
Sering kali kita lepas dari sebuah hal yang seharusnya di lakukan hanya karena sesuatu yang umum atau sudah biasa di lakukan dan hal yang sudah biasa di lakukan itu adalah hal yang melanggar ketentuan Tuhan contoh jaman sekarang banyak orang yang korupsi, mencuri dan masih banyak lagi pekerjaan kotor lain nya di lakukan lalu saat seorang maling itu tertangkap kemudian dia di tanya kenapa mencuri lalu jawaban nya karena lapar apakah dia tidak dihukum pasti nya hukuman tetap di terima nya sebab sudah melakukan kejahatan.
Begitu juga saat ini yang akan terjadi pada Mayor Hendrik dan Komandan Williams mereka sedang di nantikan oleh jeruji besi di karena kan melakukan sebuah pelanggaran telah melindungi orang bersalah bahkan menjamin keamanan kedua gang yang cukup meresahkan masyarakat bahkan telah menindas masyarakat harus mengikuti semua peraturan yang merugikan bahkan mereka ingin menguasai sebuah wilayah.
Di saat ada sesuatu yang di tekan maka sesuatu yang di bawah itu akan mengumpulkan suatu tenaga yang sangat besar hingga pada saat nya nanti akan meledak dan akan menghancurkan semua nya bagaikan kita sedang memegang bom waktu tinggal menunggu kapan akan meledak nya begitu juga dengan saat ini mereka hanya tinggal menunggu kapan Kolonel Mateow dan team ujung tombak bergerak ke wilayah utara.
Sejak pagi di rumah Robert sudah sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan adat Robert dan Ine saat itu semua kawan - kawan nya Robert serta Kolonel Mateow berada di sana untuk membantu berlangsung nya acara namun ternyata ada salah satu tetangga Robert yang seperti nya tidak menyukai acara itu berlangsung dan berniat untuk menggagalkan nya dengan bersembunyi di balik ketentuan adat di daerah tersebut saat melangsungkan pesta pernikahan.
" Tuan mengapa tidak menegur keluarga Rowdi yang sudah melanggar aturan adat di kampung kami?"
Tanya Helena gadis desa yang menaruh rasa kepada Robert.
" Apa yang melanggar hingga kamu meminta ku untuk menegur keluarga Rowdi sedangkan tidak ku lihat pelanggaran yang mereka lakukan."
Jawab Tetua adat Victor dengan nada tenang.
" Bukan kah seharusnya di saat mereka menyelenggarakan pesta pernikahan adik nya harus hadir untuk memberi restu namun ku lihat tidak terlihat Robin berada di antara mereka?"
Ucap Helena dengan tatapan tertuju ke rumah Robert.
" Nanti akan ku tanyakan kepada Rowdi mengapa Robin tidak hadir apakah ada sesuatu hal hingga membuat nya tidak bisa hadir di pesta pernikahan Abang nya."
Jawab Victor sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ke rumah Robert.
Seperti nya aku masih menyimpan nomer ponsel Robin aku akan menanyakan mengapa tidak pulang di saat Robert menikah atau jangan - jangan yang di nikahi oleh Robert itu kekasih Robin hingga Robin memutuskan tidak pulang lagi pula aku tidak akan membiarkan Robert menikah dengan wanita itu begitu saja sedangkan selama ini aku yang selalu menemani Robert di saat dia terpuruk.
Bergumam lah dalam hati Helena dengan tatapan sinis tertuju ke rumah Robert sedangkan di rumah Robert persiapan pernikahan sudah usai hanya tinggal menunggu waktu saja sedangkan di wilayah utara ada Robin, Elisa dan Mayor Hendrik yang sedang berbincang - bincang agar Mayor Hendrik lebih mengenal Robin tujuan Elisa agar Ayah nya merestui hubungan nya dengan Robin.
" Sayang kemana saja kamu kemarin hingga larut malam ku tunggu kamu tidak datang juga?"
Tanya Elisa dengan nada sinis dan raut muka yang masam.
