I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 39 . KETULUSAN DALAM KEBAIKAN



Kebanyakan orang kalau berbuat baik dengan orang yang di kenal atau berbuat baik kepada seseorang yang bisa menguntungkan bagi diri nya kalau tidak menguntungkan sudah begitu tidak kenal juga jangan harap berbuat baik hingga timbul lah peribahasa tidak kenal maka tidak sayang.


Namun sesungguhnya bila kita berbuat baik kepada siapa pun tanpa memandang ras, suku, warna kulit dan apa pun dan cari lah orang yang benar - benar membutuhkan dan sekira nya orang itu tidak bisa membalas nya agar Allah yang akan membalas nya dengan kata lain jangan pernah membantu seseorang dengan tujuan mendapat balasan.


Maka sesungguhnya bila seperti itu amalan kita sudah terbalas saat itu juga, Begitu juga dengan yang di lakukan oleh Robert, Ina, Samuel dan Mateow menolong siapa pun di kondisi seperti ini tanpa berfikir apakah mereka bisa membalas nya atau tidak di kemudian hari yang mereka utamakan rasa kasih yang sudah mengakar dalam hati dan pikiran mereka.


Siang ini Robert, Ina, Samuel dan Mateow sedang menuju rumah Mateow yang tengah di jaga ketat oleh pasukan militer bersenjata lengkap dan pasti nya Sarah istri Mateow sangat khawatir dengan keselamatan suami dan juga putri semata wayang nya yang sudah beberapa malam terjebak di gedung rumah sakit yang saat ini sudah menjadi sarang monster.


" Aroma apa di dalam mobil ini sungguh mengganggu indra penciuman ku!"


Ucap Samuel sambil mengibas - ngibas kan telapak tangan nya.


" Benar, Aku sedari tadi juga mencium aroma yang menusuk hidung ku."


Imbuh Mateow sambil menutup hidung nya.


" Maaf ya ini baby habis buang air kecil dan ...."


Jawab Ina sambil menahan senyum dan melirik ke arah Robert yang sedang mengemudikan mobil.


" Dan di ruang farmasi tidak ada papers jadi mohon maklum ok."


Timpal Robert sambil memberi kode kepada Ina agar tidak mengatakan kejadian sesungguhnya.


" Ok lah, Siapa nama baby itu Ina?"


Tanya Mateow sambil membuka kaca mobil.


" Tidak tau dan tidak sempat terpikir oleh ku Ayah."


Jawab Ina sambil senyum mengelus kepala bayi di pangkuan nya.


" Bagaimana kalau di beri nama Scudetto Sean bagus kan?"


Ucap Robert sambil memegang kaki bayi mungil itu.


" Bagus berati ini putra mu ya Robert? Lalu siapa Ibu nya kan tidak mungkin kamu punya putra tanpa ada Ibu nya?"


Tanya Samuel sambil senyum - senyum kecil.


" Masalah Ibu nya nanti saja di pikirkan setelah kondisi membaik!"


Jawab Robert dengan tegas dan kembali fokus ke depan.


Padahal saat itu Ina akan menjawab bahwa diri nya lah Ibu dari Scudetto Sean namun belum sampai terucap Robert sudah mengatakan seperti itu jadi Ina menahan kata - kata tersebut sedangkan Samuel dan Mateow mengetahui hal itu dan hanya mampu tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang terlihat canggung.


" ROBERT AWAS!"


Teriak Ina sambil memeluk Scudetto erat.


Saat itu tiba - tiba berdatangan para monster dari berbagai sisi mengejar mobil yang mereka tumpangi dan otomatis kepanikan terjadi di dalam mobil dan mereka berusaha mencari jalan agar bisa menghindar dari kejaran para monster yang berjumlah ribuan.


" Robert bawa mobil menuju jalur kanan arah ke stasiun di sana pasti banyak penjaga."


Ucap Mateow memberi instruksi kepada Robert.


" Siap Paman, Ina pegangan!"


Ucap Robert sambil mengganti prosneling mobil mempercepat laju mobil.


" Monster - monster ini semakin menggila Paman apa yang bisa kita laku kan?"


Tanya Samuel yang semakin panik.


" Robert buka cap atas mobil, Muel kamu yang menghalau di atas dan aku yang di samping!"


Jawab Mateow sambil menyerahkan kapak kepada Samuel.


Kemudian mereka berdua beraksi menghabisi para monster satu persatu yang berusaha mendekati mobil hingga mereka sampailah di depan stasiun kereta dan melihat para penjaga yang sudah bersiaga dan mereka pun memberi isyarat lampu kepada para penjaga agar di berikan jalan untuk masuk dan para penjaga itu pun paham dan saat mobil telah masuk para monster itu mendapat berondongan peluru dari para anggota militer.


