
Begitu banyak orang suka meremehkan orang lain hanya karena melihat fisik atau hanya orang tersebut belum menghasilkan sesuatu yang terlihat nyata pasti nya dalam bentuk finansial yang menjadi tolak ukur manusia dalam sebuah kesuksesan, Sehebat apa pun karya mu, Jenius pola pikir mu, Sehebat apa pun penemuan mu tapi bila kamu belum memiliki apa yang disebut kekayaan maka tetap akan di remeh kan dan itu lah rumus dunia.
Begitu pun dengan pola pikir Robin, Hendrik dan Felix demi mendapatkan pengakuan oleh manusia hingga diri nya mengorbankan siapa pun bahkan diri nya pun di korban kan namun tidak bagi Robert, Ina, Ronald dan Rebecca mereka mengorbankan diri nya demi menyelamatkan masyarakat dan negara agar kembali pulih perekonomian masyarakat nya.
Awal nya Robin sangat meremehkan kemampuan Robert dan kawan - kawan nya dan bagi Robin diri nya lah yang terkuat saat ini semenjak diri nya berubah menjadi monster dan menjadi pimpinan nya di mata Robin semua di hadapan nya rendah dan tidak berharga dan saat ini diri nya baru tahu bagaimana kekuatan Robert dan kawan - kawan nya.
Bangsa apa mereka ini mengapa begitu kuat bahkan para monster peliharaan ku dengan mudah nya di gulingkan oleh srigala bodoh ini dan mengapa Ine masih hidup sedang kan jelas - jelas aku sudah membunuh nya saat itu, Aku tidak boleh kalah dengan mereka kawanan mahkluk bodoh ini!
Bergumam lah Robin dalam hati sambil terus melawan Scudetto yang berwujud srigala besar dengan kuku dan taring yang sangat tajam menyerang Robin hingga terpojok di sebuah lorong sebab sesungguhnya Robin berniat melarikan diri dari pertarungan itu karena diri nya melihat para monster pendukung nya banyak yang sudah berjatuhan.
Namun di saat Robin tengah terpojok datang lah Hendrik untuk membantu Robin melawan Scudetto yang semakin brutal menyerang dan tanpa henti mengoyak tubuh monster Robin hingga begitu banyak luka.
" KENAPA KAMU BARU DATANG BODOH SEGERA BANTU AKU UNTUK MEMBUNUH SRIGALA LAKNAT INI!"
Teriak Robin kepada Hendrik yang baru datang dari arah belakang sambil memegang lengan nya yang telah koyak.
" SEBAIK NYA KITA SEGERA MUNDUR JUMLAH KITA SEMAKIN SEDIKIT BANYAK YANG TELAH TEWAS ROBIN!"
Jawab Hendrik dengan mencoba menyerang Scudetto dengan bulu nya yang tajam.
Sedangkan Ina, Ronald, Robert dan Rebecca menyerang dan menghabisi para monster dengan menggunakan alat apa pun yang mereka temukan dan mereka tidak mengetahui bahwa saat ini Scudetto sedang dikeroyok oleh Robin dan Hendrik di sebuah lorong gang.
" Kemana pergi nya iblis itu, Apakah kamu melihat nya Ronald?"
Tanya Rebecca sambil beradu punggung dengan Ronald.
" Aku sedari tadi tidak melihat nya bahkan Scudetto pun tidak terlihat apakah masih berada di atas gedung?"
Jawab Ronald sambil memukul monster yang menyerang nya dengan bertubi - tubi.
Dengan kondisi panik Rebecca mencoba membantu Ina yang sedang dikepung oleh kawanan monster di taman kota sedangkan Robert menghajar para monster di sebuah gedung kosong yang saat itu kawanan monster berusaha kabur dari serangan para srigala buas yang terus menekan mundur mereka sedangkan Ronald berhadapan dengan Felix yang kini juga menjadi monster.
