
Memikul sebuah tanggung jawab tidak lah muda sebab apa pun tindakan kita pasti ada konsekuensi nya yang harus bisa di pertanggung jawab kan dan semua itu tidak semudah yang kita pikirkan dan di ucap kan dengan tindakan semua itu butuh keselarasan antara ucapan dan tindakan juga sikap kita dalam menghadapi sebuah permasalah yang tengah di hadapi.
Begitu pun saat ini Robert dan kawan - kawan nya harus bertanggung jawab atas kejadian di rumah sakit malam itu yang tiba - tiba merangsek masuk kedalam rumah sakit dengan jumlah ribuan dan pasti nya hal itu menimbulkan kegaduhan di masyarakat melihat berita di televisi mengenai kejadian di rumah sakit.
Malam itu Robert, Ina dan Rebecca lumayan panik menghadapi kawan srigala buas yang tiba - tiba memenuhi rumah sakit dari mulai halaman rumah sakit hingga lantai 27 rumah sakit di penuhi oleh kawanan srigala buas, Meski para srigala buas tidak melukai manusia namun tetap saja rumah sakit bukan lah tempat bagi mereka hingga terpaksa para pengunjung, pasien dan para medis di pindahkan terlebih dahulu.
" Ada apa ini mengapa para kawanan srigala datang kerumah sakit sedangkan baby Scudetto sedang tertidur lelap?"
Tanya Robert dengan nada panik berjalan melewati para srigala yang memenuhi koridor rumah sakit.
" Apakah para monster akan menyerang kemari sehingga mereka datang ke rumah sakit ini?
Tanya Rebecca dengan tatapan panik menaiki anak tangga menuju lantai atas sebab lift tidak berfungsi.
" Aku rasa bukan hal itu, Pasti mereka ada yang memanggil nya sebab tidak mungkin mereka datang tanpa di panggil seseorang."
Jawab Ina sambil berjalan mengikuti Rebecca.
Kemudian mereka pun terus melangkah kan kaki nya menelusuri tangga darurat hingga sampailah di atap rumah sakit untuk memastikan apa yang sebenar nya terjadi dari atap gedung namun saat mereka bertiga tiba di atap gedung di suguhkan pemandangan di hadapan nya sekawanan srigala buas yang wujud nya hampir sama seperti baby Scudetto saat berwujud srigala buas.
" Siapa mereka mengapa seperti Scudetto saat berwujud srigala?"
Tanya Rebecca dengan tatapan serius dan sedikit tercengang.
" Benar siapa mereka, Apakah itu para leluhur mu Robert?"
Tanya Ina dengan serius dan tatapan mata tertuju kepada sekawanan srigala buas.
Saat itu Robert tidak menjawab pertanyaan Ina dan Rebecca namun segeralah Robert merubah wujud nya menjadi seekor srigala besar dan buas kemudian bergabung dengan srigala yang lain dan hal tersebut di ikuti oleh Rebecca dan Ina kemudian mereka bergabung dengan yang lain untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi dan apa penyebab hal ini terjadi.
" Ronald kendalikan amarah mu,"
Ucap Rowdi Ayah nya Robert dengan wujud srigala besar dan mengeluarkan cahaya putih yang terang dari tubuh nya.
" Jangan kamu ikuti amarah mu yang hanya untuk balas dendam tapi tidak bermanfaat untuk orang lain Ronald,"
Ucap Ine dengan nada tegas dan mencoba mendekati Ronald.
" BIAR KAN AKU PERGI MENGHABISI MEREKA PARA MONSTER TERKUTUK ITU, AKU TIDAK AKAN TENANG BILA BELUM MEMBALAS SAKIT HATI KEDUA ORANG TUA DAN ABANG KU!"
Teriak Ronald yang berwujud srigala besar sedang berdiri di tepi atap gedung dan siap melompat.
Saat itu terjadi ketegangan di atas atap gedung dan saat melihat hal itu Robert, Ina dan Rebecca tersenyum sebab bagi mereka bertiga wajar Ronald bersikap demikian bahkan mereka semua merasakan hal sama dengan Ronald yang membedakan hanyalah mereka bertiga mampu mengontrol emosi nya yang membara.
Sedangkan Ronald belum mampu mengendalikan hal tersebut dengan baik sehingga terjadilah hal tersebut dan mengundang perhatian para masyarakat yang tidak mengerti bagaimana beban kejiwaan yang bagi mereka adalah para pahlawan namun bagaimana pun juga mereka tetap lah manusia yang memiliki rasa sedih, amarah, senang dan dendam.
" Apakah kamu akan menghabisi Robin, Hendrik dan Felix sendirian Ronald?"
Tanya Robert sambil melangkah mendekati Ronald.
" Silahkan bila itu ingin mu dan kamu merasa mampu menghadapi mereka sendiri tanpa kami,"
Imbuh Ina yang mencoba mendekati Ronald.
" Apakah kamu sudah tidak menganggap kami lagi sebagai sahabat mu Ronald?"