" Ayo kita segera turun."


Ucap Mateow sambil membuka pintu mobil.


" Akan kemana kah kita, bukan kah kita harus segera pulang Ayah?"


Tanya Ina yang tidak mendapat jawaban dari Mateow.


" Sudah ikuti saja Ayah mu Ina pasti Ia memiliki rencana untuk mengelabui para monster."


Jawab Robert sambil membuka pintu mobil.


Sebenar nya saat itu Mateow mengetahui bahwa Samuel sudah terkontaminasi virus tersebut sebab di saat menghalau para monster Samuel terkena cakar monster tersebut di lengan nya dan Samuel pun mengetahui hal tersebut namun Samuel diam sebab merasa ketakutan yang harus menerima kenyataan bahwa diri nya akan menjadi monster atau dihabisi oleh Mateow.


" Robert di dalam sana ada mini market tidak ya?"


Tanya Ina sambil sedikit berlari mengikuti langkah Robet dan Ayah nya.


" Pasti ada tetapi mau apa kamu tanya kan mini market Ina?"


Jawab Robert dengan pandangan sedikit bingung.


Ucap Ina dengan ekspresi datar.


" Robert dan Ina lewat lah lorong itu dan aku dengan Samuel lewat lorong ini kita bertemu di atas line 4 ok."


Ucap Mateow sambil menarik lengan Samuel memasuki lorong.


" Mengapa kita harus berpencar Paman?"


Tanya Robert yang merasa bingung dengan keputusan Mateow.


Di saat Robert sedang berpikir sejenak sambil melihat ke arah Mateow dan Samuel saat itu Ina melihat mini market yang sedang menyala dan terlihat kosong dengan cepat Ina melangkah masuk ke dalam mini market tersebut untuk mencari kebutuhan baby Scudetto tanpa memberi tau Robert sebab Ina berfikir bahwa Robert pasti melihat posisi diri nya di dalam mini market.


Namun ternyata harapan Ina salah sesaat setelah Ina masuk ke dalam mini market tiba - tiba datang lah segerombolan monster yang di pimpin oleh Robin dan Hendrik berjalan di paling depan dengan pandangan buas menatap ke arah Robert yang sedang terkejut menyaksikan diri nya telah dikepung para monster.


Kemana lagi pergi nya Ina dan putra ku hisss sial aku dikepung mereka sedangkan aku hanya memegang tali tambang ini, Apa yang bisa aku perbuat saat ini dan mengapa kedua monster itu berbeda dengan monster yang lain apakah kedua monster itu pimpinan para monster yang lain?


Bergumam lah dalam hati Robert dengan tatapan panik dan bersiaga sambil berjalan mundur mendekati pintu mini market namun saat Robert benar - benar terdesak oleh para monster itu tiba - tiba terdengar suara letupan senjata dan otomatis para monster itu beralih mengejar asal suara dan meninggal kan Robert yang berfikir sudah berakhir nyawa nya saat itu.


Namun kedua monster yang berbeda itu menunjuk Robert seakan berkata bahwa urusan mereka belum lah selesai saat itu Robert baru saja menyadari bahwa yang di hadapan nya itu tadi adalah Robin yang telah menjadi monster yang selama ini di cari nya agar bisa menyembuhkan Robin dan saat itu Robert mengejar Robin yang sudah menjadi monster.


Sedangkan Ina tidak mengetahui hal tersebut yang di lakukan Ina mengambil semua kebutuhan baby Scudetto dan membuat kan susu di botol untuk persediaan namun dalam hati Ina berfikir mengapa Robert tidak segera masuk kedalam mini market apakah Robert tidak mengetahui diri nya di mini market.


Sedangkan saat ini Felix sudah berada di wilayah selatan di sebuah villa milik nya yang berada di tengah sebuah pulau terpencil dengan beberapa anak buah nya yang masih setia bersama nya dan ternyata di pulau itu Felix bersama putra nya yang menjadi ilmuwan dan mendukung setiap kegiatan Felix.


" Ayah akhir nya tiba juga di villa ini."


Ucap Ronald menyambut Felix dengan senyuman menghiasi wajah nya.


" Iya anak ku, Bagaimana apakah kamu sudah menjalankan perintah Ayah?"


Tanya Felix sambil memeluk Ronald.


" Sudah Ayah dan hasil nya sangat maksimal, Mari Ayah aku tunjuk kan."


Jawab Ronald sambil mempersilahkan Felix menuju kedalam villa.