" KALI INI AKU YANG AKAN MEMBALAS KAN KEDUA ORANG TUA KU DAN ABANG KU PADA MU FELIX LAKNAT!"
Teriak Ronald sambil memukul tengkuk Felix yang sudah berwujud monster.
" BERANI KAMU MEMUKUL KU ANAK HARAM!"
Jawab Felix sambil memukul balik wajah Ronald hingga terpelanting.
Saat itu terjadi lah pertarungan antara mereka berdua dengan sengit dan pasti nya Ronald sangat dendam kepada Felix namun di saat mereka sedang bertarung terlihat lah oleh Ronald bahwa Rebecca dan Ina di serang habis - habisan oleh para monster hingga mereka berdua terpojok di sebuah pagar pembatas taman dengan sigap Ronald menendang Felix sekuat mungkin hingga Felix terpental ke sebuah lorong di mana Robin dan Hendrik melawan Scudetto.
" DASAR FELIX BEBAL MENGAPA BARU MUNCUL DIA, SEDANGKAN KITA BERDUA SUDAH KEWALAHAN MELUMPUHKAN SRIGALA LAKNAT INI!"
Teriak Robin sambil mengayunkan kayu balok ke arah kepala Scudetto.
" BEGITU LAH ORANG BODOH, DIA SEDARI TADI PASTI BERSEMBUNYI DI DALAM TONG SAMPAH!"
Jawab Hendrik sambil menendang Scudetto dengan keras hingga Scudetto terlempar ke sebuah tembok.
" Maaf aku baru datang sebab aku menghalau yang di depan!"
Ucap Felix berjalan mendekat ke arah Robin dan Hendrik.
Dengan bersamaan Robin dan Hendrik memukul kepala Felix dengan keras dengan mengucapkan hujatan yang tidak pantas di ucap kan dengan nada penuh amarah ke arah Felix, Saat itu Scudetto sudah kelelahan dan juga luka yang lumayan banyak namun masih mampu bangkit berdiri tegap di hadapan mereka bertiga dengan tatapan yang penuh dendam dan amarah.
" SRIGALA BODOH AKU AKAN MEMBALAS MU YANG WAKTU ITU SUDAH MENGOYAK TUBUH KU!"
Teriak Felix sambil mengacungkan pipa besi ke arah Scudetto.
" PRAK! JANGAN MULUT BESAR SAJA BISA MU MAJU DAN HAJAR SRIGALA ITU!"
Teriak Robin sambil memukul kepala Felix dengan tutup sampah yang terbuat dari plat besi.
" Terlalu banyak bicara mahkluk bebal ini, BRAK!"
Ucap Hendrik sambil menendang punggung Felix lalu melempar tong sampah ke punggung Felix.
Hingga saat itu Felix berhadapan langsung dengan Scudetto dengan jarak yang sangat dekat sedangkan Robin dan Hendrik mencari jalan untuk kabur dari hadapan Scudetto yang semakin buas dan brutal, Sebenar nya ciut juga nyali Felix saat berhadapan langsung seperti itu tetapi mau tidak mau Felix harus tetap maju melawan Scudetto yang sudah berdiri tegap di hadapan nya.
Meski penuh luka di tubuh nya namun Scudetto tidak merasa gentar melihat Felix dengan wujud monster dan membawa potongan pipa besi di saat itu Felix memukul kepala Scudetto dengan sekuat tenaga namun yang terjadi potongan pipa itu terpental dan mengenai punggung Hendrik yang berusaha melarikan diri dan akibat nya Hendrik terjatuh kembali.
" Aduh mental pipa nya, Kena siapa itu tadi mending aku kabur saja dia bukan lawan ku."
Ucap Felix sambil meraih tangga darurat yang berada di sisi tembok.
" FELIX BODOH JANGAN LARI KAMU BANTU AKU!"
Teriak Hendrik sambil melihat kearah Felix yang dengan cepat menaiki tangga darurat.
