I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 44 . GAYA HIDUP



Setiap manusia memiliki gaya hidup masing - masing ada yang high class, sederhana bahkan ada juga yang sangat sederhana semua itu tergantung kemampuan dan sudut pandang masing - masing individu, Ada yang hidup nya sederhana dan bahagia namun ada juga yang kaya raya malah stress inti nya jangan pernah mau di jadikan budak uang agar tidak stress.


Saat ini kita akan melihat pola hidup manusia yang di perbudakan oleh uang dan ambisi nya sendiri sehingga hilang lah rasa bersyukur dan kasih dalam hati nya bukan lain adalah Felix dan mengapa dia begitu berambisi menaklukkan dunia dengan cara nya hingga begitu banyak korban berjatuhan.


Dan mengapa dia begitu tega memanfaatkan Vico dan Ronald anak nya sendiri demi ambisi nya tercapai ada apa di balik semua itu sebab kita semua tahu bahwa binatang pun tidak akan memangsa anak nya namun mengapa Felix bersikap demikian kepada anak nya sendiri mari kita temukan jawaban nya di pagi ini.


" Selamat pagi Kak,"


Sapa Vico kepada Ina yang sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi.


" Pagi juga Co, apa Robert belum bangun?"


Jawab Ina sambil mengangkat botol susu setelah di sterilisasi.


" Aku tidak tau dia pergi kemana sebab saat aku bangun dia sudah tidak ada di kamar."


Jawab Vico sambil membuka pintu kulkas.


" Pasti dia sedang berkeliling komplek, Co tolong ambil kan daging itu,"


Pinta Ina yang berfikir akan membuat sup pagi ini.


" Hilang!"


Jawab Vico sambil mencoba mencari dalam freezer.


" Ha? Bagaimana mungkin bisa hilang kan kemaren aku yang memisahkan daging itu?"


Tanya Ina dengan nada terkejut dan tatapan heran.


" Sudah lah biar ku beli sebentar di market depan Kak,"


Jawab Vico sambil menutup pintu kulkas.


" Oh ya Co tolong sekalian beli kan susu untuk baby Scudetto ya,"


Ucap Ina sambil meletakkan panci berisi air di atas kompor.


" Ok Kak."


Ucap Vico sambil melangkah pergi menuju market.


Saat itu Ina sempat berfikir apakah daging segar itu di ambil oleh Robert sebab bagaimana pun juga naluri srigala memakan daging segar dan saat Ina masih berfikir mengenai daging segar yang menghilang begitu saja datang lah Robert sambil menggendong baby Scudetto.


" Sedang memasak apa Ina?"


Tanya Robert dengan senyuman menghiasi wajah nya.


" Akan masak sup tapi daging nya hilang, Apakah kamu yang sudah mengambil nya?"


Jawab Ina yang berbalik bertanya.


" Bila kamu tau mengapa harus bertanya, Ina semalam Adik nya Vico menelpon dan meminta nya untuk pulang pagi ini."


Ucap Robert sambil duduk di bangku meja makan.


" Lalu apakah kamu juga ikut Robert?"


Jawab Ina sambil mengupas wortel.


" Tidak tau bagaimana nanti saja, mana susu untuk Scudetto seperti nya sudah lapar dia?"


Tanya Robert sambil bangkit dari duduk nya.


" Robert kapan kamu ada waktu sebab ada yang ingin aku bicarakan dengan mu,"


Ucap Ina sambil membuatkan susu baby Scudetto.


" Sekarang juga bisa, Ada hal penting kah?"


Tanya Robert sambil berdiri di belakang Ina.


" Iya bahkan sangat penting."


Jawab Ina sambil menyerahkan botol susu ke Robert.


" Kak ini daging dan susu nya,"


Ucap Vico sambil berjalan memasuki dapur.


" Ok Co thanks bantuan nya, Oh iya Co apakah nanti kamu akan pergi ke rumah mu bersama Robert?"


Tanya Ina sambil membuka kantong di hadapan nya.


" Pasti Kak kan aku akan berbicara dengan Ayah dan Adik ku jadi biar Robert yang mengambil zat itu di ruang laboratorium milik Ronald,"


Jawab Vico sambil membuat kopi.


" Baik lah kalau begitu sekarang kamu lanjut kan masak sup sebentar sebab aku dan Robert akan keluar membeli sesuatu dan maaf aku pinjam mobil mu."


Ucap Ina sambil mengikat rambut nya berjalan menuju kamar nya untuk mengambil jaket.


Saat itu Robert dan Vico saling pandang dengan tatapan wajah bingung dengan sikap Ina dan Vico berfikir bahwa Ina akan membeli keperluan baby Scudetto sedangkan Robert berfikir bahwa Ina menemukan sesuatu sehingga tidak mungkin berbicara di depan Vico namun entah tentang hal apa.


Tidak lama kemudian Ina pun mengajak Robert untuk mengantar nya dengan menggunakan mobil milik Vico dan Robert pun mengikuti kemauan Ina, Setelah itu mereka berdua menuju sebuah taman yang terletak tidak jauh dari stasiun dan Ina meminta Robert untuk turun dari mobil dan mengajak nya duduk di sebuah taman.


