I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 31 . JANGAN KHAWATIR DENGAN MASA DEPAN



Di jaman pandemi seperti saat ini kita pasti diliputi rasa insecure tentang masa depan utama nya anak - anak muda namun selalu ingat lah Tuhan dan gali dan per tajam potensi yang sudah di berikan Tuhan dalam hidup kita dan ubah insecure menjadi secure ketidak tenang an menjadi ucapan syukur.


Semua harus berubah bila kita ingin berubah mulai dari sudut pandang kita hingga prilaku kita dan yang utama adalah bagaimana agar kita bisa mengembangkan potensi dalam diri kita sejalan dengan keinginan Tuhan sebab bila potensi dalam diri itu berasal dari Tuhan dan pasti Tuhan akan membuka jalan juga mengirimkan penolong dalam hidup kita jadi sekali lagi jangan pernah khawatir dengan masa depan sebab semua sudah ada di dalam pengaturan Tuhan cukup kita berusaha mengembangkan potensi yang ada dalam diri dan mempertajam nya.


Begitu juga dengan yang di alami oleh Robert saat ini pasti nya Robert akan khawatir dengan masa depan nya bagaimana tidak posisi nya saat ini sungguh di titik terendah orang yang di kasihi nya telah pergi untuk selama - lama nya dan diri nya di hadap kan dengan situasi yang sangat pelik harus menghadapi para monster dan lebih parah nya monster itu adalah adik nya sendiri yang selama ini mengincar keselamatan nya.


Namun Robert memiliki keyakinan yang tidak tergoyah kan yaitu selama diri nya beserta Tuhan semua pasti bisa di lalui dan keselamatan akan berserta nya setelah melalui serangkaian masalah beberapa hari yang lalu Robert menyadari diri nya harus segera menuju ke wilayah utara dan pasti nya Robert masuk ke kandang monster yang sudah menanti nya untuk menghabisi nya lalu bagaimana respon dari kawan - kawan nya mari kita tilik bersama.


Pagi ini Robert sudah bersiap - siap untuk menuju wilayah utara namun ada beberapa kawan nya yang masih tertidur lelap sebab merasa sangat letih dan Robert hanya tersenyum menyaksikan hal tersebut lalu diri nya menuju ke dapur untuk membuat sarapan saat itu memori nya membawa nya kembali mengingat istri nya dan segera ia alih kan.


" Robert akan pergi kemana diri mu pagi - pagi sudah rapi?"


Tanya Mateow sambil berjalan mengambil gelas lalu menuangkan air.


" Kita semua harus bersiap menuju ke wilayah utara sebab kita tidak mungkin terus bertahan dan bersembunyi di wilayah ini."


Jawab Robert sambil meletakkan roti bakar di piring.


" Apakah kamu yakin sedangkan luka mu belum sembuh betul apakah tidak sebaik nya kita menunggu beberapa hari lagi hingga luka mu benar - benar membaik?"


Tanya Matrow dengan tatapan serius.


" Paman semua pasokan makanan berasal dari pusat dan pasti melalui wilayah utara bila menuju kemari lalu bila wilayah utara seperti ini sampai kapan mereka yang di luar sana bertahan hidup sedangkan pasokan makanan mereka semakin menipis."


Jawab Robert sambil menyodorkan piring berisi roti bakar keju ke hadapan Mateow.


" Benar juga ucapan mu Robert baik lah bila begitu setelah ini akan ku bangun kan yang lain untuk bersiap - siap."


Ucap Mateow sambil melahap roti bakar di hadapan nya.


Saat itu di wilayah utara sudah benar - benar menjadi kota yang terbengkalai suasana mengerikan yang terasa di sana dan di saat seperti itu Felix dan Williams serta beberapa anggota yang bisa lolos dari terkaman Robin yang sudah jadi monster berlari menuju rumah Felix semua mereka berkumpul di sana dan menjadikan ruang bawah tanah sebagai laboratorium untuk mencari penjinak dan pengendali monster.


Dengan tujuan hanya Felix dan Williams lah yang bisa mengendalikan monster - monster yang semakin mengganas sebab kini Robin dan Hendrik lah yang menjadi pimpinan para monster yang lain saat ini dan berkeliaran di setiap ujung wilayah utara yang sudah terisolasi dan tertutup dengan pagar berduri.


" Prof segera temukan zat untuk mengendalikan para monster itu dan aku tidak mau tahu segera temukan bila tidak maka jangan salah kan aku bertindak nekat."


Ucap Felix dengan nada panik.


" Tuan tidak mungkin saya bisa menemukan pengendali semua monster itu dalam waktu cepat sedangkan semua peralatan sudah habis terbakar di laboratorium saat itu."


Kilah Profesor dengan nada memelas.


" Hai bodoh gunakan alat yang ada kan kamu Profesor masak harus aku ajari cara bekerja ... PLAK!"


Ucap Felix dengan penuh emosi menampar wajah Profesor yang berdiri di hadapan nya.


