I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 50 . BERMIMPI DAN MEWUJUDKAN



Setiap manusia pasti memiliki mimpi terkadang bukan mimpi nya yang salah namun cara mewujudkan mimpi itu yang salah sehingga orang yang bermimpi itu terjebak dalam sebuah ambisi yang tidak berkesudahan bila sudah seperti itu maka akan banyak orang yang terluka.


Begitu juga dengan Felix yang memiliki mimpi menjadi seorang penguasa dengan cara instant dan hasil nya bukan lah mimpi nya tercapai melainkan menimbulkan banyak kekacauan dan tidak ubah nya dengan Robin dan Hendrik yang memiliki sama dengan Felix menjadi orang yang berkuasa sebab bagi mereka keberhasilan di ukur dengan harta dan kekuasaan.


Namun beda hal nya dengan Robert yang memiliki impian menjalankan perintah Tuhan dengan baik dan semua mimpi nya di capai dengan proses yang tidak instant pasti nya dan apakah Robert mampu menggapai mimpi nya untuk menjalankan tugas sebagai militer dan sebagai hamba Tuhan dengan baik, Mari kita tilik bersama.


Pagi itu Robert, Ina, Ronald dan Vico kembali ke camp dengan beberapa luka di tubuh mereka dan saat itu Ina benar - benar di puncak nya marah sebab Ina sudah lelah menghadapi para monster yang jumlah nya semakin menggila sedangkan para militer sudah kehabisan akal untuk membasmi para monster.


" Hal ini tidak bisa di biarkan mau sampai kapan kita hanya bertahan sedangkan mereka terus menyerang!"


Ucap Ina dengan nada geram sambil mengompres memar di kening nya.


" Lalu apa yang harus kita perbuat Kak, Sedangkan sampai detik ini kita belum menemukan sarang mereka?"


Tanya Ronald sambil membersihkan wajah nya dengan air es.


" Bila kamu menginginkan anak singa maka masuk lah ke sarang nya, Sekarang kita harus fokus mencari sarang mereka."


Jawab Robert sambil mengganti baju baby Scudetto.


" Kalau menurut ku ide mu penuh resiko dan aku kurang yakin bisa masuk ke sarang para monster itu."


Ucap Vico sambil memasukkan baju nya ke mesin cuci.


" Bila bukan seperti itu berarti kita hanya mampu bertahan entah sampai kapan kita mampu bertahan."


Ucap Robert sambil memberikan baby Scudetto ke Ina.


Saat itu ruangan menjadi hening dan mereka benar - benar kelelahan setelah memukul mundur para monster keluar dari perbatasan wilayah timur di sisi lain Robin dan Hendrik yang sudah menjadi monster melihat para pasukan monster milik nya banyak yang tidak kembali ke villa milik Felix sebab semua para monster berkumpul di sana dan saat Robin memerintahkan mereka untuk menyerang maka semua monster itu pun bergerak.


" Siapa yang melalukan ini kepada kalian!"


Ucap Robin dengan wujud monster dengan nada geram.


" Ada monster srigala yang menghadang kita bahkan monster srigala itu menghabisi kita."


Jawab salah satu dari mereka sambil menunduk.


" Pasti dia belum tahu kekuatan kita sesungguhnya."


Ucap Hendrik yang berwujud monster srigala dengan duri tajam menjadi bulu nya.


" ROBERT TUNGGU PEMBALASAN KU AKAN KU KIRIM KAMU BERKUMPUL DENGAN ISTRI DAN ANAK MU!"


Teriak Robin yang berwujud monster gorila setinggi 15 kaki dengan tatapan kejam.


Dari para bangsa monster pun mulai menyusun siasat dan memperkuat pertahanan nya dan di luar dugaan Felix masih saja dengan ambisi nya saat itu Felix berani mendatangi gerombolan monster itu dengan harapan bisa bergabung dengan mereka demi terwujud nya impian nya menjadi seorang penguasa.


" Aku bisa membantu mu asal kamu ijin kan aku bergabung dengan mu."


Ucap Felix yang sudah berdiri di pembatas ruang.


" Siapa kamu, Keluar lah dan berdiri di hadapan ku!"


Teriak Robin yang sedang emosi.


Kemudian Felix pun berjalan keluar dari balik pembatas itu dengan membawa obor agar monster lain nya tidak menyerang nya dan benar saat itu para pasukan monster berjalan mundur melihat Felix muncul dengan membawa obor di tangan nya.


" BERANI - BERANI NYA KAMU KEMARI MANUSIA LAKNAT!"


Teriak Hendrik yang bersiap menerkam Felix saat itu.


" Tahan sikap mu kita dengar dulu apa yang dia tawarkan."


Ucap Robin sambil memegang pundak Hendrik yang berwujud srigala.


" TAPI DIA YANG MEMBUAT KITA JADI SEPERTI INI ROBIN!"


Teriak Hendrik penuh dendam.


" Aku tahu tapi kita juga harus memberi dia kesempatan berbicara sebelum nasib nya sama dengan Williams, Kata kan Felix apa mau mu."


