
Seiring berjalan nya waktu seringkali kita berfikir mengapa pertemanan kita semakin sedikit apa yang salah dengan diri kita, Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan diri kita hal itu lumrah dan wajar saja sebab di saat kita semakin bertambah ilmu kita maka kita akan mengutamakan kualitas bukan kuantitas.
Kita akan mampu memilah mana pertemanan yang membawa ke hal positif dan mana pertemanan yang hanya bisa membawa kita ke hal negatif dan sebenar nya saat kita berada di dalam sebuah komunitas yang besar dengan di dalam nya begitu banyak orang kita akan merasa semakin kesepian sebab sudah berbeda server.
Begitu juga yang mereka alami saat ini bukan lain Robert, Ina, Ronald dan Rebecca mereka hanya berempat yang memiliki sebuah misi yang sama untuk membangun wilayah dan negara nya setelah kejadian yang lumayan mampu memporak porandakan perekonomian negara dan semua itu mereka lakukan dengan tulus tanpa ada tapi atau tujuan tertentu kedepan nya.
Malam itu Robert merasakan sangat penat dengan permasalahan mengenai sebuah informasi warga yang telah melihat keberadaan mahkluk yang menyerupai monster di wilayah perbatasan utara tepat nya di sebuah bukit dan Robert mengira mereka para monster sudah di lenyap kan oleh Ine, Ronald, Rebecca dan Scudetto saat itu namun nyata nya ada informasi yang masuk mengenai keberadaan mereka saat ini.
Di sisi lain Rebecca dan Ina merasa cemas dengan apa yang di katakan oleh Scudetto bahwa mahkluk yang ada di dalam gambar nya sudah datang di kota tersebut untuk mengambil nya, Pasti nya semua orang tua akan sangat khawatir saat mendengar anak nya berbicara seperti itu dan sebagai orang tua memiliki kewajiban menjaga dan melindungi anak - anak nya meski mengetahui anak nya memiliki sebuah kelebihan.
" Robert apakah kamu sedang ada masalah?"
Tanya Ina sambil duduk di samping Robert.
" Iya Ina, Para masyarakat melihat monster itu lagi di wilayah perbatasan utara di sebuah bukit,"
Jawab Robert sambil memijat kening nya.
" Berarti benar yang di katakan Scudetto kalau begitu,"
Ucap Rebecca dengan tatapan serius kearah Robert.
" Scudetto berkata apa Rebecca?"
Tanya Ronald dengan tatapan curiga.
" Lihat lah ini Robert, Itu hasil gambar putra mu dan dia mengatakan bahwa mereka sudah ada di kota ini dan akan mengambil Detto,"
Jawab Ina sambil menyerahkan buku gambar milik Scudetto.
" Benar aku pun mendengar nya saat Detto mengatakan hal tersebut kepada Ina,"
Imbuh Rebecca sambil memandang bergantian kearah Robert dan Ronald.
" Sungguh tidak masuk akal, Saat itu kita semua melihat bahwa semua para monster sudah di babat habis oleh Kak Ine dan Mikael lalu mengapa sekarang bisa muncul kembali di kota ini!"
Ucap Ronald dengan nada geram sambil bangkit dari duduk nya sambil sesekali memegang kepala nya.
" Dan lagi selama ini mereka bersembunyi di mana bisa tidak di ketahui sama sekali keberadaan nya?"
Tanya Ina dengan nada khawatir.
" Lalu untuk apa mereka mengambil Detto apakah semua itu hanya agar kita menemui mereka saja atau ada hal lain yang mereka incar?"
Imbuh Rebecca sambil penuh tanda tanya.
" Aku yakin itu pasti Robin, Felix dan Hendrik sebab sebelum kita meninggalkan sarang mereka aku sudah cek semua dan hanya mereka bertiga yang tidak aku temukan jasad nya dalam wujud monster,"
Jawab Ronald dengan penuh keyakinan.
" Siapa pun itu kita tidak bisa memastikan sebab kita sendiri belum melihat bukti dan wujud nyata mahkluk itu jadi saat ini yang utama kita waspada saja tidak perlu khawatir yang berlebihan, Bisa saja masyarakat salah lihat bahwa sebenar nya yang mereka lihat hanyalah gorila yang sedang berburu bukan lah monster,"
Ucap Robert mencoba menenangkan semua nya.
" Lalu bagaimana dengan gambar di buku itu yang di buat oleh Detto, Apakah kamu beranggapan salah juga?"
Tanya Ina yang mulai merasa sebal dengan Robert.
" Aku tidak mengatakan hal itu salah tapi kita juga harus sadar saat ini Detto berusia berapa dan bisa jadi itu yang berada dalam imajinasi nya yang di tuangkan dalam sebuah gambar,"
Jawab Robert sambil memegang buku gambar Scudetto lalu meletakkan di atas meja kemudian Robert melangkah kaki nya menuju dapur.
" Oh my good come on Robert buka mata mu putra my itu bukan umum nya manusia!"
