
Kita sebagai manusia tidak pernah luput dari kata dosa tapi apakah kita akan melakukan dosa terus dalam hidup kita bila kita sudah mengetahui hal tersebut adalah dosa pasti nya kita akan bertobat dan tidak akan melakukan dosa itu lagi namun bila seseorang tidak mau bertaubat dari dosa - dosa nya maka maut lah yang akan di terima.
Begitu juga dengan Robin dan Elisa yang sudah memahami bahwa prilakunya itu tidak lah benar namun diri nya masih melanjutkan niat busuk nya hanya karena menuruti ego dan emosi yang sudah mengakar dalam hati dan pikiran nya lalu apa tindakan yang di ambil oleh Robert demi menyelamatkan Ine kekasih hati nya dari kejaran Elisa yang pasti nya tidak semudah itu melepaskan Robert sebagai tunangan nya untuk Ine.
Mari kita tilik bersama apa sikap yang akan mereka ambil di situasi yang sangat tidak kondusif ini apakah Robin mengetahui kemana pergi nya Robert dan Ine saat ini lalu tindakan apa yang di lakukan Elisa juga Mayor Hendrik yang merasa di permalu kan Robert di hari ulangtahun dan pertunangan putri nya di depan para kolega nya.
Saat itu Robert benar - benar bingung harus membawa Ine kemana sebab Robert sudah tau betul siapa Elisa dan dalam kondisi seperti ini pasti nya dia akan menghubungi Robin yang kini menjadi pimpinan gang rubah merah di tambah lagi di balik Elisa ada Mayor Hendrik sebagai atasan Robert di kantor yang pasti tidak semudah itu Robert lepas dari incaran Mayor Hendrik.
Dan bila saat ini Robert membawa Ine ke wilayah utara maka sama saja bunuh diri sebab pasti nya gang rubah merah mengincar keselamatan mereka berdua dan Robert tidak ingin kehilangan Ine untuk selama nya berputar lah pikiran Robert untuk menemukan jalan keluar dalam waktu yang sangat singkat.
Tuhan masalah kini semakin rumit dan pasti nya aku harus berfikir cepat saat ini sebab pasti nya di utara gang rubah merah sedang mencari keberadaan Ine dan aku bahkan aku mendapat informasi bahwa Paman Albert dan istri nya pun terkena imbas nya kemana aku harus melangkah Tuhan bimbing aku di setiap langkah ku agar tak sesat jiwa ku.
Bergumam lah dalam hati Robert sambil memejam kan mata sesaat untuk menenangkan jiwa nya yang mulai gelisah begitu pun dengan Ine yang merasa khawatir setelah melihat berita di televisi bahwa mereka berdua di nyatakan buronan sebab melawan pemerintah saat itu Ine diam sambil berfikir apa sebenarnya yang di perbuat hingga Ayah nya Elisa membuat berita seperti itu dan dalam waktu singkat wajah mereka sudah terpajang di seluruh kota masuk dalam daftar pencarian buronan negara.
" Sayang ayo kita lanjut kan perjalanan jangan terlalu lama di sini bisa berbahaya."
Ucap Robert sambil bangkit dari duduk nya dan senyum menghiasi wajah nya.
" Akan pergi kemana kah kita sebab aku sangat khawatir dengan keselamatan Paman dan Bibi sayang?"
Tanya Ine dengan tatapan cemas.
" Kamu tenang saja ya sayang Paman dan Bibi baik - baik saja dan sekarang kita akan menuju kampung halaman ku."
Jawab Robert dengan penuh keyakinan.
" Apa ke kampung halaman mu sayang apa kamu tidak salah berbicara atau kamu sedang bermimpi hingga berkata demikian?"
Tanya Ine dengan terbelalak merasa tidak yakin.
" Aku yakin Tuhan pasti menyertai kita hingga tiba di sana dan hanya di sana tempat paling aman untuk saat ini sayang jadi stop kamu meragukan penyertaan Tuhan."
Jawab Robert dengan senyum menghiasi wajah nya.
