar menepati perkataan nya kepada Robin atau kah hanya tipu muslihat lagi yang sedang di main kan Felix?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan selalu ikuti kisah mereka semua hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan selalu dukung author agar semakin semangat nulis nya.