Ucap Ina yang semakin geram dan mengejar Robert menuju dapur.
" Susah sekali berbicara dengan manusia yang terlalu logika!"
Ucap Ronald dengan nada geram lalu keluar menuju teras yang di ikuti oleh Rebecca.
Kemudian mereka pun mencoba tenang meski rasa khawatir itu cukup mengganggu pikiran dan hati mereka dan Ina mencoba menyadarkan Robert siapa sebenar nya mereka semua dan siapa sebenar nya Scudetto yang memang bukan lah umum nya anak - anak seusia nya, Di sisi lain Robert mencoba menerima semua ucapan Ina dan laporan yang masuk kepada nya mengenai mahkluk yang di curigai adalah monster.
Sedangkan Robin, Hendrik, Felix dan Clark sedang berjalan mengitari wilayah sambil mencari di mana kini Robert dan lain nya bertempat tinggal sambil mereka membicarakan apa yang akan mereka lakukan kepada Scudetto bila bertemu apakah langsung membawa nya atau kah memata - matai gerak gerik nya dan siapa saja yang berada bersama Scudetto.
" Aku yakin kini bayi itu sudah besar dan kita harus lebih waspada menghadapi nya,"
Ucap Robin sambil menyusuri trotoar jalanan.
" Pasti lah sudah besar kita saja semakin tua, Untung saja kita di bantu dengan ilmu mistik milik Clark jadi saat ini kita masih terlihat mudah,"
Jawab Felix sambil berjalan di samping Robin.
" Hal itu tidak perlu kamu bicarakan bodoh kita semua juga tahu kalau kita semakin tua, PLAK!"
" Felix ... Felix lebih baik kamu diam dari pada kepala mu hancur terkena pukulan terus menerus,"
Ucap Clark yang diiringi tawa lepas melihat Felix yang selalu terkena pukulan.
" Dengar itu apa yang di katakan Clark, Lagi pula setiap jawaban mu membuat emosi saja Felix,"
Imbuh Hendrik sambil menertawakan Felix.
" Bagaimana kalau kita mendekati anak itu di saat sedang bermain di taman dan kita mencoba mengajak nya bermain agar anak itu tidak merasa takut dengan kita?"
Tanya Robin yang merencanakan mendekati Scudetto.
" Kalian saja yang mengajak nya bermain, Dulu aku pernah mengajak nya bermain hingga koyak tubuh ku,"
Jawab Felix sambil berlari menjauh dari mereka bertiga.
" Dasar Felix gila, Makin parah saja kegilaan nya mana mungkin seorang anak kecil bisa mengoyak tubuh kita."
Ucap Clark sambil senyum sinis melihat Felix yang berlari tunggang langgang bersembunyi di dalam bak sampah besar.
Malam pun semakin larut dan Ina, Rebecca dan Ronald telah masuk ke kamar masing - masing hanya tertinggal Robert yang duduk di teras rumah nya sambil memandangi langit yang saat itu lumayan cerah dan penuh dengan bintang bertaburan sambil dalam hati nya bergumam masih memikirkan ucapan Ina dan Rebecca yang bagi nya itu sangat bersangkutan dengan informasi warga dan di sisi lain Robert juga jadi teringat dengan Ine dan Mikael, Putra nya yang tidak di kenal nya selama ini.
Siapakah sebenar nya Mikael dan siapa lelaki muda yang saat itu memanggil ku Ayah dan memanggil Ine dengan sebutan Ibu apakah dia putra ku juga tapi bila benar dia putra ku selama ini dimana dia mengapa aku melihat nya setelah diri nya sudah dewasa lalu mengapa Ine tidak berkata apa - apa mengenai pemuda itu pada ku dan siapa mahkluk yang di anggap monster itu oleh para masyarakat apakah benar yang di ucapkan Scudetto?
Bergumam lah Robert dalam hati nya dengan berbagai macam pertanyaan silih berganti yang belum di temukan jawaban pasti nya hingga hal itu tidak mampu membuat diri nya memejamkan mata nya hingga datang lah Ine menemui Robert setelah sekian lama menghilang dari kehidupan Robert dan pasti nya menghilang nya Ine di karena kan sakit hati dengan perkataan Robert saat itu.
" Sayang mengapa kamu belum beristirahat sedangkan malam semakin larut,"
Ucap Ine sambil duduk di sebuah bangku rotan tepat di belakang Robert yang sedang berdiri.
" Sayang, Kemana saja kamu selama ini mengapa kamu baru datang saat ini?"
Tanya Robert sambil membalikkan badan nya dan mendekati Ine.
" Untuk apa aku menemui mu sedangkan kamu sudah tidak membutuhkan ku lagi dan kamu mampu menyelesaikan semua nya tanpa ada nya diri ku,"
Jawab Ine dengan nada darat dan melepaskan pegangan tangan Robert.