" Tuan tenang lah jangan khawatir berlebihan saat ini bukan lah menemukan zat pengendali yang utama tapi bagaimana kita bisa mencapai pusat kota dan bisa melepaskan kedua monster yang terkuat di pusat kota agar kita bisa mengusai pusat kota."


Ucap Williams sambil memegang lengan Felix.


" Bagus juga ide mu Williams tidak rugi aku memakai mu ternyata encer juga pikiran mu."


Puji Felix kepada Williams yang telah mendukung nya selama ini.


Kemudian Felix memerintahkan Williams untuk menghubungi di kantor pusat di mana Williams bekerja untuk meminta bantuan di kirim helikopter demi menyelamatkan mereka semua yang lolos dari cengkeraman monster yang semakin bertambah banyak di wilayah utara dan pasti nya Williams di pandang jadi pahlawan di kantor nya sebab mampu menyelamatkan beberapa orang di wilayah utara pikir Williams.


Sedangkan dari kantor pusat sudah menerima data lengkap apa yang sebenar nya terjadi di wilayah utara dari laporan Mateow dan Robert pasti nya orang kantor pusat lebih mendengarkan informasi yang di berikan mereka berdua di banding dari Williams yang sebenar nya sedari dulu sudah di curigai oleh petinggi kantor.


Waktu terus berjalan kini saat nya rombongan Robert pergi menuju utara untuk membasmi para monster dan pasti nya Robert akan mencari Robin di tengah sekumpulan monster yang ganas itu bila seperti itu apakah yang berjalan dalam diri Robert logika kah atau iman kah sebab bila hanya mengandalkan kuat diri nya niscaya Robert akan habis di lahap para monster itu.


Di sisi lain pusat kota mulai dihebohkan dengan pemberitaan di televisi yang mengatakan bahwa di wilayah utara ada bermunculan monster yang sangat ganas dan saat ini para profesor ahli sedang berusaha keras mencari penawar untuk para monster tersebut dan di wilayah utara terdeteksi masih ada manusia yang selamat dan kebetulan sekali pihak militer pusat menyerahkan tanggung jawab penuh penelitian ini kepada Ina Del Eros.


" Nona Ina bagaimana hasil penelitian apakah sudah di temukan suatu zat untuk melumpuhkan para monster itu?"


Tanya Jendral Jacob dengan serius di ruangan meeting.


" Bagaimana kita bisa menemukan penawar nya atau zat yang mampu untuk melumpuhkan monster tersebut sedangkan kita tidak memiliki sample dari monster tersebut dan pasti nya kita tidak bisa hanya menduga - duga semua harus pasti."


Jawab Ina dengan tegas.


" Apakah harus menunggu lebih banyak korban berjatuhan baru anda bisa menemukan penawar nya Nona Ina yang saya butuhkan hasil bukan omong kosong!"


Ucap Jendral Jacob dengan nada emosi.


" Baik Tuan akan saya usaha kan secepat nya."


Ucap Ina dengan nada panik.


Saat itu posisi kantor pusat dan ruang laboratorium sangat sibuk di karena pemberitaan di televisi dan pasti nya hal itu membuat resah para warga masyarakat dan pasti nya mereka sangat ketakutan bila monster itu bisa sampai di kota dan membuat kegaduhan di tambah lagi Jendral Jakob sangat mengkhawatirkan keadaan team ujung tombak yang hanya berjumlah 8 orang serta Kolonel Mateow yang berusaha bertahan di situasi seperti itu pasti nya semua orang akan panik.


Ucap Robert sambil turun dari motor sport nya.


" Lalu apa yang harus kita perbuat sedangkan jumlah kita kalah banyak?"


Tanya Samuel sambil meletakkan helm nya.


" Benar tidak mungkin kita melakukan hal seperti saat itu pasti nya kita akan kalah dengan mereka."


Imbuh Saulus dengan serius.


" Kalian masih ingat kan siapa kita semua?"


Tanya Robert sambil senyum dan berbalik meninggal kan mereka setelah tiga langkah wujud Robert berubah menjadi seekor srigala hitam.


" Benar - benar jenius monster berhadapan dengan srigala ok lah aku salut dengan ide mu."


Jawab Mateow dengan senyum bangga dan mengikuti ide Robert.


Saat itu ke sembilan srigala hitam yang besar telah memasuki gerbang pembatas wilayah utara dan ternyata benar jumlah mereka semakin banyak dan mereka para monster tidak menghiraukan sekumpulan srigala yang sedang berjalan di tengah para monster tersebut jadi mereka bisa aman untuk sampai di sebuah gedung yang telah kosong sebab penghuni nya sudah menjadi monster semua saat ini dan bagi sekumpulan srigala itu tempat itu lah yang paling aman untuk saat ini sedangkan Ina di laboratorium pusat kota benar - benar stress sebab telepon nya tidak di terima oleh Kolonel Mateow.


