I'M A WOLF MAN

I'M A WOLF MAN
BAB 48 . PENCAPAIAN HIDUP



Banyak orang berfikir kekayaan adalah tolak ukur untuk mendapat kan kata sukses namun sesungguhnya bukan lah kekayaan yang menjadikan orang tersebut sampai di kalimat pencapaian hidup bukti nya begitu banyak orang kaya raya tidak hidup dengan bahagia, Lalu apakah pencapaian hidup itu sesungguhnya mari kita ulas dalam kehidupan Robert.


Robert memiliki pola pikir yang berbeda dengan sudut pandang orang lain yang selalu berfikir ke berhasilan seseorang terlihat saat orang tersebut memiliki banyak aset di mana - mana, rumah yang besar dan menjadi orang terpandang namun bagi Robert itu bukan lah pencapaian dalam hidup sesungguhnya sebab semua itu hanya lah sementara dan tidak kekal.


Pencapaian hidup yang sesungguhnya bagi Robert adalah di mana diri nya mampu melaksanakan suatu tugas yang di percayakan pada nya dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain itu lah pencapaian orang hidup sesungguhnya sebab di sudut pandang Robert harta, tahta, jabatan semua itu sebuah karunia dari Tuhan dan yang bisa menikmati nya itu pun sebuah karunia bukan lah tujuan.


Sore itu setelah zat yang berbahaya itu di suntik kan ke tubuh Robert semua berfikir Robert berubah menjadi monster yang mengerikan namun seperti nya Tuhan berkata lain sehingga Robert bukan lah menjadi monster namun diri nya saat ini memiliki kelebihan dari umum nya manusia dan saat itu Vico dan Ronald antara percaya dan tidak melihat hasil nya sedangkan seisi laboratorium dan rumah sakit berhamburan keluar ketakutan.


Sedangkan yang tersisa di dalam gedung itu hanya lah Vico, Ronald, Robert dan Ina tentu nya dengan baby Scudetto dalam pelukan Ina yang masih menangis sebab berfikir bahwa Robert sudah menjadi monster dan menghabisi seisi laboratorium.


" Ada apa, Mengapa semua orang berlari keluar apakah benar Robert sudah menjadi monster?"


Ucap Ina sambil menggendong baby Scudetto berjalan keluar dari ruang penitipan bayi.


Sedangkan saat itu Vico dan Ronald hanya mampu terdiam terpaku melihat perubahan Robert dengan wajah yang menjadi seram, bola mata menjadi coklat pekat, taring yang meruncing dan kuku yang memanjang siapa pun akan terkejut bahkan mereka berdua berfikir bahwa saat ini nyawa mereka sudah tamat sebab dalam waktu sekejap tubuh mereka sudah di angkat oleh Robert hanya dengan menggunakan satu tangan dan siap untuk di lemparkan keluar ruangan.


Saat itu samar - samar Ina mendengar suara dari beberapa barang yang terinjak dan jatuh dari sebuah meja karena rasa penasaran nya yang begitu kuat nya sehingga Ina sambil menggendong baby Scudetto berjalan mendekati asal suara berisik tersebut dan saat Ina semakin dekat dengan pintu sebuah ruangan asal sebuah suara tiba - tiba Ina di kejut kan oleh tubuh Vico dan Ronald yang jatuh tepat di hadapan nya.


" Ronald ... Vico!"


Ucap Ina dengan nada terkejut namun menahan volume suara nya sambil memeluk baby Scudetto yang saat itu menangis karena terkejut.


" Kak kita berhasil."


Ucap Ronald mencoba tersenyum lalu tidak sadarkan diri.


" Apa yang berhasil, Ronald jangan pingsan dulu hei Ronald buka maka mu!"


Jawab Ina sambil menepuk wajah Ronald.


Saat itu Ina tidak menyadari bahwa Robert sudah berdiri dengan wujud yang lumayan mengerikan bagi umum nya manusia dan saat itu Ina masih mencoba menyadarkan Ronald dan Vico sedangkan Robert memperhatikan Ina dengan tatapan bingung sebab Ina tidak melihat nya sama sekali ke arah nya dan saat itu Robert mencoba mendekat kepada Ina dengan tujuan mengambil baby Scudetto yang sedang menangis.