" Tolong jangan salah sangka dengan ucapan ku semua itu demi kebaikan mu agar kamu tidak terikat dengan balas dendam yang tidak berkesudahan,"
Ucap Robert mencoba menjelaskan maksud ucapan nya saat itu.
" Tenang saja sayang aku sudah memahami semua ucapan mu dan bahkan putra mu sendiri sudah memaklumi semua sikap dan perkataan mu padaku saat itu,"
Ucap Ine dengan mencoba tersenyum meski di sorot mata nya masih menyisakan amarah.
" Putra ku, Siapa maksud mu sayang dan putra ku dari mana mengapa kamu baru mengatakan mengenai putra ku saat ini?"
Tanya Robert dengan tatapan bingung.
Kemudian Ine pun menjelaskan bahwa Mikael adalah putra mereka berdua yang saat itu Ine mengandung berusia empat bulan dan harus meregang nyawa nya di tangan Robin adik ipar nya sendiri dan akhir nya Mikael hidup lah di dimensi lain bersama Ine dan Rowdi sebagai Kakek nya dan hal itulah yang membuat Ine sangat dendam kepada Robin sebab dia lah yang membuat Mikael tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah bahkan kini Ayah kandung nya sendiri tidak mengenali putra nya hati Ibu mana yang tidak sedih melihat sebuah kenyataan seperti itu.
Malam itu lah Robert baru mengetahui bahwa Mikael adalah putra nya dan pasti nya Robert sangat menyesal sebab baru mengetahui kebenaran nya dan saat ini Ine mengatakan bahwa para monster itu muncul kembali dengan wujud yang berbeda namun dengan tujuan apa mereka muncul kembali Ine tidak mengetahui nya hanya Ine berkata bahwa agar semua lebih waspada sebab belum mengetahui dengan pasti apa tujuan mereka hingga merubah wujud mereka menjadi sama dengan manusia hanya bola mata mereka yang membedakan lebih berwarna coklat pekat.
Dengan pernyataan Ine tersebut semakin Robert penasaran dengan mahkluk yang di prediksi itu adalah monster dan Ine mengatakan bahwa para monster itu merubah wujud nya seperti manusia dan Robert pun mengaitkan dengan apa yang sudah di katakan Ina dan Rebecca mengenai Scudetto tapi untuk apa mereka mengambil Scudetto rencana apa lagi yang sedang mereka mainkan.
Tanpa terasa pagi pun tiba dan seperti biasa seisi rumah menjalankan aktifitas nya hanya Robert yang semalaman tidak tidur hingga pagi ini wajah nya terlihat kusam sebab kurang beristirahat dan Robert memutuskan untuk tidak masuk kerja hari ini sebab pikiran nya sedang kacau dan Robert berencana mengajak Scudetto bermain di taman setelah mengantar Ina, Rebecca dan Ronald ke toko mereka masing - masing.
" Robert apakah diri mu tidak pergi ke kantor?"
Tanya Ina sambil meletakkan segelas susu hangat di atas meja untuk Robert dan Scudetto.
" Tidak seperti nya aku butuh refreshing terlalu penat pikiran ku,"
Jawab Robert sambil menikmati susu di hadapan nya.
" Kalau begitu hari ini kamu yang menjaga Detto dengan full ya, Sebab aku dan Rebecca akan mengerjakan pesanan yang diambil jam 2 siang,"
Ucap Ina sambil senyum menyenggol lengan Rebecca yang sedang membuat nasi goreng seafood pagi ini pesanan Ronald.
Saat itu Robert tidak menjawab sepatah kata pun hanya mengangguk lalu menyuapi Scudetto roti dan sup di hadapan nya dengan perlahan sedangkan pagi ini Scudetto terlihat sangat gelisah dan pandangan mata nya selalu tertuju ke jendela dapur juga pintu dapur hal itu membuat Ronald merasa curiga hingga akhir nya Ronald memutuskan untuk melihat ada apa sebenar nya di balik dinding dapur hingga Scudetto selalu memandang kearah tersebut.
Dan ternyata benar saja saat Ronald membuka pintu dapur dan menoleh ke sebelah kanan di samping bak sampah ada seseorang yang sedang tidur di sana dengan lelap nya, Awal nya Ronald berfikir bahwa itu hanya seseorang yang tidak memiliki tempat tinggal atau hanya lah seorang pemulung namun ternyata Rebecca mengenal sosok tersebut dan Rebecca berkata dia adalah Firman seorang anak lelaki kecil yang kemaren malam telah di tolong nya dari para berandal.
Lalu apa yang akan di lakukan oleh Ronald, Robert dan Ina mengenai kehadiran Firman yang sesungguhnya itu adalah Felix musuh besar Ine selama ini apakah mereka mengijinkan Firman untuk tinggal bersama mereka ataukah Robert mengetahui siapa sebenar nya Firman dan bagaimana nasib Firman selanjutnya di tangan mereka apakah akan bernasib sama seperti dahulu?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua yang ada hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukun author agar semangat nulis nya.