" Baik lah bila begitu tapi aku masih ragu apakah kedua orang tua mu bisa menerima aku sedangkan berita di televisi mengatakan bahwa kita buronan negara."
Ucap Ine dengan nada lesu penuh kekhawatiran.
" Percayalah Tuhan akan melembutkan hati kedua orang tua ku dan lebih mempercayai aku sebagai putra nya."
Jawab Robert sambil menyalakan mesin kendaraan nya.
Kemudian mereka berdua pun meluncur menuju kampung halaman nya untuk menyelamatkan diri dan menenangkan pikiran mereka berdua dari masalah yang baru saja mereka alami sedangkan di sisi lain ada Komandan Williams yang baru saja mengetahui berita yang telah di buat oleh Mayor Hendrik saat itu juga pikiran licik Komandan Williams berjalan.
Berita hari ini begitu bagus tanpa aku bersusah payah membujuk Mayor Hendrik kini sudah tercipta permusuhan antara mereka berdua dan hal ini tidak boleh aku lewat kan kesempatan emas untuk membuat Mayor Hendrik semakin membenci manusia srigala itu dengan begitu Mayor Hendrik tidak terfokus pada wilayah utara dan dengan mudah bisa ku ambil alih daerah peternakan dari gang gagak hitam yang saat ini di bawah pimpinan Mayor Hendrik.
Bergumam lah Komandan Williams sambil sesekali memainkan remote televisi di tangan nya dan senyuman licik menghiasi wajah nya sedangkan kedelapan kawan Robert sedang menanti kedatangan Robert dan Ine di camp tempat mereka tinggal sebab bagaimana pun juga Robert pimpinan regu ujung tombak dan mereka merasa bingung dengan pemberitaan di televisi dan pasti nya mereka bertanya - tanya apa yang di lakukan Robert dan Ine sehingga Mayor Hendrik mengumumkan hal penangkapan Robert dan Ine.
" Aku tidak yakin kalau Robert berbuat demikian ini pasti ada alasan nya mengapa Mayor Hendrik berbuat demikian."
Ucap David dengan pandangan tertuju ke televisi.
" Sama aku juga tidak percaya sedangkan info terakhir yang kita terima dari Robert bahwa ada sangkut paut nya Mayor Hendrik dan Komandan Williams mengenai kerusuhan yang di buat oleh gang rubah merah dan gang gagak hitam."
Ucap Saulus sambil menyerahkan sekotak susu segar kepada Samuel.
" Untuk lebih pasti nya kita tunggu saja kedatangan Robert agar kita lebih jelas titik masalah nya di mana jangan menduga - duga yang belum benar."
Ucap Samuel dengan tatapan tenang.
" Muel apa ada info di mana Robert dan Ine saat ini sebab aku khawatir terjadi sesuatu pada mereka."
Tanya Bobby sambil mengenakan jaket nya.
" Titik terakhir ku lihat mereka menuju luar kota dan aku belum tau mereka akan menuju kota mana."
Jawab Samuel dengan pandangan ragu.
" Kalau begitu kita harus bisa segera menemukan mereka berdua dan membantu mereka sebelum keberadaan mereka di ketahui kedua gang tersebut."
Ucap Saulus sambil meletakkan kaleng minuman di atas meja.
" Lalu bagaimana dengan tugas kita di wilayah ini apakah kita kesampingkan lebih dahulu atau kita bagi tugas?"
Tanya David sambil mematikan televisi.
" Aku setuju dengan Saulus masalah di wilayah ini pasti berhubungan dengan Mayor Hendrik dan Komandan Williams dengan kita menemui Robert maka kita akan lebih mudah menangkap dalang dari kerusuhan yang di buat oleh ke dua gang tersebut."
Jawab Samuel sambil berdiri di hadapan beberapa kawan nya.
" Ide yang cemerlang sekarang juga kita lacak di mana keberadaan mereka berdua dan bila sudah pasti segera kita menuju ke tempat mereka berada."
Ucap Simon dengan senyum menghiasi wajah nya.