" Apa yang sebenar nya ingin kamu bicarakan Ina?"


Tanya Robert dengan tatapan curiga.


" Robert kamu lihat ini lalu ini juga,"


Jawab Ina sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tas nya.


" Kamu mendapat kan ini dari mana?"


Tanya Robert sambil membaca tulisan di selembar kertas.


" Dari lemari, dan ternyata Vico lah penemu pertama kali virus itu lalu di kembangkan oleh Felix Ayah nya memakai jasa profesor Leon."


Jawab Ina dengan tatapan serius.


" Lalu ini mengapa ada dua nama yang berbeda antara akta lahir dan piagam kelulusan?"


Tanya Robert sambil bergantian memandang lembaran kertas di tangan nya.


Ucap Ina sambil mengayun Scudetto.


" Ok paham aku sekarang mengapa Vico keluar dari rumah dan memilih bekerja jadi seorang masinis meskipun awal nya dia seorang ilmuwan atau peneliti."


Ucap Robert sambil merapikan kertas di tangan nya.


" Dan satu lagi Robert, Coba kamu perhatikan saat kita di serang monster di stasiun pusat kota mengapa para monster itu tidak mengejar Vico tetapi kamu yang di kejar dan aku lihat begitu banyak lotion anti nyamuk di ruang masinis."


Ucap Ina yang menaruh curiga.


" Maksud kamu monster itu bisa dikelabui dengan lotion anti nyamuk begitu?"


Tanya Robert dengan tatapan serius.


" Bukan begitu maksud ku, Aku berfikir sebenar nya Vico tahu zat apa untuk melumpuhkan para monster itu namun dia selama ini mencoba mengelabui kita Robert."


Jawab Ina dengan nada tegas.


" Benarkah begitu Ina, Berarti dugaan ku benar bila Vico bersikap baik kepada kita ada maksud terselubung begitu kah Ina?"


Tanya Robert dengan wajah serius.


" Tidak bisa di pastikan juga yang pasti kita harus tetap waspada Robert sebab dalam kondisi seperti ini kita tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan."


Jawab Ina sambil mengajak Robert kembali masuk mobil untuk menuju pulang.


Saat itu Robert dan Ina bagaikan sedang berdiri di ujung tanduk salah melangkah maka habis lah mereka sebab sesungguhnya mereka berdua masih menerka - nerka bagaimana pribadi Vico sebenar nya sedangkan mereka tahu bagaimana watak Felix meski pun Vico bukan lah anak kandung Felix melainkan anak tiri Felix.


Sedangkan pagi ini Felix sedang berada di ruang kerja nya dan merangkai semua mimpi dan ambisi nya yang membuat nya lupa bahwa masih ada Tuhan yang maha mengetahui namun seperti nya Felix ingin mengganti kan Tuhan agar diri nya lah yang di agungkan oleh ciptaan nya yaitu para monster.


Aku sungguh bersyukur dengan kecerdasan ku dulu mampu memikat janda yang kaya raya hingga saat ini aku bisa mewujudkan impian ku menjadi penguasa di seluruh dunia bahkan kedua putra tiri ku yang bodoh itu bisa aku lenyap kan juga agar mereka bisa berkumpul di alam sana dan tidak menjadi penghalang ku lagi tapi yang pertama harus aku singkirkan adalah Vico yang sudah berani melawan perintah ku sebab bila tidak dia akan menjadi bom waktu dalam hidup ku.


Bergumam lah dalam hati Felix dengan sesekali senyum sinis sambil memandang foto diri nya bersama mendiang istri nya dan kedua anak tiri nya sewaktu kecil dan beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan di pintu dan ternyata bukan lain Ronald lah yang mengetuk.


" Masuk."


Ucap Felix sambil meletakkan figure foto.


" Ayah sedang apa dari tadi aku sudah menunggu mu di meja makan,"


Ucap Ronald sambil berjalan menghampiri Felix yang duduk di kursi.


" Ayah sedang mengenang Ibu kalian dan Ayah rindu masa - masa dulu waktu kita masih bersama kalian masih kecil - kecil selalu memanggil Ayah tapi kalian kini telah dewasa dan melupakan Ayah yang semakin tua,"


Ucap Felix dengan memasang wajah sedih yang penuh kepura - puraan.


" Come on Ayah jangan berbicara seperti itu sampai kapan pun aku dan Vico sayang dengan Ayah hanya mungkin Abang sedang salah sangka saja kepada Ayah,"


Rayu Ronald agar Felix tidak sedih.


" Mungkin benar seperti itu Ronald, Baiklah mari kita sarapan setelah itu Ayah ingin melihat hasil riset mu."


Ucap Felix sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu yang di ikuti oleh Ronald.


Sungguh licik Felix bahkan anak tiri nya pun terkena tipu daya nya gaya hidup Felix yang high class membuat diri nya semakin terobsesi dan berambisi menjadi seorang penguasa dengan menghalalkan segala cara berbeda dengan Vico yang memilih hidup sederhana dan melepas semua harta peninggalan milik orang tua nya dan lebih memilih bekerja menjadi seorang masinis kereta.