Tanya Rebecca mengikuti langkah Ina.
Di saat itu Ronald hanya mampu menangis dan menangis mengenang keluarga nya yang telah tiada dan diri nya saat ini merasa sendiri dan hal itu lah yang membuat Ronald hilang kendali dan bertekad untuk berjalan sendiri untuk menghabisi kawanan monster itu, Dengan perlahan Robert meraih Ronald dan membawa turun dari atas atap gedung rumah sakit.
Sedangkan yang lain nya memberi perintah agar para kawanan srigala buas kembali ke hutan di mana mereka berasal dengan berangsur rumah sakit pun kembali kondusif meski saat itu para pasien, pengunjung dan para medis belum kembali ke rumah sakit namun hal itu minimal membuat mereka bertiga lega masalah malam ini bisa teratasi dan sebab semua itu adalah Ronald yang sedang sedih dan teriakan nya mengundang para srigala datang.
Saat itu Robert, Rebecca dan Ina mencoba berbicara dengan Ronald dengan wujud manusia dan mereka memberi pengertian kepada Ronald bahwa segala sesuatu tidak bisa di selesaikan dengan emosi tetapi harus menggunakan strategi yang tepat untuk melumpuhkan musuh saat itu Ronald mulai menyadari bahwa diri nya tidak lah sendiri menghadapi nya namun masih ada kawan - kawan nya yang setia.
Di sisi lain pemberitaan di televisi mengenai kawanan srigala yang merangsek ke dalam rumah sakit menjadi berita utama hari itu dan para masyarakat dengan antusias menyambut baik hal tersebut sebab mereka berfikir pasti terjadi penyerangan monster di rumah sakit itu maka mereka datang untuk melawan nya.
Sedangkan Robin, Hendrik dan Felix semakin marah mendengar mereka lah yang di tuduh oleh masyarakat sebagai pembuat onar malam itu, Dengan penuh amarah Robin memerintahkan Felix dan Hendrik untuk mendatangi wilayah yang masyarakat nya belum terkontaminasi virus monster itu dengan tujuan akan di jadikan pasukan monster oleh Robin untuk melawan Robert dan kawan - kawan nya.
" Kalian berdua sekarang juga pergi dari hadapan ku dan bawa beberapa monster yang lain untuk mencari manusia yang belum terkontaminasi virus!"
Ucap Robin dengan nada marah.
" Kita harus pergi kemana Robin sedangkan yang sedang ramai manusia berkumpul manusia di pusat kota mengadakan perayaan?"
Tanya Hendrik dengan tatapan bingung.
" Benar apakah kita harus kembali ke pusat kota, Sedangkan saat ini Robert dan kawanan nya berada di sana?"
Timpal Felix dengan pandangan sedih bila harus kembali ke pusat kota.
" APA KALIAN MAU AKU PECAHKAN KEPALA KALIAN SATU PERSATU AGAR KALIAN BISA BERFIKIR MAHKLUK BODOH, BRAK!"
Teriak Robin sambil melemparkan meja ke arah mereka berdua.
Saat itu dengan tergesa - gesa mereka berdua berlari kelar dari sebuah ruang an di mana biasa nya Robin duduk dan menyaksikan berita di televisi, Dengan wajah bingung Hendrik dan Felix pun merubah wujud nya menjadi monster keluar dari rumah yang sudah di jadikan sarang mereka saat ini.
Aku bersumpah jangan senang dahulu kamu Robert dan Ine sebentar lagi aku akan menyerang kalian dengan kekuatan melebihi pasukan mu dan akan ku rebut kembali wilayah pusat kota dari mu, Sampai kapan pun aku lah seorang pemimpin di negara ini jadi bermimpi lah untuk bisa menandingi ku Robert!"
Dari pemberitaan televisi tersebut dari pihak pemerintahan membuat keputusan bahwa Robert akan di jadikan kepala pimpinan pertahanan di negara tersebut dan mendapat kan piagam tanda jasa namun saat Robert di hubungi melalui telepon oleh pihak pemerintahan Robert berkata akan mengundurkan diri dari badan keamanan.
" Selamat malam Robert kami dari badan keamanan negara, Apakah kamu bisa meluangkan waktu?"
Tanya seorang pria paruh baya di telepon.
" Bisa, Siapa anda dan perlu apa menghubungi ku?"
Jawab Robert yang berbalik bertanya.
" Saya George ajudan Presiden ingin menyampaikan pesan dari Bapak Presiden untuk mu,"
Jawab George dengan nada tegas.
" Apa pesan nya?"
Tanya Robert tanpa basa basi.
" Presiden akan menjadikan mu sebagai pimpinan di seluruh instansi keamanan negara dan akan memberi mu piagam tanda jasa atas berhasil nya diri mu merebut kembali wilayah pusat kota yang menjadi jantung perekonomian negara,"
Jawab George dengan nada tenang.
" Sampaikan kepada Presiden bahwa aku akan mengundurkan diri dari instansi militer dan masalah ku dengan para monster tidak ada hubungan nya dengan kalian."