Namun seperti biasa bila Ina terkejut akan menampar siapa pun yang membuat nya terkejut dan ternyata saat ini yang terkena tamparan Ina adalah Robert dengan wujud nya yang sudah seperti monster yang saat ini sedang berada di samping Ina.


" AAA MONSTER BODOH PERGI KAMU JANGAN DEKATI PUTRA KU!"


Teriak Ina sambil menampar wajah Robert menggunakan sepatu yang di gunakan nya.


Sambil terjatuh Ina mencoba menjauhi Robert dengan wujud monster nya sambil memeluk baby Scudetto yang sedang tersenyum melihat Ina ketakutan melihat wujud Robert dan saat itu terjadi lah sebuah keajaiban di ruangan itu, Liontin kalung yang menggantung di leher baby Scudetto tiba - tiba memancarkan sebuah cahaya berwarna merah dan melingkupi mereka yang berada di situ bukan lain Ina, baby Scudetto, Ronald, Vico dan Robert.


Ronald dan Vico yang awal nya pingsan tiba - tiba tubuh nya berubah menjadi seekor srigala lalu berubah lagi menjadi manusia dengan ritme yang sangat cepat begitu juga dengan Ina dan semenjak saat itu mereka bertiga menjadi manusia srigala juga dan Robert saat itu terjatuh pingsan tepat di pangkuan Ina kepala nya sedangkan Ronald dan Vico serta Ina masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


" Apa yang terjadi kepada kita ini tadi?"


Tanya Vico sambil melihat sekeliling nya.


" Benar apa yang terjadi dan itu tadi cahaya apa?"


Timpal Ronald sambil melihat lengan dan tubuh nya.


" Vico liontin ini mampu merubah kita menjadi manusia srigala dan apa yang terjadi pada Robert sebenar nya?"


Jawab Ina sambil memandangi wajah Robert yang tengah pingsan di pangkuan nya.


" Wah ternyata ajaib juga kalung itu dan berarti baby Scudetto menjadi srigala juga kah Kak?"


Ucap Ronald dengan pandangan masih linglung.


" Sudah nanti saja masalah itu kita bahas yang utama bantu aku untuk memindahkan dan menolong Robert."


Ucap Vico sambil mencoba bangkit berdiri dan mendekati tubuh Robert yang tergeletak di samping Ina.


Saat itu Vico dan Ronald mencoba bangkit berdiri dan memindahkan Robert keblankar untuk membawa nya ke ruangan rawat untuk mengamati apa yang sedang terjadi pada Robert sebenar nya dan perlahan menjelaskan kepada Ina apa yang sesungguhnya dan pasti nya Ina sangat bahagia saat ini melihat Robert masih hidup tidak menjadi monster seperti dugaan nya.


Namun di sisi lain Ina juga bingung mengapa Robert bisa merubah wujud nya menjadi monster yang mengerikan dengan kekuatan super namun diri nya juga mampu berubah menjadi manusia kembali lalu apakah zat temuan nya itu tidak berfungsi di tubuh Robert ataukah memang seperti itu reaksi nya bila terjadi pada manusia srigala dan hal itu menjadi tanda tanya besar bagi Ina.


" Vico aku masih tidak bisa memahami kejadian hari ini?"


Tanya Ina sambil menenangkan baby Scudetto.


" Sama Kak, Aku juga masih mencari mengapa bisa kita menjadi manusia srigala juga dan juga mengapa tubuh Robert tidak berpengaruh dengan zat berbahaya itu."


Jawab Vico sambil duduk di sofa dan memijat kening nya yang terasa penat.


" Detak jantung Robert stabil dan tidak menunjukkan zat itu bereaksi dalam tubuh nya bahkan tubuh Robert seperti tidak terkontaminasi dengan zat tersebut."