Saat itu Scudetto hanya melihat ulah Felix yang ketakutan berlari secepat mungkin menaiki tangga darurat sedangkan saat ini yang berhadapan langsung dengan Scudetto adalah Hendrik, Meski dengan gemetar Hendrik harus mampu mengalahkan Scudetto yang semakin kuat meski luka nya lumayan parah.
Di saat seperti itu tiba - tiba terdengar dentuman yang sangat keras dari arah belakang Scudetto dan ternyata dentuman itu berasal dari para pasukan militer yang bergabung membantu Robert dan kawan - kawan nya untuk melumpuhkan para monster, Para anggota militer itu di bawah pimpinan kolonel Ricard.
Ternyata Hendrik memanfaatkan hal tersebut untuk melarikan diri dari hadapan Scudetto yang lengah dan saat melihat mereka bertiga kabur dari hadapan nya Scudetto hanya tersenyum sinis dan berjalan keluar dari lorong berjalan dengan terseok - seok menghampiri Ina dan Rebecca yang saat ini sedikit bisa bernapas sebab gerombolan monster berlari tunggang langgang meninggal kan wilayah pusat kota.
" IBU."
Ucap Scudetto yang berubah wujud menjadi seorang anak kecil yang penuh luka sambil meraih jari Ina yang membelakangi nya.
" SCUDETTO PUTRA KU!"
Teriak Ina dengan terkejut melihat ke arah Scudetto yang sudah terjatuh dengan penuh luka dan berlumuran darah tubuh nya.
Hal tersebut membuat Ina benar - benar terkejut melihat kondisi putra kesayangan nya terluka separah itu bahkan Rebecca pun segera mendekat kepada Ina yang sedang memangku baby Scudetto, Pasti nya Ina dan Rebecca berfikir bahwa baby Scudetto tidak akan tertolong lag nyawa nya sebab luka yang di alami nya saat ini lebih parah dari yang waktu itu di alami nya.
" Mengapa kalian menangis dan itu siapa yang kalian peluk?"
Tanya Ronald sambil berjalan mendekati mereka berdua dan merubah wujud nya menjadi manusia.
" Baby Scudetto, Ronald kita kehilangan dia,"
Jawab Rebecca sambil menangis tersedu - sedu.
" PLAK, Jaga bicara mu putra ku masih hidup bodoh!"
Ucap Ina menampar wajah Rebecca dengan tatapan sedih dan menangis.
" Yang benar Scudetto hidup apa mati, Aku jadi bingung mau menangis atau tertawa kan!"
Ucap Ronald sambil bergantian memandang ke arah Ina dan Rebecca yang sedang menangis.
" Ikuti saja ekspresi kita agar kamu tidak bingung."
Jawab Rebecca sambil menarik lengan Ronald agar duduk.
Kemudian Ronald pun menuruti apa yang di kata kan Rebecca dan diri nya pun menangis begitu keras hingga baby Scudetto membuka mata nya dan berusaha bangkit dari pangkuan Ina dan memukul wajah Ronald dengan telapak tangan nya yang imut dan menggemaskan setelah itu baby Scudetto pun terjatuh lagi dengan lemas di pangkuan Ina.
Sedangkan di balik bak sampah besar Robert menemukan kolonel Ricard dengan nafas yang tidak teratur sedang menyandarkan tubuh nya di sebuah tembok dengan wajah mulai pucat, warna mata yang berubah memerah hal itu membuktikan bahwa kolonel Ricard sudah terkontaminasi virus monster itu.
" Robert jangan takut, kami di pihak mu dan teruskan perjuangan,"
Ucap Kolonel Ricard dengan nada suara terbata - bata.
" Iya Kolonel, Saya tahu anda di pihak kami tapi saat ini kondisi anda sudah terkontaminasi dengan virus itu,"
Jawab Robert dengan tatapan sedih.
" Akhiri penderitaan ku Robert, Ini bawah lah dan katakan kepada kantor pusat bahwa kamu lah yang memimpin pergerakan ini."
