
Di jaman purba manusia saat akan membuat senjata atau pun membuat sebuah api maka mereka mengambil dua batu lalu di gesekan dengan tujuan agar menjadi tajam atau pun menimbulkan percikan api saat kedua nya semakin memanas namun bila gesekan itu terjadi kepada dua manusia yang saling bermusuhan apa yang akan terjadi?
Saat ini sekawanan srigala buas sudah di perjalanan untuk menuju wilayah utara dan pasti nya mereka akan bertemu antara Robert dan Robin yang memang sedari dulu memiliki dendam pribadi di antara kedua nya belum lagi dengan banyak nya masalah yang sudah di timbulkan oleh Robin dan gerombolan para monster hingga menimbulkan kekacauan di dalam negara itu sendiri.
Pasti nya akan terjadi perkelahian yang sangat besar kali ini di antara ke dua kubu yang sedang memanas dan apakah kali ini kawanan srigala buas berhasil melenyapkan Robin, Hendrik dan Felix sumber pembuat masalah di negara dan para kawanan srigala mampu membuat masyarakat kembali tenang dan damai atau kah ada pihak yang mengambil ke untungan di balik dendam mereka berdua?
Saat ini kawanan srigala buas sudah setengah perjalanan menembus hutan belantara untuk mencapai wilayah utara dan mereka berniat untuk beristirahat sejenak di sisi hutan yang tidak jauh dari aliran sungai yang jernih untuk melepaskan dahaga, Saat itu ribuan srigala buas sedang beristirahat dan sebagian ada yang sedang minum di sungai yang jernih tersebut.
Robert, Ronald, Rebecca dan Ine yang berada di tubuh Ina sedang membicarakan strategi penyerangan dan di perkirakan mereka tiba di wilayah utara tepat sore hari saat matahari akan tenggelam dan saat itu Ine teringat di wilayah utara ada sebuah hutan kecil yang di sana tinggal lah suku Giant yang bertubuh besar seperti raksasa dan apakah suku tersebut sudah menjadi monster juga atau kah mereka masih selamat.
Sebab dulu Ayah nya Robert pernah bercerita kepada Ine bahwa suku tersebut ketua suku nya masih bersaudara dengan Kakek nya Robert dan memiliki ilmu srigala juga namun mereka menggunakan ilmu srigala itu untuk hal yang tidak benar hingga diri nya di usir oleh Kakek nya Robert dari keluarga dan mendirikan lah suku Giant tersebut di hutan kecil di sisi wilayah utara.
" Aku baru ingat dengan cerita Ayah mu mengenai suku Giant yang pernah di usir oleh Kakek mu sayang,"
Ucap Ine dengan tatapan menerawang memandang langit.
" Ada apa dengan suku itu, Apakah mengusik mu sayang?"
Tanya Robert sambil berdiri di sisi Ine dengan berwajah tenang dan fokus.
" Tidak mengganggu, Hanya saja aku berfikir bila kita melewati hutan ini pasti akan sampai di suku tersebut,"
Jawab Ine sambil sesekali melirik ke arah Robert.
" Apa yang sebenar nya kamu khawatir kan?"
Tanya Robert sambil duduk di sisi Ine.
" Aku khawatir suku tersebut bergabung dengan Robin sebab suku tersebut juga mampu merubah wujud nya menjadi srigala,"
Jawab Ine dengan tatapan tertuju ke aliran air sungai yang jernih di hadapan nya.
" Apa pun yang terjadi aku akan tetap menyeret Robin dan memberi nya pelajaran agar diri nya sadar."
Ucap Robert dengan nada geram kepada Robin.
Saat itu Ine hanya mampu diam dan begitu banyak pertanyaan dalam benak nya dan berbagai kemungkinan yang akan terjadi silih berganti muncul di dalam benak nya namun Ine mencoba tenang dan yakin kepada Robert bahwa diri nya mampu mengatasi apa pun yang akan terjadi meski mungkin akan sebuah kegagalan.
Di sisi lain ada Hendrik dan Felix yang sudah tiba di perbatasan wilayah barat dan menemui para monster yang mayoritas dari anggota militer dan kemudian Hendrik dan Felix mencoba berkomunikasi dengan mereka dan mengajak mereka bergabung di bawah pimpinan Robin dan seperti nya mereka menyetujui nya.
Kemudian Hendrik dan Felix pun dengan senang membawa mereka semua bertemu dengan Robin namun di tengah perjalanan mereka di hadang oleh kawanan srigala yang berasal dari suku Giant yang sedang mengejar buruan nya di situ lah timbul gesekan antara dua kubu yang salah sangka hingga menimbulkan perdebatan antara suku Giant yang sedang berburu dan Hendrik yang sedang membawa monster menuju wilayah utara saat itu.
" Makhluk apa di depan itu yang mencoba menghadang jalan kita?"
Tanya Hendrik dengan menghentikan langkah nya.
" Apa buta mata mu Hendrik sudah jelas - jelas srigala besar yang berdiri di ujung sana masih saja kamu bertanya,"
Jawab Felix dengan nada sebal kepada Hendrik.