Saat ini Robert dan Ina baru saja tiba di rumah Vico dan saat itu Vico baru saja selesai masak sup nya, Robert dan Ina sepakat mengatakan mereka berdua baru saja dari klinik untuk imunisasi baby Scudetto dan seperti nya Vico tidak mempermasalahkan hal itu.


" Co maaf ya kami keluar agak lama."


Ucap Robert sambil menyerahkan kunci mobil kepadq Vico.


" Hai sudah kembali kalian, Ok santai saja memang dari mana kalian berdua?"


Tanya Vico sambil melanjutkan mencuci peralatan setelah di gunakan untuk memasak sup.


" Kami dari klinik untuk memberi imunisasi baby Scudetto, Apakah masih ada yang perlu aku bantu Co?"


Jawab Ina sambil berjalan mendekati Vico.


" Bila Kakak tidak lelah tolong siap kan untuk kita sarapan bersama dan pasti nya kalian juga lapar kan?"


Canda Vico sambil membilas beberapa peralatan dengan air bersih.


" Ok lah bila begitu, Robert tolong bawa baby Scudetto dan tas ku ke kamar."


Ucap Ina sambil menyerahkan Scudetto kepada Robert.


Setelah itu Ina pun membantu Vico untuk menyiapkan sarapan pagi itu sambil mereka berbincang ringan mengenai masakan yang telah di masak oleh Vico dan ternyata Vico lupa memasukkan penyedap rasa hingga bagi Ina rasa masakan Vico sedikit aneh dan tidak lama kemudian mereka pun sarapan bersama selayaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia.


Aku tidak ada firasat sama sekali apakah nanti akan berjalan lancar atau malah sebaliknya sebab aku tahu betul bagaimana watak Ayah tiri ku yang serakah dan licik itu bahkan aku juga tahu bahwa sebenar nya Ibu ku meninggal bukan karena kecelakan namun karena unsur kesengajaan dari Ayah tiri ku.


Bergumam lah dalam hati Vico sambil menyeka air mata nya yang tanpa terasa sudah membasahi pipi nya saat itu Robert dan Ina merasa bingung dengan sikap Vico yang tanpa sebab tiba - tiba menangis.


" Co mengapa kamu menangis, Apakah ada masalah?"


Tanya Ina sambil menatap wajah Vico.


" Aku hanya teringat almarhum Ibu ku, dulu Ibu ku suka membuatkan ku sup daging favorit ku."


Jawab Vico sambil menyeka air mata nya dan mencoba tabah menghadapi semua yang telah terjadi.


" Co semua itu akan sendiri tidak mungkin kita akan selama nya dengan orang tua kita atau pun orang yang paling kita sayang sekali pun, Sudah menjadi rumus kehidupan meninggal kan dan di tinggalkan semua hanya tinggal tunggu waktu nya saja."


Ucap Robert mencoba memberi pengertian kepada Vico.


" Bersyukur kamu Co masih memiliki Ayah dan Adik sedangkan kami berdua sudah tidak memiliki siapa - siapa lagi, Saat ini hanya baby Scudetto yang kita miliki."


Timpal Ina sambil menikmati sup di hadapan nya.


" Benar saat ini aku sangat bersyukur bisa berjumpa dengan kalian orang - orang baik yang sangat luar biasa dan aku merasa saat ini kalian lah keluarga ku bukan Ayah tiri dan Adik ku lagi,"


Ucap Vico sambil memegang lengan Robert dan Ina dengan senyuman yang tulus.


Saat itu Robert dan Ina saling pandang dan mencoba mengangguk dan tersenyum kepada Vico untuk memberi ketenangan kepada Vico yang sebenar nya diri nya terpuruk dalam masalah keluarga nya namun selama ini selalu di pendam sendiri tanpa ada satu orang pun yang tahu tentang apa yang di rasakan nya.


Waktu pun terus berjalan dan kini saat nya Robert dan Vico menuju villa di mana Felix dan Ronald berada saat itu sebenar nya Ina sangat mengkhawatirkan mereka berdua namun Robert selalu meyakinkan Ina bahwa semua akan baik - baik saja dan Vico berpesan bila ada yang mengetuk pintu dan tidak di kenal jangan di buka kan pintu melainkan segera masuk ruang gudang bawah tanah tunggu sampai kita kembali.


Seperti nya Vico lebih waspada lagi dan di situ Vico menunjukkan sikap benar - benar menganggap mereka berdua adalah saudara nya bukan lagi orang lain kasih sayang dalam hati Vico lah yang berjalan, Lalu apakah yang akan mereka berdua hadapi sesampai nya di villa Felix dan apakah Ina dan baby Scudetto baik - baik saja selama di tinggal pergi oleh Robert dan Vico?


Jangan pernah beranjak dari novel I'M A WOLF MAN dan ikuti kisah mereka semua hingga akhir petualangan mereka dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.