
Begitu banyak orang berfikir di saat orang diam maka dia tidak berani namun sesungguhnya orang diam itu sedang mempelajari lawan nya dan sedang mencari cela di mana titik kelemahan lawan nya, Maka muncul lah istilah diam itu emas, marah nya orang diam lebih fatal akibat nya.
Seperti nya peribahasa itu lebih tepat di sandang oleh Robert yang memiliki watak pendiam dan bijak setiap mengambil keputusan, Begitu pun saat ini mengapa Robert mengatakan lebih memilih keluar dari intansi militer dan permasalahan monster itu masalah pribadi nya semua itu Robert lakukan semata - mata agar tidak menambah korban jiwa lagi dari pihak militer.
Namun pola pikir Robert di salah arti kan oleh pihak pemerintah dan menyamakan Robert dengan para monster yang ingin menggulingkan pemerintahan bahkan Robert di katakan akan menghilangkan populasi manusia dari muka bumi agar kawanan para srigala buas dan monster yang menduduki bumi.
Pasti nya hal tersebut menimbulkan pro dan kontra kepada masyarakat yang jelas - jelas saat ini menganggap para kawanan srigala tersebut adalah pahlawan yang mampu merebut wilayah pusat kota kembali sedangkan pihak militer hanya membantu penyerangan mengusir para gerombolan monster dari wilayah pusat kota.
Pagi itu Robert dan ketiga kawan nya telah kembali ke rumah cam yang di beri kan oleh pemerintah kepada nya dan saat itu mereka mulai membersihkan dan menata ulang isi rumah yang berserakan barang - barang nya sebab di acak - acak para monster sedangkan Robert dan Ronald membetulkan kaca jendela yang pecah dan pintu yang terlepas dari engsel nya.
Sedangkan Ina dan Rebecca membersihkan semua sampah yang ada di dalam rumah tersebut seperti nya hanya baby Scudetto yang saat ini duduk tenang di kursi kecil nya sambil memegang botol susu sambil menonton acara televisi film kartun sambil tertawa - tawa, Yang lain nya sibuk beraktivitas agar saat malam tiba mereka sudah bisa beristirahat.
" Robert apakah kamu sudah mendengar berita hari ini dari televisi?"
Tanya Ronald sambil memegang daun pintu.
" Belum, Memang ada berita apa lagi di televisi?"
Jawab Robert sambil memasang engsel di pintu.
" Ada berita yang membuat aku berfikir bagaimana mungkin bila sama - sama monster bisa saling serang dan saling bunuh bukan nya yang terjadi saling mendukung,"
Jawab Ronald dengan ekspresi wajah berfikir.
" Bisa saja saling menyerang dan pasti itu terjadi pada kawanan monster sebab mereka saling bersaing sebab pola pikir mereka harus menjadi yang unggul bukan seperti manusia yang memiliki belas kasihan kepada sesama,"
Ucap Robert sambil bangkit dari jongkok dan memegang daun pintu untuk di cek.
" Baik lah bila memang pola pikir monster seperti itu, Robert aku memasang kran di dapur ya."
Ucap Ronald sambil melangkah meninggalkan Robert.
Saat itu Robert hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaan nya untuk memasang kaca jendela di beberapa ruangan yang telah pecah dan saat itu Ina menghampiri Robert sambil membawa dua gelas jus jeruk dan mengajak nya untuk beristirahat sejenak.
" Minumlah dahulu Robert,"
Ucap Ina sambil menyodorkan gelas ke hadapan Robert.
" Oh terimakasih Ina, Scudetto apakah sedang tidur mengapa aku tidak mendengar suara nya sedari tadi?"
Tanya Robert sambil duduk di sebuah kayu yang di jadi kan pembatas teras.
" Ada di dalam sedang menonton film kartun di televisi dan sedang tertawa - tawa,"
Jawab Ina sambil berdiri di samping Robert.