" Aku tahu kalau itu srigala tapi mengapa wujud nya lebih besar - besar tidak seperti yang kita lihat waktu di pusat kota?"
Tanya Hendrik lagi dengan tatapan penuh curiga.
" Ya mungkin saja mereka banyak makan jadi obesitas tidak seperti kita yang kurang makan jadi langsing,"
Jawab Felix dengan seadanya namun membuat Hendrik kesal.
" PLAK, Hai bodoh mana ada monster langsing memang nya sedang program diet apa para monster!"
Ucap Hendrik dengan geram sambil memukul kepala Felix dengan keras.
" Kena pukul lagi kan kepala ku, Tahu begitu tidak perlu aku menjawab pertanyaan mu."
Ucap Felix dengan nada sebal sambil mengelus kepala nya yang baru saja kena pukul Hendrik dengan keras.
Kemudian Hendrik pun mencoba mendekati sekawanan srigala buas yang bertubuh besar itu dan mencoba mengusir nya namun usaha nya sia - sia dan saat itu para kawanan srigala yang berjumlah segelintir saja itu mencoba menyerang Hendrik kemudian terjadi lah perkelahian itu antara gerombolan monster yang berjumlah ribuan melawan srigala besar pasti nya kawanan srigala itu kalah dan ada yang terkena gigitan monster tapi masih bisa melarikan diri.
Dan srigala besar yang terkena gigitan monster itu berlari menuju tenda di mana mereka tinggal untuk memberi tahu kan beberapa kawan nya mati di hutan di serang kawanan hewan buas yang berjumlah ribuan dan ia juga mengatakan bahwa kawanan hewan buas tersebut berwujud setengah manusia di situ kepala suku Giant berfikir mahkluk apakah itu.
Namun saat kepala suku sedang berfikir tiba - tiba srigala besar yang terkena gigitan itu berubah menjadi monster besar berwujud kepala nya srigala buas namun tubuh nya berwujud gorila dan menyerang siapa pun yang berusaha menghadang nya dalam waktu singkat ratusan warga suku Giant berubah menjadi monster yang sangat kuat melebihi monster anak buah Robin.
Karena sejati nya mereka sudah bisa berubah menjadi srigala besar dan kini terkontaminasi dengan virus yang merubah mereka menjadi monster maka kekuatan nya berlipat ganda, Dengan kemampuan berburu yang ulung para srigala buas yang ulung itu pun melacak keberadaan monster yang melukai nya dengan tujuan balas dendam.
Di sisi lain kawanan srigala yang di pimpin oleh Robert sudah semakin mendekati wilayah utara dan saat mereka melewati camp suku Giant Robert, Ine, Rebecca dan Ronald menghentikan langkah nya sejenak untuk melihat situasi yang bagi mereka kurang wajar sebab begitu banyak tenda yang roboh dan tidak di dapat kan satu manusia pun di sana.
" Rebecca apakah kamu tidak merasa aneh dengan perkampungan ini?"
Tanya Ine kepada Rebecca yang berjalan di sisi nya.
" Benar aneh mengapa tenda nya roboh semua dan kondisi nya acak - acakan begini, Apakah para monster itu dari sini?"
Jawab Rebecca sambil terus menyusuri tenda yang roboh.
" Pasti ini ulah para monster itu dan mereka semua jadi monster juga bergabung dengan Robin,"
Ucap Ronald dengan nada geram.
Ucap Robert sambil memperhatikan sekitar.
" Mengapa begitu Robert bukan kah sama saja dengan monster yang lain nya?"
Tanya Rebecca dengan tatapan serius.
" Berbeda mereka akan lebih kuat dan kita akan kesulitan bila benar mereka menjadi monster dan bergabung dengan Robin,"
Jawab Robert sambil melompat ke atas batu besar di tanah lapang yang luas.
" Lalu apa yang harus kita lakukan tidak mungkin kan kita mundur, Sebentar lagi kita sudah sampai di wilayah utara."
Ucap Ine dengan panik mendengar penjelasan Robert.
Kemudian Robert diam sejenak merubah wujud nya menjadi manusia dan bersimpuh di atas batu sambil berdoa apa yang harus di lakukan sebab saat ini Robert dan kawan - kawan nya akan menghadapi monster setengah srigala yang kekuatan nya berlipat ganda sedangkan kekuatan pasukan Robert hanya mampu mengalahkan monster saja.
Saat itu Robert hanya mampu berdoa memohon petunjuk kepada Tuhan dan para leluhur nya dan tiba - tiba saat itu Scudetto yang berwujud srigala buas yang besar dan buas melompat ke sisi Robert dan dari atas kepala Scudetto terpancar cahaya yang sangat terang dan menyebar ke hadapan nya saat itu terjadi keajaiban semua srigala di lengan nya ada sebuah besi berwarna kuning keemasan seperti gelang.