Ucap Kolonel Ricard sambil menyerahkan kartu keanggotaan dan surat tugas dari kantor pusat.
" Tapi Kolonel,"
Ucap Robert yang tidak menyelesaikan kalimat nya.
" Laku kan sekarang Robert sebelum semua nya terlambat."
Ucap Kolonel Ricard sambil menyerahkan laras panjang kepada Robert.
Kemudian dengan perasaan sedih Robert pun mengakhiri penderitaan Kolonel Ricard dengan cara melepaskan timah panas tepat di kening nya, Saat itu Ina, Ronald dan Rebecca lumayan terkejut mendengar suara letupan senjata api, Kemudian Ina sambil menggendong baby Scudetto bangkit dari duduk nya dan berjalan mencari di mana asal suara tersebut.
Pasti nya berita di televisi menayangkan kejadian tersebut dan seluruh masyarakat yang menyaksikan hal tersebut melalui layar televisi ikut merasakan kebahagian sebab para monster sudah mampu terusir dari wilayah pusat kota dan semua itu karena kerja keras para kawanan srigala buas yang memenuhi jembatan penghubung kota.
Seluruh masyarakat bersorak sorai menyambut kemenangan team srigala dan untuk mengenang perjuangan para srigala maka dari pemerintahan memberi hari istimewa yang di adakan tiap tanggal 15 dan di sebut sebagai hari WOLF MAN HERO jadi hal itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Ronald, Rebecca dan Robert dan mereka berfikir perjuangan nya tidak sia - sia selama ini.
Dengan langkah pasti mereka berempat berjalan menuju pembatas pusat kota dan mereka di sambut oleh ribuan para warga yang tengah menanti kedatangan dan keberhasilan mereka mengalahkan dan mengusir gerombolan monster dari pusat kota, Tetesan air mata bahagia dan sedih berbaur menjadi satu melihat antusias para masyarakat saat itu.
" Ingat perjuangan kita belum usai masih ada tiga wilayah lagi yang menanti kita,"
Ucap Robert sambil tersenyum melihat ke arah masyarakat.
" Ya benar tiga wilayah lagi semoga tidak separah ini lagi,"
Jawab Ronald sambil memegang telapak tangan Rebecca.
" Maksud mu apa memegang tangan ku Ronald?"
Tanya Rebecca sambil melihat ke arah tangan nya.
" Ops maaf salah pegang,"
Ucap Ronald sambil melepas pegangan tangan nya.
" Kalian sedang membicarakan apa sebenar nya, Apakah kalian tidak berfikir bagaimana dengan putra ku!"
Ucap Ina dengan nada sebal.
" Putra ku ada apa dengan putra ku sayang?"
Tanya Robert sambil melihat wajah Ina.
" PLAK, Sok romantis memanggil ku sayang, Gendong ini putra mu sakit lengan ku,"
Jawab Ina setelah menampar wajah Robert dengan keras.
" Ok memang laki - laki selalu salah di hadapan wanita,"
Ucap Robert sambil mengambil baby Scudetto dari gendongan Ina.
Saat itu baby Scudetto dengan mata terpejam namun bibir nya tersenyum ke arah Ina, Rebecca dan Ronald sambil mengacungkan jari jempol nya menandakan bahwa baby Scudetto mendukung perlakuan Ina kepada Robert maka seketika itu mereka bertiga tertawa lepas melihat ulah baby Scudetto yang tengah di gendong oleh Robert menuju mobil ambulance milik militer.
Seperti nya kali ini mereka meraih kemenangan yang gemilang hingga mendapatkan penghargaan dari pemerintahan pusat lalu bagaimanakah sepak terjang dan perjuangan mereka untuk membebaskan wilayah utara, timur dan selatan yang sampai detik ini masih dalam cengkeraman para monster dan apakah rencana yang akan di buat oleh Robin, Hendrik dan Felix?
Jangan pernah beranjak dari kisah perjuangan mereka dan selalu ikuti sepak terjang mereka dalam merebut wilayah dari para monster hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.