" Ina apa rencana mu untuk membuat penyerangan di wilayah utara?"
Tanya Robert sambil sesekali melirik ke arah Ina.
" Aku belum bisa memikirkan hal itu Robert sebab saat ini kita belum tahu kapasitas kemampuan mereka setelah kejadian di pusat kota waktu itu,"
Jawab Ina sambil diiringi senyum kepada Robert.
" Benar juga pasti nya pasukan monster itu berkurang banyak saat ini dan belum juga ada berita mengenai para monster menyerang suatu wilayah,"
Ucap Robert sambil menikmati jus jeruk.
Di sisi lain ada Rebecca dan Ronald yang sedang beradu argumentasi mengenai pipa kran di tempat cuci piring hingga mengundang keributan dan hal tersebut membuat Robert dan Ina menghampiri mereka berdua sambil melihat baby Scudetto yang tidak terdengar suara nya oleh Robert.
" Ronald bagaimana pun juga yang selalu berada di dapur itu perempuan bukan lelaki jadi pasti nya aku lebih tau di mana seharusnya terpasang kran itu,"
Ucap Rebecca dengan nada kesal.
" Iya aku tahu kamu wanita tapi masalah memasang kran tetap saja lelaki dan tidak mungkin kamu memasang nya sendiri Rebecca,"
Ucap Ronald sambil memegang kunci inggris dan kran.
" Siapa bilang wanita tidak bisa memasang kran, Mana biar aku yang menyelesaikan nya!"
Ucap Rebecca dengan nada emosi.
Kemudian Rebecca segera mengambil kran dan kunci inggris dari tangan Ronald dan berusaha memasang kran tersebut dan entah bagaimana bisa kunci inggris itu meleset dan terlempar hingga jatuh tepat di kepala Ronald sehingga kening Ronald mengucur kan darah segar lalu jatuh pingsan, Maka Rebecca pun kebingungan dan berteriak kepada Ina dan Robert yang berada di teras rumah nya.
" Ina, Robert itu ... Ronald mati!"
Ucap Rebecca dengan wajah panik.
Jawab Ina dengan terkejut.
" Kok bisa mati mudah sekali dia mati nya, Apa di gigit Scudetto jadi mati?"
Tanya Robert dengan nada panik.
" Sembarangan memang nya putra ku monster."
Jawab Ina dengan sinis melangkah masuk kedalam rumah.
" Ya kan mungkin saja bercanda lalu ke gigit kaki nya dia terkejut jatuh kepala nya terbentur pojok meja."
Ucap Robert sambi berjalan mengikuti Ina dan Rebecca.
Setiba nya di dapur Ina segera menolong Ronald yang tergeletak di lantai dan Rebecca pun menangis sejadi - jadi nya takut Ronald meninggal dunia karena kehabisan darah, Namun sesaat setelah di beri pertolongan tiba - tiba Ronald membuka mata nya saat Ina memasang perban di luka nya Ronald alhasil wajah Ronald terkena tamparan Ina sebab terkejut.
Saat itu membuat Robert dan Rebecca tertawa lepas sebab sekali nya Ronald tersadar sudah terkena tamparan Ina yang terkejut di buat nya, Di sisi lain ada Hendrik dan Felix yang sedang senang hati nya sebab baru saja tiba di wilayah perbatasan barat dan melihat sebuah pasar yang di penuhi para pedagang yang berjualan pasti nya mereka belum terkontaminasi dengan virus tersebut.
" Felix lihat di depan sana begitu banyak manusia dan pasti nya kita bisa menjadi kan mereka anggota kita,"
Ucap Hendrik dengan nada serius dan tatapan fokus ke arah kerumunan orang.
" Mana mungkin mereka mau jadi monster bila kita propaganda di tengah pasar itu Hendrik, Dasar orang aneh!"
Jawab Felix dengan nada sebal kepada Hendrik.
" Felix bodoh kenapa harus propaganda lagi pula mana ada manusia mau menjadi monster meski di beri hadiah sekali pun!"