Di situ lah Scudetto berbicara kepada Robert bahwa saat ini kekuatan mereka pun menjadi berlipat ganda jadi jangan ragu lagi untuk maju menyerang para monster dan menyeret Robin keluar dari sarang nya, Dengan rasa penuh percaya diri Robert dan kawanan srigala melanjutkan penyerangan ke wilayah utara.
Sedangkan Hendrik dan Felix baru saja tiba di mana Robin berada dan gerombolan para monster lain nya, Saat melihat kedatangan Hendrik dan Felix juga gerombolan monster yang berjumlah ribuan saat itu Robin tersenyum puas sebab sekarang pasukan nya bisa menyerang pasukan Robert untuk balas dendam.
" HENDRIK, FELIX DIAM DI SITU."
Teriak Robin dari atas balkon.
" Kenapa kita di suruh menunggu di sini Hendrik?"
Tanya Felix sedikit berbisik.
" Mungkin untuk melempar muka mu dengan pot bunga lagi agar saat pot bunga itu pecah tanah nya tidak mengotori ruang kerja nya,"
Jawab Hendrik sambil tersenyum melirik ke Felix.
" Tidak bisa ku biarkan harus segera aku singkirkan pot bunga ini sejauh mungkin,"
Ucap Felix sambil bergegas memindahkan pot yang berada di sekitar nya.
Saat itu Robin sudah sampai di teras bawah rumah nya sambil bingung melihat Felix yang begitu sibuk menyingkirkan pot bunga di sekitar Robin berdiri bahkan begitu cepat nya Felix berlari tanpa sengaja menabrak tubuh Robin yang sedang berdiri di hadapan nya dengan posisi Felix memegang pot bunga yang cukup besar tersenyum tanpa dosa ke arah Robin.
" Apa yang kamu laku kan Felix mengapa kamu memindahkan semua pot ke taman depan, Apa kamu sudah gila Felix!"
Ucap Robin dengan sorot mata kejam.
" Waspada sebelum muka ku terlempar pot ...."
Jawab Felix sambil membawa pot bunga berlari secepat mungkin dari hadapan Robin.
" Memang siapa yang akan melempar muka dia dengan pot?"
Ucap Robin sambil menggaruk kepala nya bingung melihat ulah Felix yang semakin aneh.
Kemudian Robin pun berjalan mendekat ke arah Hendrik berdiri untuk mengucapkan selamat sebab sudah berhasil mendapat kan monster dengan jumlah besar sedangkan Felix masih saja berlarian memindahkan pot bunga ke tengah taman tanpa henti dan saat itu Robin dan Hendrik hanya mampu tersenyum melihat ulah Felix yang di pandang semakin parah kegilaan nya.
Dalam kondisi lengah seperti itu tiba - tiba datang lah sekawanan monster srigala dari suku Giant yang akan menuntut balas kepada gerombolan monster yang di pimpin oleh Robin, Tanpa basa basi mereka para kawanan monster srigala itu menghajar para monster dengan brutal otomatis Robin dan Hendrik merasa kebingungan ada apa ini sebenar nya dan siapa mereka.
Saat itu Robin berfikir bahwa itu Robert yang berubah wujud menjadi monster srigala dan berbadan gorila besar dalam kondisi genting seperti itu Felix bukan nya membantu Robin dan Hendrik melainkan diri nya memilih merebahkan tubuh nya di tanah dan menutup wajah nya dengan tanah dan di beri pohon mawar yang sedang berbunga di atas nya.
" Kemana pergi nya Felix?"
Tanya Hendrik dengan pandangan menyebar ke seluruh taman.
" HENDRIK HADANG MEREKA JANGAN SAMPAI MASUK KEDALAM RUMAH!"
Teriak Robin sambil menghajar kawanan monster srugala di hadapan nya.
Kemudian Hendrik pun menarik tubuh monster srigala yang hendak melangkah masuk kedalam rumah dengan waktu yang bersamaan kawanan srigala buas yang di pimpin oleh Robert dan kawan - kawan nya tiba juga di wilayah utara dan saat itu mereka sempat bingung menyaksikan perkelahian antara kedua monster itu dan mereka pun bingung sebenar nya mereka sedang berlatih perang atau kah memang sedang perang.
" Apa yang mereka laku kan?"
Tanya Ronald dengan tatapan bingung.
" Mereka sedang berkelahi dengan siapa dan masalah apa lalu itu monster apa mengapa beda wujud nya?"
Tanya Rebecca yang juga bingung melihat kejadian tersebut.
Saat itu Robert, Ine dan Scudetto sudah memahami kondisi yang tengah terjadi maka mereka bertiga yang berwujud srigala besar hanya diam menyaksikan kejadian itu dari kejauhan menanti momen yang tepat untuk menyerang mereka semua.
Lalu mampukah Robert dan kawan - kawan nya melumpuhkan mereka semua akan kah ada korban jiwa dari mereka berempat atau kah semua akan baik - baik saja andai kan terluka tidak parah seperti yang terjadi di wilayah pusat kota dan apa tanggapan dari pemerintahan mengenai kejadian di wilayah utara dan wilayah perbatasan barat?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka yang hanya ada di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk dukung author agar semangat nulis nya.