Kemudian mereka pun mulai mendeteksi dimana keberadaan Robert dan Ine saat ini melalui sinyal telepon Robert di sisi lain ada Robin yang sedang gusar sebab Robert dan Ine bisa lolos dari incaran nya dan bagi Robin hal itu sangat membahayakan karir nya sebagai pimpinan gang rubah merah di wilayah utara namun Robin merasa sedikit lega dengan ada nya pemberitaan di televisi bahwa kini Robert dan Ine menjadi buronan maka dengan seperti itu lingkup gerak mereka berdua semakin sempit dan mempermudah Robin untuk menghabisi nya.
Bagus sekali tidak sia - sia aku menjalin hubungan dengan anak seorang Mayor di saat seperti ini Mayor bodoh itu membuat pengumuman di televisi bahwa mereka berdua adalah buronan jadi mempermudah terwujud nya niat ku menjadi orang besar dan di akui sebagai pimpinan gang rubah merah di wilayah utara ini.
Bergumam lah dalam hati Robin sambil sesekali meringis merasakan nyeri di punggung nya karena luka saat di rumah Paman Albert waktu terus berjalan dan saat ini malam pun hampir tiba mereka berdua bukan lain Robert dan Ine sudah memasuki wilayah pedesaan di mana kedua orang tua Robert tinggal saat itu Ayah dan Ibu nya Robert sedang meratapi nasib nya yang di masa tua nya harus hidup hanya berdua sedangkan kedua putra nya pergi dan belum kembali.
Ucap Winda dengan tatapan hampa melihat sebuah foto yang berada di tangan nya.
" Terkadang aku pun merasa sedih mengingat kedua putra kita yang kini entah di mana dan bagaimana kondisi nya."
Timpal Rowdi sambil menghela nafas.
" Robert sudah lima tahun lebih tidak pulang bahkan kabar berita nya pun tidak ada kini Robin pun demikian sudah hampir satu tahun hilang tidak ada kabar berita nya apakah tidak sebaik nya Ayah mencari tau tentang keberadaan kedua putra kita ke kota?"
Tanya Winda sambil menyandarkan kepala nya di bahu Rowdi suami nya.
" Baik lah bila begitu besok pagi - pagi Ayah akan pergi ke kota untuk mencari tau di mana mereka dan sekarang mari kita beristirahat malam pun semakin larut."
Jawab Rowdi sambil mencium kening istri nya.
Kemudian mereka berdua pun bangkit dari sofa dan berniat untuk menuju kamar namun tiba - tiba terdengar gerungan kendaraan tepat di depan rumah nya saat itu Rowdi dan Winda saling tatap dan berfikir siapakah yang datang ke rumah nya malam - malam sedangkan selama ini mereka sangat jarang menerima tamu di waktu malam hari kecuali warga sekitar yang membutuhkan bantuan.
" Siapakah itu seperti nya ada kendaraan yang berhenti di depan rumah kita Yah coba Ayah lihat."
Ucap Winda sambil memegang lengan Rowdi sebab merasa khawatir.
Namun belum sampai membuka pintu Rowdi dan Winda dikejutkan oleh suara ketukan pintu dan samar - samar terdengar suara Robert di balik pintu yang sedang berbincang dengan seorang wanita saat itu hati Rowdi dan Winda bercampur aduk rasa nya antara senang, bingung dan khawatir semua menjadi satu lalu segeralah pintu di buka oleh Rowdi untuk memastikan bahwa yang datang adalah Robert putra nya yang sudah lima tahun lebih tidak kembali.
" Robert benarkah itu diri mu Nak?"
Ucap Rowdi sambil membuka pintu dengan nada suara bahagia.
" Benar Ayah aku pulang."
Jawab Robert sambil tersenyum dan memeluk Ayah nya.
" Sujud syukur ku ucapkan kepada Tuhan anak ku telah kembali saat ini lalu di mana adik mu Robin apakah dia juga bersama mu Nak?"
Tanya Winda sambil menyeka air mata nya.