Ucap Hendrik dengan nada geram.
" Itu tahu, Maka nya tidak mungkin kan kita dapat monster untuk jadi anggota kita,"
Jawab Felix dengan tanpa bersalah.
" PRAK! GIGIT MEREKA FELIX DASAR BODOH KAMU PERGI SANA!"
Teriak Hendrik sambil memukul kepala Felix dengan botol minuman.
" Iya, Kenapa harus memukuli aku terus memang nya tidak bisa bicara baik - baik apa?"
Ucap Felix dengan nada pelan sambil bangkit dari duduk nya.
" BRAK! TERUSKAN BICARA NYA SEBENTAR LAGI KAPAK INI MELAYANG DI KEPALA MU!"
Ucap Hendrik setelah melempar kursi kayu ke arah punggung Felix.
Kemudian Felix pun berjalan menuju pasar dengan wujud manusia namun bertaring tajam dan kuku yang panjang dengan melenggang santai berjalan di tengah pasar alhasil di pikir orang aneh yang sedang mengemis dan di kejar anak kecil - kecil dan di katakan bahwa Felix orang gila dan saat Felix terduduk di pinggir sebuah toko ada beberapa orang yang lewat memberi nya uang dan makanan kepada Felix.
Dan lebih bodoh nya Felix bukan nya menggigit para manusia yang memberi nya makanan dan uang namun Felix mengucapkan terimakasih kepada mereka lalu memakan makanan itu dengan lahap nya, Di situ lah puncak emosi Hendrik melihat kelakuan Felix yang semakin bodoh dan seperti nya hanya makanan di dalam pikiran Felix.
" Di mana otak dia mengapa malah menikmati makanan pemberian para manusia itu benar - benar membuat ku marah kamu FELIX!"
Ucap Hendrik dengan penuh emosi.
Kemudian Hendrik dan gerombolan para monster menyerang pasar itu dan menggigit siapa pun yang berada di hadapan nya menyerang para pedagang dengan brutal sedangkan saat melihat hal tersebut Felix tidak perduli dan masih menikmati makanan nya dengan santai nya tanpa bergegas membantu Hendrik, Karena geram melihat ulah Felix akhir nya Hendrik mendatangi Felix yang sedang duduk santai di sisi depan sebuah toko.
" BRAK! BUKAN WAKTU NYA MAKAN FELIX LEKAS BANTU AKU!"
Teriak Hendrik setelah memukul kepala Felix dengan balok kayu.
" Tadi di suruh gigit ini aku sedang mengigit daging ayam bakar masih saja kepala ku kena pukul, Kapan aku benar di mata kalian?"
Ucap Felix dengan berwajah bingung memandang ke arah Hendrik yang sedang emosi.
Kemudian Felix pun membantu para gerombolan monster untuk menggigit dan menyerang manusia yang berada di pasar tersebut dan saat di rasa seluruh manusia itu sudah menjadi monster semua mereka berdua pun membawa mereka ke wilayah utara untuk di serahkan kepada Robin sebagai pimpinan para monster.
Namun seperti nya dari para korban di pasar tersebut tidak terbawah semua monster - monster itu oleh Hendrik dan Felix ada beberapa monster yang masih tertinggal di wilayah perbatasan barat, Perjalanan menuju sarang monster yang berada di wilayah perbatasan utara tidak lah dari situ hingga tidak perlu memakan waktu lama mereka tiba di hadapan Robin.
Lalu apakah hasil mereka memuaskan bagi Robin atau kah mereka akan terkena amukan Robin lagi dan apakah Robert dan kawan - kawan nya mengetahui hal penyerangan di wilayah perbatasan utara, Apakah pihak keamanan akan bergerak saat mengetahui wilayah perbatasan utara di serang para monster?
Jangan pernah lewat kan kisah mereka hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk dukung author agar semangat nulis nya.