Ucap Ronald dengan tatapan serius bergantian memandang ke arah Ina dan Vico.


" Apakah kita harus menembakkan virus itu sekali lagi untuk memastikan bahwa zat berbahaya itu tidak berpengaruh kepada tubuh manusia srigala?"


Tanya Vico sambil memandang bergantian ke arah Ronald dan Ina.


" Ide konyol dari mana itu kamu dapat kan Bang?"


Tanya Ronald dengan senyum meledek.


" Sudah cukup kalian membuat percobaan konyol ok jangan menambah isi kepala ku mendidih."


Ucap Ina yang rasa kepala nya akan pecah.


Kemudian berapa saat kemudian Robert pun tersadar saat itu Ina, Vico dan Ronald sempat menahan nafas sebab mereka berfikir Robert akan berubah menjadi monster dan pasti nya akan menghabisi mereka semua dalam waktu sekejap namun yang terjadi Robert tersadar dengan tatapan bingung memandang ke arah mereka bertiga yang berwajah tegang memperhatikan Robert.


" Mengapa kalian memandang ku seperti itu?"


" Robert apakah kamu baik - baik saja dan apakah kamu mengetahui apa yang baru saja terjadi kepada kita semua?"


Jawab Ina yang berbalik bertanya sambil berjalan mendekati Robert.


" Iya aku tau, baru saja aku di suntikan zat berbahaya itu dan tubuh ku mampu mengendalikan nya lalu masalah nya di mana?"


Tanya Robert dengan nada tenang.


" Yang jadi masalah kita bertiga menjadi manusia srigala seperti mu karena liontin kalung itu dan tolong jelaskan apa sebenar nya liontin kalung itu mengapa bisa demikian reaksi nya?"


Jawab Vico yang merasa penasaran dengan kejadian saat ini.


" Kalung itu adalah pemberian dari leluhur ku sedangkan liontin itu bila terkena darah dan air mata manusia yang tulus hati maka akan mampu melepaskan roh yang terkurung selama ribuan tahun di dalam nya."


Ucap Robert menjelaskan kepada mereka bertiga.


" Berarti dengan kita berubah menjadi manusia srigala bisa membantu mu menyelesaikan semua misi yang saat ini sedang kita hadapi."


Timpal Ronald sambil berdiri di sisi Vico.


" Benar aku setuju dengan mu Vico dengan seperti ini ruang gerak kita akan semakin luas dan mempermudah untuk membekuk para monster itu."


Ucap Ina sambil tersenyum bergantian memandang mereka bertiga.


" Yang terpenting jangan jadi kan semua kemampuan yang kalian miliki sekarang demi kepentingan masing - masing dan ingat jangan pernah memiliki mental UUD ( Ujung - Ujung nya Duit )"


Imbuh Robert sambil menuruni ranjang nya.


Saat mendengar hal itu mereka bertiga mencoba tersenyum dan kemudian Vico dan Ronald mencoba melihat kondisi di luar rumah sakit sedangkan Robert dan Ina menuju ruang informasi untuk memberi tahu kepada Jendral Jacob bahwa saat ini Robert baik - baik saja tidak menjadi monster dengan seperti itu rumah sakit tidak di blokade oleh para militer.


Sedangkan saat ini kondisi kota sudah porak poranda di hancurkan oleh para monster yang di pimpin oleh Robin yang berwujud monster gorila sedangkan Hendrik berwujud monster srigala yang memiliki bulu begitu tajam dan pasti nya ukuran mereka berdua sangat besar dan beberapa ribu monster lain nya dari wilayah utara kini sudah bergabung di pusat kota dengan di pimpin oleh Robin dan Hendrik.


" Jendral Jacob apakah belum ada informasi dari laboratorium dan apakah para profesor juga menjadi monster saat ini?"


Tanya seorang petinggi negara dengan nada panik.


" Maaf kan kami Tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun seperti nya belum menemukan titik terang."


Jawab Jendral Jacob dengan nada lesu.