Kemana lagi pergi nya Ayah ini sejak pagi ponsel nya tidak aktif ya Tuhan lindungi lah Ayah ku yang sedang bertugas di sana semoga dia mampu menghadapi semua nya dan aku yakin dengan penyertaan Tuhan atas nya.


Bergumam lah Ina lalu mencoba duduk sejenak sambil menikmati secangkir kopi untuk menghilangkan penat di kepala nya dan tiba - tiba ponsel nya berbunyi dan pasti nya ada panggilan masuk ke ponsel Ina dan ternyata benar panggilan dari Mateow sebab Mateow baru saja tiba di sebuah gedung yang di rasa aman di wilayah utara.


" Hallo Ayah apakah Ayah baik - baik saja di sana lalu apakah Ayah sudah makan vitamin nya sudah di minum atau belum dan jangan lupa untuk tidur dengan cepat agar tensi Ayah tidak naik Ayah kenapa diam saja atau jangan - jangan ini bukan Ayah yang menghubungi ku?"


Tanya Ina dengan memberondong pertanyaan sebab begitu khawatir.


" Ini Ayah Ina tapi bagaimana Ayah akan berbicara sedangkan kamu sudah bertanya seperti plan listrik dengan kecepatan tinggi."


Jawab Mateow sambil tersenyum membayangkan wajah putri semata wayang nya.


" Maaf Ayah aku sangat mengkhawatirkan mu."


Ucap Ina dengan nada sedih.


" Ayah baik - baik saja di sini Ina bagaimana dengan mu di sana apakah sudah menemukan zat untuk melumpuhkan para monster itu?"


Tanya Mateow dengan pandangan tertuju di luar jendela.


" Belum Ayah aku membutuhkan sampel darah monster itu agar aku bisa mengetahui titik lemah dari virus zat kimia yang membahayakan itu."


Jawab Ina menjelaskan apa yang di butuhkan untuk bahan penelitian.


" Baik akan Ayah usahakan mendapat kan sampel darah monster itu dan bagaimana mengirim nya kepada mu sedangkan tidak ada orang yang bisa masuk dan keluar dari wilayah ini?"


Tanya Mateow dengan nada bingung.


" Dua hari lagi aku dengar Jendral Jacob akan mengirim bala bantuan kesana dan saat itu Ayah usahakan bisa menitipkan sample nya."


Jawab Ina dengan detail menjelaskan kepada Mateow.


Saat itu Mateow paham dengan maksud putri nya dan sesungguhnya Ina de eros bukan lah putri kandung dari Mateow de eros melainkan putri dari Ayah nya Ine Baraq namun sepasang bayi kembar ini terpisah di karena kan ulah Felix yang saat itu ingin menghancurkan keluarga Abang nya dengan di tukar nya bayi perempuan kembar itu dengan bayi kembar orang lain yang sudah meninggal namun saat itu hanya satu yang bisa di ambil sebab ada suster yang masuk ke ruangan bayi sehingga hanya Ina yang di bawa ke panti asuhan.


Karena Mateow sudah lama menikah dan tidak di beri keturunan akhir nya mereka berdua memutuskan mengadopsi seorang bayi perempuan bukan lain yaitu Ina dan di beri nama Ina de eros kini Ina telah dewasa menjadi seorang gadis yang cantik dan anggun serta watak tegas dan penuh kasih sayang nya menambah keanggunan nya segala pencapaian yang sudah di lakukan Ina membuat ke dua orang tua angkat nya bangga.


Saat ini Robert sedang menyusuri kota dengan ditemani Samuel dan Saulus mereka bertiga dengan wujud srigala mencoba mencari di mana sumber mereka berkumpul dan siapa yang menggerak kan mereka semua akhir nya tibalah mereka bertiga di rumah sakit militer di wilayah utara dan mereka bertiga pun melangkah pasti dengan postur srigala menyusuri rumah sakit yang sudah terbengkalai.


" Robert ternyata para monster tidak mau memangsa hewan maka bersyukur lah kita menjadi seperti ini."


Ucap Saulus sambil mengikuti langkah Robert.


" Tetap saja kita harus waspada Saulus jangan ceroboh sebab virus zat kimia ini juga bisa menular di tambah lagi belum di temukan penangkal nya."


Ucap Samuel dengan pandangan menyebar ke ruangan.


" Benar kata Samuel kita harus tetap waspada."


Ucap Robert sambil memasuki ruangan yang terlihat bekas terbakar dan hancur.


Seperti nya petualangan mereka semua untuk tetap bertahan hidup di wilayah utara semakin menegangkan dan bagaimana nasib Felix dan Williams bisakah mereka mendapat bantuan dari kantor pusat yang sudah hilang kepercayaan kepada Williams dan apakah Ina de eros mampu menemukan penawar nya sebelum para monster merusak dan mengacaukan pusat kota?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan selalu ikuti setiap bab nya agar menemukan jawaban nya hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semakin semangat update nya.