Ucap Robin dengan tatapan kejam.


" Aku menawarkan kerjasama untuk membangun kekuatan yang lebih besar dan menjadikan wilayah utara dan pusat kota menjadi wilayah kita bukan kah dengan seperti itu kekuatan mu bertambah sedangkan mereka hanya berempat."


Ucap Felix sambil sesekali mengarahkan obor kepada para monster yang sudah ingin menerkam nya.


" Apakah hanya itu yang bisa kamu tawarkan pada kami?"


Tanya Robin sambil bangkit dari duduk nya.


" Ada aku punya obat yang bisa membuat kalian semua berwujud manusia, Bagaimana apakah kamu setuju?"


Jawab Felix sambil menunjukkan sebuah botol berisi sebuah cairan berwarna hijau.


Kemudian Robin berjalan mendekati Felix yang mengarahkan obor nya sambil berjalan mundur perlahan sebab Felix juga merasa takut bila Robin marah dan melemparkan nya ke para monster.


" Kemari lah jangan takut, Aku hanya ingin membuktikan cairan yang kamu bawa."


Ucap Robin sambil menyodorkan tangan nya.


" Baik lah aku pegang kata - kata mu."


Jawab Felix sambil menyerahkan botol berisi cairan berwarna hijau kepada Robin.


Saat itu Robin menerima cairan itu dan memanggil salah satu monster untuk membuktikan ucapan Felix kemudian Robin memaksa monster itu untuk meminum nya dan benar saja monster itu berubah wujud menjadi manusia namun mata nya masih merah dan bertaring.


Kemudian Robin menerima Felix untuk bergabung dengan sarat saat ini Robin lah yang mengatur semua nya dan Felix harus tunduk kepada perintah Robin dan bila Felix melawan maka tidak segan - segan Robin melempar Felix ke para monster yang berwujud manusia itu.


Sedangkan Robert dan Ina sedang berbincang di ruang tamu, Ronald dan Vico beristirahat di kamar nya sebab benar - benar merasa lelah setelah menghadang para monster agar tidak menguasai wilayah timur.


" Ina bisa kah kita berbicara?"


Tanya Robert sambil duduk di samping Ina.


" Apa yang akan kamu bicarakan."


Jawab Ina sambil mengompres pipi nya yang memar.


" Menurut mu apakah kita lebih baik pergi dari wilayah ini dan membuka lembar baru dalam hidup kita?"


" Pergi kemana semua wilayah sudah di duduki para monster bahkan pusat kota pun sudah hancur kini sudah jadi kota terbengkalai."


Jawab Ina dengan putus asa sambil sesekali pandangan nya kepada baby Scudetto yang tertidur pulas di sofa.


" Lalu apakah kamu memiliki solusi sebab aku juga benar - benar lelah dengan semua para monster itu yang semakin bertambah banyak."


Keluh Robert dengan nada sedih.


" Menurut aku kita bangun saja wilayah timur ini sambil terus memperkuat pertahanan dan perbatasan wilayah timur pasang sesuatu agar para monster tidak bisa masuk kemari, Perlahan kita mencari solusi untuk menghabisi mereka yang sudah menduduki wilayah utara dan pusat kota sebab aku yakin kita pasti bisa Robert."


Ucap Ina sambil senyum menguatkan Robert yang seperti nya sedang down.


" Baiklah nanti aku coba pertimbangkan dan kita juga harus menanyakan hal ini kepada Vico dan Ronald."


Jawab Robert sambil sesekali memijat kening nya.


Saat itu Ina mengangguk dan tersenyum kepada Robert dan bungkusan es di pipi nya di letakkan di kening Robert yang mengalami memar juga saat Ina akan mencium bibir Robert tiba - tiba baby Scudetto menangis dan Robert tersenyum kepada Ina sambil menunjuk ke arah baby Scudetto yang sedang menangis.


" Kenapa kamu terbangun di saat yang tidak tepat sayang."


Ucap Ina sambil bangkit dari duduk nya.


Robert hanya mampu tersenyum mendengar perkataan Ina saat itu dan tanpa terasa menetes lah air mata Robert teringat kepada Ine seorang wanita yang sangat di cintai nya dalam hidup nya selain Ibu nya.


Andaikan saat ini diri mu masih hidup mungkin seperti ini kita begitu bahagia nya dan sempurna nya hidup ku dengan kehadiran mu dan anak kita namun Tuhan lebih sayang kepada mu jadi tidak mengalami hal ini namun siapa sebenar nya Ina mengapa wajah mereka berdua sangat mirip yang membedakan hanya warna rambut nya saja dan saat terkejut selebihnya sama semua.


Bergumam lah Robert sambil masih memandang Ina yang sibuk menenangkan Scudetto yang ternyata sedang demam tinggi kemudian Robert segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri Ina yang kerepotan membuatkan susu untuk baby Scudetto yang sedang demam tinggi.