Sedangkan di stasiun Robert, Samuel dan Mateow di kejar oleh para monster, Saat itu Robert sedikit terkejut melihat Mateow yang sedang menodongkan senjata di kepala Samuel dan Robert yang tidak mengetahui masalah sebenar nya berusaha melerai sambil menarik Samuel dan berteriak kepada Mateow bahwa ada monster telah datang mengejar mereka.


" LEKAS MASUK GERBONG KERETA PAMAN!"


Teriak Robert sambil menarik lengan Samuel memasuki salah satu gerbong kereta sambil berlari.


Setelah mereka masuk kedalam gerbong segera menutup pintu nya saat itu Mateow bertanya kemana Ina dan baby nya mengapa tidak bersama Robert sedangkan Robert berfikir Ina bersama Mateow saat itu kepanikan semakin bertambah dan mereka terpisah sedangkan Samuel mulai merasakan kedinginan dan tenggorokan nya merasa sangat kering.


" Tolong hentikan derita ini segera aku sudah terkontaminasi."


Ucap Samuel sambil memegang pundak Robert.


" Kamu kenapa Muel, Apa yang terjadi pada mu PAMAN JANGAN, DARR!"


Teriak Robert namun seperti nya terlambat sebab Mateow sudah menarik pelatuk nya.


" Robert ayo kita cari Ina dan baby Scudetto sekarang."


Ucap Mateow sambil menarik lengan Robert yang masih syok melihat Samuel meninggal.


Saat itu Ina keluar dari mini market dengan menggendong baby Scudetto mencari keberadaan Robert yang telah menghilang dan Ina mencoba menghubungi ponsel Robert sambil terus berjalan menyusuri stasiun kereta yang sudah kosong dan semua barang - barang berserakan di ruang tunggu.


Benar - benar Ayah mu itu Scudetto main menghilang saja tanpa memberi tahu pergi kemana di pikir nya Ibu tidak takut apa harus berjalan di stasiun yang terbengkalai ini eh tunggu dulu memang nya aku berkata Ibu mu apakah Ayah mu menerima aku sebagai Ibu mu apa tapi is ok lah meski Ayah mu tidak menerima aku sebagai Ibu mu tetap saja kamu putra ku juga sebab jari ku lah yang pertama kali kamu gigit.


Bergumam lah dalam hati Ina sambil terus berjalan menyusuri ruangan dan Ina berniat kembali kedalam mobil untuk meletakkan beberapa barang dan meminta bantuan kepada para penjaga namun ternyata saat itu Robert dan Mateow sedang menahan pintu kaca yang akan di roboh kan oleh para monster.


" Ayah ternyata kalian di sini?"


Ucap Ina dengan panik menyaksikan Mateow dan Robert menahan pintu kaca.


" INA SEGERA BERLARI MENUJU PINTU KELUAR KAMU JUGA ROBERT LINDUNGI INA DAN CUCU KU!"


Teriak Mateow sambil menarik lengan Robert agar berlari.


" Tapi Paman bagaimana dengan Paman?"


Ucap Robert dengan nada panik.


" SEGERA LARI JAGA PUTRI KU, MAAF KAN AYAH INA JAGA SCUDETTO, I LOVE YOU."


Teriak Mateow sambil menarik Robert dan menghadang para monster yang siap mencabik - cabik tubuh nya.


Saat itu Ina tidak mampu berkata - kata lagi air mata pun berlinang tanpa terasa menyaksikan Ayah nya di cabik - cabik oleh ribuan monster, Saat itu Robert segera menarik lengan Ina dan mengajak nya berlari melewati lorong - lorong yang sunyi hanya terdengar raungan para monster yang kelaparan kondisi seperti ini tidak hanya Ina yang merasa sedih.


Bahkan Robert pun merasa sangat sedih sudah kehilangan keluarga nya, istri yang di cintai nya juga semua kawan - kawan nya namun dengan kejadian semua ini Robert di tuntut tetap tegar dan harus fokus dengan tujuan nya untuk menyelamatkan Robin adik nya yang kini sudah menjadi monster.


Bagi Robert tidak ada kata tidak mungkin semua mungkin saja terjadi selama ada usaha dan saat ini Robert dan Ina terus berlari dan berlari dan mencari jalan keluar menghindar dari kejaran para monster yang semakin bertambah banyak sebab monster yang di wilayah utara pun bergabung di pusat kota.


Lalu apa yang akan di perbuat oleh Felix dan Ronald apakah mereka berdua juga akan membuat monster lagi atau kah akan menemukan obat penangkal nya, Bagaimanakah nasib Robert dan Ina bisakah mereka berdua keluar dari stasiun kereta dan kembali ke rumah nya Ina dengan selamat?


Jangan pernah beranjak ikuti terus kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan selalu dukung author agar lebih semangat lagi nulis nya.