" Maaf sayang aku ada urusan di pusat pembelanjaan dan setelah itu aku ke dermaga untuk mengirim barang pesanan."
Jawab Robin dengan nada merayu Elisa agar tidak marah.
" Ya sudah besok - besok beri aku kabar bila tidak bisa agar aku tidak menunggu mu sepanjang malam."
Ucap Elisa yang seperti nya masih menahan sebal.
" Iya sayang maaf ya oh iya di mana Ayah mu kata nya ingin berjumpa dengan ku?"
Tanya Robin sambil memandang ke arah sebuah ruangan.
" Itu ada di depan televisi sedang menonton acara base ball apa kamu sudah siap berbicara dengan Ayah ku?"
Jawab Elisa yang berbalik bertanya.
" Ya aku siap memang ada apa dengan Ayah mu apakah akan memakan ku pasti nya tidak kan?"
Jawab Robin sambil mencium pipi kanan Elisa.
Kemudian Elisa pun mengajak Robin untuk menemui Ayah nya yang duduk di sofa dengan serius menyaksikan pertandingan base ball kemudian mereka Robin pun memperkenalkan diri kepada Mayor Hendrik dan kemudian Mayor Hendrik pun mulai mengajukan beberapa pertanyaan mengenai bisnis, keluarga dan apa niat Robin sesungguhnya mendekati Elisa putri semata wayang nya dan saat itu semua pertanyaan Mayor Hendrik di jawab oleh Robin dengan dusta.
Robin mengatakan diri nya bekerja menjadi pimpinan perusahaan jasa pengiriman barang dan diri nya juga sudah tidak memiliki keluarga lagi kedua orang tua nya sudah meninggal dunia dan saudara satu - satu nya pun telah membuang nya sebab diri nya tidak berhasil dalam berbisnis semua itu Robin lakukan demi mendapat simpati dari Mayor Hendri dan ternyata jurus Robin berhasil mampu membuat Mayor Hendrik iba dan bersimpati kepada nya.
Sesaat kemudian berbunyi lah ponsel Robin menandakan ada panggilan masuk dan segeralah Robin meminta izin kepada Mayor Hendrik untuk menerima panggilan masuk di ponsel nya saat itu prilaku Robin mampu menyita perhatian Mayor Hendrik yang berfikir bahwa Robin lelaki yang memiliki etika dan tata krama.
" Hallo siapa ini?"
Tanya Robin dengan curiga.
" Robin ini aku Helena putri tetua ada Victor."
Jawab Helena dengan penuh antusias.
" Oh kamu ada apa menghubungi ku apa terjadi sesuatu dengan orang tua ku?"
Tanya Robin dengan nada sinis.
" Orang tua mu baik - baik saja hanya mengapa kamu tidak pulang saat ini?"
Jawab Helena yang berbalik bertanya.
" Kenapa aku harus pulang apakah ada hal penting di sana hingga harus aku pulang?"
Tanya Robin sambil sesekali melihat ke arah belakang takut nya ada yang mendengar percakapan nya.
" Apakah pernikahan Abang mu itu tidak penting bagi mu Robin atau jangan - jangan yang di nikahi Abang mu adalah kekasih mu hingga kamu bersikap demikian?"
Jawab Helena dengan nada curiga.
" Apa jadi Robert hari ini menikah sejak kapan dia berada di sana dan menikah dengan siapa dia berani - berani nya dia tidak memberi tahu ku!"
Ucap Robin penuh penekanan namun dengan nada suara yang tertahan.
" Jadi kamu sengaja tidak di beri tau kalau tidak salah nama istri nya Abang mu Ine Baraq orang dari wilayah utara apakah kamu mengenal nya?"
Tanya Helena yang semakin penasaran.
" Tau dia adalah buronan negara dan tidak akan ku biarkan mereka menikah dan aku akan segera menuju kesana dengan pihak hukum untuk menangkap buronan itu."