" Apakah kita terima saja tawaran dari Tuan Felix untuk bekerja sama agar tidak timbul lebih banyak korban lagi Jendral Jacob?"


Tanya nya lagi dengan tatapan bingung.


" Tolong jangan lakukan itu Tuan sebab saya pribadi tidak yakin bila Tuan Felix memiliki penawar nya yang saya takut kan hal itu makin memperkeruh keadaan."


Jawab Jendral Jacob dengan nada berharap.


Tiba - tiba terdengar suara pintu diketok dari luar dan masuk lah seseorang utusan Jendral Jacob kedalam ruangan itu dan memberitahukan bahwa kondisi di rumah sakit aman dan juga penelitian serta uji coba ke pada Robert berhasil serta ada sebuah mukjizat bahwa Robert tidak menjadi monster namun menjadi manusia super dengan kemampuan melebihi umum nya manusia.


Berita tersebut menjadi harapan baru bagi para pejabat negara yang saat ini sedang mengalami masalah besar dan dengan segera Jendral Jacob bangkit dari duduk nya mohon undur diri dari hadapan pembesar negara untuk memastikan informasi tersebut sedangkan Robin masih. memiliki sebuah ambisi untuk menghabisi Robert.


Di malam yang mulai sepi dan hening para monster itu mendatangi pusat kota dan menghancurkan apa pun di hadapan nya bahkan gedung - gedung bertingkat pun di roboh kan dan pasti nya berita itu sampai lah di wilayah timur dan kantor pertahanan yang berada di wilayah timur merasa miris melihat para monster yang menghancurkan semua di pusat kota dan bahkan para monster mulai berjalan menuju wilayah timur.


Seluruh pasukan militer berusaha keras menghadang para monster di perbatasan wilayah timur dengan menggunakan senjata namun seperti nya usaha para militer yang menghalau para monster itu sia - sia sebab para monster itu tidak bergeming sedikit pun meski dihujani peluru namun yang terjadi para monster itu menghajar para militer dengan membabi buta hingga semakin banyak korban berjatuhan di wilayah perbatasan.


Kondisi semakin tidak kondusif kantor pertahanan wilayah timur pun mulai menyiagakan para pasukan saat itu Robert dan Ina menyaksikan kejadian itu dari layar monitor di ruang tunggu rumah sakit.


" Robert menurut mu apa yang harus kita lakukan?"


Tanya Ina dengan tatapan panik.


" Tenang, Kita semua harus tenang bila kita panik maka telinga kita tidak mendengar perintah Tuhan."


Jawab Robert sambil duduk sesekali menatap ke arah Ina.


" Bagaimana bisa tenang sedangkan para monster sudah menuju ke wilayah ini?"


Tanya Ina dengan nada emosi.


" Kak apakah kamu mau makan?"


Tanya Vico sambil berjalan menuju mereka berdua.


" Sudah lah Kak lebih baik kita makan terlebih dahulu mungkin setelah makan Tuhan akan memberi petunjuk apa yang harus kita lakukan?"


Timpal Ronald sambil menyodorkan mie cup kepada Ina.


" Seperti nya saran mu kali ini lebih bermanfaat untuk para cacing di perut ku, Robert gendong dahulu Scudetto."


Jawab Ina sambil menyerahkan Scudetto kepada Robert.


Kemudian mereka bertiga mencoba tenang dan mengganjal perut nya dengan mei instant cup sedangkan Robert meski terlihat tenang namun seperti nya diri nya menahan sebuah amarah yang sangat besar dalam hati nya dan semua itu terlihat jelas dari sorot mata nya yang tajam siap menerkam mangsa di hadapan nya.


Lalu apakah para monster yang di pimpin oleh Robin dan Hendrik mampu menembus blokade di perbatasan wilayah timur atau kah sebelum sampai di perbatasan wilayah timur Robert bersama beberapa kawan nya sudah menghadang para monster itu?


Jangan pernah beranjak dari I'M A WOLF MAN ikuti terus kisah perjalanan mereka semua dan petik hikmah nya dalam setiap bab nya dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.