Tuhan mengapa Engkau menjawab doa ku di saat yang tidak tepat mengapa Engkau pertemukan aku dengan Robert di saat semua masalah ini muncul dan dia mengatakan wajah ku sangat mirip dengan mendiang istri nya, Aku ingin mengobati luka hati nya namun mampukah aku menggantikan mendiang istri nya bila kondisi terus seperti ini hanya melalui Scudetto ini lah aku bisa memberi perhatian lebih kepada Robert.


Bergumam lah dalam hati Ina sambil mengayun baby Scudetto agar tenang dengan tatapan tertuju kepada Robert yang sedang membuatkan susu di hadapan nya, Ternyata impian dan harapan mereka berdua sama dan sudah tertulis bila ada dua orang yang sama berdoa dengan hal yang sama maka Tuhan akan mengabulkan.


Dan mungkin saat inilah jawaban doa mereka berdua dalam kondisi seperti ini Tuhan masih memberikan penghibur an bagi yang tetap setia kepada nya, Lalu apakah yang akan di katakan Ronald dan Vico mengenai pendapat Ina apakah mereka menyetujui nya atau pola pikir mereka sama seperti Robert untuk meninggalkan wilayah timur dan membuka lembar baru.


" Apa kalian tidak beristirahat?"


Tanya Vico sambil berjalan menuju kulkas untuk mengambil susu segar.


" Bagaimana akan istirahat sedangkan Scudetto sedang demam?"


Jawab Robert sambil merebus air.


" Sudah di beri obat?"


Tanya Vico sambil meneguk susu.


" Sudah ini juga sudah lebih baik tidak setinggi tadi demam nya."


Jawab Ina dengan nada lesu.


" Ya sudah mana aku yang gendong Kak kalian beristirahat lah sebentar lagi juga Ronald bangun."


Ucap Vico sambil berjalan mendekati Ina.


" Benar Ina beristirahat lah dahulu, Aku akan berbicara kepada Vico dan Ronald."


Imbuh Robert sambil mengeringkan botol susu.


" Baik lah kalau begitu aku akan merebahkan punggung ku sebentar sebelum tulang ku semakin tak beraturan."


Jawab Ina sambil memberikan Scudetto kepada Vico.


Kemudian Ina pun mengikat rambut nya lalu mencium baby Scudetto kemudian berjalan menuju kamar nya untuk beristirahat sejenak sedangkan Robert dan Vico masih berada di dapur duduk di bangku meja makan.


" Kamu akan membicarakan hal apa Robert?"


Sambil melanjutkan menikmati susu segar.


" Mengenai masa depan."


Ucap Robert duduk di hadapan Vico.


" Masa depan siapa, kalau kamu akan bertanya apakah aku akan merestui kamu menikah dengan Ina jawab ku pasti ku dukung sepenuh hati agar bayi ini tidak bingung melihat kalian berdua yang setiap malam pisah ranjang."


Jawab Vico sambil senyum kepada Robert.


" Bukan masalah itu, kalau masalah itu aku tidak butuh pendapat mu atau pun pendapat Ronald."


Ucap Robert dengan sedikit sebal melihat ulah Vico yang super iseng.


" Lalu masalah apa lagi kalau bukan masalah itu?"


Tanya Vico dengan tatapan serius.


" Ina punya usul untuk membenahi wilayah timur ini sambil kita mencari solusi bagaimana cara nya memusnahkan para monster di wilayah utara dan pusat kota, Menurut mu bagaimana?"


Jawab Robert mencoba menjelaskan kepada Vico.


" Bagus aku setuju lagi pula untuk saat ini hanya wilayah timur ini yang masih layak di huni manusia kan?"


Ucap Vico sambil berdiri dan mengayun baby Scudetto.


" Baik lah bila begitu jawaban mu nanti coba kamu bicarakan hal ini dengan Ronald menurut dia bagaimana, Aku akan beristirahat sebentar."


Jawab Robert sambil bangkit dari duduk nya.


" Ok selamat beristirahat, Awas jangan salah masuk kecuali wajah mu ingin mati rasa."


Ucap Vico sambil tersenyum melihat Robert yang berjalan menuju kamar nya.


Seperti nya mereka semua sedang mencoba tenang setelah semua kejadian di hari itu yang lumayan menguras tenaga dan pikiran dan apakah yang akan di perbuat oleh gerombolan para monster yang saat ini berwujud manusia namun pikiran dan hati mereka tetap lah monster yang kapan saja bisa menghabisi siapa pun.


Dan akan kah mereka mampu membangun wilayah timur serta membuat pertahanan agar wilayah timur tidak di duduki oleh para monster yang di pimpin oleh Robin dan Hendrik serta Felix akan membuat tipu muslihat apa lagi dengan kondisi yang terbalik kini diri nya menjadi anak buah Robin dan Hendrik apakah Felix akan di perlakukan baik oleh Robin dan Hendrik?


Jangan pernah beranjak dari I'M A WOLF MAN ikuti terus perjuangan mereka semua untuk memusnahkan para monster dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.