Ucap Robert dengan tegas lalu mematikan ponsel nya.
Saat itu Robert sedang mengalami depresi mengenang semua kawan nya yang telah gugur saat bersama berjuang melawan para monster jadi bila saat ini Robert menerima jabatan dan piagam dari pemerintahan serasa tidak adil sebab bagaimana dengan kawan - kawan nya yang telah gugur di medan perang saat melawan para kawanan monster.
Namun sikap Robert itu di nilai lain oleh George bahkan saat ini George merasa tersinggung dengan sikap Robert kepada nya yang di nilai tidak menghargai diri nya sebagai ajudan kepresidenan yang pasti nya memiliki hubungan sangat dekat dengan Presiden, Jawaban Robert itu ternyata di manfaatkan oleh George untuk memfitnah Robert yang memberontak kepada negara.
" George apakah sudah kamu hubungi pahlawan negara kita, Siapa nama nya lelaki itu aku lupa nama nya?"
Tanya wakil presiden kepada George di ruang tamu istana negara.
" Robert nama nya Tuan, Baru saja saya hubungi dan ternyata jawaban dia jauh dari ekspektasi,"
Jawab George dengan diiringi senyum licik.
" Apa jawaban nya dan mengapa kamu berkata demikian George?"
Tanya wakil presiden dengan tatapan curiga.
" Dia saat ini menolak untuk bergabung ke pemerintahan Tuan dan saya rasa dia akan menjadi pemberontak negara juga seperti para monster itu hanya saja ini berwujud kawanan srigala buas,"
Jawab George mencoba menghasut wakil presiden.
" Oh paham aku sekarang, Berarti sebenar nya mereka berdua adalah para pemberontak negara yang ingin menggulingkan presiden begitu maksud mu George?"
Tanya Wakil presiden lagi dengan tatapan bingung.
" Tepat sekali Tuan sebab sesungguhnya mereka berdua sama - sama monster hanya beda bentuk saja dan saya yakin mereka ingin memusnahkan populasi manusia du muka bumi ini agar para monster itu lah yang menduduki bumi!"
Jawab George dengan nada geram.
" Benar kita harus waspada dan sebisa mungkin masalah ini jangan sampai ke meja presiden lebih baik kita tangani sendiri dulu, Pasti kamu paham lah tujuan ku George?"
Ucap wakil presiden dengan senyum licik.
" Tenang saja Tuan asal anda mengingat saya saat di atas nanti."
Jawab George dengan diiringi gelak tawa mereka berdua.
Di malam yang sunyi ada beberapa kelompok manusia yang memiliki kepentingan masing - masing dan yang pasti saling menjatuhkan demi tercapai nya semua keinginan nya dan saat ini pun Robert memiliki kepentingan tersendiri dalam hidup nya untuk mencapai keinginan nya memulihkan keamanan negara tanpa harus ada ikatan oleh sebuah instansi tertentu.
Tuhan bantu aku beri aku kekuatan dalam menghadapi semua ini, Aku tidak ingin ada korban jiwa lagi yang harus jatuh berikan hikmat kepada ku Tuhan untuk membawa kembali Robin adik ku yang saat ini sudah tersesat jalan nya, Beri diri nya kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki hidup nya agar bisa menyenangkan Mu Tuhan, Jadi kan negara ini menjadi aman dan damai kembalikan senyum mereka Tuhan sebab tanpa campur tangan mu kami bukan lah siapa - siapa amen ....
Bergumam lah dalam hati Robert sambil bersimpuh dan menengadah kan tangan nya dan mata yang terpejam berdoa memohon bantuan dan kekuatan kepada Tuhan sebab hanya kepada Tuhan Robert memohon dan berkeluh kesah selama ini, Saat itu tanpa terasa air mata Robert mengalir membasahi pipi nya sebab teringat semua kejadian yang di alami nya.
" Robert kamu pasti kuat dan mampu menghadapi semua ini dan ingat kamu tidak pernah sendiri,"
Ucap Ina yang tiba - tiba sudah berada di samping Robert.
" Iya Ina, Namun bila tanpa Tuhan aku tidak akan mampu menghadapi semua nya pasti aku sudah gila,"
Jawab Robert sambil tersenyum dan menyeka air mata nya.
Kemudian mereka berdua berjalan keluar dari tempat ibadah yang berada di rumah sakit dan mereka berjalan melewati lorong - lorong rumah sakit sambil saling menceritakan perasaan masing - masing agar sedikit ringan maka momen itu lah di gunakan Ina untuk berbicara dengan Robert mengenai pesan Ine waktu itu.
Lalu bagaimana kah respon Robert mendengar hal tersebut dan apakah yang akan di lakukan pihak pemerintahan terhadap Robert dan kawan - kawan nya dan apakah Felix dan Hendrik berhasil untuk mendapat kan wilayah yang masyarakat nya belum terkontaminasi hingga Robin bisa memiliki tambahan pasukan?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk dukung author agar semangat nulis nya.