" Ibu maaf kan aku tidak bisa membawa Robin pulang saat ini dan cerita nya lumayan panjang bolehkah kita masuk Ayah?"
Jawab Robert sambil menggandeng tangan Ine.
" Masuk lah Nak maaf Ayah dan Ibu terlalu bahagia hingga tidak meminta mu masuk terlebih dahulu lalu siapa wanita yang bersama mu ini?"
Tanya Rowdi sambil melempar senyum kepada Ine.
" Dia kekasih ku Ayah dan aku berharap kalian berdua merestui kami tolong secepat nya kalian menikahkan kami."
Jawab Robert dengan tegas.
" Robert ada apa ini sebenar nya dan dari mana asal nya wanita ini lalu bagaimana dengan keluarga nya semua itu harus kamu pikirkan jangan sembarangan memutuskan sesuatu."
Ucap Winda dengan nada sedikit bingung dengan permintaan putra nya.
" Benar Robert kami sebagai orang tua pasti merestui kalian tapi tolong jelaskan dahulu siapa gadis ini dan bagaimana keluarga nya."
Ucap Rowdi sambil bergantian melihat ke arah Robert dan Ine.
" Om dan Tante perkenalkan nama saya Ine Baraq tempat tinggal saya di wilayah utara dan mengenai kedua orang tua saya sudah meninggal dunia di kerusuhan yang terjadi di wilayah utara beberapa bulan yang lalu."
Ucap Ine dengan disertai senyuman yang menghiasi wajah nya.
" Lalu apakah kamu sudah mengenal betul siapa putra ku Nak jangan sampai kamu kecewa setelah menikah."
Tanya Winda sambil tersenyum menatap Ine yang terlihat canggung.
Kemudian mereka berempat pun saling bercerita tentang masa kecil Robert dan kedua orang tua Robert pun menjelaskan bahwa Robert memiliki Adik yang bernama Robin yang kini sedang bekerja di kota kemudian Robert mengajak Ayah nya keluar rumah sebab akan membicarakan mengenai Robin selama berada di wilayah utara dan bagaimana pun juga pikir Robert Ayah nya harus mengetahui apa yang di lakukan Robin di luar rumah.
" Ayah sebenar nya aku sudah berjumpa dengan Robin beberapa waktu yang lalu dan saat ini kondisi Robin baik - baik saja kini Robin berada di wilayah utara menjadi pimpinan gang rubah merah yang memberontak kepada negara."
Ucap Robert sambil melihat kawanan domba yang berada di kandang.
" Ya Tuhan mengapa jalan Robin menjadi sesat apakah diri mu tidak mengingatkan adik mu agar kembali ke jalan kebenaran Robert?"
Tanya Rowdi dengan nada kecewa.
" Sudah Ayah tetapi Robin menolak dan bahkan mengancam ku dan aku hanya bisa mendoakan diri nya agar Tuhan lah yang mampu melembutkan hati nya."
Jawab Robert dengan nada sedikit ada penekanan.
" Masak adik mu mau berbuat dosa terus sedangkan selama ini Ayah dan Ibu selalu mendidik agar anak - anak nya takut akan Tuhan."
Keluh Rowdi sambil menunduk kecewa atas sikap Robin.
Saat itu antara Rowdi dan Robert hanya mampu diam sambil memandang langit yang penuh bintang sedangkan Winda dan Ine sedang memasak untuk makan malam sebab sesungguhnya Rowdi dan Winda juga belum makan malam dan sejak malam itu Ine di terima dengan baik oleh kedua orang tua Robert.
Lalu bagaimanakah sikap yang akan di ambil oleh Rowdi sebagai Ayah saat mengetahui putra nya sudah salah jalan dan akan kah Rowdi dan Robert menemui Robin di wilayah utara dan apakah delapan kawan Robert yang sama - sama manusia srigala akan menemukan Robert dan apakah tindakan kedelapan kawan Robert bila mengetahui bahwa Robin adik kandung dari Robert?
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semakin rajin update nya.