Jawab Robin penuh amarah sebab dia sangat yakin Robert akan menceritakan semua tentang diri nya kepada Ayah nya.
" Wah bahaya juga ternyata wanita itu kalau begitu segera lah kamu pulang Robin keluarga mu dalam bahaya."
Ucap Helena mendukung tindakan Robin untuk keluarga nya.
" Terimakasih ya kamu sudah memberi informasi kepada ku saat ini sampai jumpa di rumah Helena."
Ucap Robin kemudian mematikan ponsel nya.
" Tuan maaf apakah sayembara yang anda umum kan di televisi itu masih berlaku saat ini?"
Tanya Robin dengan sopan dan senyuman licik.
" Oh tentu sebelum kedua buronan itu tertangkap tidak akan tenang hati ku lalu ada apa kamu menanyakan hal itu Robin?"
Tanya Mayor Hendrik dengan tatapan curiga.
" Saya baru saja mendapat informasi di mana keberadaan mereka berdua dan bahkan malam ini mereka akan melangsungkan pernikahan Tuan."
Jawab Robin dengan senyum licik.
" Berani - berani nya mereka mempermalukan aku dan putri ku di depan para kolega ku dan kini mereka akan menikah sudah bosan hidup mereka!"
Ucap Mayor Hendrik dengan nada emosi.
" Tenang Tuan anda bisa mengandalkan saya dan sebelum 24 jam mereka berdua sudah saya seret ke hadapan anda."
Jawab Robin dengan penuh keyakinan.
" Baik lah bila begitu dan akan ku berikan hadiah mu nanti setelah diri mu berhasil menyeret mereka berdua dan ini ada sedikit uang untuk mu."
Ucap Mayor Hendrik sambil melemparkan segebok uang dolar di hadapan Robin.
" Terimakasih banyak Tuan saya akan segera menuju lokasi sebelum mereka berpindah tempat lagi."
Ucap Robin sambil mengambil uang yang di berikan. Mayor Hendrik dan berlalu pergi dari hadapan Mayor Hendrik.
Saat itu Mayor Hendrik dan Elisa sangat bangga melihat perjuangan Robin demi mewujudkan harapan Mayor Hendrik dan Elisa namun sayang nya Robin tidak mengetahui siapa saja yang berada di rumah nya yang di ketahui Robin hanya lah Robert akan menikah dengan Ine malam ini dan bila nanti kedua orang tua nya menghalangi niat Robin untuk menyeret Robert dan Ine maka Robin tidak akan segan - segan untuk menyingkirkan orang tua nya dan pasti nya hal itu di lakukan Robin demi kedudukan dan uang.
Di sisi lain ada Robert dan Ine yang sedang duduk di sebuah ayunan di samping rumah nya mereka berdua merasa tenang dan lega sebab sebentar lagi akan mengucap ikrar janji setia selama nya dan hanya maut lah yang akan mampu memisahkan mereka tanpa berfikir akan terjadi sesuatu kepada mereka sedangkan Rowdi setelah berbicara dengan tetua adat Victor ada rasa khawatir bila nanti saat acara Robin datang dan mengacaukan semua nya sebab Rowdi tau betul watak Robin yang sejak dahulu memusuhi Robert.
" Ada masalah apa kawan mengapa wajah mu muram?"
Tanya Mateow sambil menghampiri Rowdi yang berada di depan kolam ikan.
" Aku sedang khawatir kalau Robin datang dan mengacaukan acara pernikahan Robert pasti nya aku akan menanggung malu kepada penduduk desa ini."
Jawab Rowdi sambil melemparkan batu kerikil ke dalam kolam.
" Mengapa Robin bersikap demikian bukan nya dia harus nya bahagia Abang nya menikah?"
Tanya Mateow dengan tatapan bingung.
" Robin sejak dahulu tidak suka bila Robert mendahului dia dalam segala hal dan selama ini Robert selalu mengalah kepada Robin maka dari itu sengaja kali ini aku tidak menghubungi Robin agar tidak terjadi kegaduhan nanti saat acara."
Jawab Rowdi dengan tatapan sedih.
" Memang kedua anak mu itu jauh berbeda Robert yang sedari kecil taat dalam beragama menjadi hamba Tuhan sedangkan Robin lebih mengejar pengakuan manusia dan menunjukkan bahwa diri nya lah yang paling unggul akhir nya menjadi hamba uang."
Ucap Teow dengan pandangan menerawang kedepan.
" Itu lah yang sangat ku khawatir kan dan kamu tau sendiri siapa Robert dia seperti kita manusia srigala di saat diri nya merasa terpojok maka naluri nya akan berubah menjadi srigala dan bila sudah seperti itu pasti nya Robin akan habis di cabik - cabik oleh Robert aku tidak ingin hal itu terjadi Teow."
Ucap Rowdi dengan penuh kekhawatiran sambil memegang lengan Mateow.
" Iya aku paham dengan apa yang sedang kamu rasakan saat ini dan pasti aku akan membantu mu kawan jadi tenang lah jangan mengkhawatirkan hal itu."
Ucap Mateow sambil tersenyum menenangkan dan menguatkan hati Rowdi.
" Terimakasih banyak kawan kamu lah sahabat sejati ku selalu ada dalam kondisi aku susah dan senang."
Ucap Rowdi sambil tersenyum kepada Mateow.
Setelah itu Mateow segera memanggil team ujung tombak selain Robert untuk berkumpul di gerbang pintu masuk desa tersebut tanpa menunggu lama mereka pun segera datang dan berkumpul pasti nya mereka berfikir ada informasi yang sangat penting mengenai kasus yang mereka hadapi saat ini.
" Paman ada apa memerintahkan kami berkumpul di sini apakah ada masalah penting?"
Tanya Bobbi sambil berdiri di sebelah kanan Mateow.
" Begini kalian pasti tau siapa Robin dan pasti nya dia tidak akan tinggal diam mengetahui pernikahan Robert dan Ine malam ini maka dari itu kalian akan ku minta bantuan nya."
Jawab Mateow sambil bergantian memandang satu persatu dari mereka.
" Apa yang bisa kita lakukan Paman apakah kita harus kembali ke wilayah utara untuk menangkap Robin sekarang juga?"
Tanya Samuel dengan tatapan bingung.
" Bukan begitu maksud ku tetapi blokade pintu masuk ke desa dan gunakan wujud srigala kalian sedangkan aku akan mengawasi dari atas bukit agar bisa terlihat mereka bila datang dan akan membuat kekacauan."
Jawab Mateow dengan tegas kepada mereka.
" Lalu apa yang harus kita perbuat bila mereka benar datang menyerang mereka kah atau hanya menghadang mereka bila merek membuat perlawanan?"
Tanya David dengan tatapan tajam.
" Serang mereka hingga mereka pergi dari batas desa ini tapi ingat jangan sampai ada korban nyawa kalian hanya ku izin kan menyerang dalam batas wajar tidak lebih."
Jawab Mateow dengan nada serius.
Kemudian mereka semua dengan serempak mengatakan siap menjalan kan tugas sedangkan saat itu gerombolan gang rubah merah sudah dalam perjalanan menuju desa di mana rumah Robert dan di perkirakan mereka akan sampai di tempat tepat waktu acara pernikahan Robert dan Ine berlangsung dan pasti nya Robin sangat yakin mampu menyeret Robert dan Ine ke hadapan Mayor Hendrik dan diri nya pun akan mendapat kan imbalan yang cukup besar.
Lalu apa yang terjadi apakah benar gang rubah merah mampu menerobos blokade team ujung tombak yang berwujud srigala dan sudah terkenal ke buasan nya atau kah malah Robin dan anak buah nya yang akan di seret oleh sekawanan srigala tersebut dan apa tindakan Mayor Hendrik bila melihat Robin terluka karena penyerangan sekumpulan srigala yang menghadang nya?
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